
Bara Rahandirta, anak dari Arga dan Aira. Nama ini Arga yang memberikan. Ia ingin nama yang simpel agar nama anaknya mudah di ingat orang.
"Ai! apa kau hanya memikirkan dia saja. Apa dia lebih penting dari ku." Ucap Arga kesal. Karena ia merasa sangat jengkel selama kepulanganya dari rumah sakit Aira tidak terlalu memperdulikan Arga.
"Dia siapa sayang! ini anak kita, kenapa kau berkata seperti itu!" Aira tidak habis pikir dengan apa yang barusan ia dengar.
"Aku sudah bilang, biar beby sister yang menjaganya! kenapa kau tidak mau! aku tidak suka jika kau hanya memperhatikan dia dan tidak perduli dengan ku!" Ucap Arga tanpa rasa malu. Karena sudah empat bulan ini ia mencoba sabar dengan sikap Aira. Yang menurutnya sudah tidak memperdulikan dia lagi.
Bukannya Arga tidak sayang sama Bara. Tapi Arga kasian melihat Aira yang kelehan dan harus bangun tengah malam untuk menidurkan Bara. Arga juga kesal karena ia tidak lagi mendapatkan perhatian dari Aira.
"Arga!" Ucap Aira. Ia bingung harus seperti apa menghadapi Arga yang bertingkah seperti ini. Bahkan bukan Menjaga Bara yang membuat nya lelah. Arga lah membuat nya lelah dan kesal. Karena sering merajuk tanpa sebab.
"Apa! mulai besok biar beby sister yang menjaganya. Dan bara akan tidur dikamar yang sudah disiapkan bersama beby sisternya nanti!" Ucap Arga menatap dingin Aira.
"Ngak! kalau kau mau seperti itu. Biar aku yang keluar sama bara dari kamar ini. Biar aku yang akan menemaninya tidur di kamarnya." Ucap Aira marah.
Bara pun terbangun karena mendengar suara ribut dari mama dan papanya. Ia pun menangis.
Aira pun langsung memangku dan menyusui bara.
"Maaf ya sayang, papa kamu ribut ya. Tidur lagi ya, besok kita pindah kamar biar ngak ada yang ribut lagi." Ucap Aira lembut kepada Bara.
"Ngak boleh! ngak ada yang boleh pindah!" Jawab Arga. Ia kesal karena Aira malah mau ikut pindah kamar bersama Bara.
Arga sebenarnya sangat rindu dengan Aira karena sudah lama ia tidak perna lagi tidur dengan Aira. Itu semua karena Bara ikut tidur diranjang bersama mereka. Bahkan Arga sering tidur di sofa karena Aira takut kalau Bara nanti tertindis oleh Arga.
"Astaga kenapa harus menyiksa seperti ini!" Gumam Arga, yang terdengar jelas oleh Aira. Arga pun duduk di sofa dengan wajah kusutnya.
Aira hanya diam ia terus fokus menidur kan Bara. Ia memperhatikan Arga yang tampak murung.
"Dasar bayi gede. Untung saja aku ngak terkena beby blues, untung saja aku tetap bisa mengontrol diri." Batin Aira. Ia kesal melihat tingkah Arga yang cemburu dengan anak mereka.
Bara pun kembali tertidur dengan nyenyak. Aira pun memperhatikan wajah Arga yang tampak kusut.
Aira kembali menaruh bara di ranjang dengan pelan agar Bara tidak bangun. Setelah itu ia pun menghampiri Arga.
"Yang, ngak tidur?" Ucap Aira pelan. Ia menurun kan egonya untuk membujuk Arga lagi.
"Hem." Jawab Arga cuek
__ADS_1
Aira langsung duduk di sampaing Arga.
"Kenapa yang. Bara itu anak kita, dia masih kecil, wajar dong kalau aku perhatian sama dia." Ucap Aira pelan.
"Ya, aku tau!"Ucap Arga kesal.
"Ya sudah, aku tidur dulu ya." Ucap Aira. Ia pun langsung bangkit dari sofanya.
"Ai...." Ucap Arga manja. Ia menahan tangan Aira.
Aira hanya melihat Arga dengan bingung.
"Aku kangen." Ucap Arga memelas.
Aira pun langsung duduk di pangkuan Arga. Ia juga sadar selama ini ia sudah tidak pernah lagi bermesraan dengan Arga. Mungkin ini yang membuat Arga sering merajuk tanpa sebab, bahkan sering iri dengan Bara anak nya. Pikir Aira.
Arga tersenyum lebar dengan tindakkan Aira. Ia langsung mencium bibir Aira dalam. Dan tangan Arga langsung aktif menyusuri tubuh Aira.
Arga sudah seperti siang yang kelaparan.
Aira langsung melepas ciuman Arga dengan paksa. "Sayang aku ngak bisa nafas!" Ucap Aira. Karena Arga begitu lama nelakukan ciuman itu.
"Maaf Ai." Ucap Arga singkat. Ia kembali mencium Aira dengan mesra. Dan mulai membuka baju Aira.
Aira pasrah. Dan juga sangat menikmati apa yang Arga lakukan kepadanya. Karena ia juga sebebarnya rindu dengan Arga.
"Sayang ahhh.." Ucap Aira begitu mesrah.
Arga pun semakin bergairah mendengar desaan Aira.
Mereka pun melakukan nya berkali kali. Bahkan Aira juga begitu sangat aktif membuat Arga semakin semangat di buat nya.
"Makasih ai, untuk malam ini. Besok lagi ya." Ucap Arga sambil tatap memeluk Aira yang masih ada di atas nya.
"Hemm tapi ngak boleh cemburu lagi sama Bara." Ucap Aira dengan menatap Arga.
"Iya, aku ngak pernah cemburu, aku cuma ngak mau kamu capek dan tidak memperhatikan ku." Jawab Arga.
"Aku ngak pernah capek yang urus Bara. Aku ngak mau pakai beby sister, karena aku mau melihat dan merasakan sendiri perkembangan Bara." Ucap Aira.
__ADS_1
"Hmm. Ya sudah, aku ngak bakal marah lagi, kalau kamu tidak lupa dengan tugas mu sebagai istri. Aku butuh Ai." Ucap Arga sambil mengelus rambut Aira.
Aira pun hanya menganguk kepalanya. Setelah itu mereka pun kembali membersih kan diri. Dan tidur dengan nyenyak di ranjang mereka.
"Sayang tidur jangan banyak gerak ya. Ingat ada Bara. Nanti ketindis." Ucap Aira pelan.
"Ya. Kalau ingat!" Ucap Arga singkat. Ia sedikit kesal, padahal selama ini Arga selalu jaga gerak nya agar tidak mengganggu Bara. Tapi Aira selalu mengingat kan nya.
"Sayang!" Ucap Aira. Karena ia tidak suka dengan jawaban Arga.
"Iya ai! aku tau kok!" Ucap Arga pelan penuh dengan tekanan.
"Ai mau ngapain?" Ucap Arga bingung, saat melihat Aira ingin menggendong Bara. Padahal Bara dalam keadaan tidur.
"Huuus jangan ribut! nanti bara bangun!" Ucap Aira pelan.
Aira pun memindah kan Bara kesamping. Dan memberikan bantal untuk jaga jaga agar Bara tetap aman.
Arga pun tersenyum lebar. Ia sangat senang karena sekarang Aira berada di tengah mereka. Tepatnya dibsamping Arga.
"Ai, kenapa ngak dari kemarin kemarin." Ucap Arga pelan sambil memeluk pinggang Aira.
"Hemm sudah. Jangan ribut sayang, nanti kalau Bara bangun. Aku pindah kan kembali loh." Ucap Aira, dengan ancaman kecil nya.
Arga pun mengigit telinga Aira. Ia merasa sangat gemas karena Aira sudah berani mengancamnya
"Sayang! geli!" Ucap Aira pelan.
"Ai, lagi!" Ucap Aira. Ia malah ingin melakukan nya lagi.
"Apa! sudah , besok aja, sekarang tidur sudah tengah malam yang!" Jawab Aira.
" Besok pagi ya." Jawab Arga.
" Iya!" Jawab Aira. Agar Arga tidak lagi bantak bicara.
"Kalau sampai Bara bangun, besok ngak jadi!" Ancam Aira lagi.
"Iya.. iya iya." Jawab Arga. Arga pun semakin memeluk Aira dengan mesara dan mulai memejam kan mata nya.
__ADS_1
Bersambung...
Yuhuuuu makasih ya buat semua yang sudah mampit.. 😍😍😍😘