
Arga tidak lagi bisa mengontrol dirinya, sebagai seorang laki laki normal iya pasti ingin mencium gadis yang sekarang ini berada sangat dekat dengannya, apalagi gadis ini sosok yang sangat ia sukai.
Aira bisa merasakan hembusan nafas Arga. Sekarang Aira juga tidak tau harus berbuat apa, Jaraknya sangat dekat dengan Arga. Jantung nya berdebar kencang, Arga mengangkat pelan dagu Aira. Mata mereka saling menatap.
Cup...
Arga langsung mengecup bibir Aira.
Dengan reflek Aira menutup bibirnya dengan satu tangannya, Aira malu gugup, ini adalah ciuman pertamanya. Arga semakin gemas melihat wajah Aira yang malu dan memerah.
Dengan pelan Arga mengambil tangan Aira, Ia taruh tangan Aira di pinggangnya. Karena bibir Aira sedikit terbuka membuat Arga melakukan hal yang lebih.
Arga langsung mencium bibir Aira dengan mesrah, membuat Aira melotot melihatnya, Arga memejamkan matanya, Ia menekan tengkuk Aira, memperdalam ciuman itu, Arga melakukannya perlahan ia memberikan kenyaman pada Aira, Perlahan ia mengangkat tubuh Aira kepangkuannya,Sangat ringan baginya mengngangkat tubuh mungil Aira. Arga langsung berdiri membuat Aira dengan refleks melingkar kan kakinya di pinggang Arga. Aira terbuai dengan perlakuan lembut Arga, Arga menundukkan Aira di meja kerjanya, Ia lepas ciuman itu sebentar karena Aira seperti kehabisan nafas. Arga semakin bergairah karena Aira tampak lugu. Arga kembali mencium bibir itu, sambil memeluk Aira dengan kuat bahkan tangannya sudah meremas gemas bokong Aira. Aira meski ia tidak pernah berciuman tapi ia mengikuti permainan Arga, tanpa sadar dia meremas rambut Arga. Nikmat itu lah yang Aira rasakan. Ia tidak bisa lagi berpikir jernih, karena perlakuan Arga yang lembut dan tiba tiba.
Pruuuuukk...
Laptop terjatuh membuat dua orang yang sedang terbuai itu kaget. Aira langsung melepas ciuman itu, dan mendorong pelan Arga. Aira langsung berlari ke dalam toilet.
"Akhhkkk." Arga kesal bukan karena laptonya terjatuh, Tapi karena ia belum puas mencium Aira. Aira semakin membuatnya candu.
"Manis." Ucap Arga, Ia tersenyum mengingat ciuman panas mereka. Ia mengambil laptop itu dan menaruhnya kembali keatas meja.
Arga tersenyum mengingat Aira yang beberapa kali mengambil nafas, karena ulah nya. Arga senang, Ia yakin bahwa dia yang pertama mencium Aira, mengingat keluguan Aira saat berciuman.
"Aku akan menjadi yang pertama dan terakhir." Gumam Arga. Ia merasa bangga memiliki Aira.
Ciuman ini bukan lah yang pertama bagi Arga, dulu ia sering melakukannya dengan Bella, bahkan mereka berdua sampai tidur bersama dan melakuakn hubungan terlarang sebelum menikah. Makanya Arga tadi terlihat sangat bergairah bukan ia merindukan Bella, tapi Ia sudah lama tidak melakukannya, dan juga dia sangat menginginkan Aira.
Sementara Aira dia terus saja memaki dirinya yang tadi pasrah dengan perlakuan Arga.
"Bodoh! bodoh! bodoh! kenapa kau berkhianat,(sambil memikul bibirnya nya pelan.) tidak bisakah kau menolak atau kau beri dia tinjuan, haaa kenapa kau tidak gigit saja bibirnya tadi, ahhhhhhh" Gumam Aira, Ia malu karena menikmati ciuman yang Arga berikan tadi.
Hampir setengah jam Aira berada di toilet, Ia enggan keluar, Aira merasa malu bertemu dengan Arga. Ingin rasanya ia pulang terbang menerobos atap toilet ini.
"Kenapa lama sekali dia keluar, apa yang dia lakukan." Ucap Arga. Ia pun menyusul Aira ke toilet.
Tok..
Tok..
Tok...
"Kau baik baik saja?" Ucap Arga ia sedikit cemas.
__ADS_1
Menghilang menghilang aku ingin menghilang. Tuhan berikan aku kekuatan super, aku ingin menghilang. ( Batin Aira.)
Aira panik karena Arga mengetuk ngetuk terus pintu toilet ini.
"Hey kau jawab! Apa kau baik baik saja. Apa yang kau lakukan." Ucap Arga ia semakin cemas, Ia takut Aira akan berbuat yang macam macam atau bunuh diri karena tadi ia sudah mengambil ciuman pertama Aira.
Ya Arga pernah mendengar berita tentang bunuh diri seorang gadis yang telah direbut kesuciannya.
"Jawab aku hitung sampai tiga, kalau kau tidak buka pintu ini aku akan mendobraknya." Ucap Arga, ya dia memang panik tapi tetap saja ia mengancam Aira.
"Satu..."
"Dua..."
Jlep pintu terbuka, Aira menunduk malu, Ia langsung berjalan menuju sofa tanpa melihat wajah Arga.
Gue gak kelihatan, gue gak kelihatan. Tenang Aira tenang. ( Batin Aira.)
Arga bernafas lega ternyata Aira baik baik saja. Arga tersenyum melihat kelakuan Aira, Aira seperti anak kecil yang malu dan ketahuan berbuat salah.
Aira duduk di sofa dia terus saja melihat kebawah, Ia malu melihat wajah Arga. Arga membiarkan Aira dia bersikap biasa seolah olah tadi tidak terjadi apa apa. Sungguh Arga merasa sangat beruntung mendapat gadis cantik, lugu, dan baik hati deperti Aira.
Yang Arga pikirkan sekarang bagaimana cara ia memberitahu kepada Erika tentang hubungannya ini, Ia tau Erika pasti tidak akan mau menerima Aira, karna Erika ingin menantu yang mempunyai hobby yang sama sepertinya, sementara Aira ia adalah gadis sederhana yang jauh dari kata mewah.
Tapi Arga khawatir melihat sikap polos Aira yang mudah tertindas dan suka mengalah, apalagi Aira belum menunjukkan rasa suka kepada dirinya, Ia tidak mau jika suatau saat Erika datang menghampirinya tanpa sepengetahuannya, dan menyuruh Aira untuk menjauhinya. Tidak tidak Arga tidak bisa jika harus berpisah dengan Aira, cukup lah ia kehilangan Bella yang membuat luka dalam di hatinya, Ia tidak mau lagi kehilangan orang yang Ia cinta, kali ini ia akan berjuang. Mempertahankan cintanya.
jleep...
Pintu terbuka, Rey masuk dan memberi salam kepada Arga. Rey selalu datang disaat jam makan siang, Ia sempat melirik ke arah Aira yang menunduk. Dan tidak menyapanya, biasa nya Aira menyapa saat melihat Rey.
"Selamat siang tuan."
Arga langsung berdiri seperti biasa mereka bertiga akan makan siang bersama.
Rey masih melihat Aira yang duduk menunduk bahkan Aira tidak bergerak sama sekali.
"Huh... Apa lagi ini, apa yang tuan Arga lakukan, sampai nona Aira bersikap seperti ini, apa tuan habis memarahinya habis habisan." (Batin Rey.)
Rey tidak berpikir yang macam macam. Karena Arga bukan tipe orang yang akan menyentuh wanita sembarangan, Apalagi Aira yang polos sepetri ini. Arga selalu bisa mengontrol dirinya setiap ada wanita yang datang mendekatinya.
"Tuan..." Ucap Rey penuh tanda tanya .
Arga hanya mengangkat kedua bahunya menandakan dia tidak tau apa apa.
__ADS_1
Hahahaha kenapa dia lucu sekali. ( Batin arga.)
Arga semakin gemas melihat tingkah laku Aira.
"huhhhh" Ray menghela nafasnya, Pasti ada yang Arga laukan terhadap Aira, tapi melihat wajah Arga yang tampak bahagia dan melihat wajah Aira yang malu, membuat Rey paham
"Apa tuan..
"Ya" Ucap Arga tersenyum ia memotong ucapan Rey, Ia tau apa yang dipikirkan Rey, Ya mereka berdua saling memahami satu dan yang lainnya.
Rey menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka bahwa Arga akan berbuat itu, dengan Aira.
"Aku hanya mencium nya. Kau jangan berpikir yang lain." Ucap Arga lagi, Ia tau Rey berpikir jauh tentang nya.
"Sama saja." Ucap Rey singkat.
Ternyata segila itu tuan menyukai nona Aira.
Aira mendengar percakapan itu, Ia semakin malu sekarang Rey tau kalau Arga habis menciumnya.
haaa dasar pria tidak tau malu, kenapa kau harus memberi tahu Rey, mau taruh dimana wajah ku ini.
"Nona?" Ucap Rey berdiri di samping Aira.
"I.. iya sekertaris Rey." Aira mengakat wajahnya.
"Saya kenyang, tuan Arga dan sekertaris Rey makan saja berdua." Ucap Aira, wajahnya masih terlihat memerah karena malu.
"Apa yang kau katakan. Aku kan sering menciummu, jika kau seperti ini." Ucap Arga tanpa malu.
Dasar selain jahat kau juga pria masum.
Aira kesal terhadap ancaman yang Arga berikan.
Aira berdiri ia pun ikut bersama dengan mereka memasuki lift, keluar dari ruangan ini. Arga tersenyum puas, melihat kemenangan yang ia dapatkan.
Tuan Arga sudah di buat gila oleh nona Aira. Semoga nona Aira cepat sadar dengan cinta tuan Arga.
.
.
.
__ADS_1