
Sudah tiga hari Arga dan Aira berada di rumah Aira. Arga sangat suka susana di rumah Aira hangat dan nyaman. Keluarga yang sangat damai.
Hesti tidak henti hentinya selalu terhibur dengan sikap Arga, yang terlalu memperhatikan Aira. Dan melarang Aira untuk melakukan sesuatu yang menurut Arga itu berbahaya.
"Hei, mau kemana?" Teriak Arga saat melihat Aira menaiki motor bebek. Sungguh Arga tidak suka jika Aira menaiki motor seorang diri. Ia takut kejadian yang mengerikan itu terjadi lagi. Terlebih Aira menaiki motor butut itu. Arga takut Aira kenapa kenapa.
"Mau kepasar tuan. Saya hanya sebentar." Ucap Aira santai.
"Gak! kau gak boleh pergi!" Pinta Arga, ia langsung datang menghampiri Aira.
"Tuan! saya hanya sebentar, tuan mau kita gak makan!"Ucap Aira mulai kesal.
"Lebih baik aku kelaparan! dari pada membiarkanmu pergi dengan motor butut ini." Ucap Arga dengan wajah yang serius.
"Mau kemana Ra?" Ucap Hesti, ia pura pura tidak tahu. Padahal ia keluar karena mendengar suara Arga yang melarang Aira naik motor ini.
"Mau ke pasar bu." Ucap Aira.
"Ya sudah. Kamu hati hati ya." Ucap Hesti. Ia sengaja membiarkan Aira. Ia ingin melihat reaksi Arga.
"Aku ikut!" Ucap Arga cepat. Ia tidak enak jika melarang Aira. Sementara Hesti mengizinkannya. Terpaksa ia harus ikut untuk menjaga Aira.
Astaga mana mungkin aku membawamu kepasar! (Batin Aira.)
"Tuan! di pasar itu bau dan ramai!" Ucap Aira. Ia juga tidak mau jika Arga merasa tidak nyaman. Apa lagi kalau sampai Arga di kerumuni banyak orang.
"Minggir! biar aku yang bonceng!" Ucap Arga datar. Ia tidak menghiraukan perkataan Aira.
Aira langsung turun.
"Sebentar ya." Ucap Aira, ia langsung berlari kecil kedalam rumah untuk mengambil masker dan juga topi Arga.
Aira langsung memberikannya kepada Arga.
"Kau tidak pakai?" Tanya Arga.
"Tidak tuan. Saya sudah biasa dengan bau ikan dipasar." Ucap Aira tersenyum. Berusaha meyakinkan Arga.
"Pakai masker mu! aku tidak suka jika ada laki laki yang melirik mu." Ucap Arga tegas.
Tuan tidak ada yang melirik saya. Kalau pun ada itu pasti mereka heran karena tuan bersama saya! (Batin Aira)
Aira pun langsung masuk kembali mengambil maskernya. Sementara Hesti pura pura menyiram bunga, ia tersenyum kecil melihat kelakuan Arga. Yang sangat posesif kepada Aira.
"Bu Aira pergi dulu ya."
"Iya hati hati." Jawab Hesti singkat.
****
Bima keluar dengan wajah tegang menghampiri Hesti yang ada duluan rumah.
"Bu.. bu coba lihat ini!" Ucap Bima sambil melihatkan ponselnya kepada Hesti.
__ADS_1
"Itu nak Arga kan? Dia Artis ya bim. Pantas saya ganteng." Ucap Hesti.
" Bukan bu bukan. Lebih dari itu! Ibu baca ni!" Ucap Bima tegang.
"Pemilik perusahaan Jk group." Eja Hesti.
" Nah ternyata calon suami kak Aira. Itu Arga putra Rahandirta bu. Itu perusahaan yang sangat besar di negara ini. Bahkan dia orang terkaya dan paling berpengaruh di negra ini." Ucap Bima dengan takjubnya.
Bima sangat penasaran dengan sosok Arga. Akhirnya di iseng mencari informasi tentang Arga dari Sosmed. Betapa terkejutnya nya Bima setelah mengetahui Siapa itu Arga.
"Pantas saja bu kak Aira memanggilnya tuan. Karena semua orang memang memanggil nya tuan. Dia itu sangat di segani bu." Ucap Bima lagi.
Sementara Hesti ia langsung diam termenung, jika benar yang Bima ucapkan. Ia merasa khawatir kepada Aira. Ia takut Aira tidak diterima di keluarga Arga.
"Bu kok ibu melamun sih. Ibu dengar Bima kan?"
"Iya ibu dengar kok." Jawab Hesti. Ia langsung masuk kerumahnya. Dan meninggalkan Bima yang masih ingin bercerita.
***
Baru saja Aira membawa Arga masuk kedalam pasar. Arga sudah merasa mual di perutnya. Ia merasa jijik melihat ayam potong, daging yang bergantungan. Belum lagi lantai yang sedikit basah dan bau yang menyengat. Tapi ia tahan ia tidak mau terlihat lemah di depan Aira sementara Aira tampak biasa.
"Apa tuan baik baik saja?" Ucap Aira. Ia merasa gerak gerik Arga yang tak biasa.
"Ya! cepat. Katamu kau hanya sebentar. Aku tidak mau masuk lebih dalam lagi. Cukup disini saja." Ucap Arga. Ia merasa sangat ngeri berada di dalam pasar ini.
"Tapi tuan..
Sudah di bilangan jangan ikut. Malah ikut, susahkan gue mau kemana mana. (Batin Aira)
Aira pun langsung singgah ketempat yang dekat. Ia membeli ikan dan juga sayur.
"Ambil saja pak kembalikannya." Ucap Aira sopan.
Arga langsung menarik tangan Aira agar keluar dari pasar itu dengan cepat.
Sampai nya di parkiran. Arga langsung muntah muntah. Sungguh dia sudah tidak bisa menahan rasa mualnya.
"Tuan! tuan kenapa? tuan sakit?" Ucap Aira. Ia memijat belakang Arga, Aira merasa khawatir melihat Arga yang tak henti hentinya muntah. Ia segera membeli minyak kayu putih dan juga Air mineral untuk Arga.
Aira berlari, dengan cepat ia menghampiri Arga dan memberi Arga Aira limeneral.
"Minum tuan." Ucap Aira khawatir. Ia juga menyuruh Arga untuk menghirup aroma minyak kayu putih ini. Ia juga menaruh minyak kayu putih itu di dahi Arga.
"Sudah baikan tuan?" Ucap Aira.
Arga hanya mengangguk. Entah kenapa ia merasa sedikit pusing.
"Biar saya saja tuan yang bawa motornya." Ucap Aira. Karena ia melihat kondisi Arga yang tidak memungkinkan.
Arga juga hanya mengangguk. Ia merasa lemas dan juga pusing dengan bau amis yang menyengat itu. Arga juga tak henti henti menghirup aroma minyak kayu putih yang ada di tangannya.
****
__ADS_1
Sampai dirumah. Bima langsung menghampiri Aira dan juga Arga. Ia merasa lucu karena Aira yang menggonceng Arga. Tapi ia memaklumi setelah mengetahui identitas Arga.
"Kenapa dengan tuan Arga? " Ucap Bima. Karena ia melihat Arga sedikit lemas.
Sejak kapan ia memanggil tuan Arga. Bukannya selama ini ia memanggilnya kakak? (Batin Aira.)
Aira merasa bingung dengan sikap Bima.
Aira langsung membawa Arga masuk. Ia langsung mengambilkan Air hangat untuk Arga.
"Apa tuan sudah baikan?" Ucap Aira khawatir.
"Ya. Aku mau mandi! kau juga harus mandi dan buang baju yang kau pakai ini." Ucap Arga tegas. Ia langsung berdiri bersiap untuk mandi dengan langka sedikit lunglai.
"Hisss kenapa dengan baju ku! dasar aneh seenak nya aja nyuruh buang." Gumam Aira.
"Kak kenapa dengan tuan Arga?" Ucap Bima menghampiri Aira.
"Sejak kapan kamu panggil dia tuan?" Jawab Aira bingung.
"Kak tuan Arga itu kan pengusaha terkenal dan sangat kaya, dia itu pemilik perusahaan Jk group kan kak! " Ucap Bima pelan.
"Kok kamu tau? dari mana kamu tau?" Ucap Aira dengan serius. Ia bingung kenapa Bima bisa mengetahuinya.
"Aduh kak, itu gampang. Tuan Arga itu memang sangat terkenal. Wajah nya itu sudah sering muncul di tv dan di majalah. Tadi Bima iseng cari di media. Ternyata dugaan Bima betul kak. Ternyata dia adalah keluarga Rahandirta. Orang yang sangat terpandang. Kok bisa ya dia sama kak Aira." Ucap Bima panjang lebar.
"Oh guru ya, kamu jangan kasi tau siapa siapa ya, kalau tuan Arga itu pemilik perusahaan Jk group. Karena dia tidak suka jika ada orang yang mengusik dan mengganggu ketenangannya." Ucap Aira serius. Ia takut adiknya ini malah menyebarkan kemana mana.
"Iya kak tenang aja. Tapi kok bisa ya tuan Arga mau sama kak Aira. Apa dia serius? Bima takut kak, jika tuan Arga hanya ingin mempermainkan kak Aira. Kak Aira harus jaga diri ya. Jangan sampai termakan omongan tuan Arga. Jangan sampai seperti anak bu anis kak. Yang hamil di luar nikah terus cowonya gak mau tanggung jawab." Ucap Bima serius. Ia menasehati Aira.
"Haaa anak bu Anis? Lisa ya?" Ucap Aira kaget.
"Iya kak si Lisa, teman sekolah kak Aira waktu dulu!" Ucap Bima
"Kasian ya." Ucap Aira.
"Iya, makanya kak Aira harus pandai jaga diri, jangan seperti si Lisa. Ya sudah Bima pergi dulu ya kak." Ucap Bima.
"Iya hati hati." Ucap Aira.
"Cepat mandi! dan buang baju mu itu." Ucap Arga tegas.
"Iya tuan." Ucap Aira gugup. ia merasa malu melihat Arga yang hanya menggunakan handuk. Ia langsung pergi kedapur.
.
.
.
Selamat membaca😁😁😁
Makasih sudah mau mampir😘😘😘
__ADS_1