Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 109


__ADS_3

"Ai...!" Ucap Arga. Karena lagi lagi Aira mencubit badannya dengan kuat.


"Hehehe gemas yang." Jawab Aira.


"Sudah ai, aku mau mandi aja." Ucap Arga. Karena dari tadi Aira tidak memijatnya dengan benar. Malah mencubit cubit dirinya.


"Hmmm ya sudah. Tapi habis itu gantuan nya pijat aku." Ucap Aira. Dengan mudah ia minta di pijat balik. Padahal dari tadi bukan memijat Arga.


"Ya." Jawab Arga singkat. Malas ia berdebat lagi dengan Aira. Arga pun pergi berendam sebentar ubtuk menenangkan pikirannya. Menghadap Aira yang lagi lagi berlaku aneh. Sungguh kalau orang lain. Sudah dia tampar bolak balik.


Sementara Aira ia kembli memain kan hp nya dan begosip dengan sahabatnya melalui chat group.


Mereka sudah lama tidak bertemu. Dan mungkin akan bertemu besok di pernikahan Rey. Feby nginap di kosan Vita, karena ia merasa tidak enak jika nginap di rumah Aira. Sudah dua hari yang lalu Feby berada di kos Vita. Ya dia tidak lagi di temanin pacarnya. Hubungan mereka kandas akibat orang ketiga . Feby memutuskan hubungan saat tahu pacarnya berselingkuh. Ya. Itu lah pembahasan yang mereka bahas di chat group.


"Chat sama siapa?" Ucap Arga dengan serius. Yang membuat Aira sedikit kaget.


"Is sayang bikin kaget. Sama Vita sama Feby lah. Emang sama siapa lagi." Jawab Aira.


"Hemm." Jawab Arga. Ia ikut bersandar di kasur mereka.


"Sudah yang kasi tau pak hasan?" Ucap Aira yang tak sabar.


Arga langsung mengambil hpnya dan menelpon pak Hasan.


"Dimana pak?" Ucap Arga. Saat sambungan itu sudah terhubung.


"Ni sebentar lagi sudah sampai tuan." Ucap Pak.


"Pak belikan kulkas es krim, buat Bara, sekalian isikan juga nanti isinya. Biar ngak rebutan sama mamah nya." Ucap Arga. Sambil melirik ke arah Aira.


"Iya tuan. Saya antar nyonha dulu. Sudh di depan gerbang." Ucap Pak hasan.


Arga pun langsung mematikan panggilan itu.


Aira hanya terkekh mendengar ucapan Arga.


Arga pun langsung turun menemui pak Hasan untuk memberikan uang.


"Aira minta beli kulkas lagi ga?" Ucap Bu Hesti saat melihat Arga yang menunggu di teras rumah.


Sementara Bara langsung berlari menghampiri papahnya dan minta di gendong.


"Iya bu." Ucap Arga singakat.


"Bukannya sudah ada ya. Duh anak itu kok makin manja gitu ya. Ibu harus bicara sama dia! " Ucap Hesti.


"Sudah bu ngak papah. Nanti ngambek lagi." Ucap Arga.


"Iya jeng. sudah biarin aja. Cuma kulkas doang. Lagian Aira itu jnrabg banget belanja. Ngak papa." Ucap Erika juga.


Hesti pun meredahkan emosinya. "Ya sudh saya kekamar dulu ya bu." Ucap Hesti. Ia merasa pusing melihat kelakuan Aira.


"Iya jeng istrirahat aja." Ucap Erika. Ia senng akhirnya Aira dan Arga tidak marahan lagi.

__ADS_1


"Ya sudah mami kekamar juga ya ga. Capek seharian jalan."Ucap Erika.


Begitu juga dengan Bima ia beristirahat di kamar.


Arga pun membawa Bara kedalam kamar nya.


"Mamah..." Teriak Bara.


"Eh anak mamah sudah pulang. Sini!" Ucap Aira. Mengulurkan kedua tangannya yang masih duduk di atas kasur. "


Arga pun membawa Bara ke atas kasur dan meletakkannya di dekat Aira. Bara langsung memeluk Aira kuat. Dan mencium kedua pipi mamah nya.


"I love you mamah." Ucap Bara.


"I love you too Bara." Balas Aira. Aira oun memaruh Bara di tengah tengah mereka.


Arga pun langsung mengbil Bara dan memangku nya mereka saling berhadapan.


"Kok cuma mamah aja." Ucap Arga.


"Hehe I love you papah." Ucap Bara


"I love you too." Balas Arga.


"Tadi dari mana aja?" Ucap Aira.


"Dari tempat Hotel om Rey. Disana cantik mah, banyak bunga bayak lampu nya." Ucap Bara semangat.


"Bara juga tadi ke mal. Main sama om Bima seru mah.. " Ucap Bara lagi.


"Iya, sapa suruh tadi mamah di ketuk ketuk pintu nya ngak mau buka." Ucap Bara


"Emang mamah kenapa tadi ngak mau bukain Pintu, oma, nenek, sama Bara samai capek panggil nya." Ucap Bara sedikit manyum.


"Hehe maaf ya sayang mamah tadi ngak dengar." Ucap Aira berbohong.


"Pah.."


"Iya sayang kenapa? " Ucap Arga.


"Papah tadi sama mama mamah marahan ya!" Ucap Bara.


"Ngak, ni Bara liat sendiri dong papah sama mamah ngak marahan." Ucap Arga. Sambil mencium dahi Aira.


"Tapi tadi pagi Bara lihat papah marah sama mamah. Terus Bara lihat papah tarik tangan mamah kuat masuk kamar." Ucap Bara sedikit marah. mengingat kejadian tadi pagi.


Aira dan Arga saling bertatapan dan tertawa kecil mendengar ucapan Bara.


"Jangan tertawa! papah ngak boleh lagi yah marah marah mamah! B


ara tau mamah tadi ngak mau keluar karena papah habis marah sama mamah! " Ucap Bara. Yang tiba tiba saja memasang wajah Marah.


Arga makin tertawa mendengar anak laki lakinya ini memarahi dirinya.

__ADS_1


"Papah kok makin ketawa." Ucap Bara melipat kedua tangannya dan membuang wajah nya agar tidak melihat Arga.


Arga pun memegang kedua pipi bara dengan lembut " Jangan marah marah terus dong sama papah. Bara ngak sayang sama papah?" Ucap Arga.


"Sayang kok. Tapi kan Kata papah kita harus sayang sama mamah. Tapi kenapa papah tadi marah sama mamah! " Ucap Bara.


Aira tersenyum senang mendengar Bara yang memarahi Arga. Aira mengusap kepala Bara.


"Jangan marah marah gitu dong. Nanti ganteng nya hilang loh." Ucap Aira.


"Bara mana bisa jelek. Kan Bara mirip papah. Mana bisa jelek! " Ucap Bara. Ia jadi kesal, mamah sama papahnya tidak menanggapi marah nya.


Arga dan Aira tertawa lagi. Mendengar ucapan Bara.


"Ya Bara benar. Bara mana bis jelek kan kamu duplikat nya papah." Ucap Arga tersenyum.


"Ni ya sekarang papah kasi tau kamu. Tadi pagi itu papah marah sama mamah. Karena mamah pakai baju yang seksi. Tapi papah ngak marah marah kok cuma kasi tau aja." Ucap Arga.


"Tapi tadi Bara lihat papah tarik tangan mamah kuat sampai masuk kamar." Ucap Bar lagi.


"Ya karena papah mau mamah cepat cepat ganti baju nya. Kan papah ngak mau kalau laki laki lihat mamah pakai baju seksi. Itu kan ngak boleh." Ucap Arga lagi. Entah lah Bara mengerti atau tidak. Tapi ia mau memberi tbu masalahnya. Dari pada di tuduh terus sama Bara.


"Hoo gitu ya pa. Maaf ya pa, tadi Bara marah marah. Mamah ngak boleh lagi ya pakai baju seksi. " Ucap Bara. Yang sekarang malah menasehati Aira.


"Hehehe. Iya sayang, anak mamah kok makin pintar ya." Ucap Aira tersenyum senang.


"Iya dong. Kan anak mamah sama papah." Jawab Bara bangga.


"Mah malam ini Bara tidur sini ya." Ucap Bara manja.


Arga langsung melirik ke arah Aira.


"Ngak dapat jatah malam ni." Batin Arga.


"Bara belum mandikan. Sekarang Bara mandi dulu sama mbak susi. Terus itu makan dulu. Nanti baru kesini lagi." Ucap Aira.


"Tapi nanti Bara tidur di sini ya." Ucap Bara.


"Iya. Nanti tidur disini." Jawab Aira.


Arga pun mengantar Bara kepada Susi. Setelah itu ia kembali kekamar nya.


Arga langsung menutup pintu itu.


Tanpa aba aba Arga langsung menindih tubuh Aira dan ******* bibir Aira.


"Yang pintu nya susah di kunci belum." Ucap Aira.


"Sudah." Jawab Arga. Ia kembali ******* bibir Aira.


Dan terjadi lah, mereka memanfaat kan waktu sebelum Bara kembali memasuki kamar mereka.


bersambung..

__ADS_1


yuhuuuu makasih buat yang sudah mampir. Makasih banyak yaaaa


__ADS_2