Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 83


__ADS_3

Setiap jam istirahat devan selalu mengunjungi Fita, Fita bekerja di di supermarket yang lumayan besar. Kebetulan pemilik supermarket itu kenalan Devan.


Devan datang membawakan bekal untuk Fita. Temam kerja Fita selalu heboh setiap Devan datang menghampiri Fita.


Bagaimama tidak Devan yang mempunyai kulit putih dan mempunyai wajah ganteng, datang mwnghampiri seorang karyawan kantor. Apalagi mereka semua tau kalu Devan seorang doktrer.


"Fit.. Fit.. pacar lo datang." Teriak salah satu teman Fita. Ia tampak heboh dan berlari mencari Fita. Fita yang mendengar suara teriakkan temannya itu, Fita langsung menghentikan aktifitasnya yang sedang menyusun snak di rak.


Devan juga ikut mencari keberadaan Fita. Ia menyusul teman Fita dari belakang.


"Fit, pacar lu datang." Ucap cici teman Fita yang cukup akrab disini.


"Iya Ci. Lu ini bringsik."Ucap Fita.


"Makasih ya." Ucap Devan ramah kepada cici.


"Iya sama sama." Ucap Cici. Setelah itu ia pergi, karena tidak mau mengganggu dua sejoli itu.


"Fit kita ijin yuk. Kamu kan mau nginap tempat Aira. Sekalian saja ijin cuti, tiga hari sampai acara selesai." Ucap Devan santai.


"Emang boleh kak? gak enak ah sama pak Marcel." Ucap Fita.


"Udah tenang saja marcel pasti ijinin kamu kok." Ucap Devan santai. Ia langsung membawa Fita keruang Marcel.


Devan dan Fita baru jadian dua bulan yang lalu. Devan sangat menyukai perempuan yang seperti Fita, ia mandiri dan selalu tampil apa adanya. Semenjak pertemuan pertama dengpan Fita di acara pernikahan Aira, Devan langsung jatuh hati kepada Fita.


Devan terus mendekati Fita, makanya ia membantu mencari pekerjaan untuk Fita di kota ini. Biar ia lebih mudah mendapatkan hati Fita. Perjuangannya pun tidak sia sia. Devan yang playboy sangat mudah sekali mendekap perempuan agar mau sama dia.


Tapi semenjak kenal dengan Fita ia berjanji akan setia dengan satu wanita saja yaitu Fita.


Devan dan Fita langsung masuk keruangan Marcel.


"Ma.. maf pak, tadi lupa ketuk pintu." Ucap Fita gugup. Ia merasa tidak enak masuk langsung keruangan bosnya.


"Iya gak papa. Bukan salah kamu." Ucap Marcel santai.

__ADS_1


"Bisakan pacar gue cuti selama satu minggu." Ucap Devan santai. Sambil duduk di sofa yang ada di ruangan Marcel.


Fita langsung melotot melihat Devan.Karena tadi Devan bilang hanha tiga hari, sekarang malah bilang tujuh hari. Walaupun senang tapi tetap saja Fita merasa tidak enak.


"Ya. Terserah lu, lagian kalau gue ngak ijinin lu juga tetap ngeyel." Jawab Marcel.


"Hehe makasih ya lu emang teman terbaik gue." Jawab Devan santai juga.


"Kalau gitu gue cabut dulu ya." Ucap Devan.


"Makasih pak, saya akan secepatnya turun kembali bekerja." Ucap Fita, ia memberi salam hormat kepada Marcel.


"Iya, kamu harus hati hati sama buaya darat itu." Ucap Marcel tersenyum tipis.


"Heh lu siapa yang lu bilang buaya darat!" Ucap Devan kesal.


"Ya lu lah, emang siapa lagi. Gue cuma mau ngingatin karyawan gue. Mereka kan tanggungvjawab gue juga." Jawab Marcel. Yang membuat Devan semakin kesal.


"Ayo fit. kita keluar saja, nanti yang ada kamu malah terhasut sama dia." Ucap Devan kesal. Ia menarik tangan Fita keluar. Marcel pun tersenyum sambil menggelengkan kepala nya melihat kelakuan Devan.


Kebetulan kos Fita tidak jauh dati supermarket tempat ia bekerja. Karena Devan sengaja mencarikan kos yang dekat dengan tempat kerja Fita Bakan tidak jauh kalau berjalan kaki. Jadi kalau tidak bisa menjemput Fita, Fita bisa pulang sendiri.


"Sementara di kantor Arga dan Aira juga sedang makan. Mereka memilih makan di dalam ruangan Arga. Sementara Ana, Aira suruh makan bersama Rey di restoran.


Rey dan Ana awalnya menolak keinginan Aira. Tapi karena Aira memaksa tidak ada pilihan, mereka harus pergi makan berdua direstoran. Bahkan Aira meminta foto mereka berdua makan sebagai buktinya.


Aira ingin sekali Ana dan Rey dekat, bahkan ia berharap Rey jodohnya Ana. Tapi sangat sulit menyatuh kan dua orang yang seperti patung itu.


"Yang habis makan aku pulang ya." Ucap Aira.


"Kenapa?" Ucap Arga heran. Karena kalau memang Aira mau istirahat, disini juga bisa diruang khusus nya.


"Fita katanya mau datang habis makan siang, oh ya yang kayanya Fita dan Devan itu pacaran deh. " Ucap Aira, sambil memakan buahan yang ada, karena dia seudah selesai makan.


"Mungkin." Jawab Arga singkat. Karena sebenarnya ia malas membahas tentang orang. Tapi istrinya malah sering membahas tentang hubungan orang, dan suka menjodoh jodong orang.

__ADS_1


"Haa hebat ya Fita bisa dapat dokter." Ucap Aira tersenyum senang.


"Kau memuji Devan! apa bagusnya dia. Aku bisa segalanya bahkan membuat dia jadi pengangguran aku juga bisa."Ucap Arga kesal.


Haaa ya kau memang hebat. Dan menyebalkan. Apa aku hanya boleh memuji mu saja. Ya kau lah pemilik tahta dunia ini. (Batin Aira.)


Aira sebenarnya kesal. Karena Arga sensitif sekali jika Aira membahas orang apalagi sampai memuji orang. Seakan akan Aira hanya boleh memikirkan Arga dan hanya memuji Arga. Ya tapi iti lah kenyataannya Arga selalu kesal jika Aira memikirkan orang lain selain dirinya.


"Aku tidak memuji Devan sayang. Kau lebih daru segalanya. Devan mah gak ada apa apa nya. Beruntung banget ya, aku dapat suami yang begitu sempurna seperti kamu. "Ucap Aira dengan senyum terbaiknya. Dia harus mengatakan seperti itu. Sebelum Arga kesal dan ngembek sama dia.


"Ya bagus kalau kau sadar. " Ucap Arga.


"Ayo yang kita pulang." Ucap Aira, ia begitu tidak sabar ingin bertemu Fita.


"Tunggu Rey sama Ana." Jawab Arga.


"Ngapain yang, biarkan saja mereka. Kita pulang berdua saja."Ucap Aira tak sabar.


"Ai mobilkan sama Rey." Ucap Arga. Meski kesal ia mencoba sabar


"Kan ada mobil yang Ana bawa tadi." Ucap Aira ngotot.


"Iya kan kuncinya sama Ana." Jawab Arga. Padahal kunci selalu ada si mobil. Tapi ia tidak suka jika duduk kerpisah dengan Aira. Arga lebih suka duduk di di dekat Aira.


"Apa aku suruh mereka kesini sekarang." Ucap Arga.


"Eh nggak nggak, biarkan saja mereka. Jangan di ganggu yang. Semoga saja mereka makin akrab dan bisa saling memahami satu dan yang lain. " Ucap Aira tersenyum.


"Ai... Ai. " Ucap Arga sambil menggelangkan kepalanya melihat kelakuan istrinya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2