
Arga pulang dengan membawa sate cukup banyak. Ia juga ingin bertanya banyak hal tentang Aira. Ia sngat jengkel mendapat laporan dari Anna bahwa tempat sate ini sangat jauh dari rumah nya. Ia yakin tadi pagi Aira pasti ke tempat sate ini.
Aira menunggu Arga di depan rumah. Ia duduk di teras sambil memperhatikan taman yang ada di depan rumah. "Sepertinya bunga nya harus di tamaba." Gumam Aira, Ia ingin melihat lebih banyak bunga lagi di taman depan ini.
Mobil Arga pun berhenti tepat di depan teras rumah. Aira langsung menghampiri Arga dan memeluk nya.
"Satenya mana?" Ucap Aira manja. Bakan ia mengalungkan kakinya di pinggang Aira.
Untung saja Arga mempunyai badan yang kekar. Walau ia sedikit kaget tapi ia mampu menahan agar tidak terjatuh.
Yang tadi nya ingin memarahi Arga. Arga malah menjadi senang dengan sikap manja Aira. Arga mengecup bibir Aira.
"Sate nya di bawa Anna." Ucap Arga.
Setelah itu Aira langsung turun dan mengambil sate dari Anana.
Sedikit kaget Anna melihat sikap manj Aira yang tidak seperti biasa.
Aira menggandeng tangan Arga hingga kedalam. Ia langsung membawa Arga kemeja makan.
"Bi ijah, tolong ambilin saja piring." Ucap Aira.
Arga memperhatikan Aira heran. Karena biasanya hal sepele seperti ini ia mengerjakan nya sendiri. sekarang bahkan mengambil piring saja Aira menyuruh bi Ijah.
"Bi salinkan."Ucap Aira manja lagi.
"Iya non." Jawab Bi Ijah.
Jangan jangan non Aira hamil. "Batin bi Ijah."
"Yang lain kali lontong nya jangan di potong." Ucap Aira. Ia terus makan tanpa menawarkan Arga.
"Iya, makan nya benar ai, jangan seperti itu." Ucap Arga. Ia melihat Aira sambil menghisap hisa jarinya. Seakan akan tidak membiarkan secuil bumbu yang tersisa.
"Enak yang. Kamu pergi yang beli?" Ucap Aira
"Bukan, tapi Anna." Jawab Arga datar.
"Ih pantasan rasanya berkurang! besok besok harus kamu yang pergi!" Ucap Aira sedikit kesal.
"Hm. Ini kamu tau dari mana ai sate nya?" Ucap Arga.
"Kan tadi pagi aku kesana yang makan sate nya." Jawab Aira.
"Astaga ai, ini kan jauh, kamu ngak boleh lagi kesana sendirian!" Ucap Arga kesal.
"Udah ah. Jangan marah mulu. Lagi makan ni!" Ucap Aira.
"Dari tadi Bara kok ngak kelihatan." Ucap Arga.
"Jalan sama Mami." Jawab Aira jutek.
"Sama Susi sama Tina juga." Ucap Aira lagi. Karena melihat kekhawatiran Arga.
"Aku perhatikan kamu sekarang jarang main sama Bara." Ucap Arga lagi.
__ADS_1
"Bara nya kan sama mami." Jawab Aira sekedarnya.
"Bi ijah, tolong ambilin Air cuci tangan." Teriak Aira. Saat sudah merasa kenyang, iabtak menghabiskannya karena Arga membeli satenya telalu banyak.
"Sayang ngak mau? " Ucap Aira.
"Ngak." Jawab Arga kesal. Karena Aira dati tadik menawarinya. Sudah selesai makan baru menawari.
"Ya sudah, padahal enak loh." Ucap Aira tanpa merasa bersalah.
Arga hanya membuang nafasnya kasar.
"Kamu ngantuk ai?" Ucap Arga heran. Melihat Aira yang langsung baringan di kasur saat tiba di kamar.
"Iya."Jawab Aira singkat.
"Ya sudah, aku mandi dulu." Ucap Arga.
Arga pun menyiapkan air hangat untuk ia berendam sendiri. Karena ac yang di dalam kamarnya ini begitu sangat dingin. Mau protes tapi Aira suka.
Arga berendam sambil menutup matanya dan manyandarkan kepalanya di tepi. Ia ingin lama merasakan hangat nya Air ini.
Arga melotot menatap Aira yang tiba tiba ******* bibir nya. Dengan hanya mengunakan Bra dan Cd saja.
Meski sempat kaget tapi Arga senang. Ia membalas ciuman Aira. Perlahan Aira pun masuk ke dalam bak juga.
Aira mulai menyusuri bagian leher Arga ia memberi kan banyak tanda di sana.
"Ai... ah.. "
Arga semakin menikamati apa yang Aira lakukan.
Arga melpas bra Aira, ia langsung menghisap kedua bukit kembar itu. "aahhh sayang"
Arga juga langsung merobek cd Aira dan membuang nya kesembarng arah. Ia semakin tidak sabar mendengar ******* seksi Aira.
Terjadi lah olah raga di sore hari.
"Astaga ni anak berdua. Benar benar!" Ucap Erika kesal. Ia tadi ingin mengajak Aira dan Arga untuk berbicara tentang pernikahan Rey.
Melihat pintu kamar Arga yang tidak terkunci Erika pun masuk. Ia pun mendengarkan ******* Aira dan Arga dari dalam kamar mandu mereka.
"Oma papah sama mamah kenapa?" Ucap Bara yang juga mendengar.
"Hoo lagi pijat pijat." Ucap Erika. Ia juga bingung mau jawab apa. Erika pun langsung segera membawa Bara keluar. Ia tidak mau cucu nya ini jadi ternodai karena suara ******* Arga dan Aira.
Arga dan Aira pun keluar dari kamar mandi setelah selesai melakukan aktivitas mereka.
Suarab hp Arga pun berbunyi.
"Halo mi, ada apa."
"Ada apa, ada apa. Kamu itu yah lain kali pintu kamar itu si kunci." Omel Erika.
"Maksud nya mi?" Jawab Arga bingung.
__ADS_1
"Tadi mami kekamar kamu. Bara sampai dengar suara kamu sama Aira. Duhhh kalian berdua ini. Lain kali kunci pintu nya." Ucap Erika.
"Heheh iya mi. Mami dimana?" Ucap Arga. Ia merasa malu. Mengingat suara nua tadi pasti nyaring.
"Mami di bawa. Kamu cepat kesini sama Aira." Ucap Erika.
"Oke Mi." Jawan Arga. Sambungan telpon itu pun terputus.
"Ada apa yang?" Jawab Aira yang sudah menggunakan baju.
"Mami panggi suruh kebawa. Mungkin mau bahas pernikahan Rey." Jawab Arga. Ia tidak memberi tahu apa yang Erika dengar tadi. Arga takut Aira jadi malu.
"Hooo."Ucap Aira sambil menggunakan lipstik merah dan pensil alis.
"Mau kemana ai?" Ucap Arga bingung. Karena tidak pernah melihat Aira berdandan seperti ini. Walau pun hanya polesan sederhanan.
"Ngak kemana mana." Jawab Aira santai, seolah olah dia biasa dengan gayanya.
Arga mengecup dahi Aira. "Kamu makin cantik." Puji Arga.
"Makasih sayang." Ucap Aira senang. Mereka pun pergi kebawah menemui Erika.
"Mamah...." Ucap Bara. Ia berlari memeluk Aira.
Aira langsung berjongkok mendekap Bara. Aira menggendong Bara sampai ke Sofa.
"Kis papah dong masa mamah aja." Ucap Arga.
Bara pun berpindah kepangkuan Arga. Bara mencium kedua pipi Arga.
Setelah Bara kembali minta turun karena ia ingin bermain main dengan mainan nya.
"Kalian berdua mau jalan?" Ucap Erika, karena melihat Aira yang menggunakan dres mini dan sedikit polesan diwajahnya. Walaupun itu dres simple tapi Erika tetap saja heran karena biasanya Aira senang menggukan kaos dan celana panjang.
"Ngak mi." Jawab Arga. Arga tau Erika pasti heran dengan sikap Aira.
"Kamu cantik, kalau pakai gini terus. Gini dong pakaiannya kamu itu kan istri pengusaha nomor 1 harus selalu tampil cantik meski dirumah." Ucap Erika. Ia senang dengan penampilan Aira.
"Heheh iya mi." Jawab Aira. Ia juga bingung kenapa tiba tiba ingin berpenampilan seperti ini.
Mereka pun mulai membahas pernikahan Rey dan Intan.
"Oh ya ra. Ibu mu kapan datang kesini?" Ucap Erika.
"Besok pagi mi." Jawab Aira.
"Hoo bagus lah. Baju kamu sudah kamu coba. Pas aja kan." Ucap Erika.
"Iya mi, sudah baju nya cantik ya mi, Aira suka." Jawab Erika.
"Iya lah, mami yang desain." Ucap Erika, ia sedikit kesal mengingat bulan lalu Aira yang tidak mau menemaninya kebutik untuk bertukar pikiran tentang desain baju seragam mereka.
Bersambung.
Makasih buat dukunyanya....
__ADS_1