
"Ai pelan pelan makannya. Tidak ada yang mau mengambil bakso mu itu." Ucap Arga. Ia takut jika Aira tersedak. Karena Aira makannya sangat semangat dengan sambal yang begitu banyak. Arga daja sampai ngeri melihat kuah bakso Aira.
"Ya yang, ini enak banget! ambilkan air es yang." Ucap Aira santai.
Arga langsung kedapur mengambilkan Aira air es. Aira memakan bakso nya diruang tv.
"Aira mana ga?" Ucap Hesti. Sambil mencuci piring.
"Di depan bu, lagi makan bakso." Ucap Arga.
"Aira suruh kamu ambil air?" Ucap Hesti lagi.
"Iya bu." Ucap Arga singkat. Ia langsung mengantarkan air es ke Aira.
"Aira makin manja aja, untung dapat suami yang penyayang." (Batin Hesti.)
Hesti heran dengan sikap Aira yang begitu manja kepada Arga, padahal waktu pertama kesini bersama Arga, Aira seting terlihat risih jika Arga bermanja dengannya. Tapi sekarang Aira seperti tidak bisa jauh dari Arga.
Karena piringnya sudah selesai dicuci, Hesti pun keluar, ia melihat Aira yang sedikit berkeringat sambil kepedasan sambil memakan bakso.
"Coba ibu rasa." Ucap Hesti ia penasaran dengan bakso Aira.
Aira pun memberikannya nya.
Baru saja Hesti menyirup dikit kuah bakso Aira. Ia langsung meminum air putih Aira hingga habis.
"Aduh ra! ini pedas banget! gak bagus ibu hamil makan sepedas ini! sudah gak usah dimakan bakso nya. Kamu ini!" Ucap Hesti dengan nada sedikit tinggi.
"Ibu kok marah, Aira suka baksonya." Ucap Aira sedih.
Arga langsung mengelus kepala Aira. Ia tidak mau Aira menjadi sedih.
"Ibu gak marah kamu makan bakso ini, cuma ini terlalu pedas. Coba kamu rasa ga." Ucap Hesti.
Arga pun mencicip sedikit kuah bakso Aira. Arga juga merasa sangat kepedasan. Tapi ia tahan karena sudah tidak ada lagi air putih di meja. Mau pergi kedapur ia tidak tega melihat Aira yang masih sedih karena disuruh berhenti makan bakso.
"Pedas kan? ini pedasnya sudah keterlaluan!" Ucap Hesti lagi.
"Aira suka bu."Ucap Aira sedih.
"Bukan gitu sayang, ini demi kebaikkan kamu dan bayi kamu, nanti kalian dua kenapa kenapa, hayoo." Ucap hesti sedikit lembut.
__ADS_1
"Iya ai, kamu boleh makan bakso tapi jangan sepedas ini ya."Ucap Arga lagi. Ia berusaha menenagkan Aira sambil mengelus kepala Aira.
"iya sayanga, kasian kan bayi kamu yang didalam." Ucap hesti lembut.
Aira pun hanyan diam sambil memeluk Arga ia.mentembunyikan wajahnya di dadah Arga.
"Sudah ya jangan sedih lagi ya." Ucap Arga lembut.
Aira pun hanya mengangguk. Hesti pun bangkit ia menghela nafas melihat kelakuan manja Aira. Biasa Aira mandiri dan tidak suka merepotkan orang. Sekarang malah apa apa merepotkan Arga.
***
Di kediaman Arga. Bella mengajak Erika untuk kerumah nya. Rumah kontrak kecil yang sekarang menjadi tempat orang tuannya.
"Tante mau ketemu mama kan. Ayo tan Bella aja kekontrakkan mama." Ajak Bella.
"Mama kamu ngontrak?" Ucap Erika, tidak yakin.
"Iya tan, itu pun Bella ya bayar, Bella cuma mampu ngontrakkin rumah, belum bisa beli, Bella kan belum dapat kerjaan tetap." Ucap Bella sedih. Ia berusah mencari simpati Erika.
"Tante bangga sama kamu, kamu sangat berbakti kepada orang tua." Ucap Erika tersenyum.
Arumi Sar mama dari Bella, Arumi tidak perlu lagi bersembunyi karena hutang nya sudah lunas semua, dibantu oleh Erika. Meski malu bertemu dengan Erika, tapi ia juga ingin berterimakasih kepada Erika. Ia sedikit rindu dengan teman baiknya ini.
"Mama kamu tinggal disini?" Ucap Erika tidak yakin. Melihat kontrakkan yang kecil.
"Iya tan. Tante gak mau masuk ya." Ucap Bella sedih. Ia sengaja terus terus bersikap seperti itu.
"Bukan gitu sayang, tante cuma kaget saja." Ucap Erika.
Mereka berdua pun turun dari mobil. Mereka berjalan kerumah kontrakkan itu.
"Kasian sekali kamu Arumi, hidup kamu jadi begini." ( Batin Erika.)
Belum sempat pintu di ketuk, Arumi sudah membuka pintu itu. Ia melihat Bella dan Erika didepan rumahnya.
"Aduh jeng makin cantik aja." Sapa Arumi ramah. Ia memeluk Erika sambil melakukan cipika cipiki.
"Aduh bisa aja. Kemana aja sudah lama loh kita gak pernah ketemu." Ucap Erika ramah.
Semenjak Arga dan Bella putus mendadak hilang juga komunikasi mereka.
__ADS_1
"Ayo masuk dulu, biar didalam kita cerita." Arumi pun mengajak Erika masuk bersama Bella.
"Gimana ya jeng, kalau mau di cerita sedih banget, saya juga malu, makasih ya kamu sudah bantu saya jeng lunasi hutang Arisan saya." Ucap Arumi sedih. Ia berusaha mencari simpati Erika.
"Sabar ya mah, kan ada Bella dan tante Erika mama gak perlu lagi sedih." Ucap Bella menyemangati. Entah apa yang mereka berdua rencanakan.
"Sabar jeng kamu gak perlu sedih, benar kata Bella ada kita disini. Kamu juga gak perlj malu. Kita ini teman lama. Oh ya mana papa kamh Bel." Ucap Erika. Ia prihatin dengan keadaan Arumi.
"Oh lagi ngojek. Tengah malam baru pulang." Ucap Arumi sedih.
"Apa! ngojek?" Ucap Erika kaget. Ia tidak menyangka seorang mantan presdir kantor ngojek.
"Iya jeng, mau bagaimana lagi. Semua harta ludes, saya juga ingin mati saja, sejujurnya saya tidak kuat dengan keadaan seperti ini, apalagi dengan rumah kontrak seperti ini, saya juga malu dengan Bella yang tiap bulannya hatus membayar kontrakkan ini. Uang ngojek Pino hanya cukup untuk makan sehari hari saja." Ucap Arumi panjang lebat dengan wajah sedih.
"Sabar ya. Saya tau rasanya, tenang saja saya akan belikan kamu perumahan yang ada di komplek sebelah..
"Jangan jeng, gak perlu itu kan perumahan elit pasti mahal banget."Ucap Arumi ia memotong omongan Erika.
Yes kemakan juga tante Erika sama mama, mama kok hebat banget bohong nya, pakai bilang papa ngojek lagi. (Batin Bell.)
Tanpa Erika sadari Bella tersenyum senang. ia juga ikut ikut berpura pura menolak pemberian Erika.
"Iya tan gak perlu, biar mama ngontrak saja, Bella masih mampu kok bayar kan." Ucap Bella., ia memasang wajah yang sedih juga.
"Duh kalian berdua ini apaan sih. Gak papa, besok kita bertiga akan lihat rumah itu, kalau kamu cocok langsung saya belikan. Anggap saja ini hadia permintaan maaf saya karena Arga sudah menghianati Bella." Ucap Erika semangat, tapi Bella langsung bertanya tanga dengan perkataan Erika. Ia merasa Erika sudah setuju dengan Aira.
Apa maksud tante Erika, hadiah permintaan maaf? apa dia sudah setuju dengan hubungan Arga dan Aira, gak bisa ini gak boleh terjadi!" ( Batin Bella.)
"Makasih ya jeng, saya bingung bagaimana cara saya membalas kebaikkan kamu."
Dari dulu kamu masih bodoh saja. (Batin Arumi.)
"Sudah gak papa, saya sudah bilang kita ini teman lama." Ucap Eirka lagi.
"Yuk kita belanja, biar saya yang telaktir." Ucap Erika lagi. Ia ingin menyenagkan hati sahabatnya ini.
Mereka bertiga pun langsung pergi. Setelah Erika memaksa Arumi, ya Arumi hanya pura pura saja menolak padahal dalam hatinya sangat senang.
..
.
__ADS_1
.
Bersambung....