
Aira berada diruangan Arga ia merasa risih, dengan karyawan yang lain saat tadi Aira melewati mereka berbagai macam pertanyaan yang muncul.
Aira duduk manis di sofa, tidak ada aktifitas yang dia lakukan. Ingin bermain hp, Tapi Aira takut, karena ini sudah memasuki jam kerja.
kurang lebih setengah jam, Akhirnya Arga datang bersama dengan Rey, Arga masuk tanpa mengetuk pintu, sedikit membuat Aira kaget, segera Aira menyapa dua laki laki itu dengan sopan.
"Selamat siang tuan Arga."
"Hem." Arga langsung menuju kursi kebesaran nya. Meski Arga menjawab singkat, tetap saja membuat Rey kaget, Arga tidak pernah mau membalas karyawan mana pun saat mereka memberi salam.
"Selamat siang tuan Rey." Aira juga menyapa Rey.
"Siang juga nona Aira" Rey menghampiri Aira. Mereka pun duduk di sofa saling berhadapan.
"Silahkan di baca nona, jika ada yang tidak nona mengerti saya akan menjelaskannya."
Rey menyerah kan amplop coklat kepada Aira, Aira menerimanya dan mulai membuka amplop itu.
Perjanjian Pra kerja
Pihak pertama
Arga putra Rahandirta
Pihak kedua
Aira putri
Aturan yang harus dipatuhi pihak kedua selama bekerja di perusahaan Jk group
Pihak kedua di larang mempunyai pacar. Jika ada harap segera di putus kan.
perjanjian apa ini. Apa diperusahaan besar memang seperti ini. Kasian sekali nasib para karyawan yang lain. Aku sih gak papa, lagian aku juga gak pernah pacaran.
Pihak kedua dilarang menggunakan hp, selama jam kerja.
Ya ya ya aku sih gak masalah. Tapi berada diruang ini bersama pria bisu ini. Bagaimana mungkin. Tapi oke lah.
__ADS_1
Pihak kedua harus mematuhi semua perintah pihak pertama.
Ya memang harus seperti itu kan.
Pihak kedua tidak boleh memutuskan atau berhenti bekerja, hanya pihak pertama yang boleh menentukan.
Gue juga gak akan berhenti. Ibu dan adik gue pasti bangga karna gue kerja di perusahaan Besar seperti ini
Pihak pertama akan memberi gaji sebesar 20.000.000 perbulan, dan akan memberikan bonus 10.000.000, apa bila pihak kedua bekerja dengan sangat baik.
Tapi apabila pihak kedua melakukan pelanggaran yang sudah disetujui. Pihak kedua akan di denda sebesar 5 milyar.
Aira kaget melihat gaji yang akan diberikan padanya, Ia berulang ulang menghitung angka nol itu.
Apa benar ini gaji gue, gila gue bisa kaya mendadak ni. Apa tuan Arga tidak salah. Apa tuan Rey salah mengetik jumlah ini.
Melihat gaji yang sebesar itu, Aira tidak lagi membaca perjanjian itu sampai bawah. Ia hanya fokus menghitung nol yang ada di jumlah itu.
"Nona ada yang bisa saya bantu." Rey melihat Aira yang dari tadi komat kamit di depannya.
"Ya nona. Jika nona bekerja dengan sangat baik, dan mematuhi semua yang tuan Arga perintahkan."
"Sudah pasti saya akan berkerja dengan sangat baik. Tuan Rey tidak perlu khawatir." Aira sangat senang karena benar, gaji yang akan diberikan memang sebesar itu. Ia juga berpikir akan langsung membayar case uang omnya yang tadi ia pinjam untuk membeli motor.
"Ya semoga." Rey sangat berharap semoga saja Aira tidak menambah pekerjaannya.
"Silahkan nona tanda tangan disini."
"Baik Tuan." Aira dengan patuh nya dia tidak banyak tanya, atau keberatan dengan perjanjian ini. Bahkan Aira sangat senag dengan gaji besar yang akan Ia dapat kan. Sikap seperti ini lah yang membuat Rey khawatir. Aira sangat polos. Dan itu pasti akan menambah pekerjaan Rey.
"Terimakasih nona. Saya harap nona bisa bekerja sama dengan Baik." Rey penuh harap dengan perkataannya.
"Iya tuan Rey, Saya akan melalaikan yang terbaik untuk perusahaan ini." jawab Aira semangat.
Nona bukan untuk perusahaan ini, Tapi untuk tuan Arga.
"Nona Aira tidak perlu memanggil saya tuan. Nona cukup memanggil saya sekertaris Rey, Atau Rey saja."
"Tapi kenapa tuan? Saya sudah biasa memanggil dengan sebutan tuan Rey."
"Ini perintah. Nona harus mengikutinya." Ya ini memang perintah dari Arga. Tapi Rey tidak keberatan, Rey juga tidak masalah jika memang benar Arga menyukai Aira. karena Aira bukan gadis yang manja, dan yang lebih Rey kagum. Aira tidak terlihat menyukai Arga ia bersikap biasa. Tidak seperti wanita lain yang bertemu dengan Arga.
__ADS_1
Aira melirik sekolah ke Arga. Mereka saling berharap mata selang beberapa detik. Karena memang dari tadi Arga memperhatikan Aira. Aira langsung mengalihkan pandangannya dan langsung mengiyakan perintah itu.
"Baik sekertaris Rey." Jawab Aira.
Rey hanya mengangkat jempol kepada Aira.
"Kalau begitu saya pamit nona." Ucap Rey sopan. Ia mengambil perjanjian itu dan memasukan nya kedalam amplop coklat.
Rey juga berpamitan dengan Arga sebelum ia keluar dari ruangan itu.
"Simpan amplop itu dengan benar." Ucap Arga sebelum Rey keluar.
"Iya tuan saya akan menyinpan amplop ini dengan benar. " Jawab Rey.
Ya tuan amplop ini akan saya simpan dengan benar, kalau perlu saya simpan di brankas dan menggembok nya dengan sepuluh kunci.
Tinggal lah Arga dan Aira diluar, Arga kembali fokus dengan laptop nya sementara Aira duduk manis sambil menghayal gaji yang akan Ia dapat kan.
*Sepuluh juta buat ibu dan adik gue
satu juta buat feby
satu juta buat vita
Terus lima juta buat cicil om Arya.
Dua juta buat gue, terus satu juta nya nanti akan gue bagikan untuk orang orang susah yang di pinggir jalan*.
Gue harus semangat gue gak boleh bediam begini gue harus cari kerja. Biar bos bisu gue ini memberikan gue bonus yang banyak, hah ah mungkin sebentar lagi gue akan jadi milyardesr .
Arga sedikit terhibur ia memperhatikan Aira yang sedang seperti berhitung denga jari jari nya itu entah lah. Arga tidak tau apa yang Aira pikirkan.
Aira berdiri ia mulai merapikan segala sesuatu yang memang sudah rapi. Ia mencoba coba mencari pekerjaan yang lain.
Arga membiarkannya, selama Aira tidak mengganggu Ia bekerja. Setidaknya ia tetap bisa memantau apa saja yang Aira lakukan.
"Tuan apa anda ingin minum sesuatu." Aira menawarkan diri. Ia berusaha untuk menjadi asisten yang baik, Ia tidak mau jika harus berdiam seperti ini.
"Tidak."
Huu ni orang apa apa tidak, semua tidak
Aira kembali duduk, tidak ada yang bisa dia lakukan di ruangan ini, semua sudah rapi dan bersih. Ia terus memperhatikan gerak gerik Arga. Sesekali mata mereka saling berharap beberapa detik. Arga memang suka melihat wajah polos Aira. Sementara Aira ia hanya berusaha sigap untuk Arga. Setiap kali Arga melihat ke Aira, Aira tidak berhentinya membuat pertanyaan yang sama.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan." ucapan itu yang terus Aira lontarkan.
"Tidak." Dan hanya itu jawaban Arga.
__ADS_1
Arga merasa deg degkan semangat karena ada Aira di ruangannya. Sikap polos Aira membuatnya sangat terhibur.