
Arga dan Aira kembali kemeja dengan bergandengan tangan, dan itu langsung mendapatkan cibiran pedas dari Erika.
"Arga apa gadis mu tidak bisa berbuat apa apa, hingga makan dan ketoilet saja harus menyusah kan mu, mami heran Kenapa kau bisa tertarik dengan gadis manja seperti ini! Lihat Bella dia mandiri dan tidak pernah menyusahkan mu!" Ucap Erika ketus. Sambil mentap Aira dengan tatapan tidak suka.
Aira berusaha melepas genggaman tangan Arga. Tapi Arga malah mempererat gengamannya.
"Mami, bagaimanapun sikap Aira, itu tidak akan jadi masalah." Ucap Arga tegas. Ia pun kembali membawa Aira duduk du meja makan.
"Sudah ya tante, tante makan dulu ya." Ucap Bella lembut.
"Ya sayang, untung kamu ada disini, kalau kamu gak ada, mami tidak akan mungkin mah ikut makan malam di sini." Ucap Erika, Ia terus terus saja membuat Aira merasa tidak nyaman.
Sementara Aira ia sudah mulai gelisah, matanya sudah terlihat butiran air mata yang ia tahan agar tidak terjatuh.
Rey yang melihat Aira diperlakukan seperti itu ingin marah, tapi ia tidak bisa berbuat apa apa, karna ia tidak mungkin melawan Erika.
Begitu juga dengan Arga, ia merasa sangat muak dengan omongan Erika dari tadi. Ia juga kecewa karena Erika blak blakkan mengatakan bahwa makan malam ini tidak ada arti apa apa.
Arga pun berpamitan pergi, ia sudah tidak tahan dengan semua perkataan yang kekuar dari mukut Erika. Ia pun mengandeng tangan Aira. Dan segera membawa Aira kembali keapartrmen.
***
Aira sudah kembali ke apartemen nya, Ia sekarang berada dikamarnya sambil merenung memikirkan nasib nya jika menikah dengan Arga, ia menjadi ragu dengan sikap Erika terhadapnya, apa lagi setelah mengetahui ternyata Bella juga tinggal dirumah Arga. Aira takut jika mereka menikah dan Bella masih tinggal disitu. Lama kelamaan arga akan tergoda dan mencampakkannya. Apa lagi melihat kedekatan Bella dan Erika, mereka saling mendukung dan tampak kompak.
Arga pun menelpon Aira. Ia ingin menanyakan lebih jelas, tentang pernikahannya dengan Arga.
Tut...
Tut..
"Ya ai, kangen ya."Jawab Arga.
"Ai? apa itu singkatan namaku?" Ucap Aira penasaran.
"Gak, ai itu panggilan sayang aku untukmu." Jawab Arga sambil tersenyum.
"Oh gitu."
"Kenapa ai, kangen ya, bukannya kita baru bertemu, apa kau sudah tidak sabar mau menikah denganku." Goda Arga. Sikap dinginnya hilang seketika jika berhadapan dengan Aira.
"Gak tuan saya hanya bingung." Ucap Aira jujur.
__ADS_1
"Panggil aku sayang! aku ini bukan tuan mu, kau itu calon istriku, mulai sekarang panggil aku sayang!" Ucap Arga tegas.
"I..iya, sa.. sayang." Ucap Aira canggung.
"Hem, ada apa ai, kamu kangen aku ai." Ucap Arga. Ia tau kalau Aira menelpon pasti ada sesuatu yang mengagnggu pikirannya.
"Saya bingung, apa mungkin kita menikah sementara tente Erika tidak setuju, saya sadar kalau dia sangat tidak menyukai saya, apa lagi Bella tinggal disana, saya ragu jika suatu saat tuan akan tergoda, saya tidak mau jika pernikahan ini hanya untuk menjadi bahan mainan. Apa tuan bersikap seperti tadi hanya untuk memanas manas kan Bella saja." Ucap Aira panjang lebar. Jujur saja ia merasakan sesikit perih dihatinnya.
"Apa yang kau ucap kan ai, jika kau tidak mau tinggal disana. Aku bisa membelikan rumah baru untuk mu. Sudah tidak ada Bella di hati ku. Apa sikap ku kurang sehingga kau ragu dan selalu berpikir buruk tentang aku." Ucap Arga, ia kecewa karena Aira selalu saja berpikir buruk tentang dia.
"Tuan jika tuan di posisi saya tuan juga pasti akan merasakan hal yang sama. Saya ini menantu yang tidak di inginkan." Ucap Aira. Ia menjadi sedih mengingat kejadian tadi.
"Ai dengar aku, aku sudah memilih mu dan tidak akan pernah meninggalkan mu. Maaf atas sikap mami ku. Kau tidak perlu mendengarkan perkataannya yang menyakiti mu, kita yang akan jalani semuanya. Apa kau nyaman bersama ku ai?" Tanya Arga, ia menjadi ragu, apa selama ini Aira nyaman bersamanya.
"Saya bingung tuan." Ucap Aira lirih.
Meski kecewa dengan jawaban yang Aira berikan, Arga tetap berusaha sabar, ia tidak mau jika harus bertengakar dengan Aira.
"Sekarang tidur ai, tenangkan pikiranmu." Ucap Arga lembut.
"Iya tuan..
"Sayang! panggil aku sayang."
Mereka berdua pun menyudahi panggilan nya. Arga jadi terpikir dengan Aira. Karena Aira yang selalu meragukannya. Ia pun mencoba istirahat dan memejamkan matanya, karena besok subuh ia akan pergi ke kota Aira untuk meminta izin dan membwa ibu Hesti dan Bima ke jakarta.
***
Aira merasa gelisah karena sudah jam sepuluh pagi Arga tidak kunjung menghubungainya padahal biasanya setiap pagi Arga akan memberinya kabar dan meneleponnya sebentar, hanya untuk menyapa dan menyuruh Aira sarapan tapi hari ini tidak.
kemana dia? apa dia sedang berduaan dengan mantan nya itu, ahhhh (Batin Aira.)
Aira kesal dan curiga karena Arga tidak menghubunginya tak lama kemudian pintu apartemennya terbuka, ia melihat Arga berdiri di depan pintunya.
"Tuan dari mana kenapa saya tidak bisa menghubungi tuan? tuan gak kekantor?" Aira langsung menanyakan banyak hal.
"Hem kenpa kau jadi cerewet seperti ini." Ucap Arga ia pun masuk perlahan.
"Tuan, kenapa pintunya tidak di tutup." Ucap Aira.
"Apa kau mau menutup ibu dan adik mu yang diluar." Ucap Arga santai.
__ADS_1
"Ibu! Bima!"Ucap Aira kaget, ia langsung berlari keluar saat melihat ibu dan adiknya di depan pintu.
Aira langsung memeluk erat ibu Hesti. "Kalian kok gak bilang sih mau kesini."Ucap Aira senang.
"Lah kak Aira yang gak bilang, mau nikah minggu depan kasi tanya hari ini."Jawab Bima.
Tiba tiba saja muncul ibu Siti dengan membawa banyak barang bawaan, makanya ia tertinggal di belakang.
"Ibu siti?" Ucap Aira, Aira juga merasa senag karena ibu situi ikut datang bersama ibunya.
Aira juga langsung meghampiri ibu siti.
"Ini untuk kamu." Ucap bu siti membawakan Aira kue jualan buatannya.
"Duh bu Siti kok repot repot sih, banyak banget lagi." Ucap Aira, ia mengambil kue yang ibu siti berikan.
"Gak ada yang repot sayang. Gede bangat Ra tempat tinggal kamu, sekarang kamu enak ya Ra. Sudah jadi orang kaya, dapat laki cakep lagi." Ucap bu siti panjang lebar. sambil memeperthatikan ruang apartemen Aira.
"Bu siti bisa aja. Sudah pada makan belum." Ucap Aira ramah. Ia pun membawa Hesti, Bima dan ibu siti menuju sofa.
"Belum Ra, lapar ni pingin dong rasa makanan orang kaya." Bisik ibu siti ditelinga Aira.
"Hehehhe bu siti ini ada ada aja." Ucap Aira.
"Ai, aku pergi dulu ya, nanti Rey akan mengantarkan makanan untuk kalian." Ucap Arga lembut. Ia juga perpamitan dengan ibu Hesti, Bima dan Ibu Siti.
"Iya, tuan.. Eh iya sayang." Ucap Aira, ia segera meralat kata katanha setelah mendapat lirikan ancaman Arga.
"Kau tidak boleh memasak atau apapun itu. Jika butuh sesuatu hubungi aku, atau kau mau aku siapkan pelayan untukmu disini." Ucap Arga penuh perhatian. Ia tidak mau melihat Aira melakukan aktivitas seperti dirumah Aira.
"Iya sayang. Aku tidak aka. melakukan apapun, aku juga tidak butuh pelayan. Nanti aku akan beritau apa yabg aku butuhkan. " Ucap Aira dengan senyumnya. Bukan cuma Aira saja yang tersenyum tapi mereka semua ikut tersenyum melihat tingkah Arga. Yang begitu sangat memperhatikan Aira.
Arga langsung mengecup dahi Aira. Iya juga menyalami ibu Hesti dan ibu Siti. Tak lupa ia juga tos dengan Bima.
"Jangan sering memeluk kakak mu." Ucap Arga radar denagn Bima. Setelah itu ia langsung keluar dari apartemen itu.
.
.
.
__ADS_1
**Makasih orang orang baik yang sudah mampir dan memberi dukungan.. 🤗🤗🤗🤗
Maksih banyak usaha 🤗🤗🤗🤗**