
Arga dan Aira hanya diam di dalam mobil tidak ada yang berbicara, Agar hanya memikirkan bagaimana cara untuk bertemu kedua pria itu, Ia masih sangat marah karena belum puas menghajar dua pria itu, sungguh Arga sangat kesal memikirkan kejadian tadi, kekesalannya melebih Aira.
Sementara Aira ia merasa malu dan canggung, Aira juga merasa sangat beruntung karena Arga datang dan menolongnya tepat waktu, kalau saja Arga tidak ada mungkin dua pria itu sudah melakukan tindakan jahat kepada Aira.
Tiba tiba saja Aira mengingat motornya yang tadi Arga tendang mungkin juga sedikit rusak yang mereka tinggal di jalan begitu saja. Motor yang baru ia gunakan dan belum lunas ia bayar.
"Tu.. tuan." Ucap Aira gugup.
Arga tidak menjawab pikirannya masih fokus kepada kedua pria itu
"Terimakasih sudah menolong saya." Ucap Aira lagi meski tidak mendapat jawaban.
"Tu.. tuan bagai mana dengan motor saya?" Aira berkata dengan sangat gugup. Arga langsung memecat rem mobil, seketika mobil itu berhenti, saat mendengar ucapan Aira yang masih memikirkan motornya.
"Mulai besok, Rey yang akan menjemput mu!" Hilang sudah sikap manis nya tadi, Ia melihat Aira dengan tatapan dinginnya.
"Ta... Tapi tuan..."
"Tidak ada tapi tapi, Mulai besok Rey yang akan menjemput mu, kau hanya boleh naik motor kalau itu bersamaku." Ucap Arga ia melihat Aira dengan tatapan dinginnya dan menjalankan kembali mobilnya dengan wajah yang masih marah.
Jelas saja Aira langsung takut dan tidak lagi berani menjawab omongan Arga.
Apa! kanapa jadi seperti in? sebenarnya gue ini apaan sih asisten atau apa, maksudnya apa? naik motor kalau itu dengan nya, kenapa semua perintahnya tidak jelas seperti ini. Duh gimana lagi cara gue menjelas kan kepada om Arya, kenapa pria jahat ini selalu melakukan sesukanya, ahhh kesal gue.
Tidak lama kemudian sampai lah Arga didepan rumah Arya, rumah yang sekarang ini juga menjadi tempat tinggal Aira.
Aira langsung membuka pintu mobil itu sendiri dengan cepat. Ia langsung berjalan kedepan pintu mobil Arga. Ia sengaja bertindak cepat, Ia tidak mau kalau Arga mengantarnya sampai depan pintu rumah. Ia takut hal aneh apa lagi yang akan Arga lakukan.
"Makasih tuan. Saya masuk dulu, hati hati dijalan." Ucap Aira, Ia langsung pergi meninggalkan Arga tanpa menunggu jawaban dari Arga.
__ADS_1
Arga tau Aira tidak mau jika Arga mengantarnya sampai kedalam rumah. Meski sedikit kecewa Arga memakluminya, Arga memperhatikan Aira yang masih berdiri didepan pintu rumah. Tapi tangan Aira tak kunjung menyuruh nya untuk pergi dari tempat itu, Meski Aira menyuruh dengan wajah senyumnya. Tetap aja Arga kesal, belum perna ada orang yang mengusirnya, kecuali Aira. Ia pun meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal.
Pintu tidak terkunci Aira pun segera masuk ia merasa tenang karena tidak ada yang menunggunya. Om arya nya juga sepertinya ia sedang lembur. Ia langsung ke dapur mencari bi inah. Karena biasanya bi inah memang belum tidur di jam segini. Selalu aja ada yang dia buat.
"Bi inah."
"Astagfirullah non, bikin kaget aja, baru pulang non?" Ya bi inah kaget, karena ia sedang asik menyiang ikan. Supaya besok ia tinggal memasaknya.
"Ya bi baru pulang, bi Aira bisa minta tolong gak bi?" Aira berkata sangat pelan dan was was sambil memperhatikan sekitar. Dan itu membuat bi inah bertambah khawatir, apa lagi Aira yang pulang malam begini.
"Non ada apa sih, non Aira kenapa, jangan buat bi inah takut."
"Gini bi motor Aira tertinggal, bi inah bisa gak bantuin Aira Ambil motor itu, kita pinjam motornya, siapa itu bi yang suka bersiin taman Aira lupa namanya."
"Kang asep, kok motor kamu bisa tertinggal, terus kamu kesini sama siapa?."
"Iya bi kang asep, ayo bi bantuin Aira, Aira takut nanti tante Mila keburu liat Aira."
"Uda bi, bibi bantuin Aira dulu, takut motor Aira hilang, nanti Aira jelaskan semuanya. Ayo bi kita harus cepat!"
"Ya ya ya, kamu tunggu disini aja biar bibi sama kang asep yang pergi ambilkan, takutnya nanti non Riska dan mamanya datang trus liat kamu gak ada, bisa marah lagi mereka."
"Iya bi, makasih ya, bi inah memang paling ngertiian Aira." Aira pun menyebut kan lokasi tempat ia di hadang oleh dua orang pria tadi. Bi ina langsung tau, Ia segera menghampiri kang asep untuk menemaninya mengambil motor Aira.
****
Di dalam mobil Arga sedang menikmati suasana di jalan yang Ia lewati, malam ini meski hati nya sedang dalam keadaan marah karena kedua pria itu, Tapi dia juga senang saat mengingat ia memeluk dan mencium beberapa kali kepala Aira.
"Harum, shampo apa yang ia gunakan." Gumam Arga saat mengingat aroma harum rambut Aira.
__ADS_1
Ia semakin menyukai segala yang ada pada diri Aira. Gadis itu membuat Arga selalu mengingat nya, Ya arga memang suka gadis yang seperti Aira, sederhana dan mandiri, Ia juga tidak terlihat gila harta, seperti para wanita selama ini yang mencoba mendekatinya.
Arga sudah sampai di halaman rumahnya. Rumahnya memang tidak perna terkunci, Karena banyak sekali petugas keamanan yang ada dirumah ini, dan itu semua orang profesional, jadi Arga dan maminya tidak pernah khawatir. kalau rumah tidak terkunci.
Arga masuk kedalam rumah, rupanya Erika sudah menunggunya, Erika takut jika ia tidak lagi bertemu dwngan Arga karena akhir akhir ini, Arga selalu turun sangat pagi.
"Belum tidur mi?" Arga menyapa Erika duluan
"Ya, mami sengaja menunggu kamu ada yang mami omongin." Erika tampak serius dengan wajahnya.
"Apaan sih mi, mau ngomong apa?" Jawab Arga lembut.
"Mami mau besok malam kita dinner bareng Riska."
"Gak mi, Arga sibuk, mami aja yang pergi kenapa harus bawa Arga." Arga sedikit kesal.
"Gak bisa, kamu juga harus ikut, kamu itu kenapa si ga, kamu itu cocok loh sama Riska, mami pinginnya mantu yang kaya Riska, cantik, berpendidikan, orangnya baik, kurang apa coba lagi Riska."
"Gak mi, kali ini tolong jangan paksa Arga, Arga bukan anak kecil lagi mi, Biar Arga yang memilih gadis mana yabg cocok untuk Arga."
"Gak bisa kalau kamu gak mau sama Riska, kamu balikan aja sama Bella, mami yakin Bella masih cinta sama kamu, mami juga yakin kamu masih menyimpan rasa untuk bella. Butiknya sampai sekarang setelah putus sama Bella kamu masih sendiri, dan tidak pernah dekat dengan wanita lain."
"Sudah mi, Arga capek." Ucap Arga ia langsung meninggalkan Erika, Arga sedikit sedih kalau mengingat Bella yang telah meninggalkannya.
"Ya terserah kamu, tapi kamu harus ingat mami cuma mau Riska kalau gak Bella. Mami gak mau menerima perempuan lain. Ingat itu." Teriak Erika. Ia merasa kecewa terhadap anak kesayangannya itu, yang mengabaikan permintaannya.
Erika suka sekali dengan Riska mereka mempunyai hobi yang sama, selera fashion mereka sangat sama, itu yang membuat aira merasa cocok dengan Riska.
Sementara Bella adalah anak dari sahabatnya,
__ADS_1
Arga dan Bella sempat berpacaran selama hampir tiga tahun, tapi entah kenapa hubungan mereka kandas. Dan penyebabnya tidak diketahui oleh, Erika dan orang tua Bella. Hanya mereka berdua yang tau penyebab mereka putus, mereka berdua enggan menceritakan. Dan demi kebaikan Agar persahabatan Erika dan mamah bella tetap berjalan baik, mereka tidak memaksa dan membiarkan anak mereka memilih jalannya sendiri.