Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 79


__ADS_3

Erika pulang sore bersama dengan Bella. Erika langsung menemui Aira, ia merasa tidak enak sudah meninggalkan Aira terlalu lama, sampai Aira pulang sendiri.


Erika membuka pintu kamar, ia melihat Aira yang sedang bermain hp, mungkin lagi chatan sama temannya.


"Eh mami." Ucap Aira ia langsung duduk saat melihat Erika membuka pintu kamarnya.


"Maaf ya ra, tadi mami habis temanin Bella kamu gak marah kan?" Ucap Erika, ia ingin memastikan.


"Gak mi, gak papa kok." Ucap Aira tersenyum. Meski ia memang sedikit kecew. Tapi ia sadar ia tidak berhak marah.


"Hem baguslah, kamu sudah kabarin ibu kamu dengan acara tujuh bulan kamu?" Ucap Erika.


"Iya sudah mi, ibu datang hari sabtu nanti."


"Hoo bagus lah, teman teman kamu sudah kamu kabari? Suruh saja datang nanti biar mami yang tanggung biaya transportasi, sekalian hotelnya, kalau perlu nginap sini aja biar kamu ada temannya." Ucap Erika, karena selama ini ia juga tidak pernah melihat Aira kemana mana selain bersama Arga. Mungkin Aira butuh teman. Pikit Erika.


"Yang betul mi, ngak papa nginap disini!" Aira begitu semangat.


"Iya, mami serius. Kamu boleh ajak teman kamu nginap disini." Jawab Erika yakin.


"Makasih ya mi." Ucap Aira, ia begitu senang. sudah lama ia menginginkan temannya datang kerumah ini. Cuma ia takut Erika marah.


"Hemm ya. Ya sudah. Ini sudah sore sebaiknya kamu mandi, nanti keburu malam." Ucap Erika.


"Iya mi,sekali lagi makasih ya mi." Ucap Aira.


"Hemm iya." Ucap Erika, Erika langsung keluar dari kamar Aira.


Aira langsung menghubungi Fita yang memang lagi ada di jakarta, Sebenarnya sudah lama dia mau ketemu Fita, cuma Arga tidak memgjinkannya kalau keluar rumah. Sementara Aira juha tidak mau ketemubkalau cuma sebentat. Karena Arga pernah maubmengantar Aira ketemu Fita disaat jam Istirahatnya ngantor. Tapi Aira menolak, Mau suruh Fita kerumah takut Erika marah. Tapi kali ini ia senang karena Erika menyuruh temannya untuk datang dan nginap disini.


Bella yang mendengar semua pembicaraan Erika dan Aira, ia sangat kesal, apa lagi melihat perubahan Erika yang tiba tiba.


Bella langsung menjauh saat Erika mau keluar kamar. Erika langsung balik kekamarnya. Begitu juga dengan Bella ia langsung masuk kekamarnya untuk membersihkan diri.


Tak lama kemudian Arga datang ia membawa donat yang sering Aira makan, sebelum pulang Arga singgah ke toko roti. Ia mengingat Aira yang senang sekali dengan donat yang ada di toko roti ini.


Arga langsung masuk kekamar nya. Ia memaruh donat itu di meja yang ada dikamarnya. Ia tidak meliahat Aira ada dikamar, tapi sebelum ia keluar mencari Aira ia mengecek toilet. ternyata Aira sedang berendam.

__ADS_1


"Astaga yanga kau buat aku kaget saja." Ucap Aira, karena Arga membuka pintu itu dengan keras.


Arga langsung tersenyum senang melihat pemandangan indah di depannya. Lelahnya langsung hilang saat berhadapan sama Aira.


Arga lamgsung datang menghampiri Aira. Ia langsung mencium bibir Aira lama. Arga langsung melepaskan jas dan kemeja kantornya.


"Yang ini kecil mana cukup untuk berdua." Ucap Aira. Ia tau apa yang Arga mau lakukan di bak ini. Bak mandi dikamar ini tidak seluas yang berada di kamar asli mereka.


"Tapi ai, aku sudah gak tahan." Ucap Arga, ia begitu ingin melakukannya, apa lagi habis berciuman panas bersama Aira.


Aira pun langsung berdiri dan menggunakam kiminonya. Ia membatalkan acara rendamannya. Ia mengajak Arga kekasur, untuk memenuhi keinginan Arga. Aira selalu ingin memuaskan Arga. Karena ia tidak mau jika Arga sampai mencari kepuasan di wanita lain.


"Kau makin seksi ai." Puji Arga sambil mejelma tubuh Aira.


Semakin hari bukannya bosan Arga malah semakin cinta sama Aira.


"Makasih ya ai." Ucap Arga, selesai ia melakukannya.


"Iya yang, ayo mandi." Ucap Aira, mereka pun mandi bersama.


"Yang aku mau makan donat." Ucap Aira.


Arga lamgsung beridiri mengambil donat fan memberikannya kepada Aira.


"Haa? kapan sayang beli donatnya?" Ucap Aira heran.


"Tadi pas pulang, aku singgah ketoko roti." Ucap Arga tersenyum.


"Makasih ya sayang." Ucap Aira senag ia memeluk manja Arga.


"Iya." Ucap Arga tersenyum bangga.


Aira pun memakan donat sambil bercerita.


"Oh ya yang, besok Fita akan menginap disini!" Ucap Aira senag.


"Iya, gak papa." Ucap Arga. Ia tidak keberatan jika ada teman Aira yang mauenginap disini. Ia hanya akan merasa keberatan jika Aira keluar tanpa ada dia disamping Aira.

__ADS_1


"Yang kayak nya Devan dan Fita pacaran. Tapi Fita kok gak mau cerita ya. Apa dia malu, padahal kan Devan ganteng." Ucap Aira tersenyum.


Arga langsung kesal mendengar Aira memuji pria lain dihadapannya. Ia pun tidak merespon omongan Aira.


"Aku sering lihat Devan membuat status wa tentang Fita, ia sering sekali mengugah foto Fita. Tapi kok Fita gak pernah ya?" Ucap Aira lagi.


"Kau menyimpan nonor Devn." Ucap Arga dingin.


"Iya yang." Ucap Aira masih santai, ia gak tau kalau sekarang Arga lagi kesal dan marah dengannya.


"Hapus! aku sudah bilang jangan pernah menyinpan nomor pria lain selain aku, adikmu, rey, dan om mu!" Bentak Arga. Ia sangat kesal ternyata Aira diam diam menyimpan nomor Devan.


"Aku tidak bermaksud apa apa. Nomor Devan kan sangat penting. Aku hanya ingin mengecek kandunganku secara rutin. Makanya aku menyimpan nomor Devan." Ucap Aira dengan wajah yang menhan sedih. Karena setelah sekian lama baru kali ini Arga membentaknya lagi.


"Hapus!" Ucap Arga. Ia tetap tidak mau kalau Aira menyimpan nomor Devan. Arga cukup mengenal Devan. Yamg pandai sekali merayu wanita, dan gonta ganti pacar.


Aira langsung menghapus nomor Devan dari hp nya. Selain sedih karena Arga membentaknya, ia juga ssekarang sudah tidak bisa lagi melihat kedekatan Fita dan Devan. Padahal Aira sangat penasaran tentang hubungan Devan dan Fita.


Aira langsung berdiri. "Sudah." Ucap Aira jutek. Ia melewati Arga dan menuju ke arah kasur.


"Ai." Ucap Arga. Arga merasa bersalah karena tadi membentak Aira.


"Apa! aku ngantuk." Ucap Aira jutek. Ia langsubg baring kekasur dan menutup semua tubuhnya sama selimut.


"Ai. maafkan aku." Ucap Arga ia menghampiri Aira.


"Jangan gangu! aku mau tidur!" Ucap Aira jutek.


Arga pun mengikuti kemauan Aira. Ia langsung pergi keruang kerjanya. Ia takut terpancing emosi, karena ia memang tidak suka jika Aira jutek dengan nya.


.


.


.


Bersabung.😀

__ADS_1


__ADS_2