Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 72


__ADS_3

Malam pun tiba, intan datang mengetuk Aira dan Arga untuk makan malam.


Tok..


Tok..


"Ya masuk." Ucap Arga, karena Arga sedang menemani Aira nonton film drakor mereka duduk di sofa, kamar Arga sangat luas lengkap dengan tv, sofa dan sekarang sudah ada kulkas karena permintaan Aira.


"Tuan, nona, makan malam sudah siap." Ucap Intan sopan.


"Ayo sayang makan. Intan tolong nanti buat kan saya jus apel ya, nanti simpan aja dikamar."Ucap Aira tersenyum.


"Baik nona." Jawab intan sopan, setelah itu intan keluar dari kamar Arga.


Erika sudah menunggu seorang diri, Bella tidak ada karena tadi sore ia mengatakan kepada Erika malam ini dia akan menginap kerumah orang tuanya.


Arga datang dengan Aira terlihat sangat romantis, sebenarnya Erika merasa adem melihat anak nya bahagia bersama dengan Aira, tapi entah kenapa dia masih belum sepenuhnya menyukai Aira.


"Minggu depan kandungan kamu sudah masuk tujuh bulan kan." Ucap Erika tiba tiba.


"I.. iya tan." Jawab Aira heran. Ia tidak menyangka kalau Erika mengingatnya.


"Mami ingat?" Ucap Arga juga heran, karena Erika tampak cuek, tapi memang ada perubahan sikap yang lebih baik lagi kepada Aira .


"Ya ingat lah, emang kamu anggap mami setua apa, ini cucu pertama mami, mami ingin mengadakan acara tujuh bulanan. Dan kamu Aira mulai sekarang panggil saya mami. Saya gak mau di bilang yang macam macam dengan teman saya karena kamu masih memanggil saya tante." Ucap Erika dengan gaya juteknya.


Arga dan Aira saling berpandangan mereka tersenyum senang, karena permintaan Erika. Arga dan Aira tidak menyangka kalau Erika ingin dipanggil mami oleh Aira.


"Kamu dengar gak." Ucap Erika lagi.

__ADS_1


"I..iya mi." Ucap Aira ia masih merasa canggung dengan memanggil mami.


"Bagus, mulai sekarang kamu harus terbiasa." Ucap Erika.


Aira merasa senang meski Erika masih berbicara sedikit jutek, tapi setidaknya sikap Erika sudah baik kepada Aira. Aira juga senang karena tidak melihat Bella ada di meja makan ini. Karena sebenarnya Aira tidak suka jika Bella tinggal disini. Terlebih Bella mantan nya Arga.


Erika sebenarnya juga ingin melakukan pemotrettan dengan Aira, karena gaya berpakaian Aira yang terlihat sederhana tapi Elegan banyak diikuti oleh anak anak remaja dan para wanita.


Erika ingin mengeluarkan produk baru dengan tema ala Aira. Ia tidak menyangka kalau gaya Aira yang simple sangat diminati oleh para wanita.


Erika yang aktif di medsos sering melihat brita brita tentang orang orang yang ingin sekali bertemu dengan Aira.


Arga dan Aira sering menjadi bahan perbincangan sebagai pasangan yang romantis, seringkali orang orang mengambil foto mereka diam diam saat mereka berjalan.


Tapi Erika heran karena Aira tampak biasa dan tidak menghiraukan berita tentangnya. Padahal semua yang orang bicarakan tentang hal yang positif.


Aira memang tidak aktif di medsos, ia hanya suka menonton drakor dan chatingan sama temannya. Seringkali Vita, Febi, dan Bima memberi tau tentang berita Aira yang beredar, tapi Aira tidak menghiraukannya.


Selesai makan Aira dan Arga kembali keatas dengan perasaan senang, karena perubahan sikap Erika yang semakin baik.


"Ai, aku gak nyangka mami diam diam memperhatikan mu." Ucap Arga. Sekarang mereka berada di sofa dengan Aira yang mulai kembali memutar film drakornya.


"Iya yang, aku senang, mami itu sedikit mirip dengan mu, terlau gengsian hihihi." Ucap Aira tersenyum. Aira mengingat dulu sikap Arga yangbsering marah dan memerinta yang tidak jelas akibat gengsinya.


"Hem aku tidak seperti itu." Ucap Arga jutek.


"Ya.. ya.. ya.." Ucap Aira senyum. Ia mengecup pipi Arga sebanya dua kali.


Baru saja Arga mau membalas kejailan Aira hp nya sudang berdering. Panggilan masuk dari Rey.

__ADS_1


"Bentar ya Ai, Rey telpon." Ucap Arga, ia pun segera kebalkon kamar untuk mengakat panggilan Rey.


"Ya Rey." Ucap Arga santi


"Selama ini mami sering mengirim uang kepada Bella dan juga mami membelikan perumah Elit kepada keluarga Bella. Bukan hanya itu mami juga membelikan tante Arumi mobil, dan tiap minggunya mami mentranfer uang ke Bella dua ratus juta, dan semua hutang tente Arumi juga lunas karena mami sudah melunasinya." Ucap Rey, ia memberi tahu semuanya. Sungguh Rey sangat geram dengan Bella dan keluarganya. Mereka betul betul memeras Erika.


"Pantas saja mami sering kehabisan uang, ternyata mereka memeras mami, Aira saja tidak perna meminta apapun, bahkan ia hanya membeli untuk makan dan menyumbang kepanti asuhan. Untung saja aku tidak menikah dengan Bella, bisa bangkrut aku bersama dengan wanita matre yang tidak malu seperti itu." Ucap Arga, ia merasa bersyukur karena putus denagn Bella, bahkan ia menyelas perna di buat galau oleh Bella.


"Aku muak Rey dia ada disini, apa kau punya cara untuk mengusirnya." Ucap Arga.


"Saya tidak tau tuan, karena mami sangat menyukai Bella." Ucap Rey, Ia merasa susah jika yang dihadapi Erika.


"Ya sudah lah Rey, selama ia tidak mengagu Aira aku akan biarkan dia disini. Aku juga tidak mau bertengkar lagi dengan mami, karena mami sudah mulai bersikap baik dengan Aira." Ucap Arga, ia begitu leluasa berbincang dengan Rey.


"Saya ikut senang tuan, semoga Mami bisa menerima nona Aira dengan sepenuh hatinya." Ucap Rey ikut senang.


Mereka berduapun mengakhiri panggilan telpon itu, Arga pun kembali duduk di sofa dengan Aira.


Aira tampak serius menonton film drakornya itu. Arga mengecup pipi Aira


"Serius amat Ai," Ucap Arga tersenyum


"Hemm." Jawab Aira singkat, sambil terus mengunyah cemilannya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


Makasih ya buat yang sudah mampir 😘😘😘😘


__ADS_2