Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 40


__ADS_3

Aira merasa sangat merindukan adik dan ibu nya, sudah lama sekali ia tidak pernah bertemu dengan ibu dan adik nya.


Arga yang dari tadi sibuk dengan leptopnya pun menghentikan aktivitasnya saat melihat Aira yang melamun dengan wajah murung.


"Apa yang kau pikirkan? apa ada yang menganggu mu?" Ucap Arga lembut, semenjak Aira dengan entengnya mau menyudahi hubungan mereka. Arga lebih sering bersikap lembut. Ia tidak mau jika Aira pergi menibggalkannya.


"Saya rindu ibu dan adik saya tuan." Jawab Aira jujur.


"Besok aku akan mengantarmu bertemu ibu dan juga adik mu." Jawab Arga. Membuat Aira senang mendengarnya.


"Tuan serius?" Ucap Aira senang.


"Ya." Jawab Arga singkat.


"Apa saya boleh menginap di rumah saya?" Tanya Aira, dengan senyum yang mengembang.


"Ya boleh, tapi aku harus ikut." Ucap Arga, ia tersenyum kecil.


Apa ikut menginap! ah mana mungkin tuan! kau tidak akan mungkin bisa tidur dirumah ku! yang ada nanti mulut mu tidak berhenti mengkroces mengkritik rumah ku.(batin Aira)


"I.. ikut? tuan kan kerja. Bagaimana dengan perusahaan ini kalau tuan meninggal kannya. Kasihan Rey jika harus bekerja sendiri, Rey pasti akan sangat kesibukkan." Ucap Aira panjang lebar, ia berusaha agar Arga membatalkan niatnya untuk ikut menginap.


"Kenapa kau memikirkan Rey. Dia pasti tidak akan keberatan!" Ucap Arga kesal, karena kerap Aira sering menyangkut paut kan dengan Rey.


"Hehehe buka begitu tuan, tapi tuan pasti..


"Sudahlah, besok kita akan nginap disna. Kau jangan banyak protes!" Ucap Arga. Ia langsug kembali kekursinya.


Sementara Aira bingung, karena sama sekali ia tidak pernah menceritakan Arga dengan ibu nya. Ibunya pasti akan kaget melihat Aira yang datang dengan seorang pria.


Awas aja dia kalau sampai membuat ibu kesal karena mulutnya yaang lemas itu (batin Aira.)


****


Rey datang keruangan Arga setelah mendengar alaran nya berbunyi.


Rey langsung masuk dan memberikan salam kepada Arga. Ia jarang memberi salam kepada Aira. Karena Arga sering kali ia lihat kesal. Saat Aira membalas salamnya dengan sangat manis. Entah Aira sengaja atau tidak. Tapi itu cukup membuat Rey takut.


"Rey besok aku akan berkunjung kerumah Aira, dan akan menginap disana. Pastikan tidak ada yang mengusik ku." Ucap Arga tegas.

__ADS_1


Rey menaikan alisnya, ia ragu dengan Aega yang ingin menginap di rumah Aira.


"Apa kau keberatan Rey?" Ucap Arga sedikit bingung. Karena biasanya Rey selalu setuju.


"Tidak tuan, tapi tuan masih ingat kan dengan foto rumah Aira yang saya lihatkan?" Ucap Rey pelan. Agar Aira tidak mendengarnya. Ia juga ragu kalau Arga akan bisa tidur disana.


"Iya ingat, terus kenapa, kau pikir aku sudah setua itu." Ucap Arga kesal.


"Tidak apa tuan. Semoga tuan nyaman berada disana."


Aira yang tersadar dengan suara Rey langsung menyapanya.


"Sianga Rey." Ucap Aira ramah.


"Siang nona." Ucap Rey sopan.


"Rey nanti pulang kerja bisakan teman kan aku belanja."


"Hey pacar mu siapa aku atau Rey." Ucap Arga kesal. Ia merasa tidak berguna kerena Aira lebih meminta bantuan kepada Rey ketimbang dirinya.


Nona Airaaa, kenapa samapi sekarang nona masih tidak memahami tuan Arga! seharusnya nona paham tuan Arga itu sangat sensitif dengan hal yang berkaitan dengan nona.(Batin Rey.)


Rey pun hanya diam melihat drama diantara mereka berdua lagi. Mau pergi tapi ia terlanjur masuk di drama ini. Karena Aira.


"Aku yang akan menemanimu!" Ucap Arga sinis.


Apa! haaaa urus aja pekerjaanmu, aku tidak mau jika kau menemaniku. Yang ada kau membuatku kesal dengan laranganmu yang tidak jelas itu! (Batin Aira.)


"Apa kalian berdua diam diam selingkuh dibelakangku!" Ucap Arga kesal. Entahlah kenapa bisa dia berpikir seperti itu. Dan itu membuat Aira tertawa. Sementara Rey melototinya tidak percaya dengan ucapan Arga barusan.


"Hahaaha tuan, mana mungkin saya bersama Rey. Kalau pun saya selingkuh saya tidak ingin pria seperti Rey. Kalian berdua sama resek nya."Ucap Aira tanpa sadar. Ia sungguh merasa sangat lucu Arga menuduhnya berselingkuh bersama Rey.


Arga dan Rey langsung menatap Aira. Bagaimana mungkin kedua orang yang selalu menjaganya di anggap nya resek.


Sementara Arga semakin kesal, dengan jawaban Aira.


"Jadi kau punya niat selingkuh dengan pria lain!" Ucap Arga sedikit nyaring. Ia pun berjalan mendekati Aira.


Aira lansung berhenti tertawa. Ia menjadi gugup, Ia tidak menyangka bahwa perkataannya membuat Arga dan Rey kesal.

__ADS_1


Asataga apa salah gue. Kenapa kedua orang ini mudah sekali tersibggung. Apa dihidup mereka tidak ada yang namanya bercanda. Mana mungkin gue berani selingkuh dari pria jahat ini. Haaa apa itu selingkuh gue gak mungkin melakukan hal seperti itu. Meskipun pria jahat ini menyebalkan. (Batin Aira.)


"Rey kau boleh keluar." Ucap Arga, tapi menatap Aira marah. Ia ingin memberika Aira hukuman. Karena sudah berani berpikir untuk selingkuh darinnya.


Rey pun langsung keluar. Ia sangat bersyukur bisa bebas dari drma yang Aira dan Arga ciptakan.


Kenapa tuan Arga jadi ikut bodoh dan semakin aneh saja ( Batin rey.)


Arga semakin mendekati Aira. Dan langsung menarik Aira dalam dekap pannya.


Arga langsung manaru Aira di atas mejanya yang tak jauh darinya.


"Tu.. tuan! apa yang tuan lakukan." Ucap Aira gugup.


Arga langsung saja mencium bibir Aira. Dan lagi lagi Aira menerima ciuman itu, entah kenapa ia tidak bisa menolak sentuhan yang Arga berikan.


Cukup lama Arga mencium Aira. Tapi Arga bisa mengntrol dirinya. Ia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama pada saat berama Bella waktu dulu. Dulu ia lepas kontrol karena Bella dengan lihai membalasnya dan selalu menggodanya. Ia tidak ingib membuat Aira terluka.


Seperti biasa Aira pasti langsubg malu dan menunduk ia enggan menatap Arga.


"Ini hukuman untuk mu." Ucap Arga tersenyum. Karena melihay wajah Aira yang memerah malu.


Hukaman? ini bukan hukuman ini pelecahan! Kenapa kau semakin sering mencium ku. Ihks lagian ni mulut gue juga selalu saja berhianat.


"Kau semakin lihai." Ucap Arga. Ia sengaja ingin menggoda Aira.


Rifleks Aira memukul dada Arga. Dan mendorong nya.


"Tuan!" Ucap Aira marah. Ia tidak suka Arga memujinya dalam hal itu. Ia sangat malu.


Aira lansung berjalan menuju ruang khusus Arga. Ia malas jika melihat wajah Arga untuk sekarang.


Arga membuarkan Aira. Malah ia semakin gemas dengan sikap Aira yang polos dan bodoh itu. Sungguh itu hiburannya saat di kala sedang capek.


.


.


.

__ADS_1


Yuhuuuu selamat menajalnkan ibadah puasa buat kalian semua....


semangat ya puasanya๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘Œ


__ADS_2