Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 85


__ADS_3

Malam pun tiba. Arga menepati janji nya akan pergi makan malam bersama dengan Fita dan juga devan. Ya semua ini keinginan Aira yang sangat kepo sekali. Pdahal Devan dan Fita sudah mengakui tentang hubungan mereka.


Tapi entah kenapa Aira senang sekali melihat teman nya Fita mempunyai pacar. Apalagi pacar Fita adalah Devan. Yang juga temannya Arga sendiri. Jadi dia tidak perlu khawatir tentang keselamatan Fita.


Mereka sudah berada di ruang private di sebuah restoran mewah. Bukan hanya merwka bertempat Rey dan Ana juga ikut. Ya semua ini keinginan Aira. Ia begitu semangat makan malam bersama mereka.


"An malam ini kau sangat cantik, benar kan Rey?" Ucap Aira. Ia sengaja memancing Rey. Yang dari tadi hanya diam seperti biasa.


"Ya nona." Jawab Rey singkat.


Ana terpaksa menggunakan gaun yang Aira berikan, Entah sejak kapan Aira mengaturnya, tapi gaun yang Ana gunakan sangat pas dibandannya.


"Heh, hanya ya? Oke tidak papa mungkin kau malu karena ada kami. Apa kalian ingin makan berdua saja?" Ucap Aira lagi.


"Tidak nona." Jawab Ana cepat. Sebenarnya Ana sedikit kesal dengan Aira yang terus menjodohkannya dengan Rey.


Rey pun hanya menggeleng kan kepala melihat kelakuaan Aira. Biar bagaimana pun Rey merasa tidak cocok dengan Ana karena mereka mempunyai sifat yang hampir sama. Mereka adalah dua orang yang jarang sekali ngomong. Rey ingin mempunyai pasangan hidup yang sedikit cerewet agar hidup nya sedikit berwarna.


"Oh ya kapan kalian berdua akan menikah." Ucap Aira. Sekarang giliran Fita dan Devan yang Aira kepoin.


"Gue sih mau secepat nya." Ucap Devan langsung.


Fita yang mendengar pun langsung terbatuk, ia dari tadi diam supaya Aira tidak membahas hubungannya dengan Devan. Tapi sekarang malah gilirannya yang di tanya tanya oleh Fita.


"Fit gimana, masa loh mau sendiri terus. Apa lo gak tega menghakimi ibu tiri kesayangan lo itu Hahaha.' Ucap Aira twrtawa senang.


"Ih.. lo apaan si Ra." Ucap Fita sedikit kesal.


Ya Fita memang mempunyai ibu tiri. Yang sangat tidak perduli denganya bahkan ia dijadikan babu di rumahnya sendiri. Sementara ayah nya juga tidak memperhatikan karena sibuk bekerja.


"Hahaha gue kan cuma tanya, siapa tau aja lo semakin sayang sama ibu tiri loh itu." Ucap Aira lagi.


"Iuuuu gak banget. Kalau bukan itu suami ayah gue, sudah gue tarik tu dari dulu." Ucap Fita kesal. Mengingat kelakuan ibu tirinya.

__ADS_1


Sementara Devan langsung serius mendengarkan, karena ia sama sekali tidak tau tentang kehidupan keluarga Fita.


"Lo tau gak sifat ibu tiri gue. Gak jauh beda tuh sama siap itu Bella ya..


"He em." Jawab Aira singkat.


"ih kesal banget gue sama dua orang itu, awas saja kalau dia berani lagi nyentuh gue atau pun lu. Langsung gue tarik tuh sampai mampus." Ucap Fita kesal.


"Hahahhahha." Aira tertawa senang mendengar ucapan Fita.


"Ai, habisin dulu makanya." Ucap Arga. Ia merasa risih melihat Aira yang makan sambil bercerita, ia takut Aira tersedak akibat terlalu semangat cerita.


"Fit apa saya boleh minta tolong." Ucap Arga.


"Minta tolong apa? " Jawab Devan cepat. Ia khawatir karena permintaan Arga ini suka seenaknya.


"Gue bukan tanya lo!" Jawab Arga kesal.


"Iya bi.. bisa." Ucap Fita canggung.


"Aaaaaah makasih sayang. Fit lo mau kan sering sering kerumah gue." Ucap Aira senang.


"Iya gak masalah. Biar gue bisa tuh awasin dua wanita jahat itu." Ucap Fita.


Devan pun menghela nafas karena Arga tidak meminta yang aneh aneh.


Arga yang mendengar jawaban Fita juga senang. Karena ia yakin dengan ucapan Fita. Apa lagi setelah tau Fita membalas tamparan Bella dengan kuat.


****


Sementara di kediaman Arga. Erika, Bella dan Arumi juga sedang makan malam di rumah.


"Kemana menantu kamu." Ucap Arumi.

__ADS_1


"Lagi makan malam di luar. Mungkin sekalian jala. jalan sama temannya." Jawab Erika.


"Hoo habisin uang saja. Ada makanan dirumah malah makan diluar. Bawa bawa orang lagi. Pasti tuh sok sok an terakhir orang. Gak tau apa Arga cape cape kerja. Eh malah ngamburin uang istrinya." Ucap Arumi. Ia selalu berbicara hal negatif tentang Aira. Padahal ketemua saja baru.


"Mah,,, biarin saja dong, kan ibu hamil harus dituruti maunya." Ucap Bella. Yang sok sok an membela Aira.


"Gak gitu Bella. Lagian kamu gak takut ya Ika, kalau anak kamu itu ditipu sama perempuan kampung itu. Pasti tu perempuan hobi nya shoping saja habisin uang Arga." Ucap Arumi lagi.


Sebelum menjawab Erika menarik nafas dalam dan membuang nya.


"Aira itu jarang sekali pergi belanja. Bahkan nyaris tidak pernah. Saya juga bingung sama dia kok ada yang perempuan yang gak hobi shoping. Saya yakin dia itu sayang sama Arga dan gak bakal menipu Arga." Ucap Erika. Ia membela Aira dengan fakta yang ia lihat.


"Duh jeng, kamu itu sudah termakan dengan rayuannya. Sama seperti anak kamu, saya ingatkan ya jeng kamu harus hati hati sama perempuan yang tampang polos seperti itu." Ucap Arumi lagi.


"Iya, makasih ya saran nya."Jawab Erika singkat. Sebenar nya ia sedikit muak dengan Arumi yang terus terus membahas tentang Aira. Dan menjelekkan Aira.


Sepertinya tante Erika mulai sayang sama Aira. Dari tadi dia hanya memuji muji Aira. Aira harus segera di singkirkan, sebelum dia merebut semua yang seharusnya menjadi milikku. (Batin Bella.)


Bella begitu kesal melihat kelakuan Erika yang semakin menyayangi Aira. Ia begitu iri melihat semua orang perhatian kepada Aira.


Selesai makan mereka pun lansung pergi bersantai di ruang tengah, Erika sambil memperhatikan tukang dekor yang ada dirunahnya. Mereka bekerja sampai malam. Karena waktunya sudah mulai mepet.


"Jeng coba lihat ni. Kaya nya cocok ni kita bertiga pakai baju couple seperti ini." Ucap Arumi, ia melihat kan hpnya dengan baju yang ingin ia beli.


"Duh jeng maaf ya saya sudah siapkan baju saya." Tolak Erika lembut.


"Duh ya sudah aku berdua Bella saja ya. Tapi tolong ya jeng bayarin, kamu tau sendirian keuangan saya lagi tidak stabil." Ucap Arumi dengan santai. Ia begitu tidak malu nya memibta bayat kepada Erika.


"Iya, terserah kamu saja." Ucap Erika. Ia selalu mengiyakan keinginan Arumi. Ia selalu merasa tidak enak jika menolak nya. Karena persahabatan mereka yang sudah berjalin lama.


.


.

__ADS_1


.Bersambung... 😀😀😀


__ADS_2