Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 81


__ADS_3

Bella menghubungi mamanya agar besok pagi kerumah Arga. Ia yakin mamanya pasti bisa kembali mempengaruhi Erika.


Arumi pun setuju karena ia juga ingin sekali Bella kembali bersama Arga. Ia juga sudah bosan hidup pas pasan seperti ini. Belum lagi suaminya yang gak bisa sudah diandalkan. Yang kerjanya hanya makan dan tidur saja.


"Haa kenapa aku bisa menikah sama pria manja seperti ini!" Gumam Erika, saat melihat kelakuan suaminya yang hanya santai santai dirumah. Yang hanya mengandalkan uang Bella yang di dapat dari Erika.


Perusahan pino bangkrut di karenakan hutangnha yang banyak sehingga semua hartanya disita untuk melunasi hutangnya.


Apalagi semenjak Bella dan Arga putus, Arga juga sudah tidak mau lagi membantu nya, dan juga memutuskan kerjasama mereka. Awalnya Pino merasa tidak ada masalah jika Arga memutuskan kerjasama mereka. Karena masih banyak perusahan lain yang mau bekerjasama dengan perusahaannya. Tapi lama kelamaan satu persatu memutuskan kerja sama mereka. Dikarena kan Pino yang tidak pernah konsisten dengan omongannya. Dan juga tidak ada Arga di belakangnya.


Pino terlalu sombong, padahal para pengusaha mau bekerjasama dengan dia dikarena Arga yang menjadi tunangan Bella. Tapi saat setelah semua orang tau Bella dan Arga sudah putus. Mereka juga perlahan memutuskan hubungan dengan Pino. Karena Pino sangat tidak bisa diandalkan.


****


Pagi pun tiba seperti biasa mereka sarapan bersama. Bella menggunakan baju ketat yang sedikit terbuka bagian dada nya. Ia juga mengumakan celana pedek. Ia sengaja berpenampilan seperti itu berharap Arga akan meliriknya.


Arga dengan telaten mengambil makanan untuk Aira, bahkan ia memerintahkan Aira agar diam saja.


"Ai, biar aku yang ambil." Ucap Arga, saat Aira ingin menautkan nasi untuknya.


Aira pun diam dan menurut perintah Arga. Ia senang Arga memanjakannya di depan Bella. Aira jengkel dari tadi Bella curi curi pandang dengan Arga.


Apa bagus nya cewe gendut seperti itu (Batin Bella)


Bella sangat iri dengan Aira meski badan Aira sudah sedikit gendut, Arga tetap perhatian kepada Aira.


Sementara Erika dia tidak protes lagi dengan sikap Arga yang begitu memanjakan Aira.


Tiba tiba saja Arumi datang dengan koper kecil yang diseretnya, Ia langsung menuju kedapur ditempat mereka sedang berkumpul.


"Mamah!". Ucap Bella senang.


"Eh jeng Arumi." Ucap Erika.


Arumi langsung menghampiri Erika dan duduk disamping Erika. "Jeng aku boleh kan nginap disini." Ucap Arumi tersenyum senang.

__ADS_1


"Bo.. boleh kok." Ucap Erika, ia sedikit merasabtidak enak kepada Aira.


"Makasih ya jeng. Eh Arga kamu makin ganteng aja." Ucap Arumi tersenyum, dan tidak menghiraukan Aira.


Arga hanya tersenyum menanggapi omongan Arumi. Mereka dulu cukup dekat, karena Arga sering sekali datang kerumah Bella.


Itu pasti istri kampungan nya itu, haaa gak ada apa apa nya di banding Bella. (Batin Arumi.)


"Perkenalkan jeng itu menantu saya Aira istri nya Arga." Ucap Erika, ia mengenal kan Aira dengan senang.


"Oh itu, sudah tau, kok gendut ya, gak pandai banget merawat diri, lihat Bella dong anak saya masih cantik banget dan pandai merawat diri." Ucap Arumi tersenyum. Dengan perkataan sadisnya.


"Duh jeng maklumin aja, kan Aira lagi hamil, lagian itu gak gendut jeng, itu semok." Ucap Erika membela. Ia tau perasaan Aira sangat sensitif saat hamil.


"Sudah ai makannya." Ucap Arga lembut. Ingin sekali ia menyobek mulut Arumi yang lemas itu. Aira pun hanya mengangguk.


Semnetara Bella tersenyum senang. Melihat eksperi Aira yang tampak keasl.


Arga langsung kembali membawa Aira kedalam kamar.


"Yang berapa lama tante itu nginap disini." Ucap Aira, saat mereka berada dikamar.


"Eh bukan gitu yang. Sayang gak kerja?" Ucap Aira, ia langsung mengalihkan pembahasannya.


"Nanti saja tungu Fita datang." Ucap Arga, Ia merasa tidak tenang jika Arumi ada dirumah ini.


"Sebentar Ai, ada yang harus aku omongin sama mami." Ucap Arga, ia ingin membahas tentang Arumi, ia tidak mau jika Arumi juga ikut tinggal bersama mereka.


Arg langsung keluar, Arga melihat Erika yangvsudah selesai makan. Tapi masih berbincang dengan Arumi dan Bella di meja makan.


"Mi ada yang mau Arga omongin." Ucap Arga dengan wajah serius. Erika sudah tau pasti Arga mau membahas tentang Armui. Karena perkataan Arumi tadi.


"Bentar ya jeng, Bel sekalin kamu antar mama kamu ke kamar tamu." Ucap Erika.


"Eh, mau kemana? ngomong nya disini saja. Ngapain jauh jauh. Kita kan keluarga ngak usah malu malu, santai saja." Ucap Arumi yang tidak malu.

__ADS_1


Arga hanya tersenyum sinis kepada Arumi. Sungguh Arga sangat menyesal sulu pernag mengaggap Arumi sebagai ibunya juga.


"Eh bentar aja kok jeng, kamu sebaiknya simpan saja dulu koper kamu." Ucap Erika tampak bingung. Karena Arumi menahannya.


"Duh, ngomong nya disini saja, koper saya kan bisa di bawa sama bi ijah nanti." Ucap Arumi, ia tampak kekeh ingin mendengar kan.


Sementara Bella sedikit kelas dengan sikap mamahnya, yang sangat gegabah dan tidak mau sabar. Yang ada nanti Arga malah semakin membencinya jika mamahnya bersikap seperti ini.


"Tapi jeng..


"Oke. Gak papa mi. Lebih bagus kalau tante Arumi mendengarnya." Ucap Arga serius dengan eksperesi datanrnya.


"Nah gitikan bagus." Jawab Arumi.


"Berapa lama tante akan tingal disini." Ucap Arga datar.


"Duh kamu ini. Gak tau juga sih tante, mau nya sih lama lama." Jawab Arumi santai.


"Saya tidak suka jika ada orang asing yang berada dirumah ini terlalu lama. Apalagi menganggu ketengan istri saya." Ucap Arga, bicara blak blakkan. Karena ia malas melihat simal Arumi yang tidak tau malu.


"Maksud kamu tante. Kita ini kan keluarga Arga. Saya dan mamah kamu itu sahabatan sudah lana. Kok kamu jadi gini sih sama tante. Semua ini pasti gara gara istri kamu yang sudah menghasut kamu." Ucap Arumi tidak terima.


"Arga..


"Sudah mi! mami gak perlu membela dia. Arga bicara apa adanya. Mami tau sendirikan Arga tidak suka jika ada yang mau mengusik Aira. Saya harap tante jangan lama nginap disini. Bukannya mami sudah belikan rumah untuk tante." Ucap Arga dingin. Ia langsung meninggalkan mereka dan kembali kekamar.


Erika kaget mendengar perkataan Arga. Yang mengetahui kalau Erika membelikan rumah untuk Arumi. Ia mengira Arga tidak mengetahuinya.


"Erika! kok Arga jadi kurang ajar seperri sih. Ini pasti pengaruh istri nya tu, kamu gak bisa biarkan di seperti itu. Bisa bisa kamu juga nanti akan ditendang dari rumah ini." Ucap Arumi kesal.


"Duh mamah jangan brisik seperti ini. Arga bisa marah kalau mama seperti itu!" Ucap Bella. Ia jadi takut jika Arga mendengarnya. Bisa bisa ia juga akan diusir dari rumah ini.


"Iya jeng, saya tidak mau ada keributan dirumh ini. Sebaiknya kamu tenangkan saja diri kamu dulu." Ucap Erika. Ia tidak bisa juga membela Arumi. Karena sikap Arumi tadi memang tidak pantas, sebagai tamu. Meski ia seorang sahabat.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2