Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 51


__ADS_3

Melam Hari Hesti membwa Aira ke balkon setelah mereka selesai makan.


"An kamu sama Bima dan ibu siti aja ya. Saya mau bicara sama ibu saya." Ucap Aira


"Maaf nona, tapi saya harus mengawasi nona."


"Iya, kamu tunggu di ruang tengah saja. Kan kamu bisa lihat saya dari sana. " Ucap Aira. Ia sebenarnya kesal dengan Ana yang selalu mengikutinya, padahal Aira lagi di dalam apartemen.


"Baik nona." Ucap Ana sopan. Ia pun mengikuti perintah Aira.


Hesti dan Aira pun duduk di balkon


"Lucu ya Ra pengawal kamu, Lagian ada ada saja tuan Arga." Ucap Hesti tersenyum.


"Lucu apanya bu, yang ada ngeselin, Aira jadi susah bergerak diperhatikan terus." Ucap Aira cemberut.


"Kok bisa Ra, ada pengawal segala, memang pernah terjadi sesuatu." Ucap Hesti sedikit penasaran.


"Gak pernah terjadi apa kok bu, memang Tuan Arga aja yang aneh." Ucap Aira.


"Kamu gak boleh gitu. Itu Artinya tuan Arga sayang sama kamu. Kamu sewa Ra, apartemen ini?"


"Gak bu, ini tuan Arga yang menyuruh Aira untuk tinggal disini, dia gak mau Aira tinggal dirumah om Arya." Ucap Aira jujur. Ia keceplosan


"Kok bisa Ra, kata kamu gak mau merepotin om Arya. Sekarang kok malah gara gara nak Arga larang." Ucap Hesti heran.


"Maaf ya bu Aira kemarin bohong. Sebenarnya terjadi pertengkaran, makanya tuan Arga melarang Aira kembali kerumah om Arya. Mungkin gara gara Arga melihat Riska dan tante Mila memperlakukan Aira. Makanya Tuan Arga marah." Ucap Aira, ia terpaksa menjelaskan walau tak semua.


"Hoo gitu. Tuan Arga baik banget ya Ra sama kamu, Kamu kan sebentar lagi menikah, nanti setelah menjadi istri kamu harus berbakti dengan suami kamu, jangan lakukan yang suami kamu tidak suka. Ibu lihat Arga itu orang nya sangat sensitif." Ucap Hesti, ia menasehati Aira.


"Iya bu, Aira akan berusaha menjadi istri yang baik." Jawab Aira.


"Kalau bisa nikah itu sekali seumur hidup." Ucap Hesti lagi.


"Iya bu, Aira juga gak mau nikah berkali kali Hehehhe." Ucap Aira tersenyum.


Ana terus saja melirik ke arah Aira dan juga Hesti.


"Gak capek kak, perhatikan kak Aira terus."Ucap Bima, Ia merasa kasihan terhadap Ana. Yang selalu singgap di samping Aira.


"Gak, saya tidak akan pernah capek menjaga nona Aira. "Jawab Ana datar.


Sementara ibu siti sibuk menonton sinetron yang memang ia ikuti. Ibu siti tidak mau ketinggalan walau itu satu episode.


Hesti pun mengajak Aira masuk kedalam, tiba tiba saja hp Aira berbunyi.


"Aira disini aja bu, mau angkat Telpon dari Arga." Ucap Aira. Ia pun langsung mengangkat Videocall itu. Hesti pun mengiyakan.


"kenapa lama sekali, apa yang sedang kau lalukan!" Ucap Arga penasaran.


"Saya tadi habis ngobrol sama ibu. Tuan baru pulang?" Tanya Aira, karena melihat Arga masih menggunakan jas.


"Ya." Ucap Arga singkat. Ia malas karena Aira masih memanggilnya tuan.


Lah kenapa lagi dia. (Batin Aira.)

__ADS_1


"Tuan sudah makan? " Tanya Aira lagi, ia bingung kenapa Arga tiba tiba terlihat kesal.


"Aku sudah bilang panggil aku sayang! harus berapa kali aku kasi tau!" Ucap Arga, ia terlihat sangat kesal.


"Hehe maaf sayang, aku hanya tidak terbiasa." Ucap Aira tersenyum.


"Dimana Ana!" Ucap Arga, Arga ingin memarahi Ana karena membiarkan Aira di balkon malam hari begini.


"Kok cari Ana, suka ya sama Ana." Ucap Aira. Ia sengaja ingin mengetahui reaksi Arga.


"Apaan sih ai, ngapain aku cari Ana. Jangan berkata seperti itu! aku tidak suka mendengarnya!" Ucap Arga marah dengan wajah yang serius.


"Hehe maaf yang, saya cuma bercanda." Jawab Aira. Ia jadi merasa takut.


"Sekarang masuk! ini sudah malam. Kenapa si Ana tidak becus menjagamu." Ucap Arga kesal.


"Hehehhe jangan marah dong, Ana ada kok disamping saya, tadi Ana sudah larang saya, cuma saya ingin menghirup udara segar di sini." Ucap Aira, sambil melihatkan Ana sekilas kepada Arga.


"Sekarang masuk! besok kita akan fighting baju dan membuat cincin." Ucap Arga.


"Iya sayang." Jawab Aira dengan senyumnya.


Setelah itu Arga langsung mematikan panggilannya, ia juga merasa lelah, Argapun membersihkan diri setelah itu ia langsung tidur.


****


Ke esokkan pagi nya di pukul sembilan pagi,. Arga dan Rey datang menjemput Aira. Ia akan membawa Aira kebutik Erika. Karena memang kualitas dan desain baju Erika lah yang paling sangat bagus dan terkenal, jadi Arga tidak perlu ketempat lain.


Arga masuk dengan Aira dan disambut ramah oleh karyawan butik itu.


Hah ini kan butik yang pernah gue datangain. Astaga gue baru ingat tuan Arga kan orang yang pernah gue tanyain dan tente Erika dia kan pemilik butik ini, benar kata orang dunia itu sempit. (Batin Aira.)


"Apa kau teringat sesuatu." Ucap Arga. Ia yakin Aira pasti mengingat kejadian awal mereka bertemu.


"Tidak." Jawab Aira cepat, tapi terlihat ragu.


"Aku akan mencium mu, kalau kau pura pura tidak mengingat nya." Ancam Arga.


"Iya sayang, aku ingat." Ucap Aira cepat. Karena ia malu jika Arga akan benaran menciumnya tu tempat seperti ini.


Rey yang tidak tau apa apa pun penasaran. Tapi ia enggan bertanya.


Karyawan butik yang pernah bertengkar dengan Aira sangat kaget melihat Aira datang bersama Arga. Mereka yakin kalau itu gadis yang pernah mereka hina. Walau tampilan Aira sudah berubah kulit aira yang menjadi lebih putih tapi tampilannya masih sederhana saja. Dengan baju kaos dan celana kulot panjang. Tapi penampilan Aira menjadi sangat menarik. Mungkin karena di sampingnya adalah seorang pria tampan yaitu Arga.


Mereka langsung di tuntun keruangan ganti. Rey menahan Ana saat mau ikut keruang ganti.


"Tunggu disini saja." Ucap Rey datar.


"Tapi tuan, saya harus menjaga no a Aira." Ucap Ana cemas.


"Sudah ada tuan Arga. Tunggu disini saja." Ucap Rey. Rey tidak mau jika Ana masuk ia juga akan di suruh masuk. Rey sedang menghindari drama yang akan terjadi nanti. Makanya ia menunggu di luar saja.


"Baik tuan." Ucap Ana. Walau ada cemas di hatinya. Karena ia sudah mendapat kan gaji yang sangat besar. Makanya ia berjanji akan menjaga Aira dengan baik.


***

__ADS_1


Aira mulai mencoba gaun pertama, sangat cantik, tapi belakangnya teraksekpos jelas. Dan melihat kan kulit putih mulusnya. Ia pun melihat kan gaun itu kepada Arga.


"Ganti, apa kau ingin melihatkan tubuhmu dengan semua tamu undangan!" Ucap Arga sewot.


Aira pun mengganti lagi gaun nya. Kali ini ia menggunakan Gaun dengan model kerah yang lebar sehingga dada nya juga terlihat jelas.


"Gimana tuan." Ucap Aira, ia suka dengan gaun yang ia kenakkan ini.


Meski Arga terpukau melihat Aira, tapi tetap saja dia tidak suka jika ada tubuh Aira yang terlihay.


"Ahh Kenapa baju disini tidak ada yang bagus." Ucap Arga kesal.


Mata mu saja yang rusak, jelas jelas baju ini cantik semua. (Batin Aira.)


"Ganti ganti!"Ucap Arga tegas. Ia kesal melihat semua gaun yang Aira coba. Tiba tiba saja pintu terbuka Erika masuk dengan gaya glamornya.


Biarpun Erika tidak setuju dengan pernikahan ini, tapi ia harus tetap menjaga nama baik keluarga nya, mau nda mau ia ikut membantu menyiapkan pernikahan ini.


"Duh ada apa, kok kamu kesal begitu!"Ucap Erika melihat Arga.


"Tuh mi coba lihat! Kenapa di butik mami tidak ada gaun yang bagus!" Ucap Arga kesal.


Erika pun melihat ke arah Aira yang tampak gugup. Erika terpukau karena baju itu cocok sekali untuk Aira.


"Gak bagus kaya mana? ini sudah bagus, ini juga baju baru, belum ada yang pernah melihatnya." Ucap Erika, ia heran dengan selera Arga. Padahal baju ini sangat bagus.


"Gak gak, tolong mami buatkan baju yang lebih tertutup lagi." Ucap Arga masih dengan ekspresi kesal.


Erika pun mengerti, ternyata Arga tidak suka jika bagian tubuh Aira kelihatan.


"Ya sudah! kamu ganti sana!" Ucap Erima ketus kepada Aira.


Aira pun segera mengganti pakaiannya, dengan baju nya. Ia pun keluar menghampiri Erika dan Arga.


"Ayo kita akan ke toko berlian." Ucap Arga langsung.


"Saya pergi dulu tante." Ucap Arga gugup.


"Tunggu tunggu!" Ucap Erika.


"Lain kali kalau jalan sama Arga, jangan pakai baju kaos gini dong. Saya malu lihat penampilan kamu." Ucap Erika. Meski penampilan Aira terlihat sangat menarik, tapi Erika tetap ingin mengertik Aira.


"I.. iya tante." Ucap Aira gugup. Meski ia tidak tau harus berpenampilan seperti apa.


"Sudah yah mi, Arga pergi dulu. Jangan lupa ya mi buatkan baju yang bagus untuk Aira." Ucap Arga tersenyum. Walau pun Erika masih judes terhadap Aira, tapi Arga senang karena Erika mau ikut menyiapkan pernikahannya.


.


.


.


Yuhuuuu makasih buat semua yang sudah bersedia mau membaca novel aku 😀😀😀🤗


Makasih banyak ya ❤❤❤

__ADS_1


Jangan lupa like dan komenya heheheh


Sekalian favorit dan foto juga hahahahah


__ADS_2