Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 60


__ADS_3

Sampai di kampung ibu hesti kaget karena rumah nya sudah tidak ada.


"Loh.. loh. kemana rumah kita, apa kita kena gusur?" Ucap bu siti panik. Karena ia juga tidak menemukan rumahnya.


"Aduh ada apa ini. Kenapa tidak ada yang memberti tahu kita bahwa ada pegusuran." Ucap ibu Hesti. ia juga menjadi panik, dan bingung harus tinggal di mana.


"Apa kita salah jalan. Tapi ini sudah benar kok. Itu rumah bu murni masih ada." Ucap ibu siti lagi.


Sementara Bima hanya tersenyum, ia sudah tau kalau rumah mereka sudah di bedah Arga menjadi rumah cantik yang modern. Bima juga sudah mendesain sendiri kamar pribadinya.


"Bima kok kamu senyum senyum sih. Kamu gak lihat apa, runah kita sudah gak ada!" Ucap bu Hesti marah.


Tiba tiba saja Mita keluar dari salah satu rumah itu. Ia tersenyum senang sambil berlari kecil menuju ibu Siti, hesti dan Bima.


Mita baru pulang dari kota sebelah, karena ia habis mengunjungi makam ibu dan Ayahnya dan ia juga menginap di tempat keluarga ibu nya. Mita juga sempat kaget. Ia menelpon Bima. Dan Bima pun memberi tahu kalau rumah mereka sudah di bedah.


"Loh, kok kamu keluar dari situ mit?" Ucap ibu siti heran.


Tak lama kemudiam para tetangga pun bermunculan memberi selamat kepada ibu Hesti, ibu siti, dan Bima.


"Ini ada apa?" Ucap Hesti heran.


"Gini bu, rumah kita sudah di bedah sama tuan Arga..


Belum sempat Bima meneruskan ucapannya, Hesti sudah jatuh pingasan. Untung saja dengan cepat Bima menahan ibu Hesti.


Bima langsung membawa ibu Hesti masuk kerumah, ia panik melihat ibu nya pingsan.


"Maaf ya semua nya, untuk saat ini bu Hesti belum bisa di temui. Mita minta maaf ya." Ucap Mita ia langsung membubarkan perkumpulan para tetangga yang ingin memberi selamat kepada mereka. Ada yang menerima ucapan Mita ada juga yang mengatai mereka sombong.


Setelah itu Mita langsung bergegas masuk, ia menutup pintu itu. Takut ada yang nekad membuat keramaian.


Ibu Siti terus terus memberi ibu hesti minyak kayu putih. Ditangan, di telapak kaki dan di dahi ibu hesti.


"Hesti.. Hesti... Sadar hes.." Ucap Ibu Siti.


Bima pun langsung menelpon Aira, ia ingin memberi tahu kepada Aira.


Tut...


Tut...

__ADS_1


"Ya Bim? sudah sampai?" Ucap Aira.


"Iya kak, i.. ibu pingsan ka." Ucap Bima panik.


"Kok bisa Bim.. Cepat bawa kerumah sakit!" Jawab Aira panik.


"I.. iya kak, Mita sudah nelpon taksi online kok. Sebentar lagi mungkin sampai." Jawab Bima.


"Kok ibu bisa pingsan Bim? Sudah kamu kasih kan minyak kayu putih kah bim?" Ucap aira ia sangat panik.


"I.. iya sudah. Ibu sudah siuman kak." Ucap Bima Ia melihat ibu Hesti sudah mulai membuka matanya.


"Ibu gak papa? apa kita harus kerumah sakit?" Ucap Bima khawatir.


"Ibu gak papa, gak perlu kerumah sakit." Ucap Hesti melemah. Ibu siti pun segera memberikan Air hanagt untuk Hesti.


"Minum dulu ti." Ucap Ibu siti.


"Kak sudah dulu ya. Bima mau pijat kepala ibu."Ucap Bima.


"Tunggu dulu. Kamu belum jawab kenapa bisa ibu pingsan." Ucap Aira.


"Kak Aira tanya saja sendiri sama kak Arga." Ucap Bima, ia langsung mematikkan panggilan itu.


"Sayang! apa yang kamu lakukan dengan ibu ku!" Ucap Aira marah. Ia menatap Arga marah. Mereka berdua sedang berada di apartemen, sedang asik menonton drama korea romantis yang belum sempat Aira nonton. Arga terpaksa menuruti kemauan Aira untuk menonton. Meski ia tidak suka.


Arga menatap nya bingung. "Aku tidak melakukan apapun." Ucap Arga dengan heran.


"Ibu pingsan! dan kata Bima tanya sama kamu." Ucap Aira dengan mata yang sudah berkaca kaca. Ia berpikir Arga telah membuat ibu nya sakit hati di belakang nya.


"Ai, kenapa sedih, aku tidak melakukan apapun, aku hanya...


Arga sengaja tidak meneruskan ucapannya, ia ingin mengerjai Aira


"Hanya apa!" Ucap Aira marah.


"Hahahha jangan marah ai, aku hanya membeda rumah ibu, itu saja, aku tidak ingin ibu tinggal di rumah yang kecil sperti itu." Ucap Arga tersenyum lebar.


Aira pun langsung memeluk Arga erat, ia menangis, karena sikap Arga yang begitu perduli dengannya dan ibunya.


Arga pun tidak mau menyia nyiakan momen ini. Ia langsung mengangakat tubuh Aira kepangkuannya. Ia mengangakat dagu Aira, dan mencium Aira dengan lembut, Aira membalas ciuman itu, ia sudah semakin lihai karena Arga sering melakukannya. Lama kelamaan ciuman itu menjadi ciuman panas dan penuh gaira. Arga pun mengakat tubuh Aira kedalam kamar. Ia terus mencubu Aira sampai masuk kedalam kamar. Sampai nya di kamar Arga langsung membuka baju Aira dan membuangnya kesembarang arah. Begitu juga dengan Aira. Ia membantu Arga melepaskan pakaiannya. Stelah itu mereka saling melepas hasrat yang sudah mengebu gebu.

__ADS_1


"Makasih sayang." Ucap Arga. Ia selalu berterima kasih saat selesai melepaskan hasratnya kepada Aira. Aira selalu berhasil membuat nya puas. Dan membuat nya semakin candu.


Aira pun hanya memeluk Arga dengan erat, ia tidak mampu berkata kata dengan semua kebaikan yang Arga berikan.


Mereka pun tertidur lelap, sedikit merasa lelah karena aktivitas panas yang mereka lakukan. Arga melakukan nya beberapa kali. Membuat keduanya sedikit lelah.


Tepat di pukul delapan malam Aira terbangun. Ia pun segera memakai bajunya kembali. Karena ia sudah tidak punya baju di apartemenya. Sampai rumah baru ia akan membserihkan diri.


"Sayang bangun." Ucap Aira lembut, sambil mengoyang pelan lengan Arga.


Arga sudah bangun tapi ia berpura pura tetap tidur


"Sayang , sudah malm ayo pulanng."Ucap Aira lembut. Mamnbuat hati Arga bergetar mendengar nya.


Arga pun memajukkan bibirnya ia memberi isyarat agar Aira menciumnya.


Aira pun tersenyum melihat tingkah manja Arga. Ia langsung mengecup bibir Arga. Dengan cepat Arga langsung bangun dan duduk.


"Nih pakai." Ucap Aira sambil memberi Arga baju yang tadi Arga kenakkan.


"Gak Ai. Aku mau mandi dulu." Ucap Arga. Ia sedikit geli jika harus memakai baju itu lagi. Karena itu baju yang ia kenakan dari tadi pagi. Dan sudah terlanjur lepas dari badannya.


"Disini gak ada baju ganti sayang, kita pulang saja dulu nanti dirumah baru mandi." Ucap Aira.


"Nanti aku akan suruh Rey membawakan baju untuk kita berdua." Ucap Arga santai.


"Gak, pakai ini aja sayang, kasian Rey jika datang hanya untuk mengantar baju saja." Ucap Aira.


"Kenapa kau begitu perduli dengan Rey, Kau tau aku mamberi gaji yang besar kepadanya. Lagian dia tidak pernah merasa keberatan." Ucap Arga sedikit ketus.


"Sayang jangan marah gitu dong. Aku cuma tidak mau membuat Rey repot." Ucap Aira.


Arga langsung membuang mukanya. Ia marah jika Aira perhatian dengan Rey.


Aira pun meghelakan nafas nya, tiba tiba saja iya mendapat ide gila. Aira memeluk tubuh Arga. "Ayo pulang nanti kita mandi bersama." Ucap Aira pelan, tepat di telinga Arga.


Arga pun teraenyum lebar. Ia memakai bajunya krmbali. "Baik lah. Karena kau sudah merayu ku. Aku akan turuti semua keinginan mu." Ucap Arga. Setelah itu mereka pun langsung keluar dari apartemn itu.


.


.

__ADS_1


.


Yuhuuuuuuuu makasih semua yang sudah mampir😘😘😘❤❤❤❤


__ADS_2