
Aira yang memang sudah terbiasa bangun dan mandi pagi bersiap yaitu dengan menonton tv aktivitas yang ia lakukan saat tidak kekantor, Meski bosan ia tetap saja menyalakan tv, sambil bergosip di grup chat nya itu.
Arga datang langung membuka pintu apartemen itu, Apartemen ini sangat canggi iya tidak membutuhkan kunci ataupun card untuk masuk, apartemen ini menggunakan sandi. Arga melihat Aira yang dusuk disofa sambil memegang hp dan mengemil. Dengan gaya kaki di atas sofa. Arga tersenyum melihat Aira.
"Chat sama siapa?" Ucap Arga ia berada di depan Aira.
Aira kaget mendengar suara Arga. Saking asiknya ia bergosip dengan temannya ia sampai tidak merasakan kehadiran Arga.
Aira terpukau saat melihat penampilan Arga, ia tidak pernah melihat Arga berpenampilan seperti ini. Arga sangat keren dan juga sangat tampan dengan penampilan yang seperti ini.
Astaga kenapa bisa di secakep ini. Mau kemana dia? (Batin Aira)
Aira tidak berkedip melihat Arga yang tidak seperti biasanya.
"Aku tau aku tampan, kau tidak perlu menatap ku seperti itu." Ucap Arga, ia menyadarkan Aira dari lamunan nya.
Ah sial kenapa gua bisa terpesona seperti ini, ingat Aira, dia itu pria jahat, hidung belang, dia tidak menyukai mu, kau hanya jaminan, jangan mau termakan dwngan rayuannya. (Batin Aira.)
Aira berusah meyakinkan dirinya, agar tidak terlalu larut dalam perasaannya. Jujur saja sebenarnya, Aira sangat menyukai Arga. Tapi ia sadar diri dengan keadaannya dan siapa dirinya. Mana pantas bersama dengan Arga. Apa lagi setelah Arga mengatakan kalau dia hanya jaminan. Aira semakin sadar siapa dirinya.
"Tuan gak kekantor?" Ucap Aira, ia berusaha bersikap biasa.
"Hari ini aku ingin kita berkencan." Ucap Arga tersenyum. Lalu duduk di samping Aira. Ia langsung menyadar kan Aira di bahu nya. Ia mengecup kepala Aira yang masih sedikit basah.
Aira merasa gugup, entah kenapa ia tidak bisa menolak perlakuan Arga. Ia membiarkan Arga mengelus ngelus kepalanya.
"Rambut mu harum." Puji Arga. Ia sangat suka Aroma harum rambut Aira.
Aira masih diam, dia bingung harus bersikap apa, ia juga masih merasa sangat canggung dengan perlakuan Arga.
Ingat Aira! dia tidak benar benar menyukimu. Kau hanya jaminan. (Batin Aira.)
Aira berusah meyakinkan dirinya.
"Maaf kan aku." Ucap Arga. Ia sungguh masih marasa bersalah dengan ucapannya yang menyakiti hati Aira.
Apa dia sungguh sungguh ingin minta maaf kenapa ku. (Batin Aira.)
Aira mengakat kepalanya ia ingini melihat wajah Arga. Ia ingin tahu apa Arga sungguh meminta maaf kepada dirinya. Lagian Arg tidm salah karen ucapannya memng betul Ia hanya jaminan. Pikiran Aira.
"Maaf kan aku. Aku tidak bermaksud berkata seperti itu. Aku hanya ingin kau tetap bersama ku. Aku tidak suka jika ada orang lain yang ingin mengganggu milikku." Ucap Arga sunguh. Bahkan ia tidak malu untuk meminta maaf dan mengakui persaannya.
Arga kembali mengecup kepala Aira. Ia ingin melihatkan rasa sayangnya kepada Aira.
Kenpa dia harus meminta maaf kepadaku, apa dia sungguh menyukai aku, apa ini hanya cara supaya aku tidak kabur darinya. Karena om Arya masih mempunyai banyak hutang padanya. (Batin Aira.)
Aira masih diam ia tidak tau harus bicara apa sikap Arga yang sering berubah ubah membuat nya bingung.
****
"Dimana Rey?" Ucap Air. Kare a biasanya Rey selalu bersama mereka.
"Apa kita berdua akan naik motor tuan!" Ucap Aira sedikit senang, karena ia memang suka berpergian jika menggunaan motor.
"kenapa kau mencari Rey. Apa kau merindukannya!" Ucap Arga sinis, ia tidak suka jika Aira bertanya tentang pria lain. Walaupun itu Rey.
__ADS_1
"Gak tuan, kan biasaya Rey selalu pergi bersama kita."Ucap Aira dengan senyumnya.
Arga tidak menjawab, ia memberika Aira masker, ia tidak mau jika orang orang memoerthatikan Aira.
"Pakai masker mu! " Pinta Arga. Setelah itu ia memakaikan Aira helm.
Mereka dua sangat serasi walau disini Arga lah yang lebih dominan ketimbang Aira.
Arga pun mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Tapi Aira hanya diam dan tidak membawanya ngobrol seperti saat Aira beejalan bersama Fadli. Arga sedikit kesal.
Arga menarik tangan Aira agar memeluknaya. Ia memegang tanagan Aira agar tidak melepaskan pelukan dirinya.
Arga pun membawa Aira ketaman. Ia mengandeng tangan Aira menuju kursi taman. Aira masih canggung tapi dalam hati nya ia merasa sangat senang mendpat perlakuan manis seperti ini.
"Kenapa kau dari tadi hanya diam." Ucap Arga kesal
"Saya haus tuan." Jawab Aira asal, kebetulan juga ia melihat seorang penjual ice cream keliling.
Arga langsung memanggil pakle itu karena melihat mata Aira yang teetuju pada pakle ice cream itu.
"Satu pak ice nya." Ucap Arga. karena ia ragu memakan ice cream keliling seperti ini. sebenarnya ia tidak mau Aira makan makanan jalan seperti ini. Tapi karwna ia melihat Aira seperti nya ingin jadi dia membiarka nya.
Arga pun langsung memebrikan ice cream itu kepada Aira.
"Kok cuma satu tuan. Tuan gak mau?" Ucap air lembut.
"Gak." Jawab Arga singkat.
Aira menyodorkan suapan pertamanya untuk Arga.
"Gak. Saya takut keracunan." Ucap Arga jujur. Karena ia memang tidak pernah memakan makanan jalan seperti ini.
"Ini aman kok tuan." Aira pun mencoba ice cream itu.
"lihat kan saya tidak kenapa kenapa." Ucap Aira.
Aira pun kembali mencoba untuk menyuapi Arga.
Arga menerimanya meski dengan perasaan was was.
"Mas satu lagi ya ice nya. " Ucap Aira. Ia pun memberikannya kepada Arga.
Arga menerima ice itu, kareba rasanya memang tidak begitu buruk. bahkan ini enak.
"Awas ya kamu kalau saya samapi kenapa kenapa. Saya tuntun kamu." Ucap Arga, ia sedikit bercanda dengan Aira.
"Pak kok masih disini!" Ucap Arga karena pakle itu tak kunjung pergi.
"Maaf tuan. Tuan belum bayar ice nya." Ucap pakle itu sopan.
Arga langsung mengambil domoetnya dan memberi kartu kepada pekle itu.
Aira tertawa melihat kelaukan Arga. Pakke itu juga bibgung kenapa ia di beri kartu dan tidak dibayar.
"Kenapa kau tertawa!" Ucap Arga jutek.
__ADS_1
"Tuan bayarnya pake uang cash, mana bisa pakai kartu itu." Ucap Aira sambil tertawa.
Arga panik karena ia tidak mempunyai uang cash sama sekali.
Aira pun mengambil uang yang ada di saku celana nya, ia memberi pakle itu uang seratus ribu.
"Ambil saja kembaliannya pak." Ucap Aira sopan.
Pakle itu pun berterimakasih, setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Aira dan juga Arga.
Arga merasa sangat malu. Karena tidak mempubyai uang cash dan Aira yang membayar ice ini.
"Tuan saya lapar. Ayo makan." Ucap Aira karena dari semalam ia memaang tidak makan.
Arga menyetujuinya. Kali ini ia tidak akan membiarkan Aira yng membayarnya. Bisa jatuh harga dirinya sebagai orang kaya yang tampan yang di biayai oleh pacarnya.
Arga dan Aira pun kembali menaiki motornya. Kali ini Aira langsung memeluk Arga tanpa Arga minta. Arga tersenyum senag meski mereka tidak sling bicara.
"Tuan berhenti!" Ucap Aira tiba tiba, padahal mereka belum sampai di restoran.
"Ada apa." Ucap Arga. Ia langsung menuruti Aira
"Saya mau makan disitu!" Ucap Aira menunjuk rumah makan nasi padang.
Arga pun mengikuti kemauwan Aira. Ia tidak ingin mengecewakan Aira. Ia ingin membuat aira Senang berada di dekatnya.
Aira memesan dua porsi. Dan ia makan dengan menggunakan tangan. Jujur saja Arga sedikit jijik makan dengan menggunakan tangan.
"Tuan ayo makan. Ini enak kok." Ucap Aira, lagi lagi ia memaksa Arga dengan hal yang tidak perna Arga lakukan.
"Tenang tuan. ini aman tidak beracun." ucap Aira sedikit tertawa karena melihat ekspresi wajah Arga yang seperti jijik memakan makanan ini. Aira merasa puas karena sudah membuat Arga tertekan seperti ini. Biasaya Arga yang selalu membuat ia tertekan.
Tapi Arga selalu saja menuruti Aira. Dengan ragu ia mekan menggunakan tangan. Karen lagi lagi Aira melarangnya menggunakan sendok.
"Pakai tangan aja tuan. Lebih nikamat." Ucap Aira, lagi lagi ia tersenyum karen sudah berhasil memaksa Arga.
Arga mengekuarkan kartu saat ingin membayar. Tapi lagi lagi di tempat itu tidak menggunakan kartu. di rumah makan itu hanya menerima uang cash.
Dan lagi lagi Aira menrtawaknnya.
"Hahaha tuan pakai uang cash." Ucap Aira tertawa.
Aira pun mengambil lagi uangnya dan dia membayarnya. Sungguh Arga malu. Karena Aira yang membayarnya. Ini baru pertama kalinya ada seseorang yang sanggup menelaktir nya. Hahaha hanya Aira yang mampu menelaktir Arga.
.
.
.
Yuhuuuuuu makasih buat yang sudah baca dan memberi dukunagnnya.
Makasih banyak yaaaa.
sayang kalian semuaaaa 😍😍😍
__ADS_1