Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 73


__ADS_3

Keesokkan pagi nya mereka pergi sarapan bersama hari ini Aira ingin ikut pergi kekantor, ia merasa bosan dirumah terus.


"Kemana Bella mi."Tanya Arga. Ia tidak bermaksud apa apa.


Aira langsung menatap sinis Arga.


"Kerumah rumah orang tuanya." Jawab Erika.


"Ho punya rumah, sudah terlalu lama Bella disini, apa orang tua nya tidak marah anak perempuannya tinggal di temoat orang lain." Ucap Arga lagi. Arga tau Aira tidak suka jika ia bertanya tentang Bella, makanya ia terus terang memberi tau maksudnya, agar Aira tidak marah.


"Mereka tidak keberatan, lagian mami senang, punya teman dirumah." Ucap Erika santai.


"Teman rumah, atau temanin Bella belanja, Mami jangan terlalu percaya sama orang lain. Arga lihat pengeluaran mami gak seperti biasa, Mami tiap minggu transfer Bella dua ratus juta ya." Ucap Arga. Ia berusaha sesantai mungkin.


Aira yang mendengar itu langsung kaget, ia bahkan tersedak, dengan cepat Arga memberikan Aira minuman. "Pelan pelan Ai." Ucap Arga khawatir.


Dua ratus juta, tiap minggu, untuk apa uang sebanyak itu, apa jangan jangan Bella ingin memeras mami. (Batin Aira.)


Aira kaget karena itu jumlah yang sangat banyak untuk dihabiskan dalam seminggu.


"Gak tiap minggu ga, mami kasian aja dia kan gak kerja, orang tuanya kan kamu pasti tau masalah mereka." Ucap Erika, ia sedikit merasa tidak enak karena Arga tau kalau dia sering memberi uang kepada Bella, karena selama ini Erika selalu memuji Bella mendairi.


"Ya mi, Arga gak keberatan kalau mami mau minta berapa pun uang sama Arga. Tapi Bella sudah dewasa, tidak seharusnya mami bersikap seperti itu, asal mami tau ya, Aira tidak perna membeli apapun bahkan uang yang tiap bulan Arga kirim kerekeningnya nyaris tidak terpakai. Apa kai tau Ai berapa jumlah uang direkeningmu." Ucap Arga mulai serius.


"Heheheh nanti aku cek ya yang." Ucap Aira gugup. Tapi masih berusah tersenyum, ia sedikit takut karena sudah lama tidak pernah melihat Arga seserius ini.


"Mami seharusnya bisa menilai, Bella itu tulus sayang sama mami, atau karna ada mau nya saja. Bahkan gaji Rey tidak sebanyak itu." Ucap Arga, ia langsung pergi meninggalkan meja makan itu, sebenarnya ia muak berbicara tentang Bella, ia takut pembicaraan ini akan menjadi pertengkaran, makanya ia pergi begitu saja.


Aira juga langsung mengikuti Arga, ia tidak bisa mengikuti langjah Arga yang begitu cepat. Aira pun berteriak memanggil Arga.


"Sayang tunggu!" Ucap Aira sesikit cemberut.


Arga membuang menghela nafas sebelum berbalik badan menghampiri Aira.

__ADS_1


"Pelan pelan jalan nya." Ucap Aira manja.


Arga pun tersenyum melihat wajah Aira, apalagi badan Aira sekarng sedikit gendut dan perut buncitnya. Membuat Arga gemas melihatnya. Marah Arga pun langsung hilang.


"Maaf ya Ai." Ucap Arga, ia langsung mengandeng tangan Aira keluar pintu.


Mereka pun langsung masuk kemobil, karena Rey sudah ada di depan rumah dan membukankan pintu mobil.


Mobil pun berjalan keluar dari halaman rumah.


Sementara Erika ia merenung memikirkan perkataan Arga. Ya ia sedikit sadar, tidak seharus nya ia memanjakan Bella seperti itu.


Erika juga sadar dulu mengatai Aira hanya mengincar harta, tapi ia malah melihat Aira yang tidak terlalu pusing dengan harta, bahkan ia juga tidak pernah melihat Aira pergi shoping.


"Kenapa dia tidak suka shoping, bukan kah itu menyenangkan." Gumam Erika. Ia pun berencana akan membelikan Aira baju ibu hamil, karena seringkali ia melihat Aira mengunakan baju yang terlihat ketat.


Erika pun pergi keruang tv untuk bersantai. Tak lama kemudian Bella pun datang dan langsung menghampiri Erika.


"Eh tante. Ni bella mau kasi lihat atas tas keluaran terbaru loh, dan ini hanya ada 7 unit aja di dunia." Ucap Bella dengan semangat, ia ingin Erika membelikannya.


"Iya, Bella sangat suka model nya." Ucap Bella lagi. Ia tidak sabar memiliki tas itu.


"Iya, tente jufa suka modelnya, emang berapa harganya." Ucap Erika biasa.


"satu meliar tan, ayo kita samaan." Ucap Bella senang. Karena ia yakin Erika pasti akan membelikannya seperti biasa.


"Duh mahal, kamu aja yang beli tas tante masih banyak." Jawab Erika, sebenarnya ia tertarik, tapi ia sedikit kurang semangat.


"Mahal?" Ucap Bella heran, karena uang segitu gak mungkin sulit untuk Erika.


Ada apa dengan tante Erika, kok dia gak semangat. Apa jangan jangan Aira sudah mempengaruhinya. Gak bisa ini gak bisa di biarkan.


"Tante sakit?" Ucap Bella lagi, sok perhatian

__ADS_1


"Gak kok, kamu temanin tante ke mal ya." Ucap Erika.


"Ayo tan, kamana pun tante minta teman Bella antarin." Ucap Bella semangat.


Erika pun tersenyum, ia pergi kekamarnya untuk mengambis tas, kalau soal baju gak perlu diganti, karena Erika selalu tampil cntik setiap harinya.


Mereka pun pergi jalan menaiki mobil Erika. Erika sedikit heran karena Bella berhenti didepan rumah Bella.


"Kok kesini, tante kan ajak kamu ke mal." Ucap Erika bingung.


Erika pun tersenyum menanggapi omongan Bella ia pun ikut turun menjemput Arumi.


Bella kembali menyetir mobil menuju mal, p ppp semangat kalau di ajak shoping apa lagi pp ikut shoping bersama mereka.


Tak lama kemudiam mereka sudah samapi di mal. Mereka langsung masuk dengan semangat.


Bella langsung membawa ke toko brandet Erika mengikuti nya begiti juga Arumi ia tampak semangat.


Padahal niat Erika ke mal hanya ingin membelikan Aira baju hamil. Entah kenapa ia jadi perihatin mendengar Aira yang jarang sekali shoping dan menggunakan uang Arga. Ia sedikit menyesal karena sempat menngaangap Aira cewe mantre dan murahan.


Erika tetap membelikan baju hamil untuk Aira, dan itu tidak disadari oleh Bella, karena ia asik melihat lihat barang yang akan ia beli, selesai membeli mereka langsung menuju kasir sedikit terkejut Erika melihat Bella dan Arumi berbelanja baju, sepatu dan tas, padahal Erika tidak ada niat menelaktir mereka.


Tapi dengan tidak malunya mereka menyodorkan belanjaan mereka saat Erima mau membayar. Bahkan jumlah baju yang di beli untuk Aira tidak begitu mahal dibanding tas dan sepatu yang mereka beli.


Sebenarnya Erika tidak pernah merasa keberatan, tapi setelah ia mendengarkan omongan Arga ada betulnya, Bella semakin manja dan sedikit melunjak, bahkan tidak ijin dulu meminta sesuatu.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Makasih buat semua yang sudah dukung 😘😘😘😘


__ADS_2