
Setelah Arya dan Aira ke Kantor. Mila langsung menuju kamar Aira, Ia penasaran apa saja yang Arya belikan untuk Aira.
Mila masuk ke kamar Aira, Ia melihat ada Tiga tas di atas meja Aira, dengan harga yang lumayan mahal. Selain itu Mila juga melihat ada 4 Sepatu Yang tersusun rapi di lantai disamping meja Rias kiara. Mila merasa gerah, Selain itu juga mila memeriksa lemari Aira, Ia melihat ada beberapa Setelan set baju, kemeja dan blazer. Ingin rasanya Mila mencabik cabik Aira. Arya membelikan Aira barang brended yang yang harganya termasuk mahal. Sungguh kedatangan Aira dirumahnya membagi perhatian Arya.
Setelah puas mengacak ngacak Aira, Mila keluar, Sebelum ia keluar, Ia melihat ada berkas di atas meja Aira. Ia pun berniat mengantarkan berkas ini dan akan menyalahkan Aira karena tertingginya berkas ini.
"Kenapa ada dikamar Aira? Kenapa Arya tidak membawanya sendiri, Dasar anak ceroboh. Bisa bisa nya ia meninggalkan berkas penting ini, sungguh tidak bisa diandalkan."
Segera mila mengambil berkas itu. Ia Akan ke Kantor memberi berkas ini kepada Arya. Ia akan mencari kesalahan Aira dengan tertingginya berkas ini.
***
Mila sampai Di Kantor. Ia berjalan dengan cepat, Ia ingin segera bertemu dengan suaminya, dan melihat Aira, Ia penasaran, dengan apa yang Aira lakukan dikantor.
Mila masuk dengan gaya angkuh nya, semua karyawan yang melihatnya langsung menunduk memberi hormat, Ia berjalan sangat cepat menuju ruangan suaminya.
Saat berada di depan pintu ruangan Arya. Mila berhenti sejenak ia mengatur nafasnya. Agar terlihat lebih rileks, perlahan Mila membuka pintu, kehadirannya disambut hangat oleh pemilik kantor. Arya.
"Tumben Ma kesini?"
"Ini pah, mama mau antarkan ini. Ini kan sangat penting kok bisa ada di kamar Aira." Mila berjalan sambil menyerahkan berkas itu. Senyum Arya seketika berubah saat melihat berkas itu, Ia kecewa dengan Aira, karena melupakan berkas ini.
Tok tok....
"Masuk."
"Tuan Ada tuan Arga kemari, Apa Tuan sedang ada janji dengannya." Reni sedikit panik. Karena diluar juga ada keramaian karena ada Arga datang ke kantor mereka.
Arga langsung berdiri. Ia juga panik, apa mungkin Arga datang kemari karena berkas itu. Apa Arga akan marah dan membatalkan meminjamkan dana untuknya. Padahal ia sudah menyiapkan berkas berkas sebagai jaminan agar Arga mau meminjamkan dana untuknya.
"Arga? Pemilik Jk group? Datang kesini?"Mila kaget.
"Iya nyonya. Sekarang tuan Arga sedang berada di bawah. Mungkin sekarang sedang menuju kesini."
"Pah, Tuan Arga pasti akan sangat marah karena keteledoran Aira. Ini gimana pah, gimana kalau Tuan Arga akan membatalkan kontraknya." Mila panik, sekaligus ia sengaja memojokkan Aira. Padahal berkas itu bukan tentang kerjasama perusahaan, melainkan peminjaman dana dan km sudah surat jaminan. Untung saja Mila tidak mengecek berkas itu.
"Udah mah, tenang mamah jangan membuat papah tambah pusing."
__ADS_1
Tok.. tok..
Reni segera membukakan pintu itu. Iya kaget melihat Arga berada di depannya.
"Si.. silahkan masuk tuan."
Arga langsung masuk di ikuti Aira dan juga Rey.
Arya langsung mengahampiri mereka ia bersikap sangat sopan dan ramah, meski hatinya sangat was was, Tapi ia berusaha untuk tetap tenang. Arya pun menuntun mereka duduk di sofa.
Arga duduk, yang di ikuti Aira yang tepat berada disampingnya, demikian juga dengan Rey ia duduk di samping kanan Arga.
Sementara Arya dan Reni berada di depan mereka. Mila masih berdiri di dekat meja kerja Arya, ia shok, dengan kedatangan Arga, Ini sangat mustahil, Lama kelamaan Mila sadar bahwa yang ada disampaing Arga itu adalah Aira, Segera ia mendekat dan menarik Aira.
"Aira kamu ngapain duduk disini! ini bukan tempat kamu!" Mila berkata dengan kasarnya.
Sontak membuat Arga dan Rey berdiri, Arga marah, karena Aira diperlakukan kasar seperti itu.
Belum sempat Rey bereaksi Arga sudah terlebih dulu melakukan tindakkan.
"Siapa anda! jaga sikap anda!" Arga menatap nya dingin. Ia melepas cengkeraman Mila ditangan Aira dengan kasar.
Mila semakin shok ia tidak tau kalau Aira bekerja diperusahaan Arga. Ia bingung dengan apa yang sudah terjadi. Kenapa Arga membela Aira. Kenapa Arga membiarkan Aira duduk disampingnya, bukan kah rumor yang beredar Arga tidak suka jika ada gadis yang di dekatnya, Tapi kenapa ia membiarkan Aira duduk disampingnya.
"Jadi ini istri anda. Beri tau dia, jaga sikapnya, jangan pernah sekali kali membentak Aira." Arga masih dengan tatapan dinginnya yang menakutkan. Tapi tak mengurangi ketampanannya ya.
"Iya tuan. Saya minta maaf atas sikap istri saya." Arya berkata dengan sangat sopan. Dan juga gugup. Karena orang di depannya ini sangat berpengaruh besar di negri ini. Arya takut perusahaannya akan kena imbas atas sikap istrinya itu.
Arga masih menatap mereka dengan dingin.
"Ehmm.." Aira mencoba mencairkan suasana, Ia melihat ketakutan di mata om dan tantenya, biar bagaimana pun, Aira tidak suka jika om dan tentenya di perlakukan seperti itu.
Mendengar Aira berdehem seketika Rey panik. Rey takut Aira akan bersikap konyol lagi.
"Tuan, sebaiknya Tuan jangan menatap om dan tante saya seperti itu, ini hal yang biasa, tuan tidak perlu menanggapinya berlebihan." Ucap Aira dengan lembut, Ia pun memberikan senyuman di akhir ucapannya.
Nona apa yang nona lakukan ! tidak bisakah nona diam saja.
__ADS_1
"Nona Aira...
"Sudah lah tuan Rey, ini masalah kecil, Tuan jangan membuat ini semakin rumit." Aira mencegah Rey.
Nona lah yang membuat masalah ini semakin rumit. Astaga kenapa nona Aira sebodoh ini.
Arga marah mendengar pernyataan Aira, Arga yakin Aira pasti sering mendapatkan sikap kasar saat dirumah Arya. Setelah melihat perlakuan Mila terhadap Aira barusan. Arga menatap Aira dingin, Ia kesal kenapa gadis ini sangat bodoh.
"Tuan Arga, maaf jika perkataan saya salah." Aira merasa ngeri, ia juga mulai merasa takut dengan tatapn Arga.
Ni orang kenapa ribet banget yah, yang ditarik tangan gue, kenapa dia yang marah. Masalah kecil aja sampai harus tegang seperti ini.
Tanpa ada basa basi. Arga langsung meminta berkas yang kemarin.
"Berikan aku berkas berkas yang kemarin." Ucap Arga, ia ingin segera pergi dari kantor ini.
Arya kaget karena Arga masih mau membantunya, Bahkan Arga yang meminta nya.
"Hehehe maaf tuan, berkasnya ada dirumah, bukan dikantor ini." Aira berkata tanpa beban.
Arga dan Rey langsung melotot menatap Aira.
Astaga nona Aira, kenapa anda seperti. Tuan Arga bisakah tuan memecat nona Aira sekarang juga.
Rey tidak bisa berkata apa apa, Begitu juga dengan Arga. Mungkin kalau orang lain Arga sudah berteriak memaki.
"Ada.. Berkasnya ada, istri saya sudah membawa nya." Ucap Arya gugup. Sgera ia mengambil berkas yang ada di atas mejanya. Dan memberikannya kepada Arga dengan sopan.
Arga menerimanya, Ia tidak lagi mengecek berkas itu, berkas itu. Ia yakin tidak ada perusahaan yang berani menipunya.
Rey mengambil berkas itu, sebenar nya Arya tidak masalah jika jaminan itu tidak ada. Tapi ia sengaja mengikat perusahan Arya, Agar Aira selalu di dekatnya, sebenarnya jaminan yang Arga butuh kan cuma Aira.
Arga langsung pergi dari ruangan itu, tanpa berpamitan. Rey memberi salam perpisahan. Begitu juga dengan Aira.
"Om Aira pergi dulu ya, semangat kerjanya, Aira minta maaf atas sikap tuan Arga."
Rey memberi Aira tatapan tajam yang mengerikan. Rey merasa sangat marah bagaimana mungkin Aira berkata dengan mudah nya seperti itu. Itu sama saja menjatuh kan harga diri Arga.
__ADS_1
Aira segera berjalan cepat menuju Rey. Sementara Arga sudah keluar dari ruangan itu. Arga marah sangat marah, Tapi entah kenapa ia tidak bisa berkata kasar dengan Aira.