Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 64


__ADS_3

"Kamu gak sarapan." Ucap Erika saatp melihat Arga.


"Gak mi, Arga sarapan dikamar sama Aira." Ucap Arga sambil berjalan melewati Erika dan Bella.


"Lihat kan tan, makin jadi jadi aja tuh si Aira." Ucap Bella.


"Ya kamu benar tante juga sudah muak sebenarnya." Jawab Erika.


"Tante sudah kasi tau Arga agar Aira jangan hamil dulu, tante kan bisa lihat sendiri Aira itu gimana. Nanti yang ada anak nya terlantar dan Arga semakin gak keurus." Ucap Bella.


"Belum, tante gak punya kesempatan ngobrol sama dia. Lagian tante gak sudi punga cucuk dari dia." Ucap Bella ketus.


Tiba tiba Arga turun dan ikut sarapan bersama mereka. Dengan wajah sedikit masam, karena Aira menyuruh nya keluar, Aira hanya ingin berdua saja makan bersama Intan. Karena tak ingin berdebat akhirnya Arga ikuti saja kemauwan Aira.


"Lah kok turun lagi." Ucap Erika.


"Gak papa mi." Jawab Arga singkat. Ia tidak mau memberi tahu bahwa Aira sudah mengusir nya.


"Hem gitu bagus deh, mami juga mau ngobrol sama kamu." Ucap Erika, ia menjadi senang karena Aira tidak ikut makan bersama mereka.


"Ngomong apa mi?" Ucap Arga.


"Gini ya ga, Aira itu masih sangat mudah, mami lihat juga ia tidak bisa mengurus kamu. Sebaiknya kamu suruh Aira ikut kb dulu atau suruh dia minum pil kb. Mami gak mau kalian punya anak terus Aira tidak bisa mengurus anak kalian. Mami takut anak kalian terlantar dan kamu semakin tidak terurus." Ucap Erika panjang lebar.


"Betul tu ga, Aira masih sangat mudah. Lebih baik dia kb saja dulu ini demi kebaikan kalian." Timbal Bella.


Arga mengela nafas kasar, sungguh ia tidak suka dengan usulan yang Erika berikan. Tapi ia tetap berusaha tenang menjawab Erika, karena Aira marah padanya kalau Arga beruara tinggi dengan maminha. Arga takut jika Aira mendengar nya.


Andai mami tau betapa baik dan lembut hati Aira. Kenapa mami sangat membenci Aira. Bahkan Aira tidak pernah membalas perkataan mami (Batin Arga.)


"Mi, Aira bukan tidak bisa mengurus Arga. Selama ini Aira sudah mengurus Arga dengan baik. Arga yang melanrang Aira untuk melakukan pekerjaan bahkan Arga juga melarangnya untuk menyiapkan makanan untuk Arga. Dirumah ini sudah banyam pelayan. Dan Aira tidak perlu melakukannya. Untuk masalah anak Arga tidak bisa ikut saran mami, Arga sangat ingin sekali punya anak dengan cepat. Arga ingin hubungan Arga dan aira semakin erat." Ucap Arga panjang lebar. Ia berusaha tenang dengan perkataannya.


Bella memanas mendengar jawaban dari Arga. Sunggub bukan itu yang dia inginkan.

__ADS_1


"Dan untuk kamu Bel. Kamu gak perlu ikut campur urusan keluarga ku. Kamu bukan siapa siap disini, apa orang tua mu tidak mencarj mu, apa kau tidak perduli sama orang tua, bukannya mereka swdang terpuruk, kenapa tidak kau urus saja keluarga mu." Ucap Arga. Ia muak melihat Bella berada dirumahnya. Karena Arga tau Bella punya niat jahat dia dan Aira.


Bella langsung memasang muka masam. Ia sangat malu mendengar perkataan Arga, yang secara tidak langsungenghina dirinya.


"Arga cukup! Mami mambalas tentang Aira kenapa kamu malah membahas Bella. Kamu taukan keluarga Bella sedang ada masalah, kenapa kamu buat dia sedih seperti ini!" Ucap Erika marah, ia merasa tidak enak dengan Bella.


"Gak papa ko tan, Arga benar, tapi kamu harus tau ga, bukan aku gak perduli sama orang tua ku, mereka pergi dan aku tidak tau kemana. Berkali kali aku mencoba menghubungi mereka tapi tidak bisa." Ucap Bella sedih. Bella berbohong padahal ia tau keberadaan orang tuannya. Tapi ia menutupinya.


Arga hanya tersenyum sinis sungguh ia merasa semua ucapan Bella itu bohong.


"Kamu yang sabar ya sayang, nanti kita akan cari keberadaan mama kamu, tente akan membantunya melunasi hutang nya." Ucap Erika. Ia berusaha menenagkan Bella.


"Makasih ya tan." Ucap Bella.


Yes, akhirnya tente Erika mau membantu ku. (Batin Bella.)


Bella sangat senang, karena sebenar nya ia juga menginginkan Erika membantu mamanya. Agar tak perlu sembunyi seperti ini.


Arga langsung berdiri meninggal kan Erika dan Bella. Ia heran kenapa Erika begitu menyukai Bella.


"Astaga kenapa dia mengunci pintunya." Gumam Arga kesal. Ia mengetuk ngetuk pintu itu agar Aira mau membukanya.


"Non apa sebaiknya kita buka saja pintu ini." Ucap Intan, ia takut jika Arga marah. Dan dia yang kena imbasnya.


"Gak usah tunggu sebentar lagi hahaha." Ucap Aira. Enta kenapa dia merasa sangat lucu. Mengunci Arga.


"Tapi nona saya takut tuan Arga marah." Ucap Intan panik


"Ya sudah sekarang kamu boleh membuka pintu itu." Ucap Aira ,meski ia belum merasa puas mengerjai Arga. Tapi ia tidak tega melahat ketakutan di wajah Intan.


"Kau boleh keluar sekarang." Ucap Arga datar, saat melihat intan membukakannya pintu, ia tau ini pasti ulah Aira.


Arga kembali mengunci pintu itu. Ia jalan menuju Aira dengan tatapan datar.

__ADS_1


Aira tersenyum senag melihat Arga kesal.


"Kau sengaja mengunci ku. Aku akan memberikanmu hukuman karena sudah berani mengerjai ku." Ucap Arga tersenyum lebar. Sekarang ini ia berada sangat dekat dengan Aira.


Dengan cepat Arga langsung mencium bibir Aira. Aira membalasnya sehingga ciuman itu menjadi ciuman panas yang sangat bergairah.


Arga ingin melakukan hal yang lebih tapi Aira mencegahya. "Nanti malam saja ya yang, aku ngantuk mau tidur."Ucap Aira.


"Ngantuk?" Ucap Arga heran. Karena ini masih pagi, dan Aira baru saja bangun dan sarapan.


Aira hanya mengangguk kemudian ia berjalan ke kasur nya.


"Ai, apa kau sakit." Ucap Arga, karena ia merasa Aira lebih suka tidur dan jarang keluar kamar.


"Gak, aku hanya mengantuk saja. Oh ya yang besok aku ingin jalan berdua dengan intan saja." Ucap Aira.


"Kenapa gak hari ini saja. Mumpung aku libur, kita bisa jalan berdua." Ucap Arga.


"Gak mau, aku maunya besok berdua dengan intan." Ucap Aira tegas.


"Hem baik lah. Ana yang akan menjaga kalian." Ucap Arga. Anna Ditugaskan menjaga Aira saat diluar rumah, Anna yang akan menjaga Aira, Arga sangat percaya dengan Anna, karena Anna sangat jago dalam bela diri.


"Gak mau! aku hanya ingin berdua dengan Intan!" Ucap Aira tegas.


"Aku tidak akan mengijinkanmu kalau Anna tidak ikut." Ucap Arga tegas.


"Baik lah." Ucap Aira. Ia terpaksa setuju, dari pada Arga tidak mengijinkannya.


"Sayang sini, aku mau tidur sambil dipeluk." Ucap Aira manja.


Dengan senang hati Arga datang menuturi kemauan Aira.


.

__ADS_1


Bersambung😁


__ADS_2