Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 90


__ADS_3

Semua pelayan jadi kerakutan melihat kemarahan Arga. Tidak ada yang berani menatapnya semuanya tunduk mematung.


"Intan.. Tolong intan." Ucap Aira gugup.


Intan di biarkan terbaring di pinggir kolam dalam keadaan pingsan. Karena semua takut kena amukam Arga intan jadi terabaiakn.


Rey yang kebetulan baru sampai kerumah Arga langsung dengan cepat berlali kearah kolam setelah salah satu pelayan memberitahu kalau Aira tenggelam.


"Rey, tolong intan. Cepat tolong intan." Ucap Aira panik.


Rey dengan refleks memberi nafas buatan dan memompa dada intan.


Fita yang tidak tau apa apa karena habis ke toilet pun terlihat bingung melihat keadaan menjadi ramai dan tegang.


"Intan. Intan kenapa." Ucap Fita kaget. Karena melihat Rey yang susah payah menyadarkan Intan.


"Ra baju lo basah lo jatuh." Ucap Fita lagi. Ia begitu bingung melihat keadaan ini.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan Fita. Semua panik dan takut.


"Uhuk uhuk." Intan pun mulai tersadar kepalanya sedikit sakit dan pusing. Hidung nya terasa pedis.


"Non Aira apa nona Aira baik baik saja." Ucap Intan dengan suara lemahnya.


Aira langsung melepaskan pelukkan Arga. Ia begitu terharu melihat Intan yang begitu memperdulikannya. Bahkan dengan berani menyebur kekolam padahal dia sendiri tidak bisa berenang.


"Aku baik baik saja. Kamu kanapa sih Intan gak bisa berenang malah mau nyelamatin saya." Ucap Aira dengan mata yang memerah sedih. Ia begitu kesal dengan tindakan Intan.


"Syukurlah kalau non Aira baik baik saja." Ucap Intan tersenyum lemah.


"Rey cepat angakat dia kekamarnya. Dan bawa dia priksa ke dokter." Ucap Arga tegas.


Rey pun mengikuti perintah Arga. Ini adalah yang pertama yang Rey lakukan. Mencium dan menggensong seorang perempuan.


"Dan buat kalian semua, saya harap kejadian ini tidak terulang lagi. Kalian harus lebih memperhatikan istri saya. Atau kalian semua akan saya pecat." Ucap Arga tegas. Dengan sorot mata tajam.


"Panggil Devan kesini." Ucap Arga datar kepada Fita. Arga juga kecewa dengan Fita. Karena setaunya Aira bersama dengan Fita.


***


Aira sudah memgganti baju nya, ia tidak merasakan apa apa selain gugup atas kejadian yang begitu mendadak. Tapi Aira masih bingung karena ia begitu rasa bahwa tadi ada yang mendorongnyan. Tapi ia tidak mau memberitahu kepada Arga. Ia takut Arga akan semakin marah dan berdampak pada orang banyak.

__ADS_1


"Kondisi Aira sangat baik tidak terjadi apa apa begitu juga dengan bayi kalian. Semuanya aman." Ucap Devan saat selesai mengecek keadaan Aira.


"Apa kau yakin. Awas saja kalau kau salah." Ucap Arga masih dengan wajah marah.


"Iya, saya sangat yakin. Kondisi Aira dan bayi kalian sangat baik." Ucap Devan dengan wajah serius.


"Syukur lah. Lagian kamu kenapa si ra bisa jatuh, kan lagi sama Fita. Kok bisa kamu terjadi Fita nya ngak malah Intan yang lemas." Ucap Erika. Ia sempat melihat Aira yang mengobrol dengan Aira.


Devan jadi gugup takut, ia takut Fita disalahkan atas kejadian yang menimpa Aira.


"Fita tadi lagi ketoilet mi. Aira juga ngak tau yadi seperti ada yang dorong Aira." Ucap Aira tidak sengaja ia keceplosan.


"Dorong?" Ucap Arga.


"Eh ngak yang, itu cuma perasaan ku saja." Ucap Aira. Ia jadi gugup.


"Disini ada cctv kan, sebaiknya kita cek saja." Ucap Fita langsung. Ia yakin Aira tidak mungkin jatuh begitu saja.


Devan langsung lega mendengar ucapan Fita, karena kalau seperti itu berarti bukan Fita pelakunya.


Arga langsung pergi keruangan cctv mereka.


"Sayang mau kemana! Aku baik baik saja!" Ucap Aira gugp, ia berusaha mencegah Arga.


Arga tidak menghiraukan Aira. Ia tatap pergi keruangan cctv, ia semkin yakin bahwa ada sesuatu yang Aira sembunyikan.


Devan juga langsung mengikuti Aira. Ia begitu penasaran siapa yang sudah berani melakukan itu sama Aira.


Dengan cepat Arga langsung mengecek kejadian beberapa menit lalu. Betapa kaget nya dia setela melihat Arumi yang dengan sengaja mendorong Aira.


"BIADAB!" Ucap Arga dengan geram.


Devan juga sangay kaget, ia tidak menyangka ternyata Arumi sekejam itu.


Arga langaung keluar ruangan cctv dan langsung menuju kamar Arumi.


Arumi yang sedang asik melihat lihat berita dibhandpone nya langsung di kagetkan dengan suara pintu yang begitu keras.


"Ada apa ini, apa terjadi sesuatu dengan Aira?" Ucap Arumi khawatir. Ia mengira Arga datang bersama Devan kekamarnya ingin memberitahu kalau Aira sedang sakit akibat tenggelam di kolam renang.


Arga dengan wajah marah dan sorot mata tajam tersenyum sinis menatap Arumi.

__ADS_1


"Aira baik baik saja, setelah kau mendorong nya!"Ucap Arga geram.


"Maksud kamu apa Arga. Kamu menuduh tante, mana mungkin tante tega berbuat seperti itu. Ini pasti ulah Aira yang sudah mefitna tante." Arumi memasang wajah sesedih mungkin.


Arga langsung menyeret Arumi keluar dari kamar dengan kuat. Ia tidak lagi bersikap sopan dengan Arumi.


"Arga, apa yang kamu lakukan. Tangan tante sakit Arga." Ucap Arumi dengan suara nyaring.


Arga tidak perduli ia langsung menghempaskan Arumi, sampai Arumi tersungkur dulantai.


"Jagan pernah lagi kau menampakkan wajah mu ini di hadapan ku dan keluarga ku!" Teriak Arga.


Semua orang yang ada dirumah langsung pergi melihat keributan yang terjadi di ruanga tengah.


"Arga! ada apa ini! kenapa kamu bersikap kasar kepada tante Arumi!" Ucap Erika marah.


"Aira!"Teriak Arga. Ia tidak menghiraukan ucapan Erika.


"I..iya." Jawab Aira gugup. Sudah lama sekali dia tidak pernah melihat Arga semarah ini.


"Kemari!" Ucap Arga.


Aira pun mengikuti perintah Arga ia begitu sangat takut melihat Arga yang begitu sangat marah.


"Kau! minta maaf yang betul. Dan akui semua perbuatanmu!" Ucap Arga kepada Arumi.


"Apa yang kamu katakan Arga. Tante tidak mengerti." Elak Arumi.


"Kau lupa dirumah ini ada cctv." Ucap Arga pelan dengan nada mengejek.


Ahhhh bodoh bodoh, kenapa aku seceroboh ini. Sekarang bagaiman Erika pasti akan marah sama akh ahhhh. Apa yang harus aku lakukan. Tungguh saja Aira! aku akan membalasmu! (Batin Arumi)


Wajah Arumi langsung berubah pucat, ia begitu takut dan juga malu.


"Capat!!" Bentak Arga.


Tanpa di duga duga Arumi langaung berlutut di hadapan Aira.


"Aira tante minta maaf ya sudah mendorong kamu. Tante khilaf. Tante minta maaf Aira. Tante menyesal, tolng maafin tante." Ucap Arumi. Ia terpaksa melakukan itu, karena sangat takut dengan balasan yang Arga lakukan.


"Iya tante. Tante ngak perlu berlutu seperti ini. Saya baik bail saja. Aira maaf kan, tapi tantw jangan seperti ini lagi." Ucap Aira dengan gugup. Ia begitu takut Arga akan bertindak kasar dengan Arumi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2