Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 91


__ADS_3

Erika langsung mendekat kearah Arumi. Ia begitu kecewa dan marah dengan perbuatan Arumi.


"Jadi kau sudah mendorong Aira! kau tau dia sedang mengandung cucuk ku. Apa kau tidak punya otak berani beebuat seperti itu!" Ucap Erika marah.


"Ika." Ucap Arumi melemah. Karena Erika tidak pernah sekasar ini dengannya.


"Sekarang juga pergi dari rumah ku! dan jangan pernah lagi muncul di hadapanku. Anggap saja kita tidak saling kenal!" Ucap Erika marah.


"Ika, maaf kan aku aku khilaf, aku tidak bermaksud seperti itu." Ucap Arumi lagi.


Arga langsung menyeret Arumi, kekolam renang. Dengan kasar.


"Arga apa apaan kamu, apa yang kamu lakukan!" Ucap Arumi. Ia begitu tidak terima di perlakukan seperti ini. Apa lagi Bella sekarang lagi tidak ada di tempat. Tidak ada yang membelanya. Semua marah dan menyalahkannya.


"Sayang sudah jangan seperti ini." Teriak Aira. Ia begitu takut melihat Arga yang dengan kasar menyeret Arumi.


Arga tidak menghiraukannya. Ia tetap menyerert Arumi kekolam renang dengan kasar.


"Byuaaaaaar!" Arga mendorng Arumi kekolam dengan kasar.


Tidak ada yang berani membatu Arumi. Mereka membiarkan Arumi yang susah payah menaiki tepi kolam.


"Cepat! dan pergi dari rumahku sakarang juga!" Teriak Arga.


Lihat saja Aira aku akan membalas mu. Semua ini gara gara kamu!( Batin Arumi.)


Setelah keluar dari dalam kolam. Arumi langsung diseret keluar dari rumah dalam keadaan basah kuyup. Bahkan ia tidak di perbolehkan menggannti baju nya yang basah.


Arga juga melempar koper Arumi dengan keras. Membuat koper yang berisi baju Arumi itu sedikit rusak.


"Rasain tuh." Ucap Siti. Yang sangat puas melihat Arga seperti itu kepada Arumi.


"Siti, kamu siam saja jangan memperkeruh suasana." Ucap Hesti pelan di telingah Siti


Arumi menatap Siti dengan tajam. Ia berjanji akan membuat perhitungan juga dengan semua keluarga Aira.


"Bi Ijah apa masih ada barang sampah yang dia punya dirumah ini!" Ucap Arga dengan menatap Arumi tajam. Bahkan dia tidak punya rasa kasian sedikit pun.


"Tidak ada tuan. Semua sudah saya masukkan di kopper." Ucap Bi ijah gugup.

__ADS_1


"Apa yang kau tunggu! Sekarang juga pergi dari hadapan ku!" Ucap Arga marah.


Arumi menatap Erika berharap Erika menahannya. Tapi yang di harap kan tidak terjadi. Erika bahkan menatapnya penuh dengan marah juga. Prilaku Arumi sungguh sangat keji. menurut Erika.


****


Sementara Rey dan Intan sedang berada di rumah sakit untuk memeriksa keadaan Intan. Sebenarnya Intan sudah merasa sedikit baikkan hanya saja kepalanya sedikit pusing.


"Terimakasih tuan Rey." Ucap Intan, Intan sudah selesai pemeriksaan tidak terjadi apa apa. Ia hanya di beri obat sakit kepal biasa.


"Hm." Jawab Rey singakat.


"Apa tuan Rey. Saya tidak dengar." Ucap Intan. Ia berpura pura tidak mendengar.


"Ya." Jawab Rey lagi.


"Ya apa tuan Rey." Ucap Intan lagi.


Rey pun tidak lagi menghirau kan Intan. Sungguh Rey merasa ada yang lain saat di dekat Intan.


Apa karna tadi aku menciumnya. Jadi aku merasa deg degan seperti ini. Aku bukan nenciumnya itu hanya nafas buatan. (Batin Rey.)


Intan ia terlihat senyum senyum mengingat saat pas pingsan ia berminpi Rey sedang menciumnya. Padahal itu bukan lah sebuah mimpi itu memang kenyataan Rey memang memberi nafas buatan untuknya.


Ada apa dengannya, apa otak nya ada yang salah. Kenapa dia cengar cengir seperti itu. (Batin Rey.)


Sesekali Rey melihat kearah Intan dan mempeehatikan tingkah aneh Intan.


"Tuan, apa nona Aira baik baik saja. Bagaimana dengan bayi yang ada diperut nya." Ucap Intan tiba tiba. Ia begitu mengkhwatirkan Aira.


"Bukannya nona Aira sudah memberi tahu mu. Lagian aku disini!" Ucap Rey jutek.


"Hehehe saya kan cuma bertanya. Bukannya tuan Rey bisa dan tau segalanya." Ucap Intan lagi. Seperti itu lah yang ia tangkap saat ia mengobrol dengan Aira. Aira selalu mengatakan kalau Rey tau segalanya.


Rey langsung meminggirkan mobilnya dan mengerem mendadak.


"Lain kali jangan bersikap bodoh seperti itu. Jangan sok menjadi pahlawan kesinangan. Kalau tindakkan mu itu malah merepotkan orang lain." Ucap Rey. Ia tidak bermaksud apa apa. Ia hanya tidak ingin memberi tahu agat Intan tidak lagi melakukan hal yang tidak dia bisa.


"Iya tuan." Jawab Intan gugup. Ada rasa sedih dihatinya saat Rey mengatakan ia bodoh.Dan hanya mereputkan orang.

__ADS_1


Rey kembali lagi menjalankan mobilnya. Kali ini Intan terlihat diam dan tidak banyak bicara lagi.


Sampai dirumah suasana menjadi Rey dan Intan masuk. Suasana rumah masih tegang. Bahkan ini lebih mengerikan menurut Intan.


"Intan." Ucap Aira, saat melihat Intan. Ia senag karena intan baik baik saja.


"I..iya nona terimakasih sudah membawa saya kerumah sakit." Ucap intan.


"Saya yang harus berterimakasih. Lain kali jangan seperti itu ya. Utamakan keselamatan kamu." Ucap Aira serius.


"Iya nona." Jawab Intan.


"Ya sudah kamu istirahat dulu."Ucap Aira. Intan pun mengikuti saran dari Aira. Karwna ia juga bibgung harus apa. Apa lagi dengan suasana tegang sepeeti ini.


****


Arumi menelpon Bella dan mengadu atas semua hinaan yang ia dapat kan dirumah Arga. Bella pun segera datang kerumahnya. Untuk mengetahui yang lebih jelas lagi.


"Apa! mendorong Aira. Apa mamah sudah gila, mamah tau kan Arga pasti akan sangat marah." Ucap Bella marah.


"Kamu ini bisa nya cuma nyalahin mamah. Lagian kamu kemana saja. Bukannya bantuin mamah." Ucap Erika. Ia tetap merasa benar dengan tindakkannya.


"Bella sudah bilang kan mah. Jangan gegabah sekarang apa! kita bisa kehilangan semuanya, tante Erika pasti ngak mau lagi bantu kita. Umtung saja mamah cuma di usir tidak dipenjara kan. Haaaa! " Ucap Bella dengan marah.


"Haaaa sudah mamah pusing. Pokoknya kamu harus' secepatnya menyingkirkan Aira, kalau perlu bunuh saja dia. Mamah ngak mau hidup susah seperti ini!" Ucap Arumi tegas.


Tiba tiba saja hp Bella berbunyi panggilan masuk dari Erika.


"Mah tante Erika telpon." Ucap Bella.


"Angkat cepat! kamu pura pura saja tidak tau." Ucap Arumi.


"Oke. Mamah diam ya." Ucap Bella. Ia segera mengangkat telpon dari Erika.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2