
Sudah satu minggu Bella ikut dengan Arga kekantor dan selama satu minggu juga Aira tidak kekantor. Dengan tidak malu nya Bella selalu mengikuti kemana Arga pergi. Bella mendapatkan dukungan penuh dari Erika, sehingga ia mempunyai banyak keberanian untuk terus mengikuti Arga. Bella tau kalau Arga tidak akan mungkin berani menyakiti hati Erika.
Sampai sekarang Bella belum mendapatkan informasi apapun tentang Aira. Sementara Erika pura pura tidak tahu tentang gadis yang bernama Aira. Ia tidak mau memberitahu kalau mereka pernah bertemu dirumah om Aira. Erika menutupinya karena Erika merasa tidak enak dengan Bella karena sudah pernah mau menjodohkan sepupu Aira yaitu Riska dengan Arga. Erika tidak mau kalau itu sampai diketahui oleh Bella. Walaupun ia suka dengan Riska tapi ia lebih memilih Bella.
Aira merasa jenuh berada di apartemen seorang diri, di tambah lagi Arga yang dari kemarin tidak memberinya kabar.
"Seharusnya aku senang pria jahat itu tidak menghubungi ku. Tapi apa yang dia lakukan? apa dia sedang bersama wanita lain! kenapa dia memberiku libur tanpa sebab." Gumam Aira.
Aira galau ternyata ia memikirkan Arga. Ucapan sama hatinya tidak sama. Biar bagaimana pun ia merindukan Arga.
Akhirnya Aira punya ide untuk menghubungi Arga. Karena stok makanannya sudah mau habis, Aira ingin meminta izin untuk keluar membeli makanan dan keperluannya. Sekalian ia ingin menanyakan kabar Arga.
Tut....
Tut...
"Hmm." Jawab Arga. Ia langsung mengubah panggilan itu menjadi videocall.
Dengan cepat juga Aira menyetujui videocall itu, ia ingin melihat Arga secara langsung.
"Apa kau merindukan ku." Ucap Arga, sengaja ingin menggoda Aira. Ia senang akhirnya Aira mau mennghubunginya duluan.
"Siapa itu?" Ucap Aira, saat melihat Bella yang langsung merangkul bahu Arga. Tapi dengan cepat Arga menepisnya.
Arga langsung menyandarkan hp nya, ia langsung menatap Bella marah.
"Jaga sikap mu!" Ucap Arga marah.
"Bee.. " Ucap Bella dengan wajah sedih yang di buat buat.
Bella langsung pergi menjauh ia langsung kesofa berharap Arga akan menuntutnya.
__ADS_1
Siapa wanita itu, aku tidak pernah melihat wajahnya. ( Batin Bella.)
Bella berusaha mengingat wajah anak kilograt tapi ia tidak pernah melihat Aira. Bella sempat melihat wajah Aira saat Arga menyandarkan Hanya.
Apa dia artis? tapi kenapa aku tidak pernah melihat dia. Siapa dia! apa pekerjaannya? kenapa dia bisa bersama Arga, Dimana Arga mengenalnya? (Batin Bella.)
Bella merasa marah karena Arga tidak menghiraukan nya.
"Tuan lagi apa? Siapa wanita cantik itu. Kenapa dia bisa bersama tuan, apa kalian berdua saja di dalam ruang itu. Apa dia yang menggantikan posisi ku." Ucap Aira panjang lebar. Tanpa sadar ia sedang menunjukkan rasa cemburuhnya.
"Apa kau cemburu? "Ucap Arga dengan senyum indahnya. Ia merasa sangat senang dengan pertanyaan yang Aira berikan. Sebelumnya Aira tidak perna cerewet seperti ini. Bahkan Arga menganggap Bella tidak ada diruangan itu, Arga merasa muak karena sifat Bella yang semakin lama semakin tidak tau batas.
"Saya tidak cemburu, saya hanya penasaran."Ucap Aira malu, ia menyadari ucapannya yang spontan keluar dari mulutnya. Aira langsung mematikan panggilan itu.
"Ahhh kenapa aku jadi kesal. Seharusnya aku biarkan saja dia! Tapi dia tetap tidak boleh seperti itu! Aku ini kan masih pacarnya, walau dia tidak mencintaiku dan selalu menjadikan aku ini bahan mainannya tapi tetap saja. Aku ini pacarnya! dasar pria jahat. Putuskan saja aku kalau kau sudah tidak suka denganku." Gumam Aira kesal. Ia merasa sangat jengkel dengan sikap Arga, yang ia sangka sedang berselingkuh.
Arga kembali menelepon Aira, ini sudah panggilan yang kedua kalinya karena dari tadi Aira hanya membiarkannya.
Hahahahaha apa sekarang dia sedang marah (Batin Arga.)
Arga tersenyum lebar melihat wajah kesal Aira.
"Aku tidak sibuk. Ada apa dengan wajahmu, berani kau ya! mematikan dan mengabaikan panggilanku!"
"Maaf tuan." Ucap Aira singkat. Dengan wajah yang masih tampak kesal. Ingin rasanya Aira mengucak wajah Arga yang seperti sedang memmpermainkannya.
"Apa kau sudah makan?" Ucap Arga. Biar bagaimana pun ia juga tidak mau melihat Aira yang terus terus kesal dapatnya. Arga menyadari kesalahannya.
"Belum. Saya masih kenyang dan lagi stok makanan saya sudah habis. Saya mau minta izin keluar untuk membeli kebutuhan saya." Ucal Aira datar.
"Kau tidak boleh keluar. Aku akan menyuruh Rey mengantarkamu makanan. Pulang kerja aku akan menemani mu belanja." Arga langsung memencet tombol alarm yang hanya terhubung keruangan Rey.
"Tuan serius ingin menemani saya belanja!" Ucap Aira semangat, seketika ia lupa dengan kekesalannya kepada Arga. Ia merasa senang karena akan bertemu dengan Arga.
__ADS_1
"Iya. Kau jangan kemana mana, karena Rey akan mengantar makanan mu. Kau mengerti. " Ucap Arga dengan wajah yang bahagia.
"Siap tuan, saya akan menunggu Rey, makasih daaaa."Ucap Aira senang sambil melambaikan tangannya kepada Arga.
Arga pun membalas lambaian tangan Aira. Ia merasa sangat senang dengan tingkah Aira. Aira selalu membuatnya bahagia dwngan sikap polos dan jujur yang ia tampakkan.
Arga melihat hpnya yang sudah tidak tampak wajah Aira. Karena Aira sudah mematikan panggilan itu setelah Arga membalas lambaian tangannya. Padahal Arga masih mau ingin berbicara kepada Aira. Ia merasa rindu karena sudah satu minggu ia tidak bertemu Aira. Karena Erika dan Bella yang selalu menyibukkan mereka dengan permintaan mereka.
Rey masuk, ia hanya menyapa Arga dan tidak menghiraukan Bella. Ia muak karena Bella selalu membututi mereka. Dan sikap Bella yang selalu ingin menempel terus dengan Arga. Rey khawatir jika Arga terpengaruh dan kembali bersama Bella. Mengingat sikap Aira yang bodor dan cuek sama Arga
"Rey antarkan Aira makanan dan juga minuman. Sekalian kosongkan jadwal nanti siang dan juga besok, karena aku ingin bersamanya." Ucap Arga dengan senang. Ia tersenyum saat mengingat Aira.
"Baik tuan. Saya akan menyiapkan semua kebutuhan nona Aira." Ucap Rey sedikit nyaring ia sengaja ingin mendengarkan Bella.
Bella sangat marah karena Arga mengabaikannya. Belum lagi Rey yang bersikap baik kepada Aira. Sementara Rey tidak pernah bersikap baik kepadanya.
"Siapa wanita itu! aku harus segera bertemu dengannya!" Gumam Bella. Ia mengepalkan kedua tangannya.
Tapi Bella bingung karena ia tidak bisa mendapatkan informasi Aira sama sekali. Tidak ada yang mengenal Aira. Bella juga tidak tau Dimana keberadaannya.
.
.
.
Haaaaaiii semua 👋👋👋
makasih yah yang sudah baca 😘😘😘
makasih juga sudah dukung 😘😘😘
love banyak banyak buat kalian semua ❤❤
__ADS_1