Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 84


__ADS_3

Fita dan Devan sudah sampai dirumah Arga. Mereka di sambut hangat oleh Erika.


"Siang tante." Ucap Devan ramah.


"Iya, kamu sama siapa? " Ucap Erika, karena ia memang tidak mengenal teman Aira.


"Hmm sama pacar Devan tante. Ini Fita teman Aira juga." Ucap Devan.


Fita langsung mengaguk hormat kepada Erika. Ia sedikit sok mendengar ucapan Devan yangvtidak malu memperkenalkan dirinya sebagai pacar.


"Pacar?" Ucap Erika ragu, Karena sempat ia bertemu beberapa bulan lalu Devan juga makan direstoran dengan pacarnya.


"Iya tante. Fita calon istri Devan. " Ucap Devan dengan yakin. Karena ia tau apa yang ada dipikirkan Erika.


"Hmmm. Terserah kamu saja. Oh ya kamu temannya Aira yang akan mginap disini ya?" Ucal Erika.


"I.. iya tante." Jawab Fita gugup.


"Hoo bagus deh. Yang lama ya, biar Aira ada temannya. Soalnya kalau sama saya masih canggung Aira nya." Ucap Erika ramah.


"I.. iya tante." Jawab Fita, ia masih saja gugup berhadapat dengan wanita yang berumur setengah abad ini. Tapi masih terlihat sangat cantik.


Beruntung banget Aira dapat suami dan mertua yang baik seperti ini( Batin Fita.)


Devan sedikit sok melihat perubahan Erika. Iya tidak menyangka kalau Erika sekarang baik kepada Aira.


Apa tante Erika hanya bersabdiwara, tapi untuk apa? (Batin Devan.)


Bella dan Arum juga datang menghampiri Devan, Mereka cukup mengenal Devan. Karena Devan dokter keluarga Arga.


"Siang tante, siang Bel." Sapa Devan duluan.


"Hmm sama siapa kamu." Ucap Arum. Ia tersenyum menyambut Devan.


"Sama pacar saya tan, temannya Aira juga." Ucap Devan tersenyum ramah.


"Oh gitu." jawab Arum santai


Fita pun menunjuk hormat kepada Arum. Ia tidak melihat Bella sama sekali. Karena ia tau Bella adalah mantan Arga, yang masih mencari perhatian Arga.


"Ngapain kamu bawa koper segala?" Ucap Arum, sesikit sinis dia tau tampilan seperti Fita ini pasti orang biasa dan bisa di bilang miskin. Arum sangat sombong, dia enggan bersikap baik kepada orang susah.

__ADS_1


"Saya mau mginap disini tante." Jawab Fita sopan.


"Nginap?" Ucap Arumi


"Iya tante." Jawab Fita.


"Huh sifat kamu pasti tidak jauh dari Aira. Saya yakin kamu dekatin Devan pasti karena dia seorang dokter yang terkenal. Orang rendahkan seperti kalian itu hanya pura pura lugu untuk mendapatkan simpati dari pria kaya." Ucap Arum panjang lebar dan merendahkan Fita.


"Tante jaga ucapan tante..


"Hey kalian dua anak sama ibu sama saja. Bisanya cuma merendah kan orang. Lihat tu anak kamu. Sampai sekarang masih saja mengharapkan suami orang. Kasian banget sih. Sebelum anda bicarakan saya, lihat dulu kelakuan anda dan anak anda apa sudah benar. " Ucap Fita tegas. Ia langsung naik dara saat Arum menghina dia dan Aira. Fita yang ceplas ceplos dan sedikit sadis sangat tidak terima jika ada orang berani semena mena sama dia. Dia pasti akan membalasnya.


"PLAAAK."


Bella yang tidak terima dengan ucapan Fita langsung menampar kuat Fita.


Fita juga dengan cepat langsung membalas tamparan Bella dengan kuat juga. Bella sampai tersungkur di lantai karena tamparan kuat yang Fita berikan.


"Kamu perempuan miskin gak tau diri...


"Sudah! sudah! cukup! saya tidak mau ada keributan dirumah ini. Bi Ijah, tolong antarkan Fita kekamar tamu. Dev kamu tenangin dulu pacar kamu itu. Dan kamu Arumi, kamu juga tenangin dulu pikiran kamu dikamar. Semua nya bubar, tolong apapun yang kalian lihat yang terjadi dirumah ini, jangan sampai orang luar tau." Ucap Erika panjang lebar, ia sedikit emosi dengan apa yang terjadi di rumahnya.


Erika langsung pergi kekamarnya juga untuk menangkan diri kepalanya sedikit pusing dengan keributan yang terjadi.


"Ini semua gara gara mamah! mama terlalu gegabah dan gak sarapan." Ucap Bella marah.


"Apa kamu bilang? Mamah! mamah disini hanya ingin membantu kamu, sekarang kamu nyalahin mamah, Lagian kamu sama perempuan seperti itu saja kalah. Seharusnya kamu jambak saja tadi rambut nya." Ucap Arumi marah. Ia begitu kesal melihat kekalahan mereka, dengan gadis seperri itu.


Sementara di kamar tamu yang Fita tempati ia juga sedang marah.


"Dasar tu tante tante sudah tua bukannya tobat malah jadi jadi. Mau gue tinju aja tu rasanya biar mati sekalian." Ucap Fita marah.


Devan menahan tawa melihat tingkah Fita. Ia begitu takjub melihat sikap Fita yang begitu berani. Tadi nya Devan sempat ingin membela Fita. Tapi melihat reaksi Fita ia begitu kagum, ternyata pacarnya inj sungguh wanita tangguh yang sangat berani.


"Awas aja tuh, dua wanita gila itu berani macam macam sama Aira. Gue tabok betulan sampai mampus." Ucap nya tak berhenti marah. Fita betul betul kesal melihat kelakuan Arum dan Bella.


Tak lama kemudian Arga dan Aira pun datang bersama dengan Ana dan Rey.


Mereka hanya melihat tukang dekor yang sedang menghias rumah mereka. Padahal diparkiran sudah ada mobil Devan, tapi mereka tidak nampak.


"Intan kemana semua orang. Kamu ada lihat teman saya? Ucap Aira, saat melihat intan yang sibuk menyiapkan camilan untuk para tukang dekor.

__ADS_1


"Nyonya Erika lagi dikamar teman nona ada dikamar tamu. Tadi habis ribut sama nona Bella. Makanya semua lagi menangis diri." Ucap Intan, Intan sengaja biar Arga juga tau. Karena Intan juga tidak suka dengan sikap Arumi. Yang seperti tuan rumah.


"Ribut?" Tanya Arga langsung.


"Iya tuan, tadi nona Bella dan nyonya Arumi, menghina temannya nona Aira. Bahkan tadi saya melihat nyonya Arumi menampar temannya nona Aira." Ucap Intan, ia begitu leluasa, dulu ia tidak berani karena Erika yang selalu ada di belakang Bella. Tapi setelah melihat perubahan sikap Erika yang baik kepada Aira. Intan juga tidak takut lagi mengadu.


"Sayang mau kemana!" Ucap Aira. Ia melihat ekspresi muka Arga yang marah. Aira langsung menahan tangan Arga. Ia tau Arga ingin memberi pelajaran untuk Arumi dan Bella.


"Yang jangan ya. Aku tidak mau ada keributan lagi. Ini kan mau acara tujuh bulanan anak kita. Sudah ya. Biarkan saja mereka." Ucap Aira. Ia memohon agar Arga tidak menghampiri Arumi dan Bella.


Aira langsung menarik tangan Arga ikut bersamanya kelakar Fita. Mau tak mau Arga mengikuti Aira.


Swmnetara Rey dan Ana merasa geram melihat kelakuan Bella dan Arumi, apalagi berlagak seperti tuan rumah.


Tanpa sepengetahuan Arga dan Aira Ana datang menghampiri Bella dan Arumi.


JLEB!!!


Suara pintu kamar Arumi terbuka kencang. Mereka melihat sosok Ana yang datang menghampiri mereka berdua dengan ekspresi marah.


"Dasar tidak sopan. Pelayan tidak tau malu!" Ucap Arumi, ia bertambah kesal melihat Anda yang masuk tanpa permisi.


"Saya ingat kan kalian berdua. Jangan pernah berani mengaggu ketenangan nona Aira dan orang sekitarnya. Atau tidak! saya tidak akan segan segan memberikan kalian pelajaran!" Ucap Ana penuh dengan penekanan.


"Apa hak mu! kau hanya seorang pelayan. Jangan pernah mengancam kami!" Ucap Arumi tak mau kalah.


"Saya tidak main main dengan ucapan saya. Saya harap anda mengingat nya!" Ucap Ana lagi


"Keluar! dasar pelayan tidak tau diri!" Ucap Bella ia ikut marah. Karena Ana tidak sopan dan berani mengancam mereka.


"Ini bukan rumah anda, hanya tuan Arga dan nona Aira yang berhak mengatur saya." Ucap Ana lagi.


Bella yang merasa geram langsung menampar Ana. Tapi dengan cepat Ana mencegahnya. Dan memulas tangannya dan menghempaskan Bella ke bawah.


"Jangan berani menyentuh saya dengan tangan kotori itu." Ucap Ana. Setelah itu ia langsung pergi meninggal kan Arumi dan Bella.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2