
Apa dia sudah gila mau mandi bersama! (Batin Aira.
Aira memasang wajah kaget dan juga kesal mendengar perkataan Arga.
Perlahan Arga mendekatinya. Dengan senyum lebarnya dan menampakkan barisan gigi putih rapihnya.
"Kita sudah nikah Ai. Kau tak perlu kaget dan melototi ku seperti itu. Ayo mandi bersama."Ucap Arga tanpa beban.
"A.. aku mandi sendiri!" Ucap Aira gugup, ia langsung berlari menuju toilet, dan mengunci pintu toilet itu.
Arga tersenyum melihat tingkah Aira yang malu seperti itu, ia semakin gemas dengan Aira.
"Kenapa pikirannya seperti anak sd saja. Sepertinya aku harus banyak mengajar nya, kami kan sudah sah, tak seharusnya dia malu seperti itu. Haaa istri polosku." Gumam Arga. Ia pun kembali duduk di tepi ranjang sambil menunggu Aira selesai mandi.
Dikamar mandi Aira merasa bingung. Ia sudah selesai mandi tapi Aira malu keluar dengan menggunakan kimono. Apalagi kimono yang Arga siapkan sangat pendek.
"Ah.. kenapa aku harus ada dalam situasi ini. Apa dia sengaja menyiapkan kimono yang pendek seperti ini. Dasar pria mesum! Seharusnya aku tidak menikah secepat ini." Gumam Aira.
Tok..
Tok..
"Ai." Ucap Arga, Ia heran karena Aira tak kunjung keluar.
Aira mulai panik. Sungguh ia tidak siap dengan kimono yang seperti ini. Ia menjadi sangat gugup.
"Ai.. Kau baik baik saja." Ucap Arga. Ia mulai merasa khawatir.
"I..iya." Jawab Aira singkat.
"Apa kau sudah selesai Ai. Kenapa lama sekali?" Ucap Arga.
"I.. iya." Hanya itu yang mampu Aira ucapkan.
Arga pun menunggu Aira di depan toilet. Tapi Aira tak kunjung juga keluar. Membuat Arga semakin penasaran.
"Ai, apa kau baik baik saja. Aku akan mendopbrak pintu ini. Kalau kau tidak kekuar!" Ucap Arga. Ia khawatir
Dengan cepat Aira membuka pintu itu. Ia kaget melihat Arga berada tepat didepannya. Ia langusung mengalihkan pandangannya. Saat tatapan mereka bertemu.
"Tunggu ya Ai. Aku mandi dulu."Ucap Arga lembut. Ia tersenyum senang melihat Aira menggunakan kimono yang ia siapkan.
__ADS_1
Aira tidak menjawab ia langsung pergi meninggalkan Arga. Ia menjadi sangat kesal karena Arga tersenyum senang melihat penampilannya.
"Hahahahhahaha." Arga tertawa begitu nyaring.
"Pantas saja dia malu keluar." Gumam Arga.
Sementara Arga ia mengatai Arga yang tertawa tanpa sebab.
"Apa dia kesurupan! atau dia sudah gila. Kenapa dia begitu bahagia, dasar aneh." Gumam Aira.
Aira dengan cepat mengganti pakaiannya. Ia melihat lemari yang sudah terisi penuh dengan pakaian baru. Aira sudah tidak begitu kaget. Dengan banyaknya baju baru yang penuh di lemari nya. Dan itu semua barang branded Karena ia sudah mulai terbiasa dengan gaya hidup Arga. Tapi yang Aira sayang kan. Arga terlalu sering membuang buang uang. Padahal baju Aira yang di apartemen saja masih banyak yang belum sempat ia pakai.
Setelah berganti pakaian Aira langsung dengan cepat menuju kasur. Ia ingin berpura pura tidur. Karena ia belum siap jika Arga meminta hak nya sebagai suami.
Aira menutup tubuhnya dengan selimut dan menaruh guling di tengah kasur.
"Aku rasa ini sudah aman." Gumam Aira. Setelah itu ia langsung menutup rapat matanya.
Arga kekuar dari toilet menggunakan kimono. Ia mandi dengan sangat cepat, tapi sampai nya di kasur ia melihat Aira yang tertutup dengan selimut dan mata tertutup.
"Apa dia begitu lelah, sampai melewatkan malam pertama kami." Gumam Arga, ia sedikit kecewa karena Aira meninggalkannya tidur. Tapi ia memaklumi karena tadi memang banyak sekali tamu yang datang.
Arga pun menggati pakaian dengan menggunakan kaos putih dan celana pendek saja. Setelah itu ia langsung menuju kasur. Ia menyingkirkan bantal yang ada di tengah mereka setelah itu ia langsung memeluk Aira dari samping. "Selamat malam istriku."Bisik Arga lembut di telinga Aira.
Lama kelamaan Aira mulai terlelap ia merasa begitu nyaman berada di pelukan Arga. Sementara Arga ia menjdi gelisah ia tidak bisa memejamkan matanya. Sungguh ia sangat menginginkan Aira malam ini juga.
Tiba tiba saja Aira berbalik badan dan memeluknya erat membuat Arga semakin tidak tahan.
"Kenapa kau begitu mengemaskan. Kau sengaja ai menggodaku." Gumam Arga.
Perlahan ia mengecup bibir Aira. Setelah itu ia kembali memejamkan matanya. Tapi tetap saja ia tidak bisa tertidur. Pikirannya sudah kemana mana.
Arga kembali lagi mengecup bibir Aira, kali ini ia juga mengecup leher Aira. Aira sedikit bergerak membuat Arga sedikit gugup.
"Kenapa aku jadi gugup seperti ini." Gumam Arga lagi. Arga melihat kearah jam dinding. Sudah menunjukkan pukul empat pagi.
"Kenapa aku jadi tidak bisa tidur seperti ini."Gumam Arga.
Arga kembali lagi mengecup bibir Aira. Kali ini ia tidak perduli. Ia mencium Aira dalam. Dan memberi tanda pada leher Aira.
Aira pun terbangun merasakan sesuatu yang tidak biasa.
__ADS_1
"Sa.. sayang?" Ucap Aira setengah sadar ia teesenyum melihat Arga berda di depan matanya.
Dengan cepat Arga langsung mencium Aira. Ia lansugung menindih Aira. Dan mencium Aira mesrah dari leher dan kembali lagi kebibir Aira.
Aira pun tersadar sepenuh nya. Ia berusaha menolak Arga.
"Ada apa ai?" Ucap Arga heran, Ia memberhentikan aktifitasnya. Arga lupa kalau Aira sangat tabuh dengan hal seperti itu. Tidak sperti mantannya Bella yang sangat lihat melakukan nya.
"Sa..saya malu." Ucap Aira sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Arga pun terkekeh melihat tingkah Aira. Perlahan Arga menyingkirkan tangan Aira.
"Kau gak perlu malu ai, aku suami mu." Ucap Arga lembut. Ia berusaha sabar meski dengan gairah yang bergemuh.
Sementara Aira masihenutup matanya. Ia malu daj tidak tahu harus seperti apa melakukannya.
"Apa kita hanya berciuman saja." Ucap Aira polos.
"Iya." Ucap Arga tersenyum. Arga terpaksa membilang iya. Tapi ia akan tetap melakukannya nanti secara perlahan.
"Boleh kan Ai?" Tanya Arga.
Aira hanya mengaguk. Argapun langsung kembali mencium bibir Aira lembut. Dan perlahan membuka baju Aira. Aira yang sudah terbuai mengikuti permainan yang Arga lakukan. Ia hanya bisa mendesah merasakan sensasi yang tidak perna ia rasakan. Arga tersenyum puas melihat bercak darah di seprai mereka. Arga mengecup bibir dan dahi Aira.
"Makasih sayang, karna kamu sudah bisa menjaga diri dengan baik." Ucap Arga. Saat mereka sudah melakukan aktifitas panas mereka. Setelah itu ia tidur dan memeluk Aira mesrah.
Arga merasa sangat senang dan juga bangga karena mendapat kan istri cantik, baik, dan bisa menjaga diri dengan baik.
Dulu waktu Arga melakukannya dengan Bella. Bella sudah tidak utuh lagi. Tapi dengan rasa sayang Arga yang begitu besar, Arga tidak memperdulikkannya. Ia tidak perduli dengn masa lalu Bella.
.
.
.
Yuhuuuu ππππ
Makasih buat yang sudah mampir dan memberi dukungannya.
Jangan lupa like, komen, vote, dan rite 5 yah hahahahahahha.
__ADS_1
Maaf yah kalau adegan suami istrinya tidak jelas. Karena hanya dapat pengalaman dari membaca juga πππ
Buat kalian semuaaa love banyak banyakππππβ€β€β€β€β€