
Aira memperhatikan Arga yang terlihat sibuk dengan leptopnya. Aira terkadang tidak menyangka kalau Arga ada lah suami nya.
Arga telalu sempurna untuk dirinnya, Arga kaya raya dan sangat tampan. Apa lagi mengingat pertemuan mereka. Aira jadi teringat Riska karena sudah lama tidak bertemu dengan Riska.
Kalau sama om Arya, Aira masih sering komunikasi lewat telpon. Tapi kalau Riska tidak pernah. Karena Aira juga tidak punya nomor telpon Riska. Aira juga teringat dengan bi Ina apa lagi mengingat masakkan bi Ina yang pas dilidahnya itu. Tiba tiba Aira ingin sekali makan dirumah Arya, Aira ingin sekali makan masakkan bi Ina.
"Sayang nanti makan siang nya di rumah om Arya ya." Ucap Aira manja.
Arga langsung kaget karena tiba tiba saja Aira ada disamping nya. Dan mengalungkan tangan nya di leher Arga.
"Ai, kau buat aku kaget, Dirumah om Arya?" Tanya Arga heran.
"Iya, mau ya." Ucap Aira manja.
"Maaf Ai, tapi aku gak mau kau kesana." Ucap Arga, ia khawatir jika Mila dan Riska berbicara yang akan menyakiti hati Aira.
"Sayang, kali ini saja ya." Ucap Aira. Bahkan ia sekarang merayu Arga sambil mencium pipi Arga.
"Gak ai, aku gak mau kalau sampai Tente mu itu dan anaknya menyakiti hati mu." Ucap Arga serius.
"Sayang aku ingin sekali makan masakkan bi ina." Ucap Aira memelas.
"Gak Ai, panggil saja nanti bi Ina kerumah, atau perlu nanti aku akan meminta om Arya untuk meminta bi ijah agar pinda kerumah kita." Ucap Arga, ia tetap tidak setuju.
Aira pun langsung duduk di pangkuan Arga, Ia mengecup ngecup wajah Arga. "Sayang aku cuma pingin makan disana, kali ini aja." Ucap Aira manja.
Arga langsung mencium bibir Aira dalam, sunguh tindakkan Aira membuatnya tidak tahan. Aira membalas ciuman itu. Sehingga ciuman itu menjadi ciuman panas.
Arga langsung membawa Aira keruang khususnya. Sampai diruang khususnya Arga langsung membuka blezer yang Aira gunakan dan gaun mini yang ada di tubuh Aira. Arga kembali ******* bibir Aira, sambil merabah rabah lengukkan tubuh Aira. Arga membaringkan Aira dengan pelan, sungguh Aira sangat seksi dengan perut buncitnya.
"Sayanh ahhhh." Aira mendesah merasakan nikmat yang Arga berikan.
"Apa ai, siapa suruh kau slalu menggodaku." Jawab Arga, ia kembali melakukan aktifitasnya yang menyenagkan.
"Sayang sudah, nanti malam saja, bukannya tadi kau terlihat sibuk dengan leptopmu." Ucap Aira, karena ia takut Rey masuk keruangan mereka.
"Sayang ahhhh." Aira mendesah lagi, bukannya berhenti Arga makin jadi jadi.
"Bentar lagi ai." Ucap Arga dengan nafas yang memburu.
Aira pun membiarkan Arga, karena dia juga merasakan nikmat yang Arga berikan.
akhirnya Arga menyudahi aktifitasnya itu. "Nanti malam lagi ya ai." Ucap Arga lembut, sambil mengecup dahi Aira.
__ADS_1
"Hmmm aku jadi lapar." Ucap Aira. Ia jadi sedikit lelah karena ulah Arga.
"Makan tempat om Arya ya." Ucap Aira manja. Sambil memeluk Arga.
"Iya, tapi sekali ini saja." Ucap Arga.
Mereka pun berdua ke toilet membersih kan diri. Setelah itu mereka kembali menggunakn baju nya kembali.
Arga mengirim pesan ke Rey, dengan Aira yang mau makan siang di rumah Arya.
Rey pun memberitahu Arya, dan meminta mereke menyambut Aira dengan baik.
Arga kembali lagi mengerjakan pekerjaannya yang tadi terhenti karena ulah Aira yang menggodanya. Bisa kacau pekerjaan Arga jika Aira terus terus ikut kekantor. Karena ia begitu candu dengan istrinya itu.
Tak lama kemudian Rey pun datang, mengajak mereka untuk kerumah Arya.
"Tuan, saat nya makan siang." Ucap Rey.
"Ayo yang." Ucap Aira semangat, ia datang menghampiri Arga.
"Iya ai." Jawab Arga tersenyum, sungguh istrinya ini sangat lucu saat menginginkan sesuatu.
Mereka pun kekuar dari kantor dan langsung menuju kerumah Arya.
"Selamat siang, Tuan dan nona." Ucap pelayan itu sopan.
Aira tersenyum ramah dengan pelayan iti, sementara Arga dan rey hanya mengagukkan kepalanya dengan wajah datar mereka.
"Silahkan masuk nona, sudah ditunggu." Ucap Pelayan itu sopan. Ia pun menuntun mereka ke meja makan.
Mila yang melihat Aira langsung datang menghampiri Aira dan mencium kedua pipi kiri dan kanan Aira.
"Duh kamu hamil ra, sudah berapa bulan." Ucap Mila ramah.
"Mau jalan tujuh tan." Ucap Aira sedikit cangung, ia heran kenapa Mila bersikap seperti itu, Itu semua karena Aira sudah menjadi istri orang terkaya di sini.
Begitu juga dengan Riska, Riska memuji Aira yang bertambah cantik.
"Duh ra, lu makin cantik aja. Sumpah gue pangling lihat lo." Ucap Riska, ia mendadak akrab dengan Aira.
"Heheh masa sih, kamu juga makin cantik aja." Ucap Aira tersenyum. Meski masih terasa cangung, tapi dia senang diperlakukan baik seperti ini.
"Selamat siang tuan Arga dan tuan Rey, terimakasih karena sudah mau menyempatkan waktu datang kerumah saya." Ucap Mila sopan.
__ADS_1
"Ya sama sama, ini semua karena Aira yang memintanya." Ucap Arga sedikit tersenyum.
Mila pun mempersilahkan mereka duduk, Banyak sekali makanan yang Mila masak, Ia sampai membantu bi Ijah untuk memasak agar selesai tepat waktu.
"Kamu kerja Ris?" Ucap Aira, karena ia melihat Riska yang berpakaian kantor.
"Iya ra, sekarang aku kerja di perusahaan papa." Ucap Riska, Ia terlihat sedikit sedih mengingat karirnya, karena semenjak kejadian waktu ia viral karena hubungannya dengan Arga, dan dibantah keras oleh Rey, membuat karirnya redup, karena stasiun tv tidak mau lagi menundang Riska atau memebawa Riska kerja sama, mereka menjadi takut kena imbasnya.
"Hoi begitu bagus deh, semangat ya kerjanya." Ucap Aira tersenyum. Ia bisa melihat wajah Riska sedikit menyesal, tapi Aira tidak tau penyebab nya.
"Iya ra, Tante juga senang akhirnya Riska mau membatu papah nya." Ucap Mila
"Oh ya mana om Arya?" Tanya Aira.
" Bentar lagi sampai ra." Ucap Riska.
"Iya, Sudah dari tadi tante kabarin." Jawab Mila juga.
"Hoo gitu. Aira kedapur dulu ya." Ucap Aira tersenyum. Ia mau berdiri tapi langsung di cegah Arga.
"Mau ngapain Ai, kamu gak boleh capek." Ucap Arga, ia mengira Aira ingin membantu pekerjaan di dapur.
"Aku gak ngapa ngapin sayang, aku cuma mau ketemu bi Ina." Ucap Aira tersenyum.
"Ayo aku antar." Jawab Arga, ia tetap takut jika Aira melakukan pekerjaan.
"Hmm baik lah." Ucap Aira. Ia tau tidak mingkin bisa menolak permintaan Arga.
Sementara Mila ia heran tidak menyangka kalau Aira di perlakukan sangat baik oleh Arga. Sedikit iri dihati Mila melihat Aira yang begitu disayang oleh Arga. Karena dulu Riska hampir saja menjadi istri Arga, tapi semua harapan otu sirna. Setelah Mila melihat sendiri Arga menolak Riska. Di depan mereka.
Sementara Riska ia tampak biasa, karena sekarang ia juga sudah mempunyai pacar.
Makanya ia tidak terlalu mengabut Arga. Bahkan sebenar nya Riska malu karena dulu sangat memaksa Arga untuk menjadi miliknya.
Tapi Riska masih menganggumi wajah Arga yang begitu tampan, Bahkan ketampanan nya bertambah.
Hanya sekedar mengagumi, tidak lebih.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung๐๐๐๐