
Hari yang di nanti Arga akhirnya tiba juga. Hari ini adalah hari pernikahan Arga dan Aira. Acara pesta sangat menggelar mewah.
Aira sangat cantik dengan gaun putih lengan panjang yang tertutup, penampilannya sangat Anggun dan Elegan, wajahnya yang tak pernah terpoles make up membuat nya menjadi berubah drastis, Ia sangat cantik bahkan Arga sangat di buat paling dengan Aira. Ia tak berhenti menatap wajah cantik Aira. Vita dan Feby yang hadir juga sangat kaget melihat kecantikan Aira. Bahkan mereka sempat tidak menyangka bahwa itu Aira.
Arga juga begitu, ketampanannya bertingkat ia menjadi semakin tampan dengan kemeja putih dan wajah yang berseri seri bahagia. Semua para undangan memuji kecantikkan dan ketampanan mereka.
Sementara Bella ia duduk di kursi belakang sambil menatap sinis dua insan yang sedang berbahagia itu. Sungguh Bella tidak menyangka bahwa sosok Aira bisa menggantikan dan menggeser posisinya di hati Arga.
"Bella?" Ucap seorang wanita cantik.
Bella pun langsung mentap kesumber suara tersebut. Ia langsung cipika cipiki dengan wanita itu. Wanita itu adalah selena teman dekat Bella.
"Astaga lu, apa kabar." Ucap Bella dengan senyum nya. Karena semenjak balik ke indonesia Bella tidak pernah bertemu dengan temannya itu.
"Gue sih baik, selalu baik. Gue gak nyangka loh. Gue kira elu yang nikah sama Arga, eh tanya gadis lain." Ucap selena, mereka berdua mempunyai sifat yang tak jauh berbeda.
"Itu hanya sementara, gue pastikan pernikahan itu hanya sementara." Ucap Bella serius.
"Gue gak yakin. Gue bisa lihat sendiri betapa bahagia nya Arga." Ucap Selena menyangkal omongam Bella.
"Lu lupa siapa gue." Ucap Bella dengan senyum jahatnya.
"Gue sih gak pernah lupa. Cuma dengan status dan keadaan keluarga lo yang sekarang. Emang lu bisa apa." Ucap selena meremehkan.
"Tente Erika masih suutuhnya milih gue, Tante Erika sudah janji bakal pisahin mereka." Ucap Bella dengan menatap sinis Selena.
"Hem, semoga berhasil." Ucap selena, setelah itu ia langsung pergi meninggal kan Bella.
Selena langsung pergi berkumpul dengan teman dan para anak kolongrat. Sementara Bella ia hanya seorang diri sambil memperhatikan Aira dan Arga dengan marah.
Bella menghindari perkumpulan dengan para tamu, karena ia tidak mau jika mereka bertanya tentang kekuarganya dan hubungannya yang kandas dengan Arga. Bella juga tidak siap jika ada yang mencibir nya. Makanya ia lebih memilih sendiri.
Keluarga Om Arya juga turut hadir, Meskipun Riska sedikit sedih hati, tapi ia mulai sadar karena memang dari awal Arga tidak menginginkannya.
Sementara Mila ia sibuk memperkenalkan diri,dengan para tamu yang ia kenal sebagai tante nya Aira. Walau pun didalam hatinya masih tidak terima karena Aira telah merebut Arga dari Riska. Tapi ia tetap dengan bangga memperkenalkan Aira sebagai ponakannha. Ya semua itu karena Aira telah menikah dengan Arga. Coba tidak mungkin akan diperkenalkan sebagai pembantunya.
***
__ADS_1
Arga dan Aira sangat menikmati acara ini, semua para tamu yang berjabat tangan dengan mereka memuji kecantikkan Aira. Bahkan Arga sering merasa cemburu jika para tamu pria berjabat lama dengan Aira.
"Astaga ini pasti bidadari yang turun dari langit." Ucap Devan. Ia sangat terpukau dengan kecantikkan Aira.
"Hehe dokter Devan bisa aja." Jawab Aira tersenyum, sungguh sebenarnya ia malu karena dari tadi semua orang memujinya.
Arga menatap Devan sinis, Walaupun ia bangga karena semua orang memuji Aira, tapi tetap saja ia tidak suka jika ada yang ganjen dan memuji Aira secara berlebihan.
"Hey kau, cepat nikah sana. Jadi kau tidak sembarang muji istri orang." Ucap Arga sinis.
"Santai bro. Lu gak boleh sinis gitu ama gue, seharusnya lu senang. Ada dokter yang sangat terkenal dan tampan mau datang ke pernikahanmu." Ucap Devan dengan sombongnya.
"Ciiih, ya sebentar lagi gelar doktermu akan segera hilang kalau kau masih berdiri disini." Ucap Arga serius.
"Hehe, gue hanya bercanda bro, napa lu serius amat." Ucap Devan ia langsung pergi dari hadapan Arga dan Aira. Ia takut dengan ancaman yang Arga berikan. Sementara Aira hanya tetsenyum melihat kelakuan Devan dan suaminya yang selalu bertengkar.
Saat belari kecil tak sengaja Devan menabrak tubuh Vita, yang sedang asik menikmati suasana pesta pernikahan, Vita sedang asik ber selvi, untuk nanti di lihat kan dan di pamerkan dengan teman kerjanya.
"Maaf." Ucap mereka secara bersamaan. Lalu mereka tersenyum.
"Gue Vita, sahabat Aira." Jawab Vita.
Dan selang beberapa detik Feby datang, dan Vita langsung memperkenalkan Feby kepada Devan.
"Ini teman gue, Feby, kita bertiga sudah sahabatan lama." Ucap Vita ramah.
"Devan." Ucap Devan sambil mengulurkan tangan.
"Feby." Ucap Feby tersenyum.
"Vit, gue boleh minya nomor lo." Ucap devan tersenyum penuh harap.
"Boleh." Ucap Vita, mereka berdua pun langsung saling bertukar nomor. Setelah itu Devan langsung pamit. Karena dari kejauhan para teman dokternya memanggil nya.
Feby langaung menyenggol lengan Vita. "Sepertinya gak lama lagi ada yang nyusul Aira ni."
"Ih apaan si loh. Mending kita gabung sama Bima dan bu siti." Ucap Vita.Ia langsung mengalihkan Pembahasan Feby.
__ADS_1
Selain para kolongrat banyak juga Artis papan atas yang hadir di acara pernikahan Aira. Dan itu sangat membuat ibu siti senang. Bahkan ia sempat meminta foto bersama dengan Artis yang selama ini ia nonton di acara sinetron Favortie nya. Ibu siti tidak menyangka akan bisa bertemu secara langsung disini.
***
"Apa kau merasa lelah." Ucap Arga, ia takut Aira merasa kelelahan karena tamu yang tak kunjung habis.
Aira menggelengkan kepalanya. Ia tersenyum bagaia menatap Arga. Aira sangat bersyukur karena Arga membuatkan pesta yang megah di pernikahannya. Aira sangat senang karena ibu nya juga ikut bahagia di acara pernikahannya.
"Kenapa hanya menggelengkan kepala. Apa sekarang kau tidak bisa berbicara." Ucap Arga. Dengan serius, ia memang sangat tidak ingin Aira merasa lelah.
"Saya sangat bahagia, makasih sudah membuat ibu saya bahagia dan merasa tenang." Ucap Aira dengan senyum indahnya.
Arga mentap Aira heran. Ia belum bisa mencerna omongan Aira akibat terpukau dengan senyum cantik Aira.
"Saya senang. Karena ibu saya ikut bahagia dengan pernikahan kita, makasih sayang." Ucap Aira lembut.
"Hem, aku yang harus berterimakasih kepada ibu, karena sudah melahirkan dan menjagamu dengan sangat baik." Ucap Arga tersenyum.
"Hem kau tidak boleh tersenyum lebar seperti itu didepan para lelaki lain. Kau hanya boleh sedikiit senyum seperti ini." Ucap Arga sambil melihatkan senyum sedikit yang ia ajar. Sungguh Arga tidak ingin membagi senyum Aira kepada pria lain.
"Baik lah sayang." Ucap Aira, lembut ia meuruti kemauwan Arga. Ia yidak ingin berdebat dengan Arga idi pesta pernikahannya ini.
Sementara Erika, masih menyambut tamu dengan senyum nya. Semua para teman sosialita nya memuji kecantikkan Aira.
Erika menjadi bimbang untuk memisahkan Arga dan Aira nanti, ia juga sadar dengan wajah Arga yang begitu bahagia. Terlebih lagi para temannya memuji muji Aira. Tapi Erika bingung bagaimana dengan janji nya dengan Bella yang akan membantu nya memisahkan Arga dan Aira.
.
.
.
Yuhuuuuu... makasih buat para Readers dan para Author. Yang sudah mampir dan memberi dukungannya. 😀😀😀
Maksih banyak yaaaa
Love Love buat kalian semuaaaa ❤❤❤❤
__ADS_1