Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 61


__ADS_3

Aira merasa tidak enak badan dan sedikit lemas. Karena sudah pagi Aira langsung membangun kan Arga.


"Sayang, bangun." Ucap Aira lembut, sambil mengecup ngecup wajah Arga.


Arga bangun ia tersenyum senang, karena tidak biasanya Aira membangunkannya dengan cara itu. Arga pun langsung mencium bibi Aira dengan lembut.


"Kamu belum mandi Ai?" Ucap Arga. Biasanya Aira selalu mandi terlebih dahulu sebelum membangunkan Arga.


"Hem, nanti yang, sayang mandi saja deluan."Ucap Aira.


Arga pun langsung mengecup dahi Aira. Dan pergi ke toilet. Aira langsung menyiapkan baju kerja Arga, meskipun ia malas untuk bergerak, tapi ia tetap menyiapkan baju Arga. Setelah itu ia kembali kekasur untuk tidur lagi.


Keluar dari toilet Arga melihat Aira yang tertidur sangat lelap. Arga pun mengecek dahi Aira. Tapi badan Aira tidak demam.


"Tumben, apa dia lelah karena semalam." Ucap Arga, ia pun tersenyum mengingat kejadian semalam, Aira begitu sangat bergairah.


"Ai, gak mandi." Ucap Arga lembut.


"Hmm gak yang. Nanti aja." Jawab Aira dengan mata tertutup.


"Sarapan Ai." Ucap Arga lagi.


"Gak." Jawab Aira singkat. Ia langsung memerengkan tubuhnya.


Arga pun terpaksa kedapur seorang diri. Disana sudah ada Bella dan Erika. Mereka tersenyum melihat Arga datang sendiri, mereka mengira Aira dan Arga sedang bertengkar.


Arga pun langsung duduk tanpa menyapa maminya. Karena jujur saja Arga masih kecewa dengan Erika yang selalu bersikap kasar kepada Aira.


Bella dengan tidak malunya pindah dan duduk di sebalah Arga. Ia ingin mengambil kan Arga nasi. Tapi dengan cepat Arga melaranganya.


"Aku bisa sendiri." Ucap Arga dingin. Bella pun langsung menaruh nasi itu kepiring nya. Dengan perasaan hampa.


"Duh sayang, kok kamu gitu sih sama Bella. Bella sudah baik lo perhatian sama kamu. Dia selalu sabar meski kamu cuek." Ucap Erika. Ia mendukung semua tindakan gak benar Bella.


"Gak papa kok tan, Bella ngerti posisi Bella, gue gak bermaksud ga, gue cuma ingin kamu mengingat masa indah kita dulu." Ucap Bella dengan wajah sedih.


Arga pum hanya tersenyum malas. Ia sebenarnya ingin menjawab perkataan Bella. Tapi ia malas karena Erika pasti akan terus membela Bella.


Kenapa harga dirimu sebagai wanita sudah hilang, kau bukan Bella yang dulu aku kenal. (Batin Arga.)


"Kemana istri kamu, jam segini masih enakkan tidur, coba lihat Bella sudah cantik pagi pagi gini. Gak seperti istri kamu, manja dan hanya bisa bermalas malasan. Coba saja dulu kamu nikah sama Bella, Pasti Bella mengurus kamu dengan baik." Ucap Erika panjang lebar dengan ketus.


"Mi, cukup mi! Aira selalu ngurus Arga dengan baik!" Ucap Arga. Ia langsung berdiri, selera makannya langsung hilang seketika.

__ADS_1


"Sabar yah tan, Bella yakin suatu saat Arga pasti akan sadar." Ucap Bella dengan sok baiknya.


"Tente sudah gak tahan Bel, kamu lihat sendiri kan Arga selalu membela Aira." Ucap Erika sedih.


"Sudah yah tan, sebaiknya kita harus bertindak tan, kita gak bisa gini terus, semakin hari Aira semakin melunjak dan mempengaruhi Arga." Ucap Bella. Ia akan menjalankan rencana nya melalui Erika.


"Tapi kita harus apa, kamu lihat kan Arga selalu ada di samping nya. Bahkan Arga yang dulu jarang pulang siang dan selalu lembur, sekarang sudah tidak." Ucap Erika.


"Kita masih ada kesempatan tan, nanti kan Arga kerja, setelah itu kita suruh bi ijah untuk kepasar, pelayan yang lain tidak mungkin berani mengadu kepada Arga." Ucap Bella semangat.


"Tapi apa yang harus kita lakukan."Ucap Erika, ia juga bingung harus berbuat apa.


"Tante labrak aja dia langsung. Tante kasi peringatan dan usir dia dari sini." Ucap Bella semangat.


"Tapi gimana dengan Arga. Kalau sampai Arga tau dan marah bagaimana, tante gak mau kalau sampai Arga pindah dari rumah ini." Ucap Bella.


"Bella yakin dia tidak mungkin mengadu. Kalau pun dia mengadu. Kita pura pura gak tau aja, Kita pura pura sedih aja, buat seakan akan Aira mefitna kita. Ini semua demi tante. Sebenarnya Bella gak mau seperti ini. Tapi Bella kasian lihat tante yang selalu bertengkar dengan Arga, gara gara Aira." Ucap Bella. Ia berusaha menyakinkan Erika, karena melihat keraguan Erika.


"Tante setuju, perempuan gak tau diri itu harus segera disingkirkan!" Ucap Erika. Ia merasa semua omongan Bella benar.


Mereka berdua pun tersenyum jahat.


***


"Ai aku pergi dulu ya." Ucap Arga pelan. Ia lansung mengecup dahi Aira.


Aira langsung terbangun mendengar Arga, ia langsung memeluk pingang Arga dengan erat.


"Mau kemana?" Ucap Aira manja sambil memeluk pingang Arga, dan melihat keatas kewajah Arga.


"Mau kekantor Ai." Ucap Arga, ia sedikit heran dengan tingkah Aira.


"Jangan lama, pulangnya jangan lambat." Ucap Aira dengan manja nya, ia berdiri memeluk Arga dengan erat.


Arga tersenyum senang melihat tingkah Aira yang tidak seperti biasanya. Arga mengusap lembut punggung Aira.


"Iya gak lama, pulangnya nanti cepat." Ucap Arga lembut.


"Jangan lirik lirik cewe lain." Ucap Aira. Dengan bibir yang seikit cemberut.


"Iya sayang, ada apa dengan istri cantikku ini." Ucap Arga, ia begitu sangat heran dengan sikap Aira. Biasanya Aira tidak pernah manja dan cemburu seperti ini.


"Kenapa kamu gak suka. Ya sudah kamu boleh lirik semua cewek yang ada di dunia ini gak usah perdulikan aku." Ucap Aira cemberut. Dan sangat lebai.

__ADS_1


"Hahahhaha ai ada apa dengan mu? Aku tidak munkin melirik cewe lain. Istri ku ini sudah sangat cantik dan seksi mana mungkin aku melirik cewe lain lagi." Ucap Arga tertawa. Bahkan terdengar oleh Bella dan Erika yang sedang menguping.


"Kenapa kamu tertwa, kamu gak tulus memuji ku."Ucap Aira marah. Ia melepas pelukkannya dari Arga. Dan langsung dengan cepat kembali berbaring, dan menutup tubuhnya dengan selimut sambil membelakangi Arga.


"Ai ada apa dengan mu, jangan marah ya. Aku tulus kok muji kamu. Kamu jangan gini dong." Ucap Arga, ia duduk di tepi ranjang sambil mengelus kepala Aira lembut.


"Kamu pergi saja kekantor, Rey pasti sudah menunggu." Ucap Aira jutek.


"Ai, mana mungkin aku kekantor kalau kamu marah seperti ini." Ucap Arga lembut. Ia bingung harus apa dengan perubahan sikap Aira yang tidak seperti biasa.


"Aku gak marah, kamu capat sana kekantor!" Ucap Aira masih dengan nada juteknya.


"Ai, aku libur saja, kalau kamu seperti ini." Ucap Arga ia langsung berbaring diranjang dan ikut masuk kedalam selimut sambil memeluk Aira.


"Kamu kenapa Ai, aku gak mungkin lirik cewe lain, gak ada yang bisa menggantikan kamu di hati ku." Ucap Arga lembut.


"Janji ya." Ucap Aira menatap lekat wajah Arga.


"Iya sayang ku cintaku. Istri paling cantik dan paling baik sedunia." Ucap Arga dengan lebay nya. Ia berusaha menenagkan hati Aira.


Aira tersenyum senang. Ia langsung mengecup bibir Arga.


"Sayang kekantor yah, jangan libur libur." Ucap Aira lembut.


"Hem." Ucap Arga. ia kembali mengecup dahi Aira. Arga begitu sangat bingung dan heran dengan tingka Aira. Biasanya Aira akan mengatakan Arga lebay kalau Arga memujinya terlalu berlebihan, tapi kali ini Aira tersenyum senang dan tidak protes.


Erika dan Bella ingin memastikan apakah mereka bertengkar atau tidak. Tapi Erika dan Bella malah mendengar suara tertawa Arga yang begitu nyaring.


"Bel ayo kita pergi. Tente takut nanti bi ijah lihat kita dan melaporkan kepada Arga." Ucap Erika.


Mereka pun buruh buruh pergi dari pintu kamar Arga.


Sialan apa yang Aira lakukan hingga Arga bisa tertawa seperti itu. (Batin Bella.)


.


.


.


Bersambung๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Maksih buat semuanya jangan lupa like komen dan vote ya hehehehhe๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿค—๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2