Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 62


__ADS_3

Seperginya Arga Erika langsung mengetuk kamar Aira dengan keras.


Dengan langkah malas Aira berjalan membuka pintu kamarnya.


"Ada yang bisa Aira bantu?" Ucap Aira saat melihat Erika.


Sebenarnya Erika sempat tersentuh dengan omongan Aira yang menyangka ia memerlukan bantuan. Tapi Erika segera sadar dan ingat tujuannya kekamar Aira.


"Enak ya kamu, tiduran sudah siang gini, belum mandi lagi!" Ucap Erika ketus.


"Maaf tante."Ucap Aira menunduk.


"Tujuan kamu apa sih dekatin Arga dan maksa dia untuk nikah sama kamu, kamu pasti hanya ngincar hartanya saja, perempuan miskin seperti kamu tidak pantas mendampingi putra saya. Putra saya terlau sempura untuk kamu!" Ucap Erika kasar, tanpa memperduli kan perasaan Aira.


Aira menunduk ia menangis mendengar perkataan Erika yang sangat menusuk di hatinya.


"Lagian ya, saya heran kok bisa ya anak saya mau sama perempuan seperti kamu. Pasti kamu sudah menggoda anak saya. Dasar murahan!" Terus Erika menghina Aira tanpa memperdulikan perasaan Aira.


"Sekarang lebih baik kamu sadar diri deh, kamu itu gak pantas bersama anak saya. Jika kamu mau uang sayang akan memberikannya. Tinggalkan anak sayang sekarang juga!" Teriak Erika. Ia begitu geram mengingat Arga yang selalu perhatian dengan Aira.


Aira merasa sangat pusing mendengar tuduhan Erika kepadanya, apalai Erika menyuruh nya untuk meninggal kan Arga. Aira tidak sanggup membayangkannya, tadi pagi Arga pergi kekantor saja ia sudah memikirkan yang macam macam dan menyuruh Arga agar cepat pulang. Tapi sekarang Erika malah memaksanya untuk meninggalkan Arga.


Perlahan Aira langsung goyah dan ingin terjatuh dilantai, Erika menyadari itu dengan cepat ia menahan Aira.


Seorang pelayang berada di dekat mereka juga langsung menolong Aira. Erika dan pelayan itu memompong tubuh Aira kekasur nya.


"Cepat ambilkan minya kayu putih." Ucap Erika, ia begitu sangat gugup, melihat wajah pucat Aira.


"Duh bagaimana ni, bagaimana kalau Arga tau, kenapa dia begitu lemah aku hanya memberinya peringatan saja. Selain manja dia juga penyakitan." Gumam Erika.


Entah kenapa Erika menganggap kalau Aira adalah wanita manja yang gak bisa apa apa. Padahal bukan Aira tidak bisa. Cuma Arga sudah berpesan agar tidak melakuakn apa apa. Karena dirumah ini audah banyak pelayan.


Bella dan pelayan itu masuk, Erika langsung mengambil minyak kayu putih itu dan memijit kepala Aira, ia juga menghirupkannya kepada Aira. Pelayan itu membantu. Ia juga memijat kaki Aira.

__ADS_1


"Nyonya, kaki non Aira sangat dingin. Apa kita bawa saja kerumah sakit. Saya takut jika tuan Arga tau dan marah karena membiarkan nona Aira sakit seperti ini." Ucap pelayan itu. Ia menyaksikan sendiri betapa jahatnya mulut Erika saat menghina Aira. Ia sangat kasian saat Aira dimarah. Ingin membantu tapi dia sadar dia hanya seorang pelayan.


"Ya cepat panggil pak hasan, siap kan mobil kita akan membawa Aira kerumah sakit." Ucap Erika panki


"Kamu jangan pernah laporkan ini kepada Arga. Atau kamu akan saya pecat!" Ancam Erika pada pelayan itu, Pelayan itu oun hanya mengangguk ketlakutan.


"Tunggu!" Ucap Bella.


"Kamu jangan panggil pak hasan. Biar Aira biar saya yang urus, ini hanya pingsan biasa mungkin sebentar lagi akan siuman. Kamu boleh keluar sekarang." Ucap Bella.


"Tente tenang ya jangan takut. Kalau kita membawa Aira kerumah sakit. Pak hasan pasti akan memberi tahu kepada Arga. Yang ada Arga akan marah sama kita. Sebaiknya kita biar kan saja, mungkin sebentar lagi akan siuman." Ucap Bella ia berusaha menenagkan Erika.


"Tapi tante tetap saja takut Bel. Gimana kalau dia ngadu ke Arga. Arga pasti marah besar." Ucap Erika. Ia terus terus saja memijit pelan kapala Aira dan menghirupkan Aira aroma minyak kayu putih.


"Tenang tante, dia gak akan mingkin berani ngadu ke Arga. gak ada bukti, pelayan itu juga pasti gak berani ngadu." Ucap Bella. Walau sebenarnya ia juga merasa takut.


Perlahan Aira membuka matanya. Bella yangelihat itu langsung menarik tangan Erika.


"Sudah mau sasar tante. Ayo kita keluar biar pelayan saja yang mengurusnya. Nanti dia besar kepala kalau melihag tente memijat kepalanya." Ucap Bella. Ia tidak mau jika Erika perhatian kepada Aira.


Aira memijat kepala nya yang terasa sangat pusing. Pelayan itu pun lamgsung membantu Aira untuk duduk. "Minum dulu non." Ucap pelayan itu lembut penuh perhatian.


" Terimakasih ya." Ucap Aira saat selesai minum


"Tidak perlu berterimakasih non. Ini sudah tugas saya." Ucap pelayan itu sopan.


"Kamu pasti sudah melihat kejadian yang tadi. Saya harap kamu jangan melaporkannha kepada tuan Arga." Ucap Aira.


Pelayan itu langsung merasa sedih matanya sudah berkaca kaca. Ia sangat tersebtuh denga. kelembutan dan kebaikan Aira.


"Kamu sedih?" Ucap Aira polos, melihat pelayan itu.


"Iya non, sya tidak tega melihat non Aira yang selalu di caci oleh nyonya Erika." Ucap pelayan itu. Ia menunduk, ia juga merasa takut karena sudah dengan lancang mengobrol dengan Aira.

__ADS_1


"Kamu gak perlu sedih. Saya sudah terbiasa kok. Oh iya siapa nama kamu." Ucap Aira ramah.


"Sa.. saya intan non." Ucap intan gugup.


"Mulai sekarang kita berteman ya. Saya tidak punya teman disini. Kalau sama bi ijah. Bi ijah selalu lapor kepada tuan Arga." Ucap Aira. Bukannya Aira tidak suka dengan bi ijah. Tapi bi ijah tidak bisa di ajak curhat, karena dia terlalu setia dengan Arga.


"Ta.. tapi non...


"Sudah gak usah tapi tapi. Sekarang kita berteman." Ucap Aira senagng.


"Non pasti belum makan. Saya ambil kan ya." Ucap intan sopan.


"Boleh, tapi saya ingin makan nasi padang, bisa kan kamu membelikannya." Ucap Aira ramah.


"Iya non. Tunggu sebentar ya non. Kebtulan di ujung komolek ada yang jual nasi padang." Jawab intan sopan dan tersenyum ramah.


"Sambal nya di banyakin ya. Sekaliam beli dua buat kamu juga." Ucap Aira. Ia mngambil uang merah 1 lembar dan memberikanya kepada intan


"I.. iya non." Sungguh intan sangat canggung dengan sikap baik Aira.


Nona Aira sangat baik, kasian sekali dia selalu di hina oleh nyonya erika, semoga nyonya Erika bisa menerima nona Aira. (Batin intan.)


Sementara Aira langsung mandi, ia mennegingat perkataan Erika tadi yang marah karena ia belum mandi dan menuduh Aira yang bukan bukan.


Aira menyeka air matan nya, sungguh hati nya sangat sedih dengan tuduhan Erika.


"Eh tadi aku pingsan ya." Gumam nya ia mengingat sedikit saat pandangannya menjadi gelap gulita.


Aira tidak pernah pingsan ini hal pertama yang baru ia alami. "Kok bisa ya. Aku juga rasanya malas banget mandi, kok badanku rasanya tidak enak ya." "Gumamnya lagi.


.


.

__ADS_1


Terimaksih buat semua yang sudah mampir😘😘😘😘


__ADS_2