
Rey datang membawa makanan yang Aira pesan. Ia juga membawa seorang wanita bersamanya. Rey memecet bel Apartemen. Karena ia tidak enak jika harus langsubg masuk. Karena ada kekuarga Aira di dalam apartemen ini.
"Kak ada tamu tu. Bima buka ya pintunya."Ucap Bima.
"Eh jangan, biar kakak aja" Ucap Aira, ia langsung berdiri dan melangakah ke arah pintu. Ia merasa bingung karena sebelumnya tidak ada tamu yang datang mengunjunginya. Karena Aira memang tidak punya teman di sini.
"Rey?" Ucap Aira heran. Karena Rey datang dengan seorang wanita.
"Selamat siang nona. Apa saya boleh masuk."Ucap Rey sopan.
"Eh, iya." Ucap Aira.
Aira pun membawa Rey dan wanita itu kesofa.
"Bima, tolong kakak dong. Bawa ini kedapur." Ucap Aira. Bima pun datang dengan segera.
"Wah, ada siapa ni, ganteng dan cantik, teman kamu Ra pada cantik dan ganteng ganteng ya." Ucap ibu siti, dan menghampiri mereka.
"Perkenalan kan, saya ibu siti tetangga nya Aira, tapi kami sudah seperti keluarga, Aira sudah saya anggap sebagai ponakan saya." Ucap bu siti panjang lebar sambil mengulurkan tangannya.
"Saya Rey, asistennya tuan Arga." Ucap Rey sopan, sambil berjabat tangan dengan ibu siti.
"Saya Ana pengawal nya nona Aira." Ucap wanita yang berpakaian serba hitam itu.
"Ha! pengawal ku?" Ucap Aira kaget.
"Duhhh Aira hebat ya sekarang pakai pengawal segala. Kalau gitu ibu siti ambil kan kue dan minum dulu ya. Buat nak Rey dan nak Ana." Ucap bu siti ramah.
Rey dan Ana pun mengangguk bersamaan.
"Rey, aku tidak butuh pengawal." Ucap Aira saat Bu siti kedapur.
"Ini permintaan tuan Arga nona, jika nona Aira mau protes silahkan protes dengan tuan Arga.
An sekarang perkenalkan dirimu dengan nona Aira."Ucap Rey melirik Ana.
Ana pun menganggguk. "Perkenalkan saya Ana, mulai sekarang saya akan menjaga dan menyiapkan semua kebutuhan nona." Ucap Ana sopan.
Duhhh Kenapa tuan Arga makin aneh saja. Lagian siapa sih yang mau ganggu gue, model gue gini pakai di jaga segala. (Batin Aira.)
"Apa kamu akan mengikuti ku sepanjang waktu?"Tanya Aira penasaran.
__ADS_1
"Iya nona. Saya akan menjaga nona melebihi nyawa saya sendiri." Ucap Ana dengan serius.
Hahahaha apa benar seperti itu, apa dia Rey persi wanita hahahha,. kenapa tingkah nya mirip sekali sama Rey. (Batin Aira.)
Aira tersenyum penuh makna dengan Rey.
"Apa kalian berdua sudah lama kenal?" Ucap Aira penasaran. Ia sangat tertarik dengan sosok Ana.
"Tidak nona, saya dan tuan Rey baru tiga hari yang lalu berkenalan." Ucap Ana sopan.
"Oh, apa kau sudah punya kekasih." Ucap Aira penasaran.
"Belum nona." Jawab Ana singkat.
Meski Ana sedikit risih dengan pertanyaan yang Aira berikan, tapi ia herus tetap menjawab dengan jujur dan tidak boleh merasa keberatan dengan apapun yang Aira lakukan. Itu permintaan Arga.
"Bagus! ada harapan untuk Rey." Ucap Aira tanpa beban. Membuat Rey dan Ana melototinya. Aira sangat berharap Rey mempunyai kekasih. Dan Ana sangat cocok untuk Rey. Menurut Aira.
"Kalian berdua tidak usah melototinya ku seperti itu. Tanpa kalian sadari, kalian teenyata mempunyai banyak kemiripan." Ucap Aira sok tau.
"Maaf nona." Ucap Ana sopan. Ia merasa bersalah karena sudah berani melototi Aira.
Ibu siti pun datang membawa minum dan kue dibantu oleh Ibu Hesti.
Rey yang melihat ibu Hesti langsung berdiri menyapa dengan sopan dan diikuti oleh Ana.
"Perkenalkan saya Rey, asistennya tuan Arga." Ucap Rey sopan mengaguk kepada ibu Hesti.
"Saya ana, pengawal nona Aira." Ucap Ana sopan.
"Pengawal Aira!" Ucap ibu Hesti kaget.
"Iya nyonya, saya bertugas menjaga dan menyiapkan kebutuhan nona Aira." Ucap ana Lagi, dengan ekspresi datar.
Anna mempunyai wajah judes tapi terlihat cantik dan manis. Ia juga mempunyai tubuh yang tinggi dan body yang sempurna. Ia terlihat seperti wanita tangguh dengan wajah dan penampilannya yang serba hitam.
"Duh, Kok pakai pengawal segala sih, ada ada saja, Aira sudah seperti ratu saja yang harus pakai pengawal segala." Ucap Hesti panjang lebar.
"Iya, kata tuan Arga nona Aira adalah permata yang sangat langkah. Jadi saya harus menjaga, Bahkan lebih dari nyawa saya sendiri." Ucap Ana dengan wajah yang serius.
"Duh ada ada saja nak Arga itu, ya sudah ni diminum dan dimakan kuenya. Saya Hesti ibunya Aira, gak usah panggil nyonya panggil ibu saja. " Ucap Hesti tersenyum, Hesti merasa sangat senang karena Arga sangat perhatian kepada Aira. Apa lagi mendengar penjelasan Ana. Hesti menjadi tenang jika Arga menikahi Aira. Hesti menjadi yakin kalau Arga akan membahagiakan Aira.
__ADS_1
"Bu siti makan dulu Yuk. Sudah Bima siapkan tu." Ucap Hesti. Ia sengaja membawa Ibu siti makan. Karena ia tidak mau jika ibu siti mengigau Aira dan temannya.
"Iya jeng, ayo. Aira bu siti kedapur dulu ya, nda papakan ibu siti makan duluan." Ucap Ibu siti dengan gaya lebaynya.
Hesti pun menggelang sambil tersenyum karena Ibu siti memanggilnya dengan sebutan jeng. Ibu Hesti merasa lucu dengan sikap ibu Hesti.
"Iya gak apa, Aira sudah makan kok." Ucap Aira tersenyum
"Saya kedalam dulu ya." Ucap ibu Hesti sopan. Dan dijawab dengan agukkan oleh Rey dan Ana.
Rey pun berpamitan setelah meminum dan memakan kue itu sedikit, ia dan Arga akan sangat sibuk memerintahkan orang untuk membuat acara pernikahan ia dan Aira.
"Rey, apa kau akan meninggal kan Ana disini." Ucap Aira. Karena melihat gerak gerik Rey yang akan meninggalkan Ana.
"Iya nona Mulai sekarang Ana akan menemani nona Aira." Ucap Rey.
"Tidak tidak tidak, kau harus membawa ana. Kalian harus lebih sering bersama." Tolak Aira.
"Maaf nona, saya disini untuk menjaga nona. Bukan untuk bersama tuan Rey." Jawab Ana tegas.
Sememtara Rey hanya menghela nafas malas.
"Ah bukan begitu, aku ingin bersama dengan keluarga ku..
"Nona jangan merasa khawatir, saya tidak akan mengganggu nona. Anggap saja saya tidak ada." Jawab ana lagi.
Haaa bagaimana mungkin kau yang tampak jelas, bisa aku anggap tidak ada. (Batin Aira.)
"Maaf nona, saya harus segera pergi, nona istrirahaat lah yang tenang, dan jangan melakukan aktivitas yang melelahkan." Ucap Rey setelah itu ia pergi meninggalkan Aira bersama dengan Ana.
"Apa kau bisa menjaga rahasia?"Ucap Aira, Ia menatap Ana penuh dengan harapan.
"Maaf nona, apapun yang nona lakukan, sekalipun itu hal yang memalukan, kalau tuan Arga bertanya saya akan menjawabnya dengan jujur." Ucap ana dengan gaya formal.
"Haa kau ini pengawal atau hanya ingin memata matai aku. Seharusnya kah lebih mendengarkan ku." Ucap Aira kesal. Ia pun menjnggal kan Ana.
.
.
.
__ADS_1