Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 65


__ADS_3

Arga dan Aira berada di dalam kamar seharian. Arga merasa heran karena Aira sangat betah di dalam kamar.


"Ai, apa setiap harinya kau selalu berdiam diri dikamar? di belakang ada taman dan kolam renang, apa kau tidak bosan ai di kamar terus." Ucap Arga, ia merasa sangat heran dengan tingkah Aira yang berubah dratis, Aira juga makan sangat banyak, dan malas mandi, bahkan sekarang ia sedang ngemil sambil menonton film drakor.


"Aku suka dikamar, disini sangat nyaman." Ucap Aira sambil mengemil.


"Yang aku mau kulkas." Ucap Aira tiba tiba.


"Kulkas? untuk apa ai, mau di apakan kulkas itu, kulkas dibawa kan banyak." Ucap Arga heran. Bukan Arga tidak bisa membelikan Aira kulkas. Tapi Aira suka meminta hal yang aneh


"Aku mau kulkasnya di pindah di kamar." Ucap Aira santai.


Aira membayang kan makanan yang akan dia beli, ia ingin menyimpan makanan nya di kamarnya.


"Hmm baik lah, besok aku akan belikan kulkas yang besar untuk mu." Ucap Arga. Ia setuju karena ini tidak aneh aneh. Aira tersenyum senang.


"Ai, perut mu tidak sakit makan sebanyak itu." Ucap Arga, ia sedikit khawatir melihat seharian ini Aira ngemil banyak.


Mendengar Arga berkata seperti itu, ia langsung berhenti makan. Matanya mulai berkaca kaca. "Apa kau keberatan aku makan sebanyak ini." Ucap Aira sedih.


"Ti.. tidak ai, aku suka kau makan banyak. Besom aku akan membelikan cwmilan yang banyak dan bergizi untuk mu. Swkarang lanjutkan saja makan mu." Ucap Arga sedikit panik.


"Tapi aku sudah tidak mau ini.( Sambil menunjuk cemilannya) aku mau makan sate.) Ucap Aira cemberut.


"Hmmm baik lah. Tunggu sebentar ya. Aku suruh Rey dulu." Ucap Arga. Ia sedikit lega karena Aira tidak lagi merajuk.


Duh kenapa dengan Aira, kenapa dia jadi sensitif seperti ini. Sepertinya aku harus membawa di cek. Aku takut dia menjadi setres akibat ulah ibu. (Batin Arga.)


tiga puluh menit kemudian Rey datang membawa sate pesanan Aira. Rey juga merasa aneh dengan perubahan Aira, apalagi akhir akhir ini Aira suka melakukan vc dengan Arga sekedar hanya ingin memberi tahu kepada Aega agar tidak melirim cewe lain.


"Makasih rey." Ucap Arga, saat menerima satw dari Rey.


"Tuan." Ucap Rey.


"Ya, ada apa?" Ucap Arga.


"Apa tuan tidak ada yang aneh dengan nona Aira." Ucap Rey.


"Ya aku juga merasa seperti itu. Nanti malam tolong panggil kan devan, aku ingin dia memeriksa Aira. Aku takut ia menjadi setres karena mami suka menyingung nya" Ucap Arga dengan wajah khawatir.


"Baik tuan. Semoga nona Aira baik baik saja." Ucap Rey, setelah itu ia pamit.


Arga langasung meberikan sate itu kepada Aira. Dengan lahap Aira memakan nya sampai habis dan tidak tersisa, bahkan Aira tidak menawar kan Arga.


Arga hanya menggeleng melihat kelakuan Aira.

__ADS_1


Tapat pukul tujuh malam devan datang, ia sangat senang bisa beetemu dengan Aira. Devan suka dengan sifat Aira yang ramah dan tidak sombong. Devan juga senang melihat Arga cemburu buta dengannya. Ia senang akhirnya ia bisa membuat Arga jengkel.


"Kau hanya boleh memeeikasa istriku, jangan berani mengodanya." Ucap Arga dingin sebelum menyuruh Devan masuk kekamarnya


Devan tidak menjawab karena niatnya memang mau mengerjai Arga.


Pintu terbuka Aira pun langsung melihat kearah pintu.


"Selamat malam nona Aira." Ucap Devan ramah.


"Malam juga dokter Devan. Tumben kesini siapa yang yang sakit." Ucap Aira bingung.


"Aku sudah bilang jangan berani menggoda istriku." Ucap Arga pelan, mengancam Devam. Tapi Devan sengaja tidak menghirau kannya.


Arga dan Devan berjalan berdampingan kesofa, menghampiri Aira.


"Tidak ada yang sakit nona, tapi di keluarga ini memang harus sesekali mengecek kesehatan. Semua sudah saya cek, Tinggal nona Aira saja belum." Ucap Devan. Ia terpaksa mengatakan itu takut jika Aira tersingung. Karena Arga sudah memberitahukan kepada Devan tentang keadaan Aira yang beribah dratis.


"Hem baik lah." Ucap Aira santai.


Devan pun duduk disamping Aira. Sementara Arga ia juga langsung duduk disamping Aira dengan dekat, sambil menatap sinis Devan.


"Apa akhir akhir ini nona sering pusing, atau merasa lelah." Ucap Devan.


"Iya, aku sering merasa lelah tanpa sebab." Ucap Aira jujur. Sambil mengunyah cemilannya.


"Iya, aku juga sebenarnya bingung akhir akhir ini aku sering kali memakan sesuatu. Bahkan aku sedih jika tidak mendapatkannya. Kira kira saya sakit apa yak dok, apa itu berbahaya?"Ucap Aira panjang lebar. Ia juga merasa perubahan dirinya.


"Maaf nona, kapan terakhir nona menstruasi." Ucap Devan dia mulai curiga.


"Sudah telat si ini doka. Seharus nya awal bulan tapi sampai sekarang belum. Dok kira kira saya kenapa ya." Ucap Aira ia sedikit cemas.


Arga mendengar kan dengan sangat serius, ia takut jika Aira kenapa napa.


Karena Devan tidak bisa me usg Aira, Devan pun mengambil di tas nya tespek kehamilan.


"Sekarang nona gunakan ini dan ikuti petunjuknya." Ucap Devan, terukir senyum dibibirnya.


Arga langsung mengabil Tespek itu. Ia penasaran dengan yang Devan berikan. Arga ingin memastikan sebelum Aira menggunakannya.


"Tes kehamillan." Ucap Arga. Ia membaca tulisan itu.


Aira dan Arga saling bertatap mereka berdua melihat devan. Jantung Arga langsung berdetak kencang.


"Sepertinya nona Aira hamil, sebaik nya nona nona segera tes." Ucap devan.

__ADS_1


Aira merasa sangat senang. Ia langsung mengambil tespek itu, dan langsung menuju toilet. Aira mengikuti langkah langkah nya. Dua menit kenudian Aira keluar membawa hasil nya. Ia sangat senang karena Aira sudah membacanya jika garis dua berarti ia positif hamil.


"Sayang." Ucap Aira dengan mata yang berkaca kaca ia begitu sangat bahagia.


Arga langsung menghampiri Aira. "Ada apa Ai? kenapa kau sedih." Ucap Arga. Ia menuntun Aira duduk disofa.


Aira melihatkan hasil tes itu kepada Devan. Devan langsung tersenyum lebar.


"Selamat bro, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah." Ucap Devan senang.


"Aira hamil?" Tanya Arga sekali lagi.


"Iya." Ucap Devan tersenyum


Arga langsung memeluk Aira kuat dan mencium dahi Aira. "Selamat ya sayang. Makasih ya Ai." Ucap Arga senang. Bahkan matanya sudah mulai berkaca kaca.


"Besok sebaik nya nona Aira kerumah sakit untuk cek lebih lanjut." Ucap Devan lagi.


"Iya dok, besok saya akan pergi." Ucap Aira.


"Ya besok kamu akan pergi, aku yang akan mengantar nya." Ucap Arga semangat.


"Baik lah, dan satu lagi untuk saat ini lo harus kurangi aktifitas ranjang lo. Karena janinya masih lemah." Ucap Devan.


"Apa harus seperti itu?" Ucap Arga ia merasa sagat keberatan.


"Ya lakukan saja kalau kau mau Aira dan bayi yang ada diperut Aira kenapa napa." Ucap Devan santau.


"Mampua lo, rasain tuh enak kan di kerjain." (Batin Devan)


Sebenarnya tidak apa mereka melakukan hubungan asal dengan pelan. (Hahaha Author sok tau, tapi sering baca seperti itu, makanya sedikit tau, tapi kalau salah maaf ya)


"Sayang kau harus dengar ucapan devan. Aku tidak mau jika calon bayi kita kenapa napa." Ucap Aira.


"Baik lah demi kalian berdua aku akan puasa." Ucap Arga memelas


.


.


.


Yuhuuuuuuu😀😀😀


Makasih ya buat para readers dan para author yang sudah dukung. 😀😀😀😘😘😘🤗

__ADS_1


Sukses yag buat kita semua....


__ADS_2