Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 108


__ADS_3

Arga berguling guling di atas kasur nya. Sungguh untuk memejamkan matanya saja dia tidak bisa. Bahkan melihat makanan yang telah tertata rapi di atas meja tidak membuatnya bernafsu untuk makan.


Arga kembali menelpon Anna untuk membawakan ia bir.


"Mungkin dengan minum sedikit bisa membuat ku tenang." Gumam Arga.


Anna berpikir keras kenapa Arga bisa berdiam diri di apartemen dan sekarang malah memintanya untuk membawa kan bir. Karena sebelumnya Anna tidak pernah melihat Arga minum bir.


"Apa tuan Arga bertengkar dengan nona Aira? tuan Arga tidak boleh minum. Nanti masalahnya akan semakin rumit. Sebaik nya aku menelpon Rey untuk meminta saran." Gumam Anna.


Anna menelpon Rey ia menceritakan semua yang terjadi dengan Arga dengan apa yang dia lihat. Rey pun melarang Anna untuk tidak mengantar kan minuman itu.


"Biar aku yang urus. Kau tidak perlu mengantarkan nya." Ucap Rey sebelum sambungan itu putus.


Rey segera menelpon bi Ijah untuk memastikan keadaan Aira. Bi Ijah pun menceritakan yang terjadi tadi pagi di rumah nya. Tapi masih merahasiakan kehamilan Aira.


"Oke bi. Makasih informasih nya. Sekarang bi Ijah katakan pada Aira, bahwa Arga pergi karena ada hal yang penting. Dan sebentar lagi akan kembali." Ucap Rey.


"Iya tuan." Jawab bi Ijah.


Setelah itu Rey menelpon nomor telepon apartemen Arga. Ia sudah tau kalau Arga tidak membawa hpnya. Info dari Anna tadi.


"Tuan anda dimana! " Ucap Rey dengan nada sol panik.


"Ada apa! aoa terjadi sesutu dengan acara pernikahanmu?" Ucap Arga sedikit khawatir.


"Tidak tuan, ini tentang non Aira...


"Ya, ada apa dengan nya. Apa kau bersamanya!" Ucap Arga sedikit panik.


"Saya tidak tau. Tapi nona Aira tadi menelpon saya menanyakan tentang tuan. Apa tuan akan segera pulang. seperti nya nona Aira mencari Tuan. Apa tuan dan nona Aira bertengkar, saya melihat kepanikkan dari non Aira." Ucap Rey berbohong.


"Haa apa benar seperti itu, aku tau dia memang tidak bisa jauh dari ku." Ucap Arga.


"Sebaiknya tuan pulang, sebelum non Aira semakin sedih." Ucap Rey lagi.

__ADS_1


Arga langsung saja mematika panggilan itu. Ia merasa senang karena Aira mencari nya.


"Maaf tuam kali ini saya harus berbohong. Semoga saja bi Ijah bisa meyakinkan Aira." Batin Rey.


"Benar bi tadi Arga pergi karena ada urusan penting?" Ucap Aira. Ia kurang yakin dengan bi Ijah. Karena pertengkaran tadi di antara mereka Arga pergi setelah Aira mengusirnya secara tidak langsung.


"Iya non. Tuan Rey tadi menelpon saya. Kata nya Tuan Arga titipi pesan tuan meminta maaf atas kejadian tadi pagi. Tuan tidak bisa menghubungi non karena ponselnya ketinggalan." Ucap Bi Ijah serius. Ia berusaha menyakinkan Aira.


"Apa benar seperti itu?" Ucap Aira.


"Iya non. Masa non ngak percaya sama bibi sih." Ucap Bi Ijah pura pura kesal.


"Hehe percaya kok bi, kemana ya Arga bi Kok lama sih pulang nya. Padahalkan hari ini sudah ambil cuti loh bi. Bahkan semua karyawab di kantor juha cuti. Terus apa yang membuat dia sibuk?" Tanya Aira.


"Aduh non. Semua nya memang lagi sibuk. Kan besok sudah acaranya tuan Rey. Sekarang kan tuan Arga ngurus semua nya sendiri. Jadi wajar kan non. Non Aira harus minta maaf sama tuan Arga. Sebagai seorang istri non ngak boleh membantah suami. Apalagi itu untuk kebaikkan non. Kasian non tuan Arga akhir akhir ini saya lihat sering lembur. Apa non ngak kasian? " Uca Bi Ijah panjang lebar. Ia harus bisa menyakin kan Aira.


"Iya, bi Ijah benar, apa. saya keterlaluan bi?" Ucap Aira. Ia mulai menyadari keslahan nya. Apa lagi tadi sampai berkata kasar dengan Arga.


"Sudah.. non Aira ngak perlu sedih. Non hanya perlu minta maaf saja nanti. Kasian tuan Arga mungkin jadi ngak fokus mepikiran sama non." Ucap Bi Ijah.


Aira bergegas mandi karena sudah masuk waktu sore. Sekalian mau menyambut kedatangan Arga.


Aira sudah selesai. Ia menggunakan baju kaos Arga yang tampak kebesaran di badanya. Gerah yang ia rasakan selalu saja berkurang saat menggunakan baju Arga. Tak lupa juga Aira mempoles sesikit wajahnya.


Pintu kamar terbuka, Aira langsung tersenyum senang dan berlari menghampiri Arga.


"Ayaaaang." Ucap Aira cukup nyaring. Ia lansung memeluk Arga dengan kuat.


Tentu saja Arga sangat senang, dengan sikap Aira seperti ini. Ternyata Aira memang tidak bisa jauh dari nya. Pikir Arga.


"Maaf ya yang. Tadi sudah bicara kasar, sayang sudah makan?" Ucap Aira manja sambil mendonga keatas melihat Arga.


"Iya ngak papah, aku cuma ngak mau, pria lain melihat keindahan tubuh mu." Ucap Arga sambil mengusap kepala Aira.


"Sekarang ayo temanin aku makan." Ucap Arga. Arga Langsung merasa lapar, karena dari pagi tidak makan.

__ADS_1


Aira langaung mengandeng tangan Arga membawa Arga ke meja makan.


Bi Ijah tersenyum senang melihat Arga dan Aira sudah baikan. Usahanya tidak sia sia membujuk Aira.


Bi Ijah segera menyiapkan makanan untuk Arga dan juga Aira. Tak lupa juga bi Ijah membawakan cake coklat untuk Aira.


"Wahhh bi Makasih ya." Ucap Aira senang. Melihat cake coklat dengan toping keju dan coklat.


"Iya non. Nanti kalau mau minta buat kan yang lain. Bilang aja ya non." Ucap bi Ijah.


"Iya bi. Oh yah bi, Es krim di kulkas sudh mau habis yah. Nanti isi kan yah bi Rasa coklat, stroberi sama capucino." Ucap Aira lagi.


"Iya non." Jawab Bi Ijah. Setelah itu ia kembali kedapur.


"Yang nanti suruh pak hasan belikan lagi kulkas es krim untuk Bara ya, aku ngak suka kalau es krim bara gabung sama aku punya." Ucap Aira cemberut.


"Emang kenapa ai? " Ucap Arga bingung. Lagi Aira mulai bertingkah aneh.


"Ngak suka aja yang. Kalau bercampur campur." Jawab Aira.


"Ya sudah iya. Nanti di belikan." Ucap Arga. Ia kembali melanjut kan makannya.


"Bara mana ai? Mami sama Ibu juga mana?" Tanya Arga. Ia melihat keadaan rumah yabg sepi.


"Jalan katanya mau lihat lihat persiapan pernikahan Rey." Ucap Aira.


"Ya sudah. Kita susul yu." Ucap Arga, Ia sudah selesai makan. Dan juga ingin melihat persiapan peenikahan Rey.


"Ngak mau yang. Aku capek kan sudah ada ibu, sama mami. Besok acaranya pasti ramai banget. Aku mau simpan energi untuk besok." Ucap Aira. Dengan gaya sedikit manja dan senyum nya.


Arga menarik nafasnya dalam dan membuangnya perlahan. " Ya sudah. Kalau gitu kamu istirahat, biar aku yang pergi." Ucap Arga.


"Ngak boleh. Nanti aku dirumah sama siapa. Sayang pasti capek juga kan. Sini biar aku pijitin." Ucap Aira. Ia menarik tangan Arga menuju kamar. Arga pun hanya menurut saja. Dari pada bertengkar lagi.


Bersambung......

__ADS_1


.


__ADS_2