
Aira berada di mobil bersama dengan Arga dan Rey. Seperi biasa mereka akan ke kantor bersama. Tapi kali ini Aira merasa ada yang aneh. Rey dan Arga tidak membalas sapaan Aira, entah kenapa kedua pria itu melihat kan sikap dingin dan acuhnya, bahkan Arga melihat sedikit ke arah jendela mobi.
Kenapa dengan mereka berdua? apa mereka bertengkar? hahaha kira kira kalau mereka kelahi siapa yang akan menang ya.
Aira tidak tahu padahal kedua pria ini marah karena melihat nya jalan bersama Fadli.
Mereka pun sampai dikantor, Rey menganantar Arga dan Aira keruangan Arga, setelah itu Rey pamit untuk ke ruangannya.
Aira langsung duduk menuju sofa, begitu juga dengan Arga ia duduk di kursi kebesarannya. Perasaan Arga tidak tenang, memikirkan Aira dan Fadli, apalagi melihat ke serasian mereka berdua. Arga ingin menegaskan kalau Aira adalah miliknya. Tapi ia bingung bagaimana caranya. Ia pun mondar mandir di depan mejanya.
"Tuan Ada yang bisa saya bantu?" Ucap Aira sopan, Ia melihat Arga seperti orang yang kebingungan. Ia berdiri dekat dengan Arga.
"Ya ada, mulai sekarang kau tidak boleh dekat pria mana pun! kau mengerti!" Ucap Arga sedikit tegas dengan sorot mata tajam
Astaga apa lagi ini, kenapa perintah yang ia berikan semua tidak ada jelasnya. Apa dia marah melihatku semalam bersama Fadli, tapi kenapa? akhhhhh
"Hey kau mengerti!" Ucap Arga lagi.
"Iya tuan, tapi kenapa?"
"Apa dia spesial bagimu? kau seperti tidak mau jauh darinya." Ucap Arga sambil memberikan senyum sinisnya.
"Iya tuan." Jawab Aira jujur. Fadli memang spesial bagi Aira, karena Fadli satu satunya teman pria Aira, Fadli juga selama ini selalu baik dengan Aira.
"Kau pilih aku atau teman pria mu semalam."
Astaga jelas saja aku pilih Fadli, mana mungkin aku memilih mu pria jahat! tapi kenapa harus pilih memilih?
"Anda tuan." Ucap Aira pelan. Tidak mungkin ia mengatakan Fadli, Aira takut akan kena amukan Arga, meski hati dan pikirannya tidak sama, tapi gimana lagi, Ia harus menyebabkan pria di depannya ini.
"Bagus, mulai sekarang kau milikku, dan tidak boleh dekat pria lain." Ucap Arga tegas.
Milikku? aahhhh maksudnya apa milikku.
"Saya tidak mengerti tuan, maksud tuan apa?"
Gadis bodoh seperti ini mana mengerti, Rey harus membantu ku.
Arga merasa kesal dengan dirinya sendiri, karena ia tidak bisa mengatakan perasaannya di depan Aira. Arga pun meninggalkan ruangannya tanpa menjawab pertanyaan Aira. Ia langsung menuju ruangan Rey yang ada di sebelah ruangannya.
Arga langsung membuka pintu itu sedikit keras, membuat pemilik ruangan kaget. Arga langsung menuju sofa yang ada diruangan Rey.
"Rey kau harus membuat gadis bodoh itu mengerti!" Ucap Arga dengan wajah kesal.
Rey pun langsung berdiri ia menuju sofa, dan sekarang ia berhadapan duduk dengan Arga.
"Maksud anda tuan?"
"Dia milikku, mulai sekarang dia milikku!"
"Baik Tuan. Tapi sebaiknya Tuan bersikap lebih lembut kepada nona Aira."
"Haaa memang apa yang aku lakukan, bahkan selama ini aku memperlakukannya sebaik mungkin. Apa dia pernah mengadu?"
"Tidak tuan, tapi sebaiknya Tuan memperlakukan nona Aira seperti nona Bella waktu dulu." Rey mengingat Bella yang sangat di perlakukan lembut kepada Arga, bahkan Arga tidak pernah berteriak di depan Bella, Arga selalu menjaga perasaan Bella. Tapi Rey merasa senang saat Bella meninggal kan Arga, Rey tau sifat buruk Bella, tapi dia enggan menceritakannya karna Bella sangat spesial bagi Arga.
"Jangan sebut nama itu lagi." Ucap Arga dingin, Ia langsung bangkit meninggalkan ruangan Rey.
__ADS_1
Arga selalu merasa marah jika ada yang menyebut nama Bella, karena Bella membuat luka yang teramat dalam di hatinya.
Rey merasa bersalah, Ia berkata seperti itu tidak bermaksud untuk membuat Arga mengingat Bella, Rey hanya ingin Agar Arga bersikap lebih lembut kepada Aira.
***
Tepat jam setengah dua belas siang Rey masuk keruangan Arga dengan membawa dua orang pelayan restoran yanag membawa paperbag makanan di tangan kanan dan kiri mereka.
Arga menatap Rey bingung karena dia tidak menyuruh Rey untuk membawa pelayan restoran keuangannya.
" Siang tuan." Ucap Rey, Ia berjalan menuju ruangan khusus Arga. Di ikuti kedua pelayan itu, Pelayan itu hanya mengangguk hormat kepada Arga.
"Selamat siang nona Aira." Sapa Rey saat melewati Aira. Ia membuka ruangan khusus Arga dan menyuruh pelayan itu masuk untuk.
Rey memerintahkan dua pelayan ini menata makan di atas meja yang Rey tunjukan.
"Lakukan dengan baik, beri kesan romantis."
Ucap Rey kepada dua pelayan itu.
"Baik Tuan." Ucap pelayan itu, mereka langsung mengerjakan tugasnya. Rey memperhatikan mereka sampai selesai.
Semua tertata sangat rapi, Rey memberi tips yang banyak kepada dua pelayan itu, Rey sangat puas dengan hasil kerjanya.
Rey membawa kedua pelayan itu keluar dari ruang khusus Arga.
Arga langsung menyapa Rey saat Rey sudah keluar dari ruangan Arga.
"Rey...
"Lakukan dengan baik Tuan. Saya permisi" Ucap Rey, ia memotong perkataan Arga.
Arga langsung mengecek keruangan khususnya. Ia melihat makanan yang tertata rapi di sana bahkan ada dua mangkuk ice cream berbentuk hati.
Arga tersenyum melihat meja itu, Rey selalu tau cara menyenangkan hatinya. Arga melihat jam di tangannya, sekarang sudah tepat pukul 12 siang.
"Masuk." Ucap Arga dari depan pintu ruangan khususnya. Ia masih saja bersikap dingin.
"Iya tuan." Aira langsung mengikuti perintah Arga. Ia merasa sedikit lega, ekspresi Arga sedikit berubah, tidak seperti tadi, saat Arga masuk setelah dari ruangan Rey, Arga menujukkan wajah marah dan kesal, makanya Aira tidak berani menatapnya.
Arga menggeser kursi untuk Aira.
"Duduk." Ucap Arga datar.
Mengikuti perintah Arga.
Apa lagi ni, kenapa harus makan disini, apa lagi perintah aneh yang akan dia berikan.
Bukannya senang Aira malah merasa cemas dengan apa yang dia lihat, Ia takut Arga akan memerintahkannya yang aneh aneh.
Melihat ekspresi Aira yang biasa bahkan tampak cemas Arga merasa kesal.
"Hey kau! capat makan. Apa kau hanya mau melihat makanan ini!"
"Iya tuan." Aira langsung makan steak ayam dengan saus dipinggir steak berbentuk hati.
"Tuan, kemana sekertaris Rey, apa dia tidak ikut makan bersama kita."
__ADS_1
Arga membuang nafasnya kasar,
"Kenapa kau mengkhawatirkan Rey." Arga tambah kesal.
"Sedikit tuan, karena biasanya Rey makan bersama kita."
"Sedikit katamu. Saat bersamaku kau tidak boleh memikirkan pria mana pun kecuali aku. Kau mengerti!" Bahkan Arga cemburu karena Aira bertanya tentang Rey.
"Kau milikku!" Ucap Arga lagi.
Apa maksudnya? astaga kenapa aku bisa bertemu dengan orang yang seperti ini. jangan jangan milikku sama dengan pacarku hahahaha tapi tidak mungkin mana mungkin tuan Arga mau sama orang seperti aku. Tapi pacar feby mengatakan seperti itu, Ia mengatakan kalau feby miliknya. Ahhhh pusing.
Tanpa sadar Aira melihat kepalanya yang tidak sakit, Ia hanya bingung dengan ucapan Arga.
"Kau sakit?" Ucap Arga, Ia khawatir melihat Aira seperti orang yang sedang pusing.
"Tidak tuan. Saya hanya bingung, apa maksud tuan milikku itu sama dengan pacarku." Ucap Aira, Ia langsung menutup mulutnya, karena sadar dengan ucapannya barusan.
Astaga mulut gue kenapa jadi tidak terkontrol seperti ini. Bodoh bodoh bodoh haaa kau mau aku lamkban ya
Arga tersenyum mendengar perkataan Aira dan tindakan yang menggemaskan, Aira tampak lucu saat sedang panik.
"Bagus kau mengerti, aku senang kau bisa pintar seperti ini."
"Jadi mulai sekarang tuan Pacar saya." Ucap Aira gugup.
"Iya, jadi kau tidak boleh lagi dekat pria manapun kecuali aku." Arga dengan yakinnya mengatakan seperti itu, Ia yakin tidak ada wanita yang mampu menolaknya. Termasuk Aira
Aira menggelengkan kepalanya ia tidak mau menjalin hubungan dengan pria manapun, ia tidak mau merasakan sakit hati seperti yang dulu ibunya nya rasakan.
"Apa maksudmu? kau menolakku." Ucap Arga, tatapannya menjadi ganas. Baru kali ini ada orang yang menolaknya.
"Saya tidak mau pacaran tuan." Aira menunduk ia takut melihat tatapan Arga.
Arga membuang nafasnya kasar. Ia tidak menyangka bahwa Aira akan menolaknya. Ia teringat ucapan Rey yang mengatakan Arga harus bersikap lembut kepada Aira.
"Ini perintah." Ucap Arga, sedikit pelan namun tegas,mungkin dengan mengatakan itu, Aira akan mau, Arga tidak mau kalau sampai Aira dekat dengan orang lain, apalagi sampai menjalin kasih dengan pria lain. Bisa stres Arga memikirkannya.
"Tapi saya tidak mau pacaran tuan, saya ingin langsung menikah." Ucap Aira. Ia sengaja berkata seperti itu, agar Arga tidak memberi perintah yang aneh aneh. Tidak mungkin kan Arga mau menikahi gadis seperti dia.
"Bagus kalau kau mau langsung menikah, Dua bulan lagi aku akan datang melamar mu. Tapi mulai sekarang kau tidak boleh dekat dengan pria manapun." Ucap Arga serius, sekali lagi Arga memberi peringatan Agar Aira tidak menjalin hubungan dengan pria manapun walaupun itu hanya teman.
Aira menjadi panik, niat hati agar Arga membatalkan perintah anehnya yang diberikan. Arga malah setuju dengan ucapan Aira.
Apa dia serius, Astaga mati gue mana mungkin gue menikah sama pria jahat seperti ini. Tuhan tolong.
"Tuan saya bercanda, saya akan mengikuti perintah tuan untuk menjadi pacar tuan. Saya merasa sangat beruntung mendapatkan Perintah seperti ini." Aira mulai gugup, bahkan kakinya terasa lemas. Mengingat Arga akan melamarnya dua bulan lagi.
"Tapi saya tidak bercanda, tidak ada yang bercanda dalam hidup saya. Mulai sekarang kau milikku, jadi kau harus menjaga dirimu, aku tidak suka jika milikku samapi di ganggu apa lagi di sentuh orang lain. Kau mengerti." Ucap Arga serius, Ia memberi tekanan dalam setiap katanya.
Aira merinding mendengar ucapan Arga, Sungguh ia takut membayangkan hidup bersama dengan pria sepeti ini.
"Habiskan makananmu." Ucap Arga, Ia langsung pergi dari ruangan itu.
Astaga apa ini, aku tidak mau, kenapa hidupku selalu mendapatkan paksaan seperti ini, aku tidak mau. Apalagi hidup bersama pria jahat itu, aku tidak mau.
..
__ADS_1
....