
Hari demi hari di lewati semua berjalan seperti biasa, Arga ingin memperkenalkan Aira kepada Erika, Ia ingin maminya tau kalau dia sudah mempunyai pasangan Agar Erika berhenti menjodohkannya dengan Riska.
Malam ini Arga akan datang kerumah Arya, membawa Erika, ia melakukannya diam diam, tidak ada yang tau rencana Arga. Ia ingin lihat langsung reaksi panik Aira saat dia datang secara tiba tiba dengan maminya. Arga juga Sebenar nya merasa rindu karena seharian mendiami kan Aira.
" Mi uda belum, kok lama banget." Ucap Arga ia mengetuk pintu Erika, Arga juga sebenar nya deg deg kan membawa Erika kerumah Arya untuk memperkenalkan Aira.
Erika keluar dari kamarnya dengan gaya glamor dan berkesan elegan. Erika memang selalu tampil waw kemanapun dia pergi.
Rey menunggu Arga dan Erika di dalam mobil, melihat kedua orang yang ditunggu ada di depan pintu Rey segera menghampiri nya, dan menyapa Erika.
"Selamat malam mi." Ucap Rey sopan
"Malam sayang, emang kalian berdua mau bawa mami kemana sih?" Ucap Erika lembut, sedikit penasaran
"Rahasia." Jawab Arga cepat.
"Oke, sekarang sudah main rahasia ya." Jawab Erika, mereka bertiga pun masuk kedalam mobil
Seharusnya tuan Arga tidak merahasiakan ini, bagaimana kalau mami tidak mau menerima Aira, dan akan membuat keributan disana.
Rey jadi khawatir ternyata Arga tidak memberi tau jika pada Erika, Rey takut Erika tidak menerima Aira, dan membuat Aira sedih.
Mobil pun berjalan, Hening tidak ada yang berbicara, Erika memperhatikan Arga seperti orang yang tampak cemas, tapi Erika tidak menanyakan, Ia diam dan terus memperhatikan Arga. Mobil pun berhenti di sebuah rumah yang lumayan mewah.
"Rumah siapa ni ga?" Sebelum keluar dari mobil Erika menanyakan kepada Arga, Erika juga tidak tau kalau rumah ini rumah Riska, Erika memang senang dengan Riska tapi dia tidak perna kepo tentang Riska. Makanya ia tidak tau kalau sekarang ini adalah Rumah Riska.
"Calon istri." Jawab Arga singkat, Ia langsung keluar dari mobil itu. Rey juga langsung keluar membuka kan pintu untuk Erika.
"Kamu serius ga, kamu jangan aneh aneh ya ga." Ucap Erika, mereka bertiga masih berdiri di samping mobil.
Arga tidak menghiraukan ucapan maminya, Ia juga merasa gugup datang kerumah Aira, sementara Erika tampak kesal. Penjaga rumah membukakan pintu pagar yang terbuat dari besi itu, untuk mereka, ia itu tidak lagi menanyakan apapun karena ia sering melihat mobil ini datang menjemput Aira, penjaga itu pun mempersilahkan mereka masuk.
"Rey." Ucap Erika meminta penjelasan kepada Rey.
Tapi Rey juga mengabaikannya, mereka terus saja berjalan masuk ke jalan rumah Arya.
"Huh kalian berdua ini!" Erika kesal karena kedua orang ini mengabaikannya.
__ADS_1
Sampai lah mereka di depan pintu utama, kebetulan pintu itu terbuka. Bi ina yang kebetulan lagi diruang tengah dan melihat Ada orang di depan pintu langsung datang menghampiri dan menyuruh mereka untuk masuk.
Arga, Rey dan Erika mengikuti bi inah sampai ke ruang tengah. Tiba tiba saja Arga di kejutkan dengan pemandangan yang tidak mengenakkan. Ia melihat Aira yang sedang menata makan dan minum di atas meja dan Riska sedang duduk di sofa dengan kaki di atas meja. (Di ruang santai yang kelihatan dari ruang tengah.)
Erika langsung dengan cepat menghampiri Riska, Ia senang kegirangan ternyata Arga membawanya ketempat Riska. Sementara Arga masih diam menatap Aira, dengan marah, ya Arga marah karena Aira di perlakukan seperti itu.
"Tante." Ucap Riska ia sedikit melihat ketiga orang ini dirumahnya. Riska langsung berdiri menghampiri Riska sambil cipika cipiki dengan Erika.
"Oh ternyata kamu mau kasi kejutan ke mami ya ga, mami senang loh kamu kasi kejutan seperti ini." Ucap Erika dengan senang, Ia mengingat ucapan Arga yang mengatakan calon istri.
"Kamu tau gak sayang, Arga yang membawa tante kesini. Katanya rumah calon istri." Ucap Erika senang.
Riska tersenyum lebar mendengar perkataan Erika, Ia tidak menyangka tesnya Arga diam diam menyukainya.
"Bi inah, panggil mamah kesini, bilang ada tamu penting." Ucap Riska, Ia ingin memberi kejutan kepada mamanya. Riska pun menuntun Erika duduk di dekatnya.
"Ngapain diam disitu, gak lihat ada tamu disini." Ucap Riska dengan juteknya.
Aira yang masih diam membisu melihat Arga yang datang tiba tiba dengan maminya, Aura memaki Arga dalam hati karena merasa kesal, Ia merasa di bohongi ternyata selama ini Arga menjalin kasih dengan Erika, bahkan mami Erika tampak Akrab dengan Riska.
Kenapa nasib ku seperti ini, haaa seharusnya aku tidak ke pd-an mana mungkin tuan Arga mau punya pacar seperti aku, bodonya aku, seharusnya aku sadar diri dengan status ku ini.
"Aira! ngapain kamu melamun seperti itu." Ucap Riska ia kesal melihat tingkah Aneh Aira. Biasanya Aira dengan cepat melakukan perintahnya.
"i.. iya maaf." Ucap Riska, Ia langsung dengan cepat meninggalkan ruang itu.
Arga dan Rey tambah kesal melihat Aira yang diperlakukan seperti itu, Aira diperlakukan seperti seorang pembantu oleh Riska.
Aira langsung ke dapur untuk membuat minuman ketiga orang itu. Sedikit sedih di dalam hatinya. Mengetahui ternyata Arga dan Riska adalah sepasang kekasih.
"Tuan sebaiknya Tuan tahan emosi tuan. Kita lihat seperti apa perlakuan mereka kepada nona Aira." ucap Rey pelan.
Arga mengikuti saran yang Rey berikan, mereka pun ikut bergabung ke ruang santai yang maminya sudah duduk bersama riska sambil menghadap tv.
"Sayang mami gak nyangka loh kamu bawa mami kesini. Kata mu calon Istri, mami senang loh kamu mau menikah dengan Riska." Ucap Erika, Ia masih kaget dengan kelakuan Arga.
Dipikirkan Erika Arga sungguh menyukai Riska, karena Arga tau rumah Riska, dan membawanya kesini untuk melamar Riska.
__ADS_1
"Duh, mami lupa bawa cincin lagi, kalau tau kesini mau melamar Riska, mami pasti akan siapkan cincin berlian khusus untuk kamu." Ucap Erika, Ia duduk di samping riska sambil membelai tangan Riska dengan wajah sedikit sedih.
"Gak papa tante, lain waktu kan bisa, mungkin dengan acara pesta kecil kecilan." Ucap Riska, Ia sudah terlalu pd akibat perkataan Erika, padahal dari tadi Arga tidak bereaksi apa apa, bahkan Arga memasang wajah datarnya.
"Betul kata kamu, tante gak mau pesta kecil kecilan, tante akan buatkan pesta megah untuk acara tunangan kalian." Ucap Erika semangat, Riska juga semakin senang mendengarnya.
Sementara Mila yang baru datang kaget ia sempat mendengar ucapan Erika, Ia senang akhirnya bisa menjadi bagian keluarga Rahandirta.
Ia langsung bergabung dan menyapa mereka dengan sangat sopan.
"Selamat siang nyonya Erika." Mila gugup berhadapan langsung dengan Erika, Ia tidak menyangka bisa sedekat ini dengan Erika.
"Selamat siang tuan Arga dan sekertaris Rey." Ucap Mila tak lupa juga ia menyapa Arga.
"Ini mama tante." Ucap riska memperkenalkan Mila.
Seharusnya aku berdandan tadi, kalau tau yang datang ternyata Erika (Batin Mila.)
Mila malu dengan penampilannya yang hanya menggunakan baju daster, Ia tidak menyangka ternyata tamu yang datang ternyata Arga dan keluarga.
Erika langsung menyambut Mila dwngan sangat manis setelah mengetahui kalau Mila adalah mama Riska.
"Duh jeng jangan panggil nyonya, sebentar lagi kita besanan." Ucap Erika dengan ramah. Erika memberi jabat tangan memperkenalkan dirinya.
"Erika." Ucap Erika dengan senyumnya.
"Mila." Balas Mila.
Mereka pun kembali duduk di sofa.
"Jeng Mila jangan panggil Arga tuan. Sebentar lagi kan itu jadi mantu kamu, panggil Arga aja." Ucap Erika. Mila seperti ingin terbang mendengar perkataan Erika.
"I.. iya jeng. Kok belum ada minum, kemana bi Ina." Ucap Mila, melihat meja belum ada apapun.
"Riska sudah nyuruh Aira mah, tapi gak tau tuh anak kemana." Ucap Riska kesal.
"Gak papa neng santai aja." Jawab Erika, Ia mengira Aira adalah pembantu rumah ini.
__ADS_1
Akhirnya Aira datang membawa minuman, Aira lama karena sedang melamun dengan pikirannya,Ia sadar setelah bi Ina memanggil namanya. Aira memaki dirinya sendiri yang selalu saja mudah dibohongi dan ditindas seperti ini.