
Pagi pagi sekali ibu Hesti dan Bima datang kerumah Arga. Bi ijah pun memoersilahkan mereka masuk.
Bi Ijah segera kekamar Arga. mengetuk pintu kamar Aira.
Tok...
Tok..
Arga pun membuka pintu, ia baru saja mandi. Dan sedang duduk di sofa sambil menunggu Aira bangun.
"Iya bi ada apa?" Ucap Arga
"Itu tuan, ada Ibu non Aira sama Mas Bima datang." Ucp Bi Ijah sopan.
"Iya bi, sebentar saya dan Aira turun."Ucap Arga.
Arga kembali menutup pintu dan membangun kan Aira.
"Ai, ada Ibu di bawah. Kamu cepat temui Ibu." Ucap Arga sambil mengoyangkan tubuh Aira.
"Huaammm gendong." Ucap Aira manja.
Arga pun langsung menggendong Aira sampai kedalam kamar mandi. " Kamu cepatan mandinya. Ngak enak sama Ibu, sudah nunggu dibawah." Ucap Arga setelah menurunkam Aira.
"Iya yang." Jawab Aira.
Karena Aira tak kunjung selesai akhirnya Arga turun sendiri menemui Ibu mertua dan Adiknipar nya. Arga merasa tidak enak membiarkan mertuanya menunggu lama.
Sudah Ada Erika yang menemani Hesti duduk. Dan Bima yang sedang bermain dengan Bara.
Arga langsung menyalim ibu Hesti
"Mana Aira ga? " Ucap Hesti.
"Masih mandi bu." Jawab Arga.
"Bu Siti mana bu? Tumben ngak sama ibu siti." Ucp Arga lagi.
"Hoo bu Siti juga lagi ada hajatan keluarganya. Makanya ngak bisa datang. Padahal kepingin banget dia datang kesini. Tapi ngak enak sama keluarga nya." Ucap Bu Hesti.
"Duhhh kasian juga ibu Siti ngak bisa lihat pernikahan Rey." Jawab Erika.
"Iya bu, padahal saya rindu ocehannya." Ucap Arga.
Aira pun turun dengan menggunakan dres mini tali satu.
__ADS_1
"Astagfirullah.. Aira!" Ucap bu Hesti sedikit kesal.
Arga juga menjadi kesal melihat penampilan Aira. Apa lagi di rumah ini ada beberapa pembantu laki laki. Arga tidak suka jika mereka melihat keindahan tubuh Aira.
Sementara Erika bersikap biasa aja, karena meburutnya Aira cantik. Dan baju itu hanya di pakai di rumah.
"Kak Aira kok pakai baju gituan." Prtotes Bima juga.
"Kenapa cantik kan. Kak Aita kan cuma pakai di rumah aja." Jawab Aira.
"Baju kamu itu terlalu terbuka Aira! disini banyak pelayan laki laki." Ucap Hesti.
"Ganti baju kamu." Ucap Arga. Ia masih mencoba sabar.
"Apaan sih yang, aku ngak mau. Aku mau pakai baju ini. Lagian apa salah nya. Di luar sana banyak kok yang keluar dengan baju seperti ini. Aku kan cuma di rumah saja!" Jawab Aira kesal.
"Aira! kamu kok bantah suami kamu sih. Baju kamub itu memang tidak pantas. Di rumah ini ada laki laki lain selain suami kamu!" Bentak Hesti.
"Bu.. Aira ngak mau ganti. Kan pakai nya cuma dirumah. Larang aja pelayan laki laki disini masuk kedalam rumah." Ucap Aira santai.
"Aira, mana bisa seperti itu. Kamu lihatkan mereka punya kerjaan sendiri yang harus dikerjakan. Bagaimana mungkin mereka tidak boleh masuk rumah. Sekatang ganti baju kamu!" Ucap Hesti lagi.
Bima menjadi heran karena belum pernah melihat Ibu dan kakak nya berdebat seperti ini.
"Ya sudah, kalau ibu ngak suka. Tidur di hotel aja." Jawab Aira santai. Entah kenapa ia menjadi lebih egois. Dan ingin menang sendiri.
Hesti langsung terdiam mendengar ucapan yang begitu enteng dari mulut Aira.
"Aira kok ngomong nya begitu! " Ucap Erika kesal. Karena secara tidak langsung Aira mengusir Hesti.
Arga langsung menarik tangan Aira dengan paksa dan membawa nya kekamar.
Erika pun mencoba menenangkan Hesti.
"Jangan di ambil pusing yang bu. Aira akhir akhir ini memang sering aneh aneh." Ucap Erika.
Ibu hesti hanya tersenyum getir. Persaannya sangat sedih, melihat sikap putrinya yang sudah berani melawan nya.
"Ya sudah bu Ayo kita sarapan dulu." Ajak Erika lagi.
"Nenek jangan sedih ya. Maafin mamah Bara ya." Ucap Bara, yang langsung memeluk nenek nya.
"Iya nenek maafin, ayo kita sarapan dulu." Ucap Hesti ia mencoba kuat. Meski perasaannya sedih.
Mereka pun mulai sarapan tanpa Arga dan juga Aira.
__ADS_1
Sedangkan di kamar terjadi pertengkaran antara Aira dan juga Arga.
"Apaan sih yang! aku ngak salah. Lagian apa salahnya aku pakai baju ini!" Ucap Aira ia tetap kekeh ingin menggunakan baju ini.
"Kamu itu salah. Sikap kamu juga sudah keterlaluan sama Ibu. Ibu hanya menasehati kamu. Kenapa kamu malah ngomong seperti itu ke Ibu. Sekarang juga ganti baju kamu! " Bentak Arga.
"Ngak! aku ngak mau!" Jawab Aira. Ia juga menatap tajam Arga.
"Aira! " Ucap Arga. sungguh dia sangat emosi dengan tingkah Aira.
"Terserah!" Jawab Aira. Aira pun pergi dari hadapan Arga. Dan ingin keluar dari kamar ini.
Arga langsung menarik tangan Aira. Ia langsung merobek baju yang masih Aira gunakan.
"Arga! kamu apaan. Kau keterlaluan!" Ucap Aira, ia menangis di perlakukan Arga seperti itu.
"Kamu yang keterlaluan! aku hanya minta kau mengganti baju mu. Kau tidak mau. Bahkan kau bersikap kasar dengan ibu mu. Dan tidak perduli dengan omonganku." Ucap Arga ia menatap Aira marah. Ia bingung akhir akhir ini Aira bersikap sesukanya. Dan tidak mau mendengar omongannya. Sering sudah Arga sabar. Tapi kali ini ia jengkel melihat sikap Aira yang melawan Ibu nya.
"Sekarang juga pakai baju yang benar. Jangan pakai baju seperti itu lagi. Dan minta maaf sama ibu sekarang! " Ucap Arga. Masih dengan amarah nya. Arga juga heran dari mana Aira mendapat baju seperti itu.
"Ngak! aku ngak salah! kalian semua yang salah. Kenapa harus aku yang minta maaf." Ucap Aira marah.
"AIRA! " teriak Arga.
"Terserah. Lebih baik kau keluar. Aku muak lihat wajah mu. Yang hanya bisa marah dan menyalah kan ku." Ucap Aira. Ia tidak mau kalah.
Arga langaung keluar, Ia membanting pintu itu dengan kasar, ia takut khilaf dan melukai Aira. Sungguh ingin rasa nya Arga menampar Aira. Melihat sikap Aira sekarang.
Aira pun menjadi sedih. Ia menyesal sudah berkata seperti itu. Aira pun mengunci pintu kamar nya. Dan memilih untuk tidur. Sungguh pertengkaran tadi menguras emosinya.
"Arga mau kemana kamu?" Teriak Erika. Melihat wajah Arga yang terlihat sangat marah.
Arga tidak menjawab. Ia terus saja jalan dengan langkah besar. Dan pergi menaiki mobil nya.
"Astaga apa lagi ini. Duh baru besok pernikah Rey. Kok jadi gini." Ucap Erika bingung. Ia memijit kepalanya yang mulai terasa pusing.
Hesti pun menjadi bingung harus berbuat apa. Karena permasalahan ini akibat ia yang melarang Aira menggunkan baju seksi.
"Maaf kan saya ya bu Erika..
"Duh bu Hesti ngak usah minta maaf. Sekarang kita harus berpikir bagaimana tuh Arga sama Aira tidak bertengkar lagi. Baru besok acara Rey lagi." Ucap Hesti.
Erika benar benar bingung bagaimana cara mengatasi anak dan menantu nya ini. Baru sekarang Aira suka menjawab lagi. Yang buat ia jadi pusing. Mau belah Arga nanti Aira jadi berpikir yang lain lain. Mau marah Aira nanti tambah merajuk. Duhhh pusing Erika.
Bersambung....
__ADS_1
Yuhu... makasih ya buat yang masih mau baca🙏🙏🙏😀😀😀