
"Ai hari ini aku ada meeting dan mungkin akan malam pulang, kamu jangan tunggu aku. Tidur saja kalau sudah nagantuk." Ucap Arga. Ia begitu seperti terburu buru.
"Kenapa selalu meeting, kenapa harus pulang malam lagi!" Ucap Aira dengan wajah sedikit cemberut.
"Ai... kau tau kan Rey sedang menyiapkan acara pernikahannya sama Intan. Jadi untuk saat ini aku menghendel semua sendirian." Ucap Arga lembut sambil memegang kedua pipi Aira.
"Meeting aja terus! nda usah pulang sekalian." Ucap Aira. Ia melepaskan tangan Arga dari pipinya, dan langaung pergi duduk ke sofa.
"An batal kan meeting hari ini juga. Kosongkan semua jadwal." Arga langsung menelpon Anna untuk membatal kan meeting nya.
"Kenapa di batal kan!" Ucap Aira, ia semakin marah saat mendengar ucapan Arga.
"Ai! jadi aku harus apa!" Arga mulai emosi dengan sikap Aira.
"Meeting saja! kamu meeting saja. Tapi aku ikut kekantor, Bara dirumah saja sama mami, kan ada Susi sama Tina juga."
"Ya sudah, kamu siap siap." Ucap Arga, ia bingung dengan sikap Aira. Tapi masih mencoba sabar, walau terkadang emosi.
Arga pun kembali menelpon Anna untuk melanjut kan meeting yang tadi sudah di batal kan. Untungnya Anna belum sempat memberi tahu.
"Ayo Ai, kita sarapan dulu." Ucap Arga. Merekapun bergandengan tangan ke meja makan.
"Mamah.. papah.." Ucap Bara. Bara sudah begitu lancar bicara menginjak umur yang ke Empat tahun setengah.
Bara pun berlari memeluk mamah nya.
"Sayang.. kenapa rambut jadi bau begini." Ucap Aira. Ia langsung menurunkan Bara da gendongannya.
"Mba sus... Tin... " Teriak Aira.
"Iya non ada apa? " Ucap Susi panik dan disusuk tina di belakangnya.
"Itu minyak rambut Bara sama farpum nya ganti. Dan yang dia pakai sekarang ini buang saja semua." Ucap Aira dengan wajah sedikit kesal.
"Ba.. baik non." Ucap Susi sopan tanpa bertanya.
"Kenapa ra? ini kan yang biasa Bara pakai. Biasanya kamu suka?" Ucap Erika bingug.
"Aira ngak suka bau nya mi, terlalu nyengat. Ya sudah aku tunggu di mobil aja yang. Kamu sarapan saja." Ucap Aira dan langsung berlalu pergi.
"Ai.. ai.." Panggil Arga. Tapi Aira tidak menghiraukannya. Dan terus saja jalan keluar rumah.
__ADS_1
"Kenapa tu si Aira ga, kok mami perhatiin suka ngak jelas gitu." Ucap Erika.
"Ngak tau mi, Arga juga bingung. Bara sama mami ya, soalnya Aira ngak mau ajak Bara." Ucap Arga.
"Bara ikut, Bara mau ikut papa." Jawab Bara tiba tiba.
"Huhh.. Bara sama oma saja ya. Nanti kita jalan ke kebun binatang, sama mba Susi dan Mba Tina." Bujuk Erika.
"Lihat jerapa oma! " Ucap Bara semangat.
"Iya sayang. Jadi Bara sama oma aja ya."
"Iya oma." Jawab Bara.
****
Di butik milik Erika, Rey dan Intan sedang mencoba baju pernikahan mereka. Yang tinggal beberapa hari lagi akan di gelar.
"Rey! apa kau serius ingin menikahi ku. Jangan jangan semua ini karena desakan non Aira! " Ucap Intan. Ia sebenar nya sangat ragu dengan pernikahn ini.
"Kamu jangan berpikir yang macam macam. Pernikah kita sudah tinggal beberapa hari lagi. Berhenti memikirkan hal hal yang tidak baik seperti itu." Jawab Rey. Meski pun pernikahan ini desakan dari Aira. Tapi Rey memang ingin menjadikan Intan sebagai istri nya.
"Aku tidak mau menikah! jika kau hanya terpaksa!" Ucap Intan Lagi.
Rey mendekat dan langsung mencium bibir Intan dengan paksa. Intan melotot melihat Rey. Ia tidak menyangka dengan serangan Rey yang tiba tiba.
Lama mereka pacaran tapi Rey tidak pernah sama sekali mencium nya.
Intan pun membalas ciuman Rey. Ciuman itu pun menjadi ciuman panas. Rey terus mencium bibir Intan dalam.
Rey berhenti sejenak memberi Intan untuk bernafas sebebtar. Ia langsung melanjut kan nya lagi. Entah apa yang merasukdm pikiran Rey.
Ia perlahan membawa intan sampai tersandar di dinding. Bahkan tangannya sudah sangat liar meremas dadah Intah.
"Ah... Rey.." Ucap Intan saat Rey menghisap dan meremas dua bukit nya. Intan benar benar melayang dengan apa yang baru ia rasakan. Bahkan untuk menolak Rey dia tidak sanggup. Rasanya sungguh nikmat. Begitu juga dengan Rey. Ia sudah seperti orang yang sedang kelaparan.
Rey terus saja melakukan. Mencium sampai meremas milik Intan. Bahakan ia meninggal kan jejek di leher Intan.
Rey pun tersadar, saat mendengar suara ketukan pintu.
"Maaf." Ucap Rey.
__ADS_1
Intan pun segera merapikan baju, dan memasang kancing baju nya dengan cepat.
Setelah melihat penampilam Intan sudah rapi, Rey mempersilahkan karyawan itu masuk.
"Maaf tuan Rey sudah menganggu, tapi nona Erika meminta saya untuk segera menentukan baju pilihan non Intan. Jika non Intan tidak berminat dengan baju yang baru non intan coba, kami bisa langsung membuat kan sesuai keinginan non Intan." Ucap Karyawan itu dengan sopan.
Rey tidak marah. Karena ia tau karyawan ini pasti di desak oleh Erika. Karena Erika sangat tidak sabar. Rey paham karena Erika pasti ingin memberikan yang terbaik untuk mereka.
Rey pun melirik Intan. Untuk meminta pendapat.
"Apa? kenapa melihat ku." Ucap Intan bingung.
"Apa kau tidak dengar yang barusan di katakan." Ucap Rey
Intan pun tersenyum sebelum menjawab Rey.
"Aku sih emmm menurut mu aku cantik pakai yang mana?" Ucap Inta. Ia sengaja menggoda Rey.
"Apapun yang kau gunakan semua cantik. Aku bahkan tidak ingin orang lain melihat kecantikkan mu." Ucap Rey sambil melihat bibir Intan. Mengingat hal mesrah yabg baru mereka laukan. Sungguh ia tidak menyangka akan mencium Intan sebelum ia sah menjadi suami Intan. Jika Rey tau rasanya senikmat itu mungkin sudah dari dulu ia akan menikahi Intan.
Intan yang tadi nya ingin menjahili Rey malah sekarang ia yang salah tingkah, karena perkataan Rey.
"Non Intan, bagaimana apakah..
"Sa.. saya suka Gaun nya. Terserah kalian saja, Saya suka." Ucap Intan gugup dan salah tingkah.
"Apa non Intan tidak ingin perubahan lagi. Atau non Intan punya ide, kami masih bisa menyelesaikan gaun yang non Intan ingin kan." Ucap Karyawan itu sopan. Ia mengikuti apa yang Erika peeintah kan padanya.
"Tidak. Gaun yang saya coba tadu itu sudah sangat bagus." Ucap Intan lagi. Dan melirik Rey sekejap.
Astaga gue kenala jadi salah tibgkah gini. ( Batin Intan.)
"Kalau gitu saya permisi keluar." Ucap Karyawan itu sopan.
"Apa kau lapar? ayo makan." Ucap Rey.
"Tidak. Aku mau pulang saja!" Ucap Intan. Entah kenapa ia menjadi gugup dan salah tingkah saat berada di dekat Rey.
Yuhuuuuuu
Bersambung😀😀😀
__ADS_1