
Semenjak kejadian dimana Arga marah dengan keluarga Arya yang memperlakukan Aira kasar dan seperti pembantu Arga tidak lagi mengizin kan Aira untuk kembali kerumah itu. Sudah satu minggu Aira berada di apartemen ini. Ia hanya akan keluar jika ke kantor.
Hari ini Aira akan pergi bersama dengan temannya yang sudah berada di jakarta. Tapi Aira khawatir takut, kalau Arga tidak mengizinkannya. Mau pergi diam diam tanpa sepengetahuan Arga juga tidak memungkinkan. Akhirnya Aira memberanikan diri untuk menelpon Arga meminta izin jalan bareng temannya mumpung temannya ada di jakarta dan kebetulan ini juga hari libur.
Tut..
Tut..
Tut..
"Hem." Jawab Arga. Meski arga senang karena Aira menelponnya tapi ia tetap bersikap cool
"Tuan saya ingin keluar." Ucap Aira gugup tanpa basa basi.
"Ya, aku akan menjemput mu." Ucap Arga, ia merasa senang karena Aira berinisiatif membawanya jalan
"Jangan jemput saya tuan."
"Kau ingin pergi sendiri?" Arga mulai kesal.
"Apa kau ingin bertemu dengan pria lain!" Ucap Arga dengan intonasi tinggi.
"Tidak tuan, saya ingin pergi bersama Feby dan Vita, mereka sekarang berada di jakarta. Saya sangat ingin bertemu dengan mereka, sudah lama saya tidak bertemu dengan teman saya." Ucap Aira panjang lebar. Ia sedikit kesal dengan Arga yang menuduhnya ingin bertemu laki laki.
"Hem baik lah. Tapi aku ikut." Ucap Arga dengan tidak malunya.
"Tidak tuan! Saya hanya ingin bertemu dengan teman saya!" Jawab Aira kesal
Huuu aku bukan anak kecil yang tidak boleh kemana mana dan selalu di awasi, Aku sudah seperti tahanan saja. (Batin Aira)
"Kau membentakku? minta izin lah dengan cara yang benar!" Ucap Arga. Ia tersenyum membayangkan wajah kesal Aira.
Astaga kenapa bisa aku bertemu dengan pria semacam ini. Sialnya lagi sekarang dia menjadi pacarku. (Batin Aira.)
"Tuan Arga yang baik hati, boleh kah saya pergi keluar dengan teman saya." Ucap Aira dengan lembutnya. Meski ia memaki Arga di dalam hatinya.
"Karena kau sudah menggodaku. Terpaksa aku akan mengijinkanmu."
"Terimakasih tuan." Aira langsung mematikan panggilan itu, ia tidak mau berbicara lebih lama dengan Arga, takut Arga berubah pikiran dan akan mengganggunya terus.
Arga tersenyum membayangkan wajah kesal Aira. Aku harus mengawasinya( Batin Arga.)
__ADS_1
Erika yang dari tadi memperhatikan Arga saat sedang menelpon ia merasa geram, Erika tau Arga sedang telponan sama Aira.
Aku tidak boleh membiarkan gadis itu! aku harus melakukan sesuatu! (Batin Erika)
"Mi ngapain depan pintu." Ucap Arga saat melihat Erika
"Temanin mami yuk." Ajak Erika, ia hanya ingin berbasa basi.
"Gak bisa mi, Arga mau ketemu calon istri dulu." Ucap Arga dengan candaannya.
"Sampai kapanpun mami gak mau punya mantu seperti dia." Ucap Erika tegas.
Arga tidak menghirau kan ucapan Erika ia tetap berlalu meninggalkan Erika, Arga tidak mau berdebat tentang hubungannya dangan Aira. Arga yakin suatu saat Erika pasti akan menerima Aira.
***
Aira sedang bersiap ia menggunakan hoodie putih over size dan celana pendek berwarna hitam dipadukan dengan sepatu kets, Aira menggunakan dompet mini yang ia taro di kantong hoodie nya. Ia tidak menggunakan make ap sama sekali bibirnya pink alami, Sementara rambut nya ia ikat satu, semenjak Arga menyuruhnya untuk mengikat rambut, Aira lebih sering mengikat rambutnya dari pada mengurainya.
Aira sedang duduk di sofa, bermain hp sambil menunggu kedatangan temannya. Tiba tiba tamu yang tidak diharapkan datang.
Aira langsung berdiri setelah melihat Arga berdiri di depan pintunya, Arga memang bisa masuk ke apartemen ini, karena ia memang pemilik apartemen ini, dan ia juga mengetahui kode apartemen ini.
"Apa kau ingin keluar dengan celana pendek itu?" Arga memotong ucapan Aira, ia kesal melihat Aira yang menggunakan celana pendek.
Kenapa lagi dia, seharusnya aku yang marah.
awas saja kalau kau datang hanya ingin mengacaukan rencana ku.
"Iya tuan. Ngapain tuan kesini sebentar lagi teman saya akan datang menjemput saya." Ucap Aira ia kesal melihat Arga datang ke apartemennya, Aira khawatir Arga akan mengacaukan rencananya yang sudah ia susun bersama temannya.
"Ganti! kau ingin menggoda pria lain dengan celana pendek itu!"Ucap Arga tegas.
"Tidak tuan! saya tidak ada niat untuk menggoda orang dengan celana ini!" Aira membantah, ia tidak terima dengan omongan Arga yang menuduhnya akan menggoda orang. Padahal tidak ada yang salah dengan celana pendek ini.
"Kau tidak boleh kemana mana jika menggunakan celana itu." Ucap Arga santai, ia yakin Aira pasti akan menurut karena ancamannya.
Dasar pria jahat, kenapa kau selalu mengatur hidup ku, sebaiknya aku nurut saja dari pada pria gila ini melarang ku.
Aira langsung kembali ke kamar ia, mengganti celana pendeknya dengan celana kulot jeans berwarna biru.
Saat ia keluar dari kamarnya ia sudah melihat dua temannya duduk di sofa bersama dengan Arga. Kelihatan jelas sekali wajah kedua temannya yang sedang memandang wajah Arga.
__ADS_1
Huu apaan mereka berdua, kenapa jadi centil seperti itu.
Aira langsung menghampiri kedua temannya itu.
Feby yang sadar dengan kehadiran Aira langsung memeluk Aira dengan Erat.
"Duh ra gue kangen banget sama lo." Ucap feby sambil memeluk Aira.
Begitu juga dengan Vita, ia juga langsung ikut memeluk Aira. Dengan kuat sampai Aira susah bergerak karena kedua temanny ini.
Arga yang melihat Aira yang seperti kesusahan, Ia langsung melerai Feby dan Vita agar tidak memeluk Aira kuat seperti itu.
"Hentikan!" Bentak Arga. Sambil menarik Aira kesampingnya. Bahkan wajah Arga terlihat marah.
Astaga kenapa lagi dia, apa dia tidak lihat aku sedang bahagia, kenapa dia marah dan merusak kebahagiannku. (Batin Aira.)
Feby dan Vita langsung melihat Arga dengan bingung. Ada sedikit takut ketika melihat wajah marah Arga.
" Jagan memeluknya terlalu kuat seperti itu." Ucap Arga serius, bahkan ia tidak sadar sikapnya ini terlalu lebai.
"Uhh so sweet." Ucap Feby ia semakin mengagumi Arga.
"Beruntung banget lo ra. Punya pacar seperti dia "Ucap Vita senang.
Aira tersenyum malu, Sebenar nya ia kesal dengan sikap Arga yang lebay. Seakan akan Aira wanita lemah yang tidak berdaya.
"Ayo kita pergi." Ucap Aira, ia tidak mau terjadi drama yang berkelanjutan.
"Pacar lo gak ikut ra." Ucap Vita semangat
"Gak."Jawab Aira cepat. Bahkan ia gugup takut Arga memaksa untuk ikut.
Arga sempat senang mendengar ucapan Vita, Tapi Aira sudah menepis kesenangannya. Arga juga bingung kenapa Aira tidak bangga dengannya padahal dulu Bella selalu membanggakannya bahkan memamer kannya kepada semua orang. Sementara Aira tidak sama sekali.
Apa matanya buta tidak bisa melihat ketampananku. ( Batin Arga.)
.
.
.
__ADS_1