Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 82


__ADS_3

Arga masuk kamar dengan wajah masam. Aira sudah tau karena ia juga samar samar mendengar keributan yang terjadi tadi.


"Anak sama ibu sama saja. Apa mereka sudah tidak punya harga diri lagi. Datang kerumah orang seenak nya. Kalau bukan teman mami. Sudah aku usir dari sini!" Ucap Arga kesal.


"Yang sudah ya, biarkan saja kan mamanya Bella ngak lama disini, Gak usah terlalu dipikir kan." Ucap Aira mencoba menenangkan, walaubsebenarnya ia kesal.


"Haa untung saja aku tidak menikah dengan dia." Ucap Arga lagi.


"Lagian ngapain dia pakai acara nginap disini, bawa koper segala." Ucap Arga kesal, ia tidak henti henti mengoceh.


"Yang kita kekantor saja yu, lagian Fita datang nya sore." Ucap Aira. Ia tidak tahan mendengar ocehan Arga terus, makanya ia mengalihkan pembahasan.


"Ai, napa gak bilang dari tadi!" Ucap Arga kesal.


"Hehe maaf yang, ayo kita pergi sekarang." Ajak Aira.


Arga dan Aira pun keluar, Aira menggandeng lengan Arga. Erika yang melihat langsung menyampari mereka.


"Kamu ikut kerja ra?" Tanya Erika.


"I..


Arga langsung memotong ucapan Aira.


"Iya mi, malas dirumah. Pokoknya teman mami itu jangan lama lma disini, sebelum Arga mengusirnya." Ucap Arga, masih kesal dengan kelakuan Arumi.


"Hmmm kamu ini, Aira maaf kan tante Arumi ya, dia itu sehenarnya baik. Hanya saja dia belum mengenal kamu." Ucap Erika. Mencoba menjelaskan pandangannya terhadap Arumi.


"Iya mi, gak papa kok, Aira maklumin, kan emang benar, badan Aira emang gendutan sekarang." Ucap Aira tersenyum. Meski sakit ia rasa.


"Gak papa kok, kamu itu tetap cantik. Ya sudah kalian hati hati ya." Ucap Erika.


"Iya mi." Ucap Aira. Ia senang sekarang Erika sekatang baik dengannya, bahkan tidak segan memujinya.


Arga dan Aira langaung keluar, dan suda ada Ana yang berdiri di depan pintu, Arga langsung memerintahkan Ana untuk mengantar mereka kekantor.

__ADS_1


"An kau tau kan aku tidak suka jika ada yang mengusik Aira. Kalau sampai Bella dan mamahnya mengusik Aira. Kau pasti sudah tau kan apa yang harus kau lakukan." Ucap Arga saat mereka dijalan.


"Iya tuan." Jawab Ana singkat.


"An emang apa yang akan kau lakukan." Ucap Aira penasaran.


"Memberikan mereka hukuman." Jawab Ana.


"Hukuman apa?" Ucap Aira. Ia betul betul penasaran. Ia juga takut kalau Ana sampai melukai mereka akibat dirinya.


"Sudah ai, kau tidak perlu memikirkan mereka."Ucap Arga serius.


"Tapi yang, Ana gak mungkin kan melukai mereka?" Ucap Aira lagi .


"Tergantung sama perbutan mereka. Sudah lah ai. Aku tidak suka kau mengkhawatirkan orang lain.


"Iya yang tapi..


"Ai sudah." Ucap Arga serius.


"Ai sudah. Kalai kau tereus memikirkan mereka. Nanti aku suruh Ana merobek mulut mereka." Ucap Arga asal.


Apa merobek! Apa dia serius tega merobek mulut orang. Tapi kalau di lihat lihat, Ana memang judes, apa dia sejahat itu.(Batin Aira.)


Arga pun langsung memperhatikan wajah Aira yang terlihat bengong. Ia tau Aira pasti memikirkan omongannya yang menyuruh Ana merobek mulut mereka.


Hahaha kenapa bisa kau sepolos itu. ( Batin Arga.)


Arga langsung mencubit gemas dagu Aira dengan kuat.


"Sayang sakit!" Ucap Aira kesal.


"Hahaha maaf yang. Kau memikirkan apa? apa kau memimikirkan mereka. An robek mulut mereka, karena istri ku ini terus terus memikirkan mereka." Ucap Arga.


"Baik tuan." Jawab Ana asal. Ia sengaja mengiyakan.

__ADS_1


"Eh eh.. Aku tidak memimirkan mereka sayang, aku memikirkan mu. Mana mungkin aku memikirkan orang lain. An awas saja ya kalau kau berani macam macam. Aku yang akan melaporkan mu kepolisi." Ucap Aira panik. Ia juga mengancam Ana.


Ana pun hanya diam Ia tidak menanggapi omongan Aira. Membuat Aira semakin panik. Karena ia takut hal itu benar terjadi


Tak lama kemudian mereka pun sampai, Ana segera membukan kan pintu untuk Arga dan Aira. Mereka pun masuk kekantor menggunakn lift khusus yang langsung keruang Arga.


***


Sementara Erika diruma mulai sibuk karena kedatangan tukar dekor yang akan mendekor rumah mereka.


"Jeng kamu ngapain sih ngurus perempuan itu, ih sudah jeng jangan berlebihan, belum tentu dia itu tulus sayang sama Arga. Lagian kapan kamu bantu Bella balikan sama Arga." Ucap Arumi. Ia merasa kesal karena Erika turut serta menyiapkan acara tujuh bulanan Aira.


"Saya yakin Arumi. menantu saya itu perempuan baik baik. Arga bukan tipe orang yang mudah dibohongi. Dan sekarang saya sudah tidak bisa lagi membantu Bella kembali sama Arga. Mereka sebentar lagi akan punya anak. Saya ingin cucu saya mempunyai orang tua yang utuh. Maaf ya jeng saya gak bisa nempatin janji saya." Ucap Erika tegas, Ia juga kesal, dengan sikap Arumi yang menurutnya sudah jauh berbeda. Padahal sudah dari dulu serakah, hanya saja Erika tidak menyadarinya.


"Jadi kamu ngak bakal pisahin mereka!" Ucap Arumi tidak percaya. Karena menurut cerita yang Bella berikan, Erika sangat membenci Aira, tapi malah sebaliknya. Erika terus memunji Aira.


"Maaf jeng, aku ngak bisa bantu. Bella juga aku anggap sebagai anak sendiri. Aku yakin dia pasti paham." Ucap Erika masih santai.


"Jeng, aku tidak ingin kau sampai tertipu dengan perempuan itu. Aku yakin dia pasti punya niat jahat pada keluarga kalian." Ucap Arumi, ia berusaha menghasut Erika.


"Saya harap dia tidak seperti itu." Jawab Erika singkat.


Dasar gadis kampung. Aku tidak akan biarkan kamu merebut semua yang Bella punya. (Batin Arumi)


Arurmi tampak kesal dengan semua jawaban yang Erika berikan. Tapi ia tidak akan putus asa. Arumk tidak akan membiarkan Bella sengsara. Ia akan melakukan apapun supaya Bella bisa kembali sama Arga.


Bella yang mendengar omongan Erika dan Arumi yang tanpa mereka sadari. Semakin membenci Aira. Apalgai Erika yang sudah suka sama Aira. Bahkan terus memuji kebaikan Aira.


.


.


.


Bersambung 😀

__ADS_1


__ADS_2