Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 26


__ADS_3

Mereka sudah sampai Di restoran mewah langganan Arga, makan siang saja bisa menghabis kan dua juta rupiah hanya untuk tiga orang saja. Wajah Aira masih tampak kesal, Ia terus saja menekuk bibirnya.


"Selamat siang tuan." Ucap pelayan itu menyapa Arga dengan gaya seksualnya, bahkan ia dengan lancang nya membelai tangan Arga.


"Apa yang kau lakukan." Ucap Arga dingin, melirik dengan tatapan ganasnya.


Arga menghempaskan tangan wanita itu kuat, Ia tidak suka di sentuh sembarang wanita.


"Maaf tuan, maaf.' Ucap pelayan seksi itu ketakutan, ya ini memang hari pertama ia kerja. Dia tidak menyangka kalau Arga akan memarahinya seperti ini. Padahal dia sudah sangat yakin dengan penampilan seksi nya.


Kebetulan manajer restoran melewati ruang privat yang mereka tepati, pintu itu tidak terlalu tertutup rapat manager itu langsung masuk untuk memastikan, ternyata dugaannya benar diruangan ini terjadi keributan yang disebabkan oleh karyawan barunya.


"Maaf tuan atas kesalahan karyawan saya." Manajer itu ketakutan, melihat tatapan Arga dan Rey yang ganas.


Aira masih diam memperhatikan Arga dan Rey, mereka seperti orang yang mempunyai satu raga dua tubuh. Karena sikap Rey yang selalu saja ikut marah jika ada yang membuat Arga tidak nyaman.


"Singkirkan wanita ini, dari hadapan tuan Arga." Ucap Rey dingin dengan aura yang mematikan.


"Ba.. baik Tuan sekali lagi saya minta maaf." Ucap manager itu gugup.


"Kau pergi, jangan kembali lagi ke restoran ini." Ucap manager itu, didepan mereka. Memebuat karyawan seksi itu memohon dan meminta maaf.


"Maaf pak. Saya minta maaf, tolong jangan pecat saya." karyawan seksi itu memohon dan hampir menangis.


Aira tidak tega melihat wanita itu memohon dan di pojokkan seperti ini. Bagi Aira ini hanya hal spele kenapa harus menjadi besar seperti ini. mungkin saja wanita itu memang tidak sengaja menyentuh tangan Arga. Arga saja yang terlalu bersikap berlebuhan dan lebay menurut Aira.


"Tuan saya minta maaf tuan saya tidak sengaja." Ucap karyawan seksi itu, Ia tidak mau kehilangan pekerjaan ini, Ia berbohong padahal jelas jelas tadi ia membelai lembut tangan Arga.


"Keluar kau, dasar perempuan murahan!" Ucap Arga ia marah, karena wanita ini tidak berkata jujur.


"Tuan apa yang anda katakan! ini hanya masalah sepele kenapa harus dibesar besarkan." Ucap Aira marah, Ia kesal dengan Arga yang menghina perempuan ini. Karena wanita ini sudah meminta maaf, tapi Arga enggan memaafkannya.


Manager dan karyawan itu langsung menatap Aira, mereka kaget melihat Aira yang berani membentak Arga.


Arga menatap Aira dengan rasa kecewa, karena Aira lebih membelah pelayan ini di banding dia, Arga kecewa karna Aira tidak cemburu sama sekali, tiba tiba Arga teringat Bella yang selalu marah jika ada wanita lain yang menatap dirinya, sementara Aira tidak, malah membela pelayan yang berbohong ini.


"Pak jangan pecat mba ini, gantikan saja dengan pelayan yang lain untuk melayani kami." Ucap Aira lagi, tanpa memperdulikan perasaan Arga.


"Baik nona, saya minta maaf atas kejadian ini. Permisi." Ucap manager itu, Ia juga takut jika berlama lama disini. Apalagi melihat Arga yang terdiam seperti menahan amarah.


"Makasih nona makasih, atas kebaikan nona." Ucap pelayan seksi itu.


Manager itu langsung menarik tangan pelayan itu agar segera keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Rey memilih untuk diam, melihat ketegangan dua orang di sebelahnya ini. Ya mereka duduk di meja bundar Rey berada di tengah tengah Arga dan Aira.


Tidak butuh lama pelayan lain datang.


"Selamat siang tuan dan nona." Ucap pelayan itu dengan sopan. Ia sedikit gugup melihat ketiga orang ini saling diam


"Ada yang bisa saya bantu nona?" Ucap pelayan itu kepada Aira, karena ia melihat dari ketiga orang ini, sepertinya hanya Aira yang bisa di ajak bicara.


"Eh iya." Aira langsung mengambil list menu itu. dan memesan makanan untuknya. Pelayan itu mendengar dan menulisnya. Rey juga sudah memesan makanan, tinggal Arga yang belum memesan, selera makannya hilang, bahkan ia malas berbicara atau melihat Aira.


"Tuan mau pesan apa?" Ucap Aira pelan.


Arga diam dia tidak menjawab pertanyaan Aira.


"Tuan ingin makan apa?" Ucap Aira lagi. Ia mulai merasa tidak enak, Ia merasa bersalah.


Apa dia marah karena aku membela pelayan tadi, kenapa harus ngambek seperti ini.


"Tuan..


"Aku kenyang kau makan saja." Ucap Arga memotong ucapan Aira. Bahkan Arga bernniat tidak mau lagi datang kerestoran ini.


"Mba steak nya kasi dua yah, Sama coffe lattenya. lemineralnya juga 1." Ucap Aira ia memesan double yang Rey pesan.


Pelayan itu mengangguk mengerti, Ia pun permisi keluar dari ruangan itu.


Tidak lama kemudian dua pelayan laki laki datang membawa pesanan mereka. Dua pelayan itu menaruh dengan hari hati dan rapi, setelah itu mereka pamit keluar dengan sopan.


Aira langsung memakan makanannya, Ia selalu berselera melihat masakan restoran ini. Rey juga mulai memakan karena ia memang merasa lapar. Sementara Arga ia tidak memperdulikan makanan yang ada di hadapannya.


Rey member kode kepada Aira agar memaksa makan. Rey khawatir karena Arga jarang sekali sarapan pagi.


"Tuan sebaiknya Tuan makan." Ucap Aira pelan.


Arga neliriknya sebentar lalu kembali melihat hp nya.


Rey memberi kode lagi agar Aira mendekati Arga dan meyuapai Arga.


Aira melotot melihat Rey, Aira takut kalau tindakannya salah dan semakin membuat Arga marah, selain itu Aira juga malu jika harus menyuapi Arga. Ia tidak terbiasa seperti itu dengan seorang pria.


Tapi Rey meyakinkannya. Dan terus memberi kode kepada Aira. Dengan berat hati Aira memindahkan kursi dan makanannya Agar lebih dekat dengan Arga.


Arga diam tak bergeming meski Arga juga merasa sedikit deg deg kan.

__ADS_1


Aira menggeser sedkit steak yang ada didepan Arga, Agar dekat dengannya. Aira potong steak itu dan memberikannya kepada Arga.


"Tuan makan ya." Ucap Aira lemah lembut.


Arga senang tapi dia enggan tersenyum, Arga langsung menerima usapan itu. Meski dengan wajah daftarnya.


Semudah itu tuan di bujuk. Seharusnya nona Aira sadar tuan Arga mencintainya. (Batin Rey,)


Rey memperhatikan Aira yang menyuapi Arga. Aira terus menyuapi Arga dengan sabar.


Arga melihat kepiring Aira yang masih banyak makanannya Arga langsung mengambil pisau dan garpu yang ada di tangan Aira.


"Habis kan makananmu. Jangan perdulikan aku." Ucap Arga, Ia langsung memotong steak itu sendiri dan memakannya.


Rey ingin tertawa mendengar ucapan Arga. Karena yang Aira lakukan adalah perintahnya bukan keinginan Aira sendiri yang mau menyuapi Arga.


Huuuuh siapa juga yang perduli, gue si bodo amat kalau lu gak makan, gue cuma merasa gak enak aja.


Aira kesal karena Arga selalu bersikap kasar dengannya. Padahal dia sudah berbaik hati menyikapinya.


Mereka bertiga langsung kembali ke kantor saat sudah selesai mengisi pergi mereka. Hening di dalam mobil tidak ada yang berbicara.


Sampailah mereka ke kantor Arga dan Aira turun dari mobil, Rey tidak mengantarkan mereka berdua keruangan, Rey langsung pergi tancap gas, Ia sengaja menghindar dari dua orang ini, memberi ruang agar mereka saling mengenal.


Sudah mau dua jam lebih Arga tidak melihat ke arah Aira. Aira merasa ada yang kurang biasanya Arga selalu menggagunya, saat ia bermain hp, Arga selalu kepo isi hp Aira. Tapi saat ini ia tidak melihat ke arah Aira sama sekali. Bahkan ia sibuk dengan ponselnya. Entah apa yang dia lakukan di ponselnya karena biasanya Arga jarang sekali bermain ponsel. Sekarang Aira yang mulai penasaran dengan ponsel Arga.


Apa yang dia lakukan di hp nya, apa dia lagi chatingan sama perempuan lain. Tumben sekali dia, biasanya fokus dengan laptopn nya, dan sekarang ia fokus dengan hp nya. Ada apa di hpnya. Walau pun aku ini pacar atas perintah mu tapi tatap saja kau tidak boleh punya pacar lain.


Ingin sekali Aira mengambil hp dari tangan Arga, tapi dia tidak mungkin bisa melakukan itu,


"Tuan." Ucap Aira ia memberanikan diri menegur Arga.


"Ya."


"Tuan tidak kerja?"


"Kau tidak lihat aku sekarang dimana?"


"Tapi tuan bermain hp."


"Aku sedang chatingan."


Chatingan sama siapa dia chatingan, apa dia selingkuh, astaga aku benci pria yang berselingkuh, seharusnya dia putuskan aku dulu, baru dia boleh punya wanita lain, meski hubungan ini aneh, tapi tetap saja aku ini pacarnya. Ohhh no bahkan dia sudah mengambil ciuman pertamaku. Apa dia berniat mencampakkan aku.

__ADS_1


Seketika Aira sedih, biar bagaimana pun ia sudah terbiasa dengan Arga. Aira juga kagum dengan sikap Arga yang tidak mata keranjang.


.


__ADS_2