
Karena besok pernikahan Arga, pewaris tunggal dan orang kaya di negara ini. Membuat semua orang heboh, bahkan banyak yang penasaran dengan sosok Aira.
Sementara Bella ia sangat merasakan sakit hati yang luar biasa. Bahkan ia juga menyaksikan sendiri dengan Erika yang sangat sibuk menyiapkan pasta pernikahan ini.
Bella tidak bisa berkutik, karena Arga yang selalu dekat dengan Aira. Selain itu Bella juga tidak punya uang untuk mambayar preman, untuk melukai Aira.
Ayah Bella bangkrut, dan meninggalkan banyak hutang. Ibu nya juga menjadi incaran orang orang karena sudah menipu, dan membawa kabur uang Arisan. Makanya Bella terpaksa harus tetap berada di rumah Arga.
Erika bukannya tidak tahu masalah keluarga Bella. Ia menutup mata dan telinganya tentang keburukan keluarga Bella yang sedang ramai menjadi bahan gunjingan para kolongrat.
Selain ibu Bella adalah sahabatnya, Erika juga terlanjur sayang dengan Bella. Makanya ia selalu menuruti apa yang Bella mau. Yang membuat Bella menjadi betah tinggal bersamanya tanpa ada rasa canggung.
***
"Tante kok semangat baget sih. Tante sekarang sudah setuju ya, tante sudah gak perduli dengan perasaan Bella." Ucap Bella merengek. Karena saat ini ia ikut dengan Erika. Mereka sekarang berada di gedung tempat Arga dan Aira melaksanakan pernikahan. Erika ingin mengecek sendiri hasil dekorasi pernikahan Anaknya.
"Bukan begitu sayang, tante hanya tidak ingin nama tante menjadi bahan gunjingan. Kalau sampai pesta ini tidak sempurna. Kamu tau sendiri kan, pernikahan ini pasti akan heboh dan para wartawan pasti meliput pesta pernikahan ini." Ucap Erika panjang lebar.
"Kamu jangan sedih ya. Mana nomor rekening kamu. Kamu juga harus tampil cantik saat pernikahan Arga." Ucap Erika, ia terus saja menyemangati Bella.
__ADS_1
"Bella gak mau hadir tente, Bella malu, orang orang pasti akan menertawakan Bella, Tante pasti tau kan masalah keluarga Bella. Sekarang masa Bella harus hadir di acara pernikahan Arga. Orang orang pasti akan menghina Bella, karena di anggap tidak bisa move on dari Arga." Ucap Bella dengan sedih yang di buat buat.
"Duh sayang, kamu gak boleh ngomong gitu. Selama kamu berada di samping tante, tante tidak akan biarkan kan orang orang menghina kamu. Kamu jangan merasa kecil hati. Biar sampai kapan pun tante hanya mau kamu sebagai mantu tante. Sekarang tante minta nomor rekening kamu." Ucap Erika. Ia tidak tega melihat Bella yang terpuruk seperti ini.
Bella pun menyebutkan nomor rekeningnya. Ia sangat kaget melihat nominal uang yang Erika berikan. Karena sudah berbulan bulan ia tidak memegang uang sebanyak ini.
"Kamu jangan sedih lagi yah. Setelah Arga menikah dengan gadis itu, kita akan membuatnya tidak betah dan dengan sendiri dia meninggal kan Arga. Sekarang kamu pergi dan boleh pilih apa saja di butik tante" Ucap Erika lagi menyemangati Bella.
"Oke tante. Makasih ya, karena selalu baik sama Bella. Kalau gitu Bella kebutik tante dulu" Ucap Bella senang. Ia tersenyum jahat.
****
"Ra, gimana dengan om mu, dia sudah tau kalau besok kamu akan menikah?" Ucap Hesti. Ia teringat Arya. Selama ia di apartemen ini juga ia tidak berani mengunjungi rumah Arya. Karena Ia takut jika Mila protes dengan kehadirannya.
"Sudah kok bu, Anak buahnya Arga pasti sudah memberikan undangan untuk Om Arya. Sebenarnya Aira mau datang sendiri, tapi Arga melarang Aira. Arga suka sakit hati bu jika mengingat Mila dan Riska yang perna memperlakukan Aira buruk didepan Arga. Hehehhe lucu ya Arga bu."Ucap Aira panjang lebar.
"Hah! memang apa yang pernah tante Mila dan kak Riska lakukan kepada kak Aira?" Ucap Bima penasaran.
"Cuma madalah kecil aja, Arganya aja yang lebay dan terlalu menganggap masalah ini serius." Ucap Aira, ia berusah untuk tidak membuat Bima menjadi marah terhadap Mila dan Riska.
__ADS_1
Sementara Hesti yang paham betul sikap Mila, ia menduga pertengkaran kemarin memang masalah besar. Mengingat sikap Mila yang sombong dan selalu menghina nya. Mungkin itu yang Aira dapatkan saat di rumah Arya. Pikir Hesti.
"Awas saja kalau tente Mila dan Kak Riska berani mengusik kak Aira. Bima gak segan segan memarahi mereka." Ucap Bima geram. Ia juga pernah mengingat saat Mila menelpon Hesti dan mengatai Hesti yang miskin dan selalu merepotkan Om Arya.
"Kamu gak boleh gitu Bim. Itu tante dan sepupu kamu loh. Kamu harus hormat kepada mereka." Ucap Hesti. Ia tidak mau jika Bima menjadi anak yang tidak sopan.
"Ya sudah, Aira pesan makan malam dulu ya, kamu mau makan apa bim." Ucap Aira. Ia tidak mau membicarakan masalahnya dengan tante Mila dan juga Riska.
"Bima mau spageti kak." Ucap Bima. Dengan tidak semangat, karena Aira yang mengalihkan topik pembicaraan mereka.
Aira juga menanyakan ibu Hesti dan juga Ibu Siti yang sedang Asik menelpon. Tak lupa Aira juga menanyakan Ana, pengawal setia yang akan melindungi Aira. Dalam hal apapun.
Aira segera menghubungi Rey, untuk mengantarkan mereka makanan, Aira bukan tidak bisa memesan makanan sendiri. Cuma Arga tidak mau jika ada orang asing ke apartemen Aira. Arga takut jika ada yang ingin mencelakai Aira. Apalagi besok adalah hari pernikahannya.
Rey juga tidak pernah merasa keberatan. Apapun yang bersangkutan dengan Arga. Rey juga akan melindunginya.
.
.
__ADS_1
.