Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 46


__ADS_3

Rey menuju kepartemen Aira, ia semakin kesal dan marah kepada Bella. Sunguh ia ingin membukam mulut Bella agar tidak mengusik Aira.


Rey langsung memencet sandi baru yang Arga berikan. Ia langsung masuk dan melihat Aira masih termenung dengan mata sembab duduk di sofa. Sungguh Rey sangat marah dengan Bella melihat keadaan Aira yang seperti ini.


"Nona." Ucap Rey menyapa Aira.


"Ya, kau pasti datang hanya untuk membela bos mu, kau tau dia itu jahat tidak punya hati."Ucap Aira menatap Rey datar.


Rey langsung meletakkan kon foto foto Bella bersama dengan pria bule.


"Apa ini?" Ucap Aira bingung. Ia langsung memeperthatikan foto foto itu.


"Inikan wanita tadi, calon istri tuan Arga?" Ucap Aira, dan menatap Rey heran.


"Semua yang nona Bella katakan tidak benar, memang tuan Arga pernah tidur dengannya, tapi bukan tuan Arga yang meninggalkannya, dia yang pergi meninggalkan tuan Arga dengan pria bule ini, nona Bella beralasan untuk menjaga neneknya yang sedang sakit diparis, tapi semua itu tidak benar, mereka memang sempat ingin menikah, tapi nona Bella yang memutuskan dan membatalkan pernikahan itu. Dan satu lagi nona Bella bukan lah wanita yang baik untuk tuan Arga ia hanya memanfaatkan tuan Arga, dan hanya mengincar harta tuan Arga, apa nona Aira rela jika tuan Arga bersama dengan wanita seperti itu. Seharusnya nona Aira sadar tuan Arga sangat menyayangi nona. Jika tidak mana mungkin saya harus kesini untuk menjelaskan semua ini. Dan foto ini hanya saya dan nona Aira yang mengetahuinya. Saya tidak pernah memberi tahu tentang nona Bella yang pernah berselingkuh, karena saya tidak ingin membuat tuan Arga sedih." Ucap Rey dengan jelas dan panjang lebar. Supaya Aira bisa lebih mengerti.


Aira tercengang mendengar penjelasan Rey, ia bingung harus mempercayai siapa, tapi ia melihat kesungguhan di wajah Rey dan foto yang Rey lihat kan. Di dalam hati kecilnya juga berkata kalau Arga adalah pria yang baik.


"Tuan Arga berpesan kepada saya, dia tidak pernah menganggap nona Aira sebagai jaminan, tuan Arga meminta maaf atas perkataannya tadi, dia hanya ingin nona Aira tetap bersama dengannya dan berada disampingnya. Saya harap nona Aira lebih percaya lagi dengan tuan Arga, ketimbang orang yang baru nona kenal." Ucap Rey lagi, ia berkata sangat tegas.


"Saya permisi nona, saya rasa semua ini sudah cukup jelas." Ucap Rey tegas, ia ingin pergi dari apartemen ini. Ia ingin membiarkan Aira berpikir lebih tenang lagi.


"Rey."Ucap Aira saat Rey melangkah kan kaki nya kepintu.


"Iya nona, ada yang nona perlukan?" Ucap Rey.


"Apa dia baik baik saja, bagaimana dengan tangannya." Ucap Aira khawatir, ia merasa bersalah karena sudah menuduh Arga yang bukan bukan.


"Sepertinya tuan Arga tidak sedang baik baik saja, saya harap nona Aira bisa membuat nya lebih tenang. Saya belum pernah melihat tuan Arga sedih seperti ini." Ucap Rey jujur.


"Tapi aku harus apa? " Ucap Aira bingung. Ia tidak punya pengalaman untuk membujuk seorang pria. Ia juga sedikit takut kalau Arga akan marah dengan nya, karena tadi sudah mengatasi Arga yang macam macam.


"Nona cukup menelepon tuan Arga, dan meminta maaf karena sudah meragukannya. Saya kasi tau sekali lagi. Tuan Arga sangat menyayangi nona Aira." Ucap Rey lagi. Ia pun menganggukkan kepalanya, dan keluar dari apartemen ini.


Aira langsung menutup pintu apartemen nya, ia sekarang bingung harus bagaimana, biar bagaimana pun Arga terluka karena ia tidak mempercayai Arga.


Akhirnya Aira memberanikan diri untuk menelpon Arga. Setelah berdebat dengan hati dan pikirannya.


Tut..


Tut..


"Apa kau baik baik saja." Ucap Arga ia merasa khawatir karena sudah membuat Aira sedih.

__ADS_1


"I.. iya tuan, saya minta maaf." Ucap Aira lirih.


Rey kau memang hebat, tidak salah aku mempercayaimu, terimakasih Rey. (Batin Arga.)


"Tu.. tuan, apa tuan baik baik saja?" Ucap Aira khawatir. Karena tidak mendapatkan jawaban dari Arga.


"Kepala ku pusing, tangan ku sakit. Bahkan sulit untuk aku gerakkan, Semua itu karna kau terus trus menuduh ku."Ucap Arga ia sengaja memojokkan Aira. Ia ingin lihat seperti apa reaksi Aira.


"Maaf tuan, apa tuan di kantor? saya akan kesana untuk mengobati luka tuan." Ucap Aira, ia sangat menyesal telah menuduh Arga.


Lain kali tidak akan aku biarkan wanita itu mempengaruhi ku, aku percaya dengan Rey, wanita itu pasti hanya ingin memanfaatkan tuan Arga. (Batin Aira.)


"Aku akan ke apartemenmu."Ucap Arga semangat.


"Tapi kan tangan tuan sedang sakit, biar saya saja yang kesana."


"Rey yang akan mengantarku. Lagian kau tidak akan bisa keluar, karna sandi pintu sudah aku ganti." Ucap Arga tersenyum. Pikirannya langsung plang setelah mendapat perhatian dari Aira.


"Tuan!...


Arga langsung mematikan panggilan itu, ia segera menyuruh Rey untuk mengantarkannya ke apartemen Aira.


***


Apa semudah itu, nona Aira membuat tuan Arga kembali senang seperti ini. (Batin Rey.)


Mereka pun sudah sampai diapartemen Aira, Arga langsung masuk kepartemen Aira, dan Rey langsung pergi, ia ingin menemui seseorang yang akan di jadikannya sebagai bodyguard Aira.


"Tu.. tuan." Ucap Aira bingung, jujur saja sebenarnya ia belum siap bertemu Arga hari ini.


"Hem." Ucap Arga ia langsung melangakah menuju kamar Aira.


Haaa kenapa dia masuk kekamarku, mau apa dia, apa dia sengaja ingin memanfaatkan situasi ini, apa dia akan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan kepada mantannya itu. (Batin Aira.)


"Ngapain kau berdiri di situ, aku sedang sakit dan butuh perawatan." Ucap Arga, seperti biasa dengan gaya angkuhnya.


Lah kenapa gak dirumah sakit, kenpa harus di sini dikamarku. (Batin Aira.)


"Tu.. tuan, apa yang harus saya lakukan." Ucap Aira gugup.


"Pijat kepala ku."Ucap Arga, karena tidak mungkin ia menyuruh Aira untuk mengobati tangannya. Jujur saja Arga baru merasakan sakit yang ada ditangan nya ini.


Arga langsung mengambil ponselnya, ia menghubungi dokter Devan, agar segera keapartemenya untuk mengobati lukanya.

__ADS_1


"Bisa kah kau percaya padaku saja. Aku tidak mau kejadian seperti tadi terjadi lagi."Ucap Arga tiba tiba. Saat Aira dengan serius memijat kepalanya.


"I..iya tuan, saya minta maaf, tapi apa tuan sudah tidak mempunyai hubungan apa apa lagi dengan dia."


"Kami sudah dua tahun berpisah. Aku sudah tidak mempunyai hubungan apa apa lagi dengan dia. Mulai sekarang jangan mempercayai siapapun di sini kecuali aku."Ucap Arga tegas.


"Bagaimana dengan Rey." Ucap Aira, ia bingung apa dia juga tidak boleh percaya dengan Rey.


Arga langsung duduk, karena Aira selalu saja melibatkan Rey dalam obrolan mereka.


"Aww." Ucap Arga, ia merasa sakit ditangannya karena gerakkan tiba tibanya.


"Tuan, apa tuan baik baik saja." Ucap Aira khawatir.


Arga menatapnya sinis.


"Kenapa kau selalu mengingat Rey, kau suka sama Rey." Ucap Arga ketus.


"Tidak tuan. Maksud saya, apa saya juga tidak boleh mempercayai Rey." Jawab Aira.


"Kau hanya boleh mempercayai aku dan Rey saja." Meski berat mengatakannya tapi Arga harua mengatakan itu.


"Apa tuan mau saya buatkan bubur." Ucap Aira.


"Tidak. Aku bisa membeli bubur. Berikan aku yang tidak bisa orang lain berikan." Ucap Arga tersenyum.


"Apa itu tuan." Ucap Aira bingung.


Dengan cepat Arga mencium pipi Aira. Sontak membuat Aira kaget. Karena dengan cepat Arga melakukannya.


Arga langsung menunjuk pipi nya.


Haaa apa maksudnya? apa dia ingin aku menciumnya juga. Ahhh sial aku yakin ia ingin memanfaatkan situasi ini. (Batin Aira.)


"Cepat! hanya iri obat yang aku butuhkan."Ucap Arga asal.


Dengan berat hati Aira langsung mencium pipi Arga. Bukan hanya pipi Arga juga menyuruh Aira untuk mencium dahi dan juga bibirnya.


Sungguh Aira sangat malu dan tertekan dengan permintaan Arga. Tapi bagaimana lagi, jika tidak di lakukan Arga akan terus memaksanya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2