
Arga berhenti di sebuah Restoran mewah. Ia mengambil ahli dan menggendong Bara.
"Lebih aman jika bersama ku." Ucap Arga. Sebelum mendengar penolakkan Aira.
Aira hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya. "Ayo Mba sus, Mba Tin." Ucap Aira ramah. Karena melihat kedua beby susternya itu seperti orang kebingungan.
"Gak usah di bawa keretanya. Bara biar sama saya." Ucap Arga. Saat melihat susi yang ingin menurun kanbkereta.
"I.. iya tuan." Jawab Susi gugup.
Mereka pun memasuki restoran itu. Arga tidak membawa mereka ke ruang Vip. Ia senagaja duduk di temapat biasa. Agar Bara terbiasa dengan suasan luar.
"Sus, kalian berdua duduk di meja ini ya. Pesan aja yang kalian mau. Jangan sunkan." Ucap Aira ramah. Ia begitu baik dengan Susi dan Tina.
"Iya non. Makasih non." Ucap Susi dan Tina dengan sopan.
Sementara Arga sudah duduk di meja sebelah yang berdekatan dengan mejan Susi dan Tina. Arga memilih meja suduh yang dekat dengan taman.
"Papa icu ayir." Ucap Bara dengan lucu nya.
"Iya sayang. Itu nama nya air mancur." Jawab Arga. Ia begitu senang melihat keceriaan Bara. Dan banyak sekali bicara.
"Sayang mau pesan apa?" Ucap Aira.
"Apa aja ai, teserah kamu, aku ikut aja." Jawab Arga.
"Pus.. pus.." Ucap Bara lagi saat melihat kucing.
"Aduh pintar nya anak mamah, sudah bisa panggil kucing." Ucap Aira gemas. Ia menggeser kursi nya dan duduk di samping Arga.
Bara terus sama mengoceh dengan apa yang baru ia lihat.
Susi dan Tina juga ikut bahagia melihat keakuran Arga dan Aira. Mereka juga merasa sangat beruntung karena mempunyai majikan seperti Arga dan Aira. Yang sangat baik kepada mereka. Walaupun hanya Aira saja yang selalu perhatian.
"Selamat pagi tuan Arga, senang bisa bertemu dengan anda disini." Ucap seorang laki laki yang berumur sekitar empat puluh tahun itu.
"Ya." Jawab Arga singkat.
"Anak anda sangat tampan. Mirip sekali dengan Anda." Ucap Pria itu lagi. Ia berusaha ingin dekat dengan Arga.
"Ya, aku ingin menikamti momen ini tanpa ada gangguan dari orang asing." Ucap Arga dengan wajah datar nya.
"Selamat manikmati libur anda Tuan." Ucap pria itu dengan sopan. Setelah itu ia langsung pergi. Ia takut jika lebih lama lagi Arga akan memakinya.
Jika biasanya Arga langsung marah jika ada yang mengganggu nya, kali ini dia menahan emosinya karena ada Aira dan juga anaknya.
Makanan merekan datang. Para pelayan itu menyiapkan dengan sangat gugup. Mereka begitu sangat hati hati.
"Makaci tante." Ucap Bara setelah melihat pelayan itu menaruh kan makanan di hadapannya.
__ADS_1
"Ih anak mamah pintar banget." Ucap Aira dengan bangga.
"Iya sama sama. Selamat menikmati." Ucap Pelayan itu. Pelayan itu pun menunduk hormat dan meninggalkn meja itu. Ia sebenarnya sangat gemas dengan tingkah Bara. Cuma ia tidak bisa menanggapinya lebih. Ia harus tetap menjaga sikapnya.
"Mba sus, mba sus." Teriak Bara.
"Kok panggil mba sus sayang? " Ucap Arga heran.
"Mamam."
"Maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu." Ucap Susi sopan. Ia mendengar Bara memanggil nya.
"Mamam.. Mau mamam." Ucap Bara.
"Hoo dia minta suapin sama kamu Sus." Ucap Aira. Karena biasanya Bara sering di suapin sama Susi.
"Sama mama aja ya. Mba Sus nya kan mau makan juga."
"No no no. Sama mba sus." Ucap Bara ia tetap ingin di suapin sama Susi. Padahal baru setegh tahun Susi dan Tina bekerja sebagai beby sister Bara. Tapi ia begitu senang bersna Susi.
"Sus kamu lanjut aja makan nya. Biar Bara sama saya saja." Ucap Arga.
"Baik tuan." Susi pun kembali kemejanya. Dari tadi ia tidak menjawab apapun karena takut salah bicara.
"Mba sus, cini Bara mau mamam." Teriak Bara, ia ingin menangis karena susi tidak mau menyuapi nya.
Arga pun mencoba menyuapi Bara. Tapi Bara selalu menolak.
"Yank biasanya Bara makan sendiri. Nanti baru di bersiin. Biar kamu paksa suapin gak bakal mau itu. Makanya senang makan sama Susi. Susi selalu membebaskannya." Ucap Aira.
"Hoo seperti itu pantas aja. Rupanya mau bebas. Tapi tadi bawa baju ganti nya kan? " Ucap Arga.
"Iya. Suda di siapan." Jawab Aira.
"Kalau gitu tugas kamu suapin aku. " Ucap Arga.
"Lah kok minta suap. Bara aja makan sendiri." Ucap Aira heran.
"Aku kan jaga Bara ai, sambil beraihin makanan yang celemotan." Ucap Arga. Ia hanya alasan asaja suapaya aira menyuapi nya.
"Ya.. Yaa..ya.. " Jawab Aira. Aira pun mulai menyuapi Arga.
"Mamah mamam." Ucap Bara. Melihat Arga yang di suap Aira, Bara jadi iri. Ia mau juga di suap oleh Aira.
"Lah.. hmmm kalian berdua ini sama saja. " Ucap Aira.
"Iya lah kan anak ku." Ucap Arga. Ia tersenyu senang sambil mengusap kepala Bara.
Setelah kerestoran Arga membawa mereka ke mal. Karena mau ketaman tapi sudah siang dan cuaca sudah panas.
__ADS_1
"Yang ngapain kesini?" Ucap Aira. Karena ia memng tidak ingin membeli apapun.
"Ajak Bara belanja." Ucap Arga.
"Lah emang Bara mau beli apa?"
"Mau robot." Jawab Bara tiba tiba.
"Oke, ayoo kita cari robot." Jawab Arga semangat.
"Mba sus sama mba Tina kalau mau beli ambil saja. Jangan sungkan. Sekalian belikan untuk anak mba sus yang dikampung juga. Kamu juga tin. Ambil saja apa yang kamu mau. Awas loh ya. Kalau ngak ada. Saya marah nanti. Yang banyak! " Ucap Aira sedikit penekanan di akhir kata. Supaya kedua beby sister nya Bara menurut.
"I.. iya non. Makasih banyak. " Ucap Susi dan Tina.
"Sus, saya ngak nyangk punya majikan yang baik seperti ini. Malah maksa kita belanja lagi. Huu biar sampai tua, saya mau tetap kerja disini." Ucap Tina.
"Iya, makanya kerja yang benar." Ucap Susi.
Mereka pun pergi memilih milih barang.
"Yang telpon pak hasan suruh kesini" Ucap Aira.
"Kenapa yang? kan ada aku yang nyetir."
"Mumpung kita lagi belanja. Aku mau sekalin kita beliin anak anak yang di jalanan mainan dan baju. Biar Bara makin banyak temannya." Ucap Aira semangat.
"Makasih tuhan, sudah memberikan hamba istri yang baik seperti ini." Batin Arga.
"Ya sudah. Kamu telpon aja ai, Hp kamu kan ada. " Ucap Arga.
"Lupa bawa yang. Makanya aku suruh kamu."
"Ni ambil. Kamu ini kenapa selalu lupa bawa hp." Omel Arga. Sambil menunjukkan hp di saku baju nya.
"Hehehe maaf yang."Jawab Arga.
Selesai berbelanja mereka pun langsung menelusuri jalan dan membagikan mainan dan juga baju.
Mereka juga pergi ketempat kolong jembatan dan membagikan mainan dan sejumlah uang.
"Ni blBara kasih sama kakak nya." Ucap Aira. Ia ingin mengajarkan Bara untuk berbagi.
"Makasih kakak." Ucap Bara setelah memberikan kepada anak itu.
Arga dan Aira pun tertawa. Karena Bara senang sekali berucap terimah kasih. Padahal ia yang memberi.
Sampai sini dulu yaaaa.
Makasih buat yang masih mau baca sejauh ini 😁😁😁
__ADS_1