
Hesti menelpon Aira. Karena ia akan berpamitan untuk kembali kekampung halamannya. Sudah dua minggu ia di apartemen Aira semenjak Aira menikah. Setiap ingin pulang Aira dan Arga selalu menhannya.
"Sayang, sudah dulu ibu telpon ni." Ucap Aira saat Arga mencoba menciumnya lagi.
Arga pun melepaskan Aira dengan berat hati.
"Iya bu." Ucap Aira.
"Gini sayang, ibu mau pamit pulang dulu, soalnya Bima juga harus masuk kuliah, apa ibu perlu kesana untuk pamitan." Ucap Hesti.
"Hoo kok cepat banget si bu. Bima pulang sendiri aja. Nanti Aira kesana sama Arga." Ucap Aira.
"Gak bisa gitu sayang, kamu tau kan Bima itu masih remaja. Ia masih sangat labil belum bisa tinggal sendiri. Lagian ibu sudah kangen sama rumah ibu. Nanti jangan lupa ya sampai kan salam ibu kepada ibu Erika." Ucap Hesti. Sebenarnya ia berharap bisa berbibcang dengan Erika. Tapi hesti sadar saat Erika enggan berbicara dengannya.
"I..iya bu. "Jawab Aira. Iya bingung Erika saja tidak mau mentap nya sekarang Hesti malah menitip pesan untuk Erika.
"Kenapa Ai?" Ucap Arga saat melihat perubahan ekspresi Aira.
"Ibu mau pulang, ibu juga titip pesan kepada tante Erika. Sayang sampai kan ya salam ibu sama tante Erika." Ucap Aria memohon.
"Kenapa ai, kau takut berbicara sama mami?" Ucap Arga ia penasaran kenapa sampai sekarang Aira masih memanggil Erika tante.
"A.. aku cuma tidak terbiasa bicara sama tante Erika. Ayo yang ketempat ibu." Ucap Aira, ia ingin segera bertemu dengan ibunya.
"Ayo Ai. Setelah pulang ibu pasti akan sangat senang." Ucap Arga.
"Maksudnya yang?" Ucap Aira penasaran.
"Ada deh. Cepat ganti baju mu." Ucap Arga. Mereka berdua pun mengganti pakain nya. Hanya menggunakan celana panjang. Dan kaos berwarna putih. Mereka menggunkan warna baju yang sama.
"Eh.. syang gak balik kantor?" Ucap Aira. Ia teringat, Arga kan cuma pulang untuk makan siang.
"Gak, ada Rey nanti aku akan memberi tahu Rey." Ucap Arga.
"Tapi yang..
"Sudah Ayo. Kau tak perlu cemas seperti itu. Itu perusahaan ku, tidak ada yang bisa mengatur ku." Ucap Arga ia memotong ucapan Aira.
Sebenarnya Aira takut lagi di semprot oleh Erika. Aira takut dirinya disalahkan lagi. Karena Arga tidak pergi kembali kekantor
"Mau kemana!" Ucap Erika saat melihat mereka berdua menggunakan baju santai.
"Mau ketempat ibu. Ibu Hesti mau kembali ke kampung. Ibu hesti juga titip salam sama mami." Jawab Arga.
"Ngapain kamu ikut, kan si Aira bisa di antar sopir. Bukannya kamu harus balik kekantor."Ucap Hesti ketus.
Aira mengenggam tangan Arga kuat. Ia takut dan tidak enak hati kepada Hesti.
"Gak papa mi. Kan ada Rey. Ibu Hesti sekarang kan jadi ibu Arga juga." Ucap Arga santai.
"Heh kamu ini. Jangan terlalu baik dengan orang yang baru kamu kenal. Lagian istri kamu itu kenapa sih apa apa minta di temani." Ucap Erika ketus dan melirik Aira dengan sinis.
__ADS_1
"Mi, sudah dong, hargai Aira dia sekarang istri Arga." Ucap Arga, dia mulai terbawa emosi.
"Gimana mau di hargai istri gak berguna, gak mandiri, gak bisa di andalkan bikin malu saja." Ucap Erika ketus tanpa memperdulikan persaan Aira.
"Cukup mi! mami keterlaluan. Arga akan pindah dari sini kalau mami masih bersikap seperti ini." Ucap Arga dengan suara sedikit keras.
"Hoo lihat kan sekarang kamu berani membentak mami. Semua ini gara gara kamu!" Ucap Erika marah. Ia menunjuk dan menyalakan Aira.
Bella yang tadi menguping pun tersenyum puas, dengan semua ucapan Erika. Bella pun datang untuk melerai lertengkaran mereka. Ia menjadi pahlawan kesiangan.
"Ada apa ini, mami kok kelihatan kesal?" Ucap Bella berpura pura tidak tahu.
"Kalian kemana? kamu gak balik kantor ga?" Ucap Bella. Ia sengaja menanyakan hal itu lagi.
"Bagaimana mau kekantor. Istri manjanya minta temanin ketemu ibu nya. Emang kalau kantor ada masalah istrinya itu bisa bantu." Ucap Erika dengan nada mengejek Aira.
"Bukan urusan mu!" Ucap Arga kepada Bella.
Ia pun menarik tangan Aira agar segera hilang dari hadapan mereka.
Sampai di mobil Aira menyeka air matanya yang hampir terjatuh, Arga melihat itu, ia merasa bersalah dan merasa sedih karena Aira diperlakukan seperti itu.
"Maaf Ai, apa kita pindah rumah saja." Ucap Arga, ia mengabil tanagn Arga dan menciumnya lama.
"Aku gak papa kok, kita gak usah pinda, aku suka tinggal disini." Ucap Aira. Meski sebenarnya ia sangat ingin pindah. Tapi ia tidak mau jika nanti Erika semakin membencinya.
"Apa mami selalu bersikap seperti itu?" Ucap Arga.
Arga pun hanya kembali mengecup tangan Aira. Arga tau pasti Aira menutupi kelakuan Erika terhadap nya. Arga yakin Aira pasti diperlakukan kasar. Karena dia sudah melihat sendiri betapa ketus ucapan Erika terhadap Aira.
Arga pun mulai menjalankan mobil nya. Hening tidak ada yang berbicara, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing masing.
Tak lama mereka pun sampai di apartemen Aira. Aira langsung memeluk ibunya. Ia menagis meluapkan isi hati nya dan perasaan sedih yang ia tahan dari tadi.
"Loh loh kok kamu nangis?" Ucap Hesti, Aira menagis dengan sedikit bersuara.
Arga pun mendekati Aira. "Ada apa ai?" Ucap Arga lembut. Sungguh ia tidak suka jika melihat Aira menagis.
Aira pun melepaskan pelukkannya dari Hesti.
"Aku gak papa kok. Aku cuma sedih karena ibu akan pulang." Ucap Aira. Padahal dia sedih karena perlakuan Erika terhadapnya.
"Kau tidak bohongkan Ai?" Entah kenapa Arga merasa Aira berbohong kepadanya.
Aira hanya menggelngkan keoalanya. Sampai berusaha menghentikan sedih nya.
"Ya sudah kita ikut antar ibu saja." Ucap Arga. Ia ingin menyenangkan hati Aira.
"Gak... gak.. Besok kan kamu harus kerja yang. Aku juga merasa lelah, lain kali saja kita ketempat ibu." Tolak Aira segera.
"Iya benar nak Arga, kami gak papa kok pulang sendiri. Kamu gak perlu repot repot." Ucap hesti lagi. Ia juga menolak tawaran Arga.
__ADS_1
"Ya sudah, tapi kamu jangan sedih lagi." Ucap Arga. Ia membawa Aira dalam pelukkannya dan mengelus lembut bahu Aira.
"Aduh duuuuh. Pengantin baru romantis amat." Ucap Ibu siti. Ia baru keluar dari toilet.
Aira pun hanya tersenyum menanggapi omongan ibu siti.
"Aira, ibu siti boleh gak pinjam baju kamu, soalnya baju ibi siti basah ni kena air. Dan baju ibu siti yang lainnya juga masih lembab, belum kering." Ucap bu siti. Tidak ada rasa canggubg terhadap Aira. Karena ibu siti sudah terbiasa sama Aira.
"Pakai baju saya aja bu." Ucap bu Hesti. Ia merasa tidak enak kepada Arga.
"Gak papa pakai baju Aira aja. Sekalia. Aira mau nitip buat Mita ponakan bu siti." Ucap Aira. Ia pun membawa ibu siti kekmarnya. Dan membuka baju nya, karena masih banyak baju Aira yang masih bercap dan belum sempat dipakai.
"Duh duh sayang, ini kebanyakkan. Kok kamu kasi semua? gimana ibu siti mau bawanya." Ucap ibu siti kebibgungan.
"Gak papa nanti Aira suruh supir Arga yang membawaknnya." Ucap Aira ramah.
"Aduh maksih ya sayang. Kamu itu baik hati banget, makanya dapat suami yang sangat perhatian dan sayang sama kamu." Ucap ibi siti.
Mereka pun keluar. Aira pun mengampiri Arga.
"Sayang boleh kah aku meminta bantuan?" Ucap Aira lembut.
"Boleh kau boleh meminta apapun yang kau mau, aku akan memberikannya." Ucap Arga senang. Karena baru pertama kali aira meminta bantuan kepadanya.
Bima, hesti dan siti tersenyum senang mendebgar perkataan Arga.
"Makasih tuan Arga karena sudah menyanyangi kak Aira." (Batin Bima.)
"Hehehe maksih sayang. Aku cuma mau pak supir yang dirumah kita mengantar ibu pulang." Ucap Aira tersenyum.
"Hanya itu, aku memang sudah menyuruh supir untuk mengantar ibu. Sudah ada dua mobil yang menunggu di bawah. Karena aku tidak ingin ibu merasa kesempitan karena barang bawaan." Ucap Arga.
Aira menatap kaget. Ia tidak percaya bahwa Arga sudah menyiap kan semuanya.
"Makasih sayang." Ucap Aira. ia pun tanpa sengan memeluk Arga.
"Hem, kau mulai berani ya memeluk ku. Aku mau kau berterimakasih dengan cara lain. Aku tidak mau jika hanya pelukkan saja." Ucap Arga pelan di telinga Aira.
Aira pun segera melepaskan pelukkannya.
"Aduhhh kalian berdua ini romantis banget sih. Arga suami idaman banget sih. Sudah genteng, kaya, perhatian dan siap siaga pula. Aduh idaman banget." Ucap ibu siti ceplas ceplos.
Mereka pun hanya tersenyum mendengar celoteh ibu hesti. Arga pun menelpon kedua supirnya agar naik membawa barang mereka.
.
.
.
Yuhhuuu... makasih ya buat semua yang sudah bersedia mampir dan maj membaca novel aku.
__ADS_1
Makasi banyakkkk😘😘😘❤❤❤