Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 48


__ADS_3

Arga langsung membawa Aira kemeja makan. Disana sudah ada berbagai menu macam makanan, sebelumnya Arga sudah menyuruh pelayan memasak masakkan spesial untuk kedatangan Arga. Tata hidangan di atas meja juga sedikit spesial, karena menyambut kedatangan Aira. Di meja sudah ada Erika, Bella dan juga Rey.


Astaga itu kan wanita itu, kenapa dia ada disini! Apa mereka semua berniat menipu ku. Tuan Arga kenapa kau begitu tega! (Batin Aira.)


Aira langsung berhenti melangkah saat melihat Bella duduk di meja makan disamping Erika. Ia merasa sedih karena sudah di bohkngi oleh Arga dan juga Rey.


Arga langsung melihat wajah Aira yang tampak murung


"Ada apa? " Ucap Arga bingung.


Aira melihat Bella sekilas.


"Apa maksud tuan! Kenapa wanita itu ada disini!" Ucap Aira pelan. Penuh dengan penekanan.


"Kau tidak usah hiraukan dia. Dan satu lagi panggil aku sayang!" Ucap Arga. Ia kembali membawa Aira kemeja makan.


Erika menatap Aira malas, sementara Bella ia tersenyum menyambut Aira memainkan perannya sebagai wanita yang baik.


"Selamat malam tuan dan nona Aira." Sapa rey seperti biasa.


Aira dan Arga membalas dengan senyuman, karena saat ini Aira takut untuk mengeluarkan suara, melihat sikap Erika uang acuh dengan kehadirannya.


"Malam Aira." Ucap Bella dengan senyumnya.


Aira juga hanya membalas dengan senyum kikuknya. Karena ia masih bingung kenapa Bella bisa ada dirumaj Arga.


"Mi kenalkan ini Aira." Ucap Arga dengan ramah.


"Ya, mami sudah tau, bahkan mami sudah bosan mendengar namanya." Ucap Erika jutek. Tanpa memperdulikan perasaan Aira.


Aira langsung menatap Arga sendu. Tapi Arga menguatkannya dengan memasang senyum kepada Aira.


Arga pun menghelakan kursi untuk Aira, ia bersikap sangat baik kepada Aira didepan Erika dan Bella. Ia ingin memberitahu kepada kedua wanita itu, bahwa Bella sudah tidak ada dihatinya.


Mereka mulai mengambil makanan, Arga mengambil kan makanan untuk Aira, sontak itu membuat Erika dan Bella semakin panas, karena perhatian yang Arga berikan.


Bella pun langsung mengambilkan Erika makanan, ia ingin mendapat pujian dari Erika di depan Aira, ia ingin melihatkan ke dekatannya dengan Erika kepada Aira.

__ADS_1


"Makasih sayang, kamu memang menantu idaman tente." Ucap Erika dengan jelas. Ia sengaja ingin menyakiti hati Aira. Bella pun tersenyum puas.


"Ai, kamu coba ini." Ucap Arga lembut. Sambil menyodorkan sendok kemulut Aira, Ia dan Erika seperti sedang berperang kemesaraan.


Ai? apa itu? kenapa dia jadi baik seperti ini? Biasanya juga ia panggil Hey. kau. sekarang kenapa bisa berubah? (Batin Aira.)


Aira merasa bingung dengan sikap Arga, apa. lagi Arga memanggilnya dengan sebutan Ai.


"Ai?" Ucap Arga lagi, karena Aira tampak melamun.


"Ehm." Rey sengaja ingin menyadarkan Aira dari lamunannya.


"Eh, iya." Ucap Aira. Ia pun menerima suapan dari Arga.


"Hem seharusnya kamu yang melayani Arga. Bukan Arga yang melayani kamu. Kamu kok mau enak nya aja!" Ucap Erika ketus, ia merasa sangat jengkel dengan kebucinan Arga.


"Maaf tante, tapi tuan Arga memang tidak pernah membiarkan saya melakukan apapun." Ucap Aira jujur.


"Tuan? kamu memanggil Arga tuan, Aira?" Ucap Bella, ia merasa bingung kenpa Aira memanggil Arga tuan. Padahal ia melihat perhatian Arga yang begitu besar, tapi kenapa Aira masih memanggilnya tuan.


"Memang pantasnya seperti itu, beda ya Bel, waktu sama kamu Arga tidak pernah membiarkan kamu memanggilnya tuan."Ucap Erika, bahkan ia tidak menyentuh makanannya sama sekali karena sibuk memperhatikan Aira.


Haaaa ada apa ini. kenapa meski berpura pura seperti ini! (Batin Aira.)


"Nona Aira hanya tidak terbiasa bersikap romantis didepan orang." Ucap Rey.


"Nona bersikaplah seperti biasa, memang ini pertama kalinya nona bertemu dengan mami Erika, nona tidak perlu canggung seperti itu, karena sebentar lagi nona akan menjadi bagian keluarga ini." Ucap Rey lagi, ia berusaha membela Aira. Sementara Erika dan Bella sangat jengkel dengan perkataan Rey. Bella sangat iri dengan Aira. Karena sikap Arga dan Rey yang selalu membela Aira.


Rey kau memang pintar. (Batin Arga.)


Ia tersenyum melihat Rey, Sebenarnya Arga dari tadi juga sudah panas hati, mendengar perkataan Erika terhadap Aira, tapi ia berusaha tetap sabar. ia tidak ingin ada keributan di meja makan ini.


"Saya mau ketoilet dulu."Ucap Aira. Ia bingung dengan ucapan Rey. mungkin dengan mencuci muka ia bisa mengerti. pikirnya.


Ada apa dengan mereka berdua. Hahaha kenal kalian selalu kompak saat membuat ku bingubg seperti ini(Batin Aira.)


"Ayo ai, aku antar." Ucap Arga. Ia berdiri mempersilahkan Aira.

__ADS_1


Hahahaha ada apa dengan nya. (Batin Aira.)


Sungguh Aira ingin tertawa denagn ulah Arga yang sangat lebar ini. Ia pun hanya mengaguk mengiyakan Arga. Kerna ia juga tidak mungkin pergi sendiri. Dengan keadaan rumah Arga yang sebesar ini. Bahakan di setiap sudut ada saja pelayan.


"Tuan, kenapa mereka selalu tunduk saat tuan melewati mereka?" Ucap Aira penasaran.


"Karena aku tidak suka. Jika ada wanita lain yang memandang ku lama.Hanya calon istriku saja yang boleh memandang dan menikmati wajah tampan ku ini."Ucap Arga Narsis.


Haaa sampai segitunya, Dasar kepedan, memang apa yang mau kau lakukan kakau mereka memandangmu lama? apa kau akan memotong kepala mereka, sampai mereka jadi patuh seperti ini hahahha (Batin Aira.)


Tak lama mereka pun sampai di toilet, Aira terpukau melihat toilet yang begitu besar dan juga mewah.


Bahkan toilet ini lebih bagus dari pada rumah ku. (Batin Aira.)


Aira pun hanya mencuci wajahnya, ia hanyan ingin menjernikan pikirannya, dan memghilangkan rasa gugup nya. Setelah itu ia kembali keluar.


"Kau sering kan menonton drakor." Ucap Arga, ia langsung mendekap Aira, saat melihat Aira keluar dari toilet.


"I.. iya tuan." Jawab Aira gugup.


"Panggil aku sayang! Kau pasti tau sikap yang harus dilakukan sepasang kekasih. Aku ingin kau seperti itu!"Ucap Arga serius.


"Ta.. tapi saya malu tuan. Saya juga takut dengan Mami tuan. Saya merasa tidak pantas berada disini." Ucap Aira sedikit sendu.


Arga langsung mengecup bibir Aira. Ia tau Aira pasti sedih karena dari tadi Erika menyinggungnya.


"Ada aku, kau tak perlu mendengar omongan mereka. Kau hanya perlu bersikap lah manis di depan mereka." Ucap Arga, setelah itu ia mengandeng tangan Aira kembali menuju ke meja makan.


.


.


.


Yuhuuu makasih buat orang orang baik yang sudah mau mampir 🤗🤗🤗


Makasih dukungannya.. 😀😀😀

__ADS_1


Love banyak banyak buat kalian semua ❤❤❤❤❤❤❤❤😘


__ADS_2