Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 86


__ADS_3

"Oh jadi kamu ibunya nya Aira. Heh pasti ajaran kamu kan, Punya anak pelakor. Asal kamu tau ya Aira itu sudah merebut Arga dari anak saya!" Ucap Arumi kesal. Ia yang kebetulan berada diluar langsung menghampiri rombongan keluarga Aira.


Hesti yang dengan ramah menyapa Arumi dan memperkenalkan dirinya langsung di sambut dengan jutek dan omongan yang tidak tidak.


"Apa maksud anda! jangan berani berani ngomong yang macam macam tentang anak saya." Ucap Hesti tegas.


Ibu Siti juga mendukung Hesti. "Ya Betul, kamu jangan macam macam. Nanti saya laporan Arga kamu." Ucap Ibu siti.


Sementara Bima dan Mita juga menatap Arumi dengan marah.


"Dasar orang...


Arumi tidak sempat melanjutkan perkataannya karena Erika yang datang tiba tiba menghampiri mereka.


"Eh.. sudah ada ibu Hesti, ayo masuk." Ucap Erika. Ia yang mendengar samar samar suara langasung keluar memastikan.


Erika yang melihat wajah kesal keempat orang ni sudah bisa memastikan bahwa Arumi pasti berkata yang tidak tidak.


"Gimana bu Hesti dengan hasil dekorasi nya, apa ada yang perlu ditambah? " Ucap Erika ramah. Erika berusaha mengambil hati ibu Hesti yang terlihat kesal.


"Gak ada bu, ibi sudah sangat bagus." Ucap Hesti, ia senang karena Erika menyambutnya dengan baik. Dan ini pertama kalinya mereka berdua berbicara.


"Heh orang kampung mana tau apa apa soal beginian. Ngapain jeng kamu tanya lagi." Ucap Arumi menyela obrolan mereka.


"Jeng jangan gitu. kampung halaman kalian itu dekatan loh." Ucap Erika. Ya Arumi memang berasal dari kampung yang dinilai pria bule kaya.


Seketika wajah Arumi jadi merah karena malu dengan ucapan Erika.


"Oh dari kampung juga, pantas kampungan kaya kita Hehehhe." Jawab ibu Siti. Ia sengaja membuat Arumi semakin kesal.


Bima dan Fita juga terlihat senyum senyum mengejek Arumi. Ya itu yang Arumi rasa. Mereka mengejeknya.


Diruang tengah Aira, Arga, Devan, Fita dan Bella, sedang bersantai, Aira dan Fita asik bercerita tanpa menghirau kan Bella. Sementara Bella ikut duduk bersama mereka hanya ingin tau obrolan mereka.


Saking asiknya mengobrol Aira dan Fita tidak sadar bahwa Ibu Hesti datang bersama rombongannya.


"Ai, ada ibu." Ucap Arga, saat melihat ibu Hesti datang menuju mereka.


Aira langsung menoleh ke arah ibu Hesti. Ia langsung berdiri dan datang menghampiri ibunya.


Aira langsung memeluk ibunya dengan erat.


"Ih ibu kok gak telpon sih." Ucap Aira.

__ADS_1


"Ibu kan sudah bilang sama kamu sayang. Kalau ibu datang nya hari ini. Masa kamu lupa." Ucap Hesti.


Arga juga langsung menyalami ibu Hesti dan Ibu Siti, begitu juga dengan Devan, Fita dan Bella. Ya Bella terpaksa bersikap manis, supaya tetap terlihat baik di mata Erika.


"Hehe ingat sih bu. Tapi kan kalau ibu telpon Aira bisa tunggu ibu di luar." Ucap Aira lagi.


"Iya betul tu. Soalnya tadi..


"Eh ada Fita, Feby nya mana? kamu datang sendirian?" Ucap Ibu Hesti. Ia sengaja memotong ucapan Ibu Siti yang mau mengadu.


"Feby datang nya besok bu..


"Iya bu, Fita datang gak sendirian bu, dia datang sama Devan, Devan ini pacarnya Fita bu." Ucap Aira senang.


"Hoo begitu ya. Jadi yang ini pacar kamu." Ucap Hesti.


"Iya bu, saya Devan." Ucap Devan ramah.


"Bagus deh sekarang Fita sudah ada yang jaga. Cepat di halalin ya." Ucap Hesti menggoda.


"Hehehe saya sih mau cepat cepat bu. Tapi Fita nya belum siap." Ucap Devan jujur.


"Duh Fita, tunggu apa lagi, nak Devan ini ganteng loh, awas lo nanti di tikung orang." Ucap Ibu Hesti.


Fita pun hanya tersenyum malu melihat dirinya jadi bahan cerita.


Sementara Bella dan Arumi langsung pergi menghindar dari mereka. Karena kehadiran Bella dan Arumi seperti tidak dianggap.


"Bi ijah." Teriak ibu Erika.


"Iya bu." Jawab Bi ijah sopan.


"Tolong kamu bawakan ni semua barang kekamar tamu." Ucap Erika.


"Iya bu." Ucap Bi ijah.


"Bim, kamu bantuin bi Ija antar kekamar." Ucap Hesti.


Bima pun langsung mengankat barang mereka kekamar tamu. Ya dirumah Arga ini sangat luas. Banyak sekali kamar tamu yang ada dirumah ini.


"Ibu sudah makan belum?" Ucap Aira.


"Iya sudah, tadi sebelum kesini kita mampir kewarung makan." Jawab Hesti.

__ADS_1


"Oh ya sudah, ibu istirahat saja dulu. Ibu siti sama Mita pasti capek juga kan" Ucap Aira.


"Iya ni, badan ibu sedikit pegal pegal" jawab Ibu siti


"Iya istirahat saja dulu bu. Saya tinggal dulu ya. Mau ngecek ngecek dekorasi." Ucap Erika, Ia selalu sibuk karena ia ingin setiap acara yang digelar keluarganya. Erika tidak mau ada yang kurang sedikit pun.


****


Arumi dan Bella pergi keluar, mereka sangat muak melihat Aira dan keluarga Aira yang kampungan itu. Menurutnya.


"Bel kamu gimana sih, lama lama tinggal dirumah Arga. Gak hasil kan apa apa. Masah merayu Arga kembali sama kamu aja tidak bisa. Kalau tau begini sudah dari kemarin kemarin mamah ikut campur. Masalah kecil gini saja tidak bisa kamu atasin." Ucap Arumi. Ia mengomel ngomel sepanjang jalan.


"Mamah yang apaan! bisa ngak sih omongan mamah tu tahan kalau didepan Arga dan tante Erika. Bisa bisa Bella juga kena imbasnya akibat ulah mamah!" Ucap Bella tak kalah kesalnya.


"Kamu gak usah nyalahin mamah! semua ini gara gara kamu, Coba saja kamu dulu ngak sok sokan ninggalin Arga. Mungkin kita akan tetap hidup mewah. Arga pasti mau membantu perusahaan papah kamu."


"Sudah dong mah! jangan nyalahin Bella terus. Bella makin pusing ni!" Ucap Bella marah.


"Ya sudah. Kita mampir kebutik saja siapa tau ada barang keluaran baru dari butik Erika." Ucap Arumi. Ia yang tidak bisa menghilangkan hobbi shopping nya.


"Ya, tapi mamah jangan ambil kebanyakkan ya. Bella gak enak sama tante Erika." Ucap Bella mencoba memperingati Arumi.


"Kamu tenang saja si nyonya bodoh itu gak bakalan marah." Ucap Arumi.


"Mah!" Ucap Bella kesal. Biar bagaimana pun ia tidak suka jika Arumi menghina Erika.


"Apa! kamu lebih milih dia dari pada mamah, lagian kamu itu ya, setiap mamah membahas tentang Aira kamu selalu sok sokan membela. Kamu sdar ngak gara gara kamu yang terus mengiyakan. Erika jadi semakin suka dengan Aira!" Ucap Arumi kesal.


"Bukan gitu mah. Tapi sikap mamah sudah keterlaluan. Bagaimana mungkin Bella bisa kembali merebut Arga kalau mamah gegabah gini."


Arumi dan Bella tidak henti hentinya berdepat di sepanjang jalan mereka saling menyalah kan.


Bella yang kesal dengan sikap Arumi yang tidak bisa menjaga ucapannya di deoan Erika dan Arga. Sementara Arumi kesal karena Bella tidak pernah membelanya di depan Aira.


.


.


.


Bersambung...


Makasih Buat yang sudah baca, like, komennya.

__ADS_1


Makasih banyak yaaaaa😀😀😀😀


__ADS_2