
Aira dan Arga sedang sarapan pagi, karena pagi ini mereka akan kembali pulang.
"Kak pelan dong makannya. Gak ada juga yang mau rebut makanan kak Aira hahhaha." Ucap Bima, ia tertawa melihat Aira yang begitu semangat.
"Apaan sih kamu Bim, kamu gak suka kak Aira makan banyak." Ucap Aira marah, ia menaggapinya serius.
"Bim..." Ucap Hesti, ia menegur agar Bima tidak lagi mengejek Aira.
Arga langsung menatap Bima tajam, membuat Bima takut melihatnya.
"Ma.. maaf kak, Bima cuma bercanda kok." Ucap Bima gugup, sambil melirik sekilas Arga.
Astaga kak Arga, Bima cuma bercanda! kenapa tatapan kak Arga seperti mau menerkam Bima (Barin Bima)
Aira yang sempat melihat tatapan tajam Arga ke Bima, mengurungkan niatnya untuk marah, Ia tau Bima hanya bercanda cuma perasaan nya saja yang memang sensitif, Aira merasakan itu, karena ia selalu ingin dimanja dan dituruti.
"Ya, gak papa kok, kakak gak marah."Acap Aira singkat.
"Sayang suap." Ucap Aira manja ke Arga, ia berusaha menenagkan hati Arga.
Arga pun langsung menatap Aira tersenyum, Ia tidak mau memasang wajah marah saat berhadapan dengan Aira.
Arga langsung menyuapi Aira dengan sabar, Arga menyuapi Aira sampai makanan yang ada dipiringnya dan dipiring Aira habis, Aira memang banyak sekali makan. Bahkan badannya sudah sedikit gendut.
"Bim bantu ibu bawa piring kotor kedapur." Ucap Hesti, sekalian ia ingin menasehati Bima.
Bima pun membawa piring kotor kedapur, sementara Aira dan Arga langsung pergi keruang tv untuk duduk duduk sebentar, karena sebebtar lagi mereka akan pulang.
"Bim kamu itu, Kak Arga kan sudah bilang, jaga omongan, karena kakak kamu itu sangat sensitif sekali perasaannya." Ucap Hesti, saat mereka sudah berada didapur.
"Iya bu maaf, Bima lupa, lagian kak Aira gitu amat sih, kerjanya makan tidur aja, badannya itu loh bu makin bengkak saja, gak takut apa kalau kak Arga berpaling hahaha." Ucap Bima khawatir dan merasa lucu melihat perubahan sikap dan tubuh Aira. Karena dulunya Aira sangat kurus.
"Huuuus kamu kok ngomongnya gitu sih. Seharusnya kamu senang kakak kamu mendapat suami penyayang seperti Arga. Ibu gak byangka loh Arga sesayang itu sama Aira, jadi kamu jangan marah ya sama Arga, dia natap kamau seperti tadi, karena dia gak suka kamu ngejek kak Aira." Ucap Hesti menasehati.
"Iya bu. Bima maklumin kok, Bima juga bersyukur banget kak Aira dapat suami penyayang seperti kak Arga." Ucap Bima tersenyum.
Bima pun membantu Hesti untuk mencuci piring kotor itu, Setelah itu mereka berdua kembali keruang tv berkumpul dengan Aira.
__ADS_1
Hesti melihat Aira yang tiduran di sofa yang berbantal paha Arga, Hesti menghela nafas melihat kelakuan anaknya yang begitu manja.
"Ra kamu gak kabarin teman kamu, kalau kamu ada disini." Ucap Hesti. Hesti ikut duduk kesofa. Sementara Bima kerumah sebelah tempat ibu Siti. untuk memberitahu kalau Aira dan Arga akan pulang sekarang.
"Sudah bu, tapi Vita katanya lagi dijakarta, kalau Feby sebentar lagi akan kesini, baru semalam Aira kasi tau."Jawab Aira tersenyum
"Kok baru kasi tau, Vita ngapain kejakarta?" Ucap Hesti penasaran.
"Hehehe gak tau Vita ngapain, katanya rahasia." Jawab Aira jujur.
Tak lama kemudian Feby pun datang dengan tunangannya.
"Assalamualaikum." Ucap Feby.
"Walaikum salam. Masuk Feb." Ucap Aira, ia langsung duduk tersenyum dengan Feby.
"Masuk feb." Ucap Hesti juga tersenyum.
Feby pun masuk dengan tunangannya. Ia langsung datang menghampiri Aira. Mereka saling berpelukkan dan saling cipika cipiki. Setelah itu Feby menyalam ibu Hesti, dan berjabat tangan dengan Arga.
Begitu juga dengan tunangan nya Rian ia berjabat tangan dengan Arga, dan Aira. Ia juga menyalimi ibu hesti.
Wajah Aira langsung berubah ia tersenyum kecut menatap Feby. Arga yang melihat perubahan wajah Aira, langsung mengelus pungung Aira.
Sementara Hesti langsung berpura pura untuk meminta bantuan ke Feby untuk membuat minum.
"Feb temanin ibu yu buat minum." Ucap Hesti, karena Feby sudah terbiasa dengan ibu Hesti ia pun langsung menemani Ibu Hesti.
Mereka berdua pun langsung kedapur membuat minuman. Sampai didapur ibu Hesti langsung memberi tahu kepada Feby dengan Aira yang sangat sensitif saat hamil.
"Feb, sebelumnya ibu minta maaf ya." Ucap Hesti lembut.
"Minta maaf kenapa bu." Ucap Feby bingung.
"Aira lagi hamil..
"Apa! hamil! wah pantas saja tambah gendut heh! h." Ucap Feby senang. Ia memotong ucapan Hesti.
__ADS_1
"Hemm tapi ibu mau kasi tau kamu. Aira tu semenjak hamil makin manja dan makin sensitif, salah ngomong dikit aja langsung sedih." Ucap Hesti tersenyum mengingat tingkah Aira.
"Duh jadi ucapan Feby tadi menyinggung Aira ya bu, duh gimana ni bu, pantas aja Aira gak jawab pertanyaan Feby." Feby jadi merasa bersalah
"Ya udah gak papa, Untng saja Arga sangat sabar menghadapi Aira, dan bisa membujuk Aira." Ucap Hesti.
"Ya bu benar, Arga kelihatan banget sayang sama Aira, Ibu tau gak kalau Arga itu pemilik perusahaan jk group. Feby sering membaca majalah tentang Arga, tapi setau rumor yang beredar, Arga itu sangat dingin dan tidak perduli dengan orang. Tapi kok beda ya, sama yang Feby lihat. Arga sangat sopan. Dan penyangang." Ucap Feby panjang lebar.
"Hemm iya. Mungkin ia akan bersikap dingin dengan orang asing. Itu yang ibu lihat." Ucap Hesti.
Hesti dan Aira pun selesai membuat minuman, mereka membawa minuman itu ke luar, didepan sudah ada ibu Siti dan juga Mita.
"Mit ambil gelas sendiri ya." Ucap Hesti
"Iya bu." Ucap Mita, ia pun pergi kedapur untuk mengambil gelas. Karena Hesti membuat minuman itu di dalam teko yang cukup besar.
"Ra,.kamu sekarang makin cantik lo. Apalagi sekarang makin semok, iri gue lihatnya." Ucap Feby, ia berusaha menyenangkan hati Aira. Karena tadi sudah mengatai Aira gendut. Ia duduk di samping Aira, Di sofa yang panjang itu Arga, Aira dan Febi, sementara yang lainnya duduk di sofa lain dan ada juga yang duduk di lantai.
"Hehehe masa sih, lu gak bohong kan, oh ya ngapain sih si Vita kejakarta, pakai rahasia segala lagi." Ucap Aira, perasaannya menjadi senang saat Feby memujinya.
"Lah loh gak tau, dia kan lagi dekat sama siapa itu si Devan itu loh, yang katanya dokter."Ucap Feby santai.
Arga dan Aira langsung menatap Feby.
"Dokter Devan? temannya Agra?" Ucap Aira kurang yakin. Sementara Arga masih menatap Feby meminta jawaban yang pasti.
"Iya, Katanya dokter dari keluarga Arga."Ucap Feby lagi.
"Asataga hahahah kenal dimana kok bisa ya, gue gak tau." Ucap Aira. Ia tampak seru ngobrol dengan Feby tanpa memperdulikan orang sekitar.
.
.
.
Yuhuuu makasih ya buat yang sudah mampir.
__ADS_1
Makasih banyakππππ
Maaf ya kalau ceritanya membosankan