Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 29


__ADS_3

Semua suster yang melihat Arga datang kerumah sakit langsung panik,karena melihat Arga yang tergesa gesa dengan wajah panik menggendong seorang gadis.


Suster itu langsung menuntun Arga ke ruang khusus yang hanya bisa di gunakan oleh keluarga Rahandirta, Ya Arga pemilik rumah sakit ini. Dokter Devan langsung segera datang menghampiri Arga, setelah mendapat informasi kalau Arga berada dirumah sakit.


Aira diam pasrah, meski ia merasa semua ini sangat berlebihan tapi Aira takut untuk berbicara. Setelah melihat kemarahan dirga yang mengerikan.


"Selamat malam tuan." Ucap Devan, saat melihat Arga.


"Cepat obati lukanya! pastikan luka segera sembuh!" Ucap Arga dengan wajah panik nya.


Devan langsung menghampiri Aira yang ada di ranjang. Devan mengerutkan dahinya melihat seorang gadis dengan mata sembab dan luka di tangannya. Devan langsung berpikir negatif tentang Arga.


Oh no! apa yang sudah tuan Arga lakukan, apa dia telah memperkosa gadis ini? tuan seharusnya anda tidak melakukan hal keji seperti ini. (Batin Devan.)


Devan kecewa dengan perbuatan Arga terhadap gadis ini, Devan prihatin melihat keadaan gadis yang di depannya ini.


"Selamat malam nona." Sapa Devan sekedar basa basi.


Aira hanya diam, di pikirannya hanya ada ucapan Arga yang ingin membunuh keluarganya. Ia tidak mau jika semua itu sampai terjadi, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga Aira.


"Apa yang kau lakukan, aku suruh kau mengobatinya bukan mengajaknya bicara!" Sahut Arga, ia tidak mau jika ada pria lain yang mengobrol dengan Aira.


"Maaf tuan." Jawab Devan, meski ia tidak suka dengan perbuatan Arga terhadap gadis yang di depannya ini, Tapi ia tidak punya kuasa untuk melawan atau membantah Arga, walaupun hubungan nya dengan Arga cukup dekat, Tapi ia tidak berani untuk bercanda dengan mode wajah Arga yang seperti ini.


Devan segera mengobati luka yang ada ditangan Aira, Ia membersikan luka itu dengan hati hati.


"Aw.." Aira meringis sakit saat Devan memberikan saleb kepada Aira.


"Apa yang kau lakukan! aku suruh kau untuk mengobatinya bukan melukainya." Arga segera mendekat saat mendengar suara Aira kesakitan.


Devan tidak menjawab ia hanya menghebus kan nafasnya, dan lanjut memberi saleb kepada Aira. Devan sedikit tau tentang kepribadian Arga, jika ia layani bisa semakin panjang omelan Arga.


"Tidak apa tuan, ini tidak sakit." Ucap Aira, dengan senyum yang ia paksakan, ia merasa tidak enak dengan dokter yang ada di depannya ini.


"Tidak sakit katamu! kau anggap aku ini tuli! kau jangan mencoba membohongi dengan senyum mu itu!" Ucap Arga marah, apa lagi melihat senyum Aira yang tampak terpaksa.


"Sebaiknya tuan duduk (Sambil menunjuk sofa yang ada diruangan ini) Jangan mengganggu konsentrasi saya." Ucap Devan, luka yang ada di tangan Aira memang tidak parah, Tapi Devan tidak sanggup mendengar ocehan Arga.

__ADS_1


"Kau akan kehilangan pekerjaanmu, kalau sampai kau membuatnya sakit!" Ancam Arga, sebelum ia pergi ke sofa yang Devan tunjukkan.


"Maaf dok, atas sikap tuan Arga, saya sudah tidak apa, ini hanya luka kecil." Ucap Aira pelan, yang hanya dapat didengar oleh Devan.


"Tidak apa nona, ini hal yang biasa." Ucap Devan, ia tersenyum melihat gadis yang didepannya ini mau berbicara.


"Saya Devan." Devan memeprkenalkan dirinya tanpa jabat tangan, Devan terus memberi saleb kepada Aira, Ia membelakaing Arga, Agar tidak melihat kalau ia dan Aira sedang berbicara.


"Saya Aira." Jawab Aira tersenyum, mereka berdua berbicara pelan.


Jlep.. Rey masuk langsung menghampiri Aira dengan cepat ia ingin tahu keadaan Aira.


"Apa nona baik baik saja." Ucap Rey khawatir.


"Iya sekertarjs Rey saya baim baik saja." Ucap Aira dengan senyum meyakinkan .


Kenapa kalian berdua lebay sekali, apa kalian dua tidak pernah melihat orang yang terluka. (Batin Aira.)


Devan langsung menutup luka Aira dengan kapas, Ia bingung siapa Sebenar nya Aira kenapa Arga dan Rey begitu khawatir dengan Aira.


"Apa dia bersikap kasar denganmu." Ucap Arga tiba tiba. Ia sudah ada di samping Aira.


"Kau mengenalnya? apa kalian dua pernah bertemu!" Ucap Arga sambil menatap Aira dan Devan penuh selidik.


Arga curiga karena Aira mengetahui nama Devan. Aira lupa bahwa pacarnya ini sangat sensitif dengannya, masalah kecil bisa menjadi besar karena sikap berlebihannya.


"Tidak tuan." Jawab Aira dan Devan secara bersamaan.


Arga menatap Devan sinis, ia marah mendengar ucapan Aira dan Devan secara persamaan .


"Saya baru berkenalan dengan dokter Devan dirumah sakit ini tuan, saya tidak pernah bertemu dengan dokter Devan sebelumnya." Ucap Aira gugup, la segera menjelaskan sebelum terjadi sesuatu kepada Devan dan mungkin juga dirinya.


"Kau menggoda pacarku?".Ucap Arga, sekarang ia semakin menatap sinis Devan karena Devan mengajak Aira berkenalan tanpa sepengetahuannya.


Devan refleks melototi Arga, mendengar ucapan Arga


"Hahaha pacar, bagaimana mungkin kau memacari gadis yang di bawah umur." Ucap Devan, ia tertawa mendengar perkataan Arga. Devan mengira Aira adalah gadis yang masih sekolah. Aira memang tampak mudah dengan penampilan dan wajah polosnya.

__ADS_1


Rey langsung menendang kaki Devan dangan kuat. Ia tidak terima karena Devan menertawakan Arga.


"Aw.. Apa kau tidak bisa bersikap biasa, kau sudah seperti robot." Ucap Devan kesal, Devan memang tipe orang yang sering bercanda, Devan bisa dikatakan sebagai sahabat Yang terpenting baginya adalah kenyamanan Arga.


Aira menunduk malu, karena Arga mengakuinya sebgai pacar.


"Apa yang tuan perbuat dengan Aira, sehingga ia jadi seperti ini!" Devan memasang wajah serius, biar bagaimana pun perbuatan Arga tidak bisa di toleransi.


"Bukan urusan mu! sekarang berikan dia obat terbaik, jika dalam satu minggu luka ini tidak sembuh. Siap siap kau akan menjadi gembel." Ucap Arga dengan wajah serius, dan juga kesal. Ia tau maksud pertanyaan Devan. Devan telah menuduhnya melakukan hal keji terhadap Aira.


"Aku masih waras dan tau batasannku, mulai sekarang jangan pernah menggoda pacarku! kau mengerti!" Ucap Arga tegas, Sedikit khawatir dengan Devan yang suka menggoda wanita, Ia takut Aira termakan godaan Devan.


"Belum istri, masih ada kesempatan untuk mendekati gadis manis seperti Aira." Ucap Devan, sengaja membuat Arga marah.


"Kau mau mati!" Ucap Arga dan Rey serempak.


Aira melotot melihat kekompakkan Aega dan Rey, ia tersenyum dengan Devan. Ternyata Devan cukup berani dengan kedua pria dingin ini.


"Santai bro aku hanya bercanda." Ucap Devan, ia segera menyuruh salah satu suster untuk mengambil obat terbaik yang sudah ia catat.


Siapa gadis ini? dari mana tuan Arga mengenalnya, aku tidak perna melihatnya hadir di acara pesta kolongrat. ( Batin Devan)


Devan mencoba mengingat anak anak kolongrat yang ada di kota ini, Tapi ia tidak pernah bertemu dengan Aira, penampilan Aira juga tampak biasa, tidak mungkin Erika membiarkan Arga dengan gadis seperti ini. Meski Aira terlihat cantik dan baik. Tapi Devan tau selera Erika, tidak mungkin gadis polos tanpa make up seperti ini.


Tak lama kemudian suster datang membawa obat untuk Aira, Devan memberikannya kepada Aira Tak lupa ia juga sedikit menggoda Aira.


"Ini obat khusus yang aku berikan hanya untuk gadis manis sepertimu. Di minum obatnya cantik, biar cepat sembuh."Ucap Devan dengan senyum nakalnya.


"Kau benar benar sudah bosan hidup." Ucap Rey, ia geram melihat kelakuan genit Devan kepada Aira. Sementara Arga langsung merampas obat dari tangan Devan.


"Aku hanya bercanda, kenapa kalian bersua selalu kasar seperti ini." Devan protes dengan kelakuan Arga dan Rey yang selalu menanggapi segala sesuatu dengan serius.


Arga langsung menggendong Aira, Arga mengangakat tubuh Aira pelan. Ia tidak mau Devan yang terus saja menggoda Aira.


"Nona Aira, nona harus hati hati dengan dua pria dingin itu." teriak Devan, karena Aira sudah diambang pintu.


Sebelum keluar Rey memberikan tinjauan sedikit kuat, membuat Devan memegang perutnya karena sakit, akibat ulah Rey.

__ADS_1


.


__ADS_2