Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 78


__ADS_3

Bella kembali kerumah ,ia tidak menemukan Erika berada dirumah. Ia pun menanyakan Erika kepada bi Ijah. Yang kebetulan lewat didekatnya.


"Bi lihat tante Erika ngak." Ucap Bella


"Jalan non sama non Aira." Ucap bi Ijah. Bi ijah pun berlalu pergi.


Apa! jalan sama Aira, kemana? tapi kenapa tante Erika mau jalan sama Aira. Gak gak gak tante Erika gak boleh dekat sama Aira. ( Batin Bella.)


Bella langsung menelpon Erika, menanya keberadaan Erika.


Tut..


Tut..


"Iya Bel ada apa?" Jawab Erika.


"Tante dimana? Bella dirumah tapi gak lihat tante." Ucap Bella manja.


"Hoo tante lagi dibutik." Ucap Erika.


"Oke, Bella kesana ya tan."


"Iya, tante tunggu ya."


Sambungan telpon itu pun berakhir, Aira sedikit cemburu mengetahui Bella yang menelpon, apa lagi Bella akan datang juga kebutik ini.


Erika pun melanjutkan obrolannya dengan Aira.


"Ra kamu mau baju seperti apa?" Ucap Erika.


"Terserah mami aja, Aira ngikut aja, pilihan mami pasti bagus." Ucap Aira.


"Gak gak mami mau yang sesuai keinginan kamu." Ucap Erika.


"Emm Aira mau dress mini yang panjangnya selutut warna biru hitam." Ucap Aira.


"Biru hitam itu maksudnya gimana. Coba kamu gambar sketsanya." Ucap Erika, memberika Aira kertas dan pensil.


"Tapi mi Aira gak bisa gambar." Ucap Aira. Ia sedikit gugup


"Gak papa, coba aja, mami cuma ingin lihat seperti apa dress yang kamu mau." Ucap Erika.


Aira pun mulai mengambar dres yang ia mau, ternyata Aira cukup bisa membuat gambar dress yang ia inginkan. Bahkan dress yang ia gambar sangat.


"Wah bgus juga ide kamu, mami suka lihat gambar dress ini, nanti jadinya pasti sangat bagus." Puji Erika, ia senang ternyata Aira ada bakat mendesain baju.


"Tadi kamu bilang warna biru dan hitam. Ni sekalian kamu kasi warna. Biar karyawan mami mudah membuatnya." Ucap Erika semangat

__ADS_1


Sementara Aira ia merasa sangat semang mendapatkan pujian dari Erika, ia juga menjadi semangat mempercantik gambar dress nya itu.


Bella pun datang dengan langkah buru buru masuk ruangan Erika. Ia begitu penasaran dengan apa yang Erika dan Aira buat.


Clek..


Pintu ruang Erika terbuka. Bella pun langsung masuk menghampiri Bella.


"Eh Bella sudah datang, coba deh kamu sini, lihat desain yang Aira buat, baguskan." Ucap Erika tersenyum.


Sejak kapan tante Erika bersikap baik kepada Aira, ahhhh kenapa bisa, kenapa biaa tante Erika berubah secepat ini, apa yang sudah Aira lakukan, apa dia berusaha mempengaruhi tante Erika dengan keadaannya yang sedang hamil sekarang, cuihh dasar perempuan gak tau diri. (Batin Bella.)


Bella tidak terima dengan sikap Erika yang baik kepada Aira. Ia pun mengajak Erika untuk sarapan, tanpa mau melihat hasil desain dari Aira.


"Tante Bella lapar, temanin Bella makan yu." Ucap Bella, ia hanya beralasan agar Erika jauh dari Aira.


"Tapi tante sudah sarapan tadi, kamu makam sendiri aka ya." Ucap Bella lembut.


"Mana asik tan sendiri. Temanin Bella bentar aja, kan Aira masih mendesain baju, jadi tante temanin Bella dulu ya." Ucap Bella. Sambil menarik pelan lengan Erika.


"Hmm oke, Aira mami pergi sebentar dulu ya." Ucap Erika, sebenarnya ia tidak ingin meninggallan Aira, tapi Bella sangat memaksa, ia juga gak tega biarkan Bella makan sendiri.


"Iya mi."Ucap Aira singkat. Sungguh ia kesal melihat Bella yang terlalu maksa Erika. Ia melihat sikap Bella kurang sopan dengan Erika.


Erika dan Bella pun pergi daru butik itu, mereka akan pergi kesebuah restoran.


"Gak An, nanti saja, coba deh kamu lihat bagus gak desain yang saya buat." Ucap Aira, ia ingin Ana melihat nya.


"Bagus non, desain nona sudah seperti desain profesioanal." Puji Ana.


"Hehehe kamu ini berlebihan sekali." Ucap Aira, ia sedikit malu dengan pujian Ana.


Sementara Bella ia senaga mengulur waktu makannya, dan habis makan ia juga ingin meminta Erika menemaninya ke mal. Ia sengaja biar Aira menununggu lama. Bella juga marah mendengat sekarang Aira memanggil Erika mami.


Bella takut kalau Erika nantinya lebih sayang Aira ketimbang dirinya. Apa lagi Erika memberitahu akan mengadakan acara tujuh bulanan Aira. Sungguh Bella merasa gak lama lagi Ia akan tersingkir dari hati Erika, seperti Arga yang mudah melupakannya saat bertemu Aira.


"Tan tanim Bella kemal sebntar ya." Ucap Bella tersenyum.


"Hmm bentar aja ya, kasian Aira sudah nunggu lama." Ucap Erika.


"Iya tan, bentar aja kok." Ucap Bella meyakinkan. Padahal.ia sengaka membuat Aira menunggu lama.


***


"Apa nona ingin makan sesuatu?" Ucap Ana, ia melihat sudah hampir jam dua belas siang. Aira juga dari tadi tidak ngemil apapun. Biasanya Aira serring sekali ngemil, tapi kali ini tidak.


"Gak An, kita pulang saja. Arga pasti juga sebentar lagi akan pulang." Ucap Aira. Ia merasa sangat ngantuk. Karena tidak melakukan apa apa di butik ini.

__ADS_1


"Baik nona." Ucap Ana sopan. Mereka pun keluar, dari ruangan Erika.


"Mba tolong kasi tau Ibu ya, saya pulang deluan." Ucap Aira sopan.


"Iya non, hati hati dijalan."Ucap karyawan itu sopan.


Ana dan Aira keluar dari butik itu, mereka langsung menuju rumah Arga.


Tidak ada omongan apapun Ana memang tipe yang kalai tidak di ajak bicara dia akan diam seribu bahasa.


Tidak lama kemudian mereka pun sampai. Hanya beda beberapa detik saja mobil Arga juga sampai. Aira yang melihat mobil Arga langsung datang menghampiri Arga.


Arga mengecup dahi Aira. "Mana mami ai?" Ucap Arga karena ia hanya melihat Ana.


"Lagi temanin Bella makan." Jawab Aira. Mereka pun jalan bergandengan masuk rumah.


"Kok kami ngak ikut?" Ucap Arga.


"Hehe gak papa."Jawab Aira.


Lain kali.aku gak akan bisarkan kamu jalan sama mami ai, untung ada Ana, atau gak kamu pasti sendirian. (Batin Arga.)


Bi Ijah langsung menghampiri Aira dan Arga, memberitahu bahwa kamar mereka sudah bersih dan bisa digunakan.


"Makasih bi." Ucap Aira.


"Iya non."jawab Bi ijah. Ia pun berlalu pergi.


Sementara Arga dan Aira langsung masuk kekamar yang sudah bi Ijah dan Intan bersihkan.


"Kulkasnya mau dipindah kesini ai?" Ucap Arga ia melihat ada yang kurang.


"Gak usah yang, lagian kamar ini dekat dengan dapur. Ayo yang makan." Ajak Aira karena ia sudah merasa sangat lapar.


Arga dan Aira langsung kemeja makan.


Arga sedikit kecewa karena Erika meninggalkan Aira demi Bella.


"


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2