
Suasana dirumah Arga semakin hangat semenjak ada nya Bara. Erika bahkan sudah jarang kebutik, ia juga sudah jarang kumpul dengan teman sosialita nya, Itu semua karena Bara. Erika ingin menemani keseharian Bara. Ia begitu sayang dengan Bara.
"Aduh cucu oma makin hari makin pintar aja"
Erika selalu mengajak Bara berbica dengan gemas walau hanya balasan senyum dan tawa yang Bara berikan.
"Aira, kamu istirahat aja. Kalau ngantuk, Lagian Bara sudah kamu susui. Biar mami aja yang jaga. Stok asi di kulkas masih ada kan."
Ucap Erika, melihat Aira yang beberapa kali menguap.
"Masih ada mi, tapi..
"Ngak ada tapi tapi. Kalau kamu ngak istrihat juga. Nanti malam Bara biar tidur sama mami!" Ucap Erika tegas.
"Duh Anak sama mama sama saja." Batin Aira.
Aira pun juga terpaksa mengikuti perintah Erika. Ia pun pergi kekamarnya untuk beristrirahat.
Betul saja. Aira langsung terlelap setelah badannya menyentuh kasur empuk nya.
Tidak ada acara pesata besar saat kelahiran Bara. Itu semua karena Arga tidak ingin jika Bara terlalu banyak dinsentuh oleh orang lain. Arga takut. Jika Bara akan terkena Virus, karena sempat ia lihat berita bayi yang langsung alergi saat ada yang mencium nya. Makanya ia memilih tidak melakukan pesta ketimbang anaknya kenapa kenapa.
Sementara di sebuah restoran sedang terjadi pertingkaian Arumi dan Rey. Rey mengetahui niat busuk Arumi yang ingin mencelakai Aira dan Bara.
"Apa maksud kamu! kau seketaris sialan jangan berani mengancam ku!" Ucap Arumi kesal.
"Saya tidak main main dengan ucapan saya! jangan pernah anda berani lagi mengusik Aira. Saya sendiri yang akan langsung memberikan pelajaran jika anda berani mengusik keluarga Arga lagi!" Ucap Rey sambil memegang dagu Arumi dengan kuat.
"Lepas!" Ucap Arumi sambil menatap mata Rey dengan tajam, Arumi berusaha melepaskan tangan Rey, tapi ia tidak bisa karena cengkraman Rey begitu kuat.
"Jaga siakap anda! Jangan bersuara keras dengan saya! dulu saya menghormati anda, karena Bella pacar tuan Arga. Sekarang anda bukan siapa siapa lagi! Ucap Rey dengan tatapan mata tajamnya dan semakin kuat mencekram rahang Arumi.
"Ma.. maf tuan, saya berjanji tidak akan lagi mengusik Aira." Ucap Arumi terbata, karena saat ini Rey memang sangat mengherikan.
Rey pun langsung melepas cekraman nya dengan kasar. Ia langsung keluar dengan langkah kaki yang besar.
"Ah... sial dasar seketaris sialan!" Ucap Arumi setelah Rey tidak lagi terlihat.
Restoran ruang Vip yang seharus nya menjadi tempat pertemuan Arumi dan preman bayaran nya. Malah kacau dengan kehadiran Rey.
***
Malam hari seperti biasa Aira selalu menggendong Bara sampai tertidur.
"Ai, sini biar aku yang gendong." Ucap Arga. Ia baru saja selesai membersihkan diri.
__ADS_1
Aira pun langsung memberikan Bara pada Arga. Aira senang karena biasanya Arga takut menggendong Bara.
"Tumben biasanya ngak berani." Batin Aira.
"Sayang mau makan?" Tanya Aira. Karena Arga baru saja pulang.
"Ngak ai, sudah makan tadi." Jawab Arga.
"Anak papa kok belum tidur."
"Iya.. kan nunggu papa nya pulang." Jawab Aira mewakili Bara.
"Benar ai? kalian berdua nunggu aku pulang?" Tanya Arga.
"Iya sayang, kan Bara rindu sama papa nya." Ucap Aira.
"Maaf ya sayang, papa tadi lagi banyak kerjaan." Ucap Arga sambil menimang nimang Bara, yang mulai terlelap.
"Iya ngak papa, papah kan cari uang buat Bara." Jawab Aira dengan senyum nya.
"Ai, Bara sudah tidur." Ucap Arga pelan.
"Bawa kekasur yang."
"Gimana naro nya?" Ucap Arga bingung.
Arga pun menaruh Bara dengan sangat hati hati.
Arga tersenyum lebar, setelah berhgasil menaruh Bara.
"Sudah ngantuk ai?" Ucap Arga pelan.
"Belum yang." jawab Aira.
Arga pun membawa Aira ke sofa. Ia ingin mengajak Aira menghobrol tentang keseharian mereka.
"Tadi ngapain aja ai, Bara tewel ngak?"
"Bara ngak rewel,tadi siang Aira ketiduran. Bangun nya sorean. Mami yang jagain Bara." Jawab Aira.
"Hmm.. besok aku panggil beby sister ya, biar kamu bisa tidur siang terus." Ucap Arga.
" Ngak mau yang, biar Bara aku yang jaga. Tadi tidur juga karena mami paksa. Mami tadi ancam kalau Aira ngak tidur siang, Bara malamnya tidur sama mami." Ucap Aira dengan sedikit mayun.
"Iya.. iya." Ucap Arga sambil mengelus kepala Aira.
__ADS_1
"Yang, aku boleh ngak beli ini." Ucap Aira, sambil melihat kan ranjang bayi yang ada di hp nya.
"Apa itu ai, Beli saja. Uang kamu habis ai, Astaga, maaf ya ai. Aku sudah ngak pernah tranfer lagi." Ucap Arga, yang langsung mengambil hp nya dan menghirim Aira uang seratus juta.
Arga lupa kerena Aira sama sekali tidak pernah meminta apapun dari Arga.
"Yang.. uang aku masih ada. Kok dikirim lagi. Aku cuma mau ijin. Boleh ngak aju beli ini. Ranjangh bayi buat Bara." Ucap Aira.
"Boleh ai, Nanti besok biar Rey yang beli nya. Uang kamu kok ngak habis habis ai, kan sudah dua bulan ini aku ngak kirim." Ucap Arga.
"Ya, mau beli apa lagi yang, semua sudah kamu siap kan." Jawab Aira apa adanya.
"Palingan uang yang kamu kasih, aku aku kasih kepanti setiap bulan nya sepuluh juta. Bingung mau di pakai apa." Ucap Aira lagi.
Arga pun mengusap kepala Aira lembut. Ia begitu senang dengan kepribadian Aira. Yang masih sederhana meski sudah memiliki seghalanya. Aira juga suka berbagi dengan orang yang kurang mampu. Membuat Arga semakin mencintai nya.
"Bara sekarang makin aktif yang. Tuh coba lihat tidur nya sudah gerak sani sini. Makanya mau vlbeli ranjang untuk Bara. Biar aman takut jatuh." Ucap Aira. Ia kembali membahas Bara, dan melihatkan keaktifan Bara dengan Arga.
"Iya ai, Bara makin pintar, tapi kenapa kamu ngak dari kemarin kemari belinya." Ucap Arga.
"Baru kepikiran yang." Jawab Aira.
"Kok nelpon Rey malam gini?" Ucap Aira
"Rey, besok pagi bawa ranjang bayi buat Bara." Ucap Arga, ia tidak menjawab lagi pertantyaan Aira. Karena Rey langsung mengakat panggilannya.
"Baik tuan." Jawab Rey. Ia langsungh mengiyakan karena itu hal yang mudah.
Arga pun langsung mematikan panggilan itu.
"Yang kan bisa besok ngomong nya." Ucap Aira.
"Ngak papa, jadi besok pagi bisa langsung di bawa. Lebih cepat lebih bagus." Ucap Arga ia langsung menaikkan Aira di pangkuannya.
"Sayang!" Ucap Aira kaget.
"Apa ai, aku kangen." Ucap Arga.
Arga langsung mencium bibir Aira dengan mesrah.
Arga begitu senang, karena kalau bara sudah di ranjang nya sendiri, ia bisa lebih leluasa bermesraan bersama Aira.
...----------------...
Bersambung...
__ADS_1
Makasih ya sudah mau mampir di novel aku.😍😍😘🤗